BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Kamis (2/2/2017) kembali melaksanakan sosialisasi dan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Puspem Badung. Dalam pembinaan K3 tersebut diikuti oleh 60 perusahan pariwisata yang ada di Kabupaten Badung. Dalam pembinaan K3 kali ini pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja mengundang narasumber dari Propinsi dan dari pengawas tenaga kerja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga didampingi Sekretarisnya, AA Gede Raka Yuda mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah amanah Undang-Undang 170 tentang ketenaga kerjaan.

“Tiap perusahaan harus mendapat pembinaan K3 ini dan tiap tahun kita menyelenggarakan untuk 60 perusahaan dari 31 ribu perusahan baik besar dan kecil yang ada di Kabupaten Badung. Dalam pembinaan K3 ini  tim Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan turun keperusahan-perushan tersebut selama satu bulan penuh, dan nanti kita nilai program mereka dalam keselamtan kerja diperusahaan tersebut,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini juga nantinya berdampak pada perusahan mereka sendiri, jika berhasil menerapkan K3 ini dengan predikat  zero accident (kecelakaan nihil) maka akan meningkatkan iklim investasi serta daya saing daerah. “Jika pengawai selamat dan sehat tidak ada kecelekaan dalam bekerja, pastilah kunjungan wisatawan keperusahan mereka akan bertambah. Nanti ada beberapa hal yang akan kita nilai dalam pembinaan K3 ini diantranya tingkat kepatuhan, jaringan instalasi dan  tingkat kecelakan kerja. Kita harapkan semua perusahaan mendapat predikat zero accident,”  paparnya.

Baca Juga :  Silaturahmi Kapolsek Marga ke Tokoh Politik

Oka Dirga Juga memaparkan, tema bulan K3 Nasional tahun 2017 yaitu “Dengan Budaya K3 Kita Tingkatkan Kualitas Hidup  manusia Menuju Masyarakat Yang Selamat , Sehat dan Produktif”. Untuk pembinaan K3 di kabupaten Badung pihaknya menghadirkan pembicara dari Dinas Tenaga Kerja, pertambangan dan Energi Propinsi Bali yang yang dihadiri sekretarisnya, Ida Bagus Arnawa dan Pengawas Tenaga Kerja, Made Bawa. (humasbdg/bpn)