BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar segera akan memperbaiki ruangan guru dan ruangan kelas SDN 2 Sumerta yang terbakar, Kamis (13/10/2016).

Perbaikan ruangan guru yang terbakar ini akan menggunakan dana tanggap bencana yang telah dianggarkan oleh Pemkot Denpasar.

‘’Berapa besar biaya yang diperlukan, nanti tergantung perhitungan tim teknis.  Kita akan berupaya maksimal agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan,’’ jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., didampingi Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana dan Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denpasar Timur, Drs. Wayan Santa, M.Si., saat turun mengecek kondisi SDN 2 Sumerta pascakebakaran.

Lebih jauh dikatakan Jimmy Sidharta, untuk pembangunan total gedung SD tersebut dianggarkan tahun depan. ‘’Untuk sementara prioritas kita pada perbaikan ruangan yang terbakar,’’ tandasnya.

Sementara itu, kesedihan menyelimuti ratusan siswa dan guru di SDN 2 Sumerta di Jalan Plawa, Denpasar Timur, pascakebakaran melanda sekolah tersebut. Kondisi ruangan guru yang dilalap si jago merah tampak berantakan.

Pecahan genting berserakan di ruangan. Tak hanya itu, beberapa kayu yang menyangga atap ruangan yang tampak menghitam terserak di sudut-sudut ruangan. kebakaran tersebut selain menyebabkan ruangan guru porak-poranda, sejumlah arsip sekolah terbakar.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita itu diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Syukurnya, kebakaran ruang kantor SDN 2 Sumerta ini tak sampai merembet ke ruangan kelas lainnya.

‘’Saat kejadian seluruh siswa dan guru sudah pulang sekolah. Saya mengetahui kejadian ini setelah ditelepon oleh pegawai TU, katanya sekolah terbakar,’’ kata Kepala SDN 2 Sumerta, Dra. Putu Putrini.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Denpasar dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang melalap plafon ruangan kantor guru sekolah itu. Belum diketahui pasti kerugiaan akibat kejadian itu, namun dalam peristiwa tersebut tidak menyebabkan timbulnya korban jiwa.

Sejumlah siswa yang kebetulan rumahnya dekat dengan sekolah dibantu masyarakat berdatangan membantu menyelamatkan sejumlah barang yang masih bisa digunakan. Demikian juga para guru yang datang ke sekolah tampak terkejut melihat kondisi ruangan kantornya hangus terbakar.

Bahkan, salah seorang guru juga tampak tak kuasa menahan air matanya. “Kenapa bisa begini,” ungkapnya berlinang air mata.

Kasek Putu Putrini mengatakan untuk sementara proses belajar mengajar diliburkan, sembari menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian dan  pembersihan puing-puing bekas kebakaran. Sekalipun dalam kondisi berduka, ia memastikan Senin (17/10) depan  proses belajar mengajar bisa berjalan walau tanpa perkantoran. (pra/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini