Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Keberagaman Bangsa Indonesia dengan suku, agama, ras dan adat yang terbangun secara kuat diharapkan dapat terus memelihara dan menjaga kerukunan dan keharmonisannya untuk hidup berdampingan. Demikian halnya juga dengan Bali yang masyarakat  bersifat heterogen.

Untuk itu keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diharapkan dapat menjadi media untuk terus membina dan memelihara kerukunan antar umat beragama.

Demikian penegasan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri acara Jamuan Makan Malam dan Ramah Tamah dengan para peserta Konferensi Nasional II FKUB se-Indonesia di Puri Den Bencingah, Klungkung, Kamis (1/9/2016).

“Kerukunan merupakan pilar pembangunan, jika tidak rukun maka keamanan tidak akan tercapai, jika tidak aman maka pembangunan tidak akan jalan, dan jika pembangunan tidak jalan maka kesejahteraan masyarakat pun tidak akan tercapai,” ujar Pastika dalam sambutan tersebut.

Lebih jauh, Gubernur Pastika dalam sambutan tersebut juga menjelaskan Pemprov Bali selama ini sudah memberikan dukungan dalam bentuk bantuan pembiayaan maupun fasilitas agar FKUB dapat terus meningkatkan perannya ditengah-tengah masyarakat.

Ke depannya dukungan terhadap keberadaan FKUB akan terus ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Gubernur Pastika pun mengomentari permasalahan yang dialami FKUB daerah lain terkait bantuan pembiayaan yang sangat minim dari pemerintah daerahnya.

Hal tersebut menurut Pastika kemungkinan bukan karena pemerintah daerahnya tidak mau memberikan dukungan, namun lebih kepada anggaran yang dimiliki pemerintah daerahnya. Ketersediaan anggaran yang sangat minim, diperparah dengan keadaan saat ini yang beberapa daerah mesti mendapat penundaan pembayaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Bali, Ida Pangelinsir Agung Putra Sukahet dalam laporannya menyampaikan kata cinta sebagai simbol kerukunan yang patut selalu diungkapkan untuk semakin mempererat hubungan baik yang sudah terjalin.

“Kalau kata cinta sudah membumi, maka kerukunan akan tercipta,” ujarnya, seraya menjelaskan Jamuan makan malam yang dilaksanakan saat sebagai media silaturahmi dalam momen santai, untuk terus menumbuhkan kerjasama yang baik.

Ida Pangelinsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, kehadiran para petinggi lembaga-lembaga di Bali sebagai bentuk kekompakan dalam menjaga toleransi dan dukungan terhadap keberadaan forum tersebut.

Ia juga berharap adanya dukungan fasilitas dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan FKUB, dalam menciptakan kerukunan sebagai satu syarat terbangunnya negara yang baik. Karena fakta di lapangan yang didapat saat konferensi FKUB se-Indonesia beberapa waktu lalu,  banyak daerah yang kurang mendapatkan bantuan fasilitas dari pimpinan-pimpinan daerahnya.

“Kalau berbicara tentang keutuhan dan kerukunan NKRI tidak bisa hanya dilaksanakan oleh satu provinsi, tapi sepatutnya seluruh provinsi, jadi FKUB se-Indonesia harus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat,” cetus Putra Sukahet.

Jamuan makan malam saat itu turut dihadiri, diantaranya oleh Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, Dandrem 163 Wirasatya, Kapolres Klungkung, Ketua FKUB Provinsi se-Indonesia, dan pemuka agama. (r/humas pemprov bali/bpn)

loading...