26 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Bali

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi inspektur upacara peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 di Lapangan Puputan Margarana , Niti Mandala , Denpasar Rabu (17/8/2016).

Dalam sesi wawancara dengan awak media seusai memimpin jalannya upacara,Gubernur Pastika menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan para peserta upacara sehingga upacara berlangsung hikmat dan lancar. Kedepannya Pastika berharap semangat ini akan terus terbangun dan meningkat baik dari segi kedisiplinan, daya juang serta semangat kerja keras.

Orang nomor satu di Bali ini juga mengajak kita semua untuk kembali kepada semangat revolusi mental baik dari segi integritas,etos kerja serta gotong royong mengingat hal ini sangat relevan dengan  tema dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI  ke 71 yaitu Indonesia Kerja Nyata. "Mari kita isi kemerdekaan dan kita  gelorakan semangat kerja keras sehingga bangsa Indonesia akan  menjadi bangsa yang berdaulat secara politik,mandiri secara ekonomi serta bermartabat dalam kebudayaan," imbuhnya.

Dalam Upacara yang juga diisi dengan Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Paskibraka serta pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama juga dihadiri oleh  Ny.Ayu Pastika ,Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta ,Ny.Dayu Sudikerta, Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Provinsi Bali serta para pejabat di lingkungan Pemprov Bali

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

Pastika Tegaskan Untuk Mengisi Kemerdekaan Diperlukan SDM Berkarakter

BALIPORTALNEWS.COMKemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan  pengorbanan jiwa raga dari para pahlawan dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsa. Semangat yang telah digelorakan oleh para pejuang tersebut  hendaknya diwarisi para generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan menghadapi tantangan ke depan yang tidak sederhana. 

Perjuangan selanjutnya tidak lagi secara fisik, namun kita harus mewaspadai bentuk penjajahan masa kini yang lebih dikenal dengan neo- colonialism. Dan untuk menghadapi itu semua hanya ada satu cara yaitu dengan membangun Sumber Daya Manusia yang tidak sekedar cerdas, pintar namun juga memiliki karakter.  Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan lisannya pada acara ramah tamah dengan Veteran di Wantilan DPRD Provinsi Bali Rabu (17/8/2016).

Lebih jauh Pastika menjelaskan dengan sumber daya manusia yang berkarakter kerja keras, tidak manja dan berni  berkompetisi maka bangsa Indonesia akan bisa terbebas dari penjajahan Neo – colonialism yang merupakan  penjajahan dalam hal  politik,ekomomi dan budaya. "Kita patut bersyukur bisa hidup di era kemerdekaan ini dan mewarisi semangat juang para pahlawan kita, untuk itu mari kita bangun SDM yang tangguh, kuat, berwawasan tinggi dan memiliki karakter yang kuat, sehingga kemerdekaan yang diraih dengan peperangan dapat kita isi dengan hal yang berguna dan jangan sampai kita terjajah kembali," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Pastika juga menyampaikan keprihatinannya terhadap jumlah veteran yang hadir  dari tahun ke tahun  yang semakin sedikit , berkurang satu persatu karena telah meninggal ataupun dalam kondisi sakit keras. " Walaupun jumlah veteran semakin sedikit , kita harus terus teladani semangat mereka dalam merebut kemerdekaan. Jasa jasa beliau amatlah besar sehingga kita bisa menikmati kerdekaan kita saat ini, " ujarnya.

Dalam acara ramah tamah veteran yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Bali ke 58 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 ini juga diserahkan bingkisan kepada para veteran . Acara yang berlangsung penuh keakraban ini juga dihadiri oleh Ny.Ayu Pastika, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ny.Dayu Sudikerta, Sekda Prov Bali Cokorda Pemayun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bali serta Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali.

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

 

Renungan Suci di TMP Pancaka Tirta

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan HUT Proklamasi  Kemerdekaan RI ke-71 tahun 2016 bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta Tabanan, Rabu (17/8/2016).

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dimulai tepat Pukul 00.00 Wita diikuti oleh Kesatuan TNI, POLRI, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, SKPD Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan serta peserta lainnya.

Apel kehormatan ini dimulai dengan penghormatan arwah para pahlawan dilanjutkan dengan pembacaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci oleh Gubernur Pastika selaku Inspektur Upacara. Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dimaksudkan untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Terdapat 196 pejuang TNI dan POLRI serta 601 Pejuang Rakyat dan 8 Pahlawan Tak Dikenal yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang dimakamkan  di TMP Pancaka Tirta. Apel kehormatan ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan dan pembacaan doa. Hadir pula sebagai peserta apel  Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun, Kapolda Bali, serta Pangdam IX Udayana.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Mabesikan Forum: Seni untuk Perubahan Sosial, Menjembatani Kolaborasi Melalui Seni

BALIPORTALNEWS.COM – Search for Common Ground (SEARCH) mengadakan Mabesikan Forum yang bertema Seni untuk Perubahan Sosial pada Selasa, (16/8/2016).

Mabesikan Forum merupakan satu dari serangkaian kegiatan dalam Mabesikan Project yang telah dimulai pada Januari 2016 dan akan berlangsung hingga Desember 2016.

Mabesikan Forum bertujuan untuk mendorong dialog antar anggota masyarakat atau pemangku kepentingan untuk mencapai konsensus dalam menyelesaikan permasalahan sosial.

Setio Wicaksono Soemeri selaku direktur SEARCH di Indonesia menjelaskan bahwa “Seni adalah alat yang sangat efektif, seni memiliki kekuatan dalam advokasi dan pemberdayaan. Kolaborasi antar seni dan aktivisme ini yang coba kami dorong, agar supaya dialog-dialog untuk mencapai solusi yang mengakomodir semua pihak dapat tercapai. Itulah kenapa kami melakukan program Mabesikan ini.”

Program ini juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Ms. Elsebeth Krogh, sebagai perwakilan dari pemerintah Denmark yang merupakan donor dari Mabesikan Project.

Dalam pidato sambutannya, Wakil Duta Besar menyampaikan Mabesikan adalah salah satu program yang didukung oleh pemerintah Denmark, di bidang seni dan budaya. Denmark percaya bahwa seni dan budaya memiliki potensi untuk memberi dampak sosial, membangun jembatan, dan mendorong dialog konstruktif dalam masyarakat.

‘’Kami sangat senang dengan partner kami Search for Common Ground, yang telah melakukan pekerjaan sangat baik dalam mengumpulkan seniman-seniman dan CSO yang sangat berbakat dan peduli dengan isu sosial, yang juga telah menyediakan sumber daya untuk mereka membuat karya seni yang berdampak sosial, khususnya dalam menangani isu konflik lahan dan sumber daya, kekerasan berbasis gender, dan inklusivitas sosial”

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Denpasar, Ketut Mister dalam sambutan mengatakan bahwa pemerintah punya tanggung jawab untuk memfasilitasi. ‘’Pemerintah Denpasar memberikan ruang sebesar-besarnya untuk melestarikan kegiatan-kegiatan seni. Mewakili pemerintah daerah kami memberi apresiasi untuk kegiatan seperti Mabesikan Forum,” ujarnya.

Acara pembukaan diikuti oleh sesi pleno yang menghadirkan enam pembicara dari berbagai latar belakang, untuk berdiskusi dengan 60 peserta dari berbagai wilayah di Bali, yang menjadi lokasi proyek Mabesikan.

Gede Robi dan Iwan Dewantama membahas isu konflik lahan dan sumber daya. Wayan Jengki Sunarta dan Oka Rusmini melanjutkan dengan isu gender. Agung Alit dan Hira Jhamtani membahas isu inklusivitas sosial.

Selain itu, sesi kedua dari Mabesikan Forum mengambil bentuk diskusi terfokus dalam tiga sesi parallel, masing-masing membahas ketiga isu tersebut di atas. Sesi kedua ini difasilitasi oleh para seniman dan aktivis yang terlibat dalam Mabesikan Project.

Sumber : Programme Officer for Mabesikan Project

 

Ikatan Motor Indonesia Mengadakan Program Workshop bagi Penyelenggara Kejurnas

BALIPORTALNEWS.COM – Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan selama 6 (enam) bulan terakhir, Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk organisasi olahraga otomotif di Tanah Air akan mengadakan rangkaian program workshop yang ditujukan bagi para penyelenggara event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dilaksanakan pada akhir Oktober 2016 mendatang dengan pembicara dari promotor nasional, media, sponsor, IMI pusat (regulasi dan safety), hingga motivator.
Tujuan diadakannya workshop ini merupakan langkah IMI pusat untuk berbagi pengetahuan dan kemampuan (sharing prespectives) sekaligus melakukan pembinaan dan ujian bagi  klub-klub otomotif di IMI provinsi dan juga promotor nasional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari event Kejurnas serta menumbuhkan daya saing positif bagi IMI provinsi dan klub-klub otomotif, yang pada akhirnya akan menimbulkan eksistensi positif bagi organisasi IMI secara menyeluruh. 

Dalam menanggapi rencana kegiatan workshop ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia, Jeffrey JP mengatakan, “Program ini adalah konsep dasar yang harus dibangun kembali untuk kemajuan olahraga bermotor di Indonesia serta sejalan dengan optimalisasi semua bidang di IMI dengan pelayanan up to down (IMI pusat harus melayani secara cepatdan tanggap atas aktivitas dari IMI Provinsi, begitu pula sikap IMI provinsi atas aktivitas klub-klubnya).”    

Rangkaian program workshop ini diawali dari Jakarta pada 22 dan 23 Oktober, Surabaya pada 25 dan 26 Oktober, dan Batam pada 29 dan 30 Oktober 2016 mendatang bagi klub-klub otomotif di IMI provinsi dan juga promotor nasional yang telah melakukan pendaftaran (registrasi) sebagai calon penyelenggara Kejurnas 2017 pada cabang olahraga mobil dan motor. IMI juga mengharapkan partisipasi dari rekan-rekan media untuk turut serta dalam mengikuti workshop tersebut.
Usai menjalani workshop, IMI Pusat akan menilai dan memberikan sertifikasi kepada pronas IMI dan klub-klub dari IMI provinsi sebagai kandidat penyelenggara Kejurnas yang terbagi dalam kategori :  

  • Kategori A: Sebagai penyelenggara event nasional dan internasional
  • Kategori B: Sebagai penyelenggara event nasional
  • Kategori C: Sebagai penyelenggara event provinsi dan klub 

Selanjutnya di November, IMI provinsi akan menentukan klub-klub tersertifikasi yang berhak menjadi penyelenggara eventKejurnas sesuai jenis olahraga yang dipilih melalui sistem penunjukan langsung, lelang, ataupun juga lewat presentasi. Selanjutnya, pada tanggal 28 November, IMI pusat akan melakukan finalisasi kalender olahraga tahun 2017 yang telah disesuaikan dengan hasil penentuan IMI provinsi dengan mencantumkan klub-klub penyelenggara yang telah ditentukan oleh IMI provinsi dan juga promotor nasional pada kalender olahraga tahun 2017. 

Adapun penetapan kalender olahraga dan regulasi tahun 2017 akan disampaikan langsung oleh IMI pusat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2 yang akan diselenggarakan di Ciater, Jawa Barat pada 11 Desember mendatang dengan mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan untuk IMI yang satu dan solid demi kemajuan komunitas motor sport, wisata, serta mobility di Indonesia.

Sumber : Sekretariat PP. IMI, Jakarta

Dirgahayu RI Ke-71 Bersama Satwa di Bali Safari & Marine Park

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, Bali safari & Marine Park menggelar serangkaian acara yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar staff dan upacara bendera “khas” Bali Safari.

Dimulai sejak seminggu sebelumnya, diadakan berbagai lomba menarik yang melibatkan karyawan dari seluruh divisi yang ada. Tak ubahnya dengan perlombaan yang biasa diadakan dilingkungan tinggal masyarakat, di Bali Safaripun acara belangsung dengan meriah dan penuh semangat. Berbagai hadiah disiapkan sekaligus untuk mengapresiasi sportifitas dan aktifnya para karyawan meskipun diluar jam kerja.

Puncak dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 ini adalah dengan terselenggaranya upacara bendera khas taman konservasi tersebut. Berbagai satwa terlihat berbaris rapi dan mengikuti upacara dengan khidmat. Satwa yang terlihat mengikuti upacara diantaranya adalah gajah Sumatera dan ular.

Upacara Bendera juga diikuti oleh sejumlah Perangkat Desa pendamping serta pimpinan beberapa instansi dan pemerintahan di Kabupaten Gianyar.

General Manager Bali Safari & Marine Park, William Santoso menambahkan, “Upacara dan rangkaian perlombaan semacam ini merupakan agenda tetap perusahaan kami. Kerjasama yang terbentuk dari rangkaian acara internal yang dibuat telah terbukti nyata dengan berhasilnya Bali Safari meraih berbagai penghargaan”.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71, Indonesia kerja nyata! Merdeka !!!

Sumber : Humas Bali Safari & Marine Park

Satukan Langkah Mencegah Narkoba di Dunia Pendidikan

BALIPORTALNEWS.COM Pengedar narkoba menjadikan sasarannya tidak pilih kasih. Semua orang bisa menjadi korbannya tidak peduli mereka berpendidikan ataupun tidak berpendidikan. Bahkan, usia anak-anak sekolahpun menjadi target pengedar narkoba. Akhir-akhir ini, kita sering disuguhkan berita-berita tentang masalah narkoba, baik melalui media surat kabar, televisi, radio maupun internet. Betapa maraknya pemakian obat-obatan terlarang saat ini. Bukan tanggung-tanggung korbannya, mulai dari orang-orang terhormat dan berkedudukan sampai kepada anak-anak dan kaum remaja, dari mulai pelosok kota sampai ke pelosok desa. 

Dunia pendidikan sesungguhnya adalah sebuah proses yang sedang mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas. Kualitas sumber daya manusia adalah aset berharga,  terutama peserta didik yang akan memasuki usia produktif di tahun 2030. Oleh karenanya seluruh komponen pemerintah dan instansi pendidikan harus menyamakan langkah untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sejalan dengan hal itu, BNN Kabupaten Badung menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung menggelar kegiatan Asistensi dalam rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada Selasa (16/8/2016) yang bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung.

Hadir dalam kegiatan tiga narasumber yakni Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.I.P, MM dengan Pembahasan mengenai Rencana dan Strategi bidang P4GN, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, Drs. I Ketut Widia Astika, MM dengan pembahasan materi Peran Disdikpora Kabupaten Badung dalam Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba serta Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH., MH dengan pembahasan megenai Action Plan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Badung.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Membangun Jejaring pembangunan Berwawasan Anti Narkoba ini dihadiri oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakasek dan guru perwakilan SMA dan SMK se-Kabupaten Badung. Ketiga Narasumber  memaparkan materi secara panel dilanjutkan dengan diskusi yang membahas isu-isu dan permasalahan anak didik yang terindikasi menyalahgunakan narkoba di wilayah Kabupaten Badung.

Diskusi juga menyinggung mengenai rencana aksi dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan yang salah satunya dengan komitmen dari pengajar untuk selalu mengingatkan peserta didik akan bahaya narkoba.

Dengan adaya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh elemen menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyelamatkan peserta didik yang merupakan generasi bangsa akan ancaman bahaya narkoba yang semakin marak.

Sumber : BNN Kabupaten Badung

 

Masyarakat Dihimbau Laksanakan Upacara Atma dengan Bergotong Royong

BALIPORTLANEWS.COMWakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengimbau kepada krama desa menyatukan rasa bergotong royong menjalankan upacara baik kecil maupun besar sehingga  upacara yang dijalankan dapat memberikan kesejahteaan  bagi krama. Terlebih upacara yang dilaksanakan adalah Pitra Yadnya atau Atma Wedana yang merupakan kewajiban membayar hutang kepada leluhur.

Demikian disampaikan Wagub Sudikerta saat menghadiri Karya Atma Wedana Maligia Punggel, di Puri Saba Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. 

Pada kesempatan tersebut,  Sudikerta juga menyampaikan apresiasinya atas usaha semeton puri dan krama desa yang sudah maksimal dalam pelaksanaan upacara besar seperti ini.  Namun,  Sudikerta tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan yadnya secara  jor-joran,  sebaliknya pelaksanaan yadnya tersebut didasari atas ketulus ikhlasan,  sehingga semua masyarakat bisa melaksanakan yadnya tanpa adanya sebuah persaiangan. 

Oleh karenanya,  Ia berpesan agar masyarakat tetap mempertahankan rasa solidaritasnya dan rasa saling asah asih asuhnya,  sehingga komunikasi antar masyarakat tetap terjaga dengan baik.  Selain itu Sudikerta juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga pelaksanaan upacara seperti ini agar pelestarian adat istiadat di Bali tetap terjaga. "Sehingga dimasa depan anak cucu kita juga dapat merasakan upacara seperti ini", ujarnya.

Sementara itu,  Ketua Panitia Karya Lanang Ari  Putra mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wagub Sudikerta. Ia berharap masyarakat Desa Blahbatuh  dapat meresapi dengan bijaksana,  nasehat yang disampaikan Wagub Sudikerta sehingga bisa diimplementasikan dengan baik.

Lebih lanjut,  Ia menyampaikan karya atma wedana ini telah dimulai sejak bulan Juli lalu yang diikuti oleh 45 sawa, 1 lingga dan 1 sanggi. Sedangkan   puncak acara  akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2016 besok,  sedangkan pada hari ini merupakan upacara mepedada, yang dipuput oleh Ida Pedanda Mahawijaya dari Griya Kekeran-Blahbatuh. Ia, beraharap dengan dilaksanakan upacara ini dapat meberikan ketenangan sekala lan niskala masyarakat Blahbatuh dan memberikan tempat terbaik untuk para lelugur di suarga lokha.

Pada kesempatan tersebut Wagub Sudikerta didampingi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Bali Ketut Wija.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Gubernur Pastika Apresiasi Pelaksanaan Upacara Massal yang Sederhana

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi rangkaian pelaksanaan upacara keagamaan yang dilaksanakan secara massal, Ia menilai upacara agama secara massal merupakan bentuk yadnya  yang sederhana yang dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong dilandasi perasaan suka cita, dan niat suci tulus ikhlas, serta tidak menghabiskan biaya yang besar, namun nilainya utama dan tetap berdasarkan sesana serta ajaran agama.

Menurut Pastika hal ini jauh  lebih baik daripada satu upacara dilaksanakan secara besar-besaran namun diakhir upacara meninggalkan hutang. Lebih jauh Pastika mengharapkan di era saat ini masyarakat Bali sudah sepatutnya meningkatkan pelaksanaan upacara keagamaan secara bersama-sama sesuai konsep hidup masyarakat Bali sagilik saguluk, paras paros atas dasar menyama beraya. Demikian disampaikan Gubernur Bali saat menghadiri rangkaian upacara Pitra Yadnya di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (16/8/2016).

“Masyarakat jangan merasa berkecil hati baru melaksanakan upacara secara bersama-sama, karena jika melaksanakan upacara sederhana namun didasari niat yang lascarya itu merupakan yang utama. Dan kalau saya berpikir saat kita hidup saja tidak bisa sendiri, jika leluhur saat diupacarai dalam rangkaian Pitra Yadnya secara bersama-sama, tentunya arwah leluhur bisa berjalan bersama-sama pula saat menuju swarga loka,” ujar Pastika.

Gubernur Pastika yang kala itu di dampingi Wagub Ketut Sudikerta, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bali I Ketut Wija, dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, lebih jauh menyatakan melaksanakan upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali sebagai bentuk bhakti, penghormatan dan membalas hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna.

Oleh karena itu, walaupun dilaksanakan secara bersama-sama, setiap peserta wajib berperan serta menyumbangkan materi, biaya, ataupun tenaga secara tulus ikhlas. Tak hanya itu, Gubernur Pastika pun mengapresiasi langkah desa adat Pecatu yang sudah mampu menyelenggarakan upacara massal tersebut, terlebih melalui pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa setempat sudah mampu menjadi sumber dana utama berlangsungnya upacara tersebut yang memberikan keringanan yang teramat sangat bagi warganya. 

Sementara itu Kelian Adat Desa Pecatu, I Made Sumerta menyatakan upacara yang dilaksanakan hari ini yakni upacara Mepada dan Purwa Daksina, sebagai rangkaian upacara ngaben yang sudah dilaksanakan pada tanggal 5 AGustus 2016. Ia juga memaparkan upacara ngaben tersebut diikuti 147 sawa, nglungahang sebanyak 23, dan langsir sebanyak 39.

Selain itu, upacara juga dirangkaikan dengan upacara 3 bulanan yang diikuti 525 orang, dan tentunya dengan biaya yang sangat irit pula yakni sebesar 450 ribu, dari awalnya diperkirakan per orang jika melaksanakan secara individu akan menelan biaya sebesar 12,5 juta.  Untuk pelaksanaan upacara ngaben, Ia menjelaskan desa adat Pecatu melalui LPD yang inovatif menyelenggarakan program Nyidang Ngaben, yakni bagi warga Pecatu yang sudah memiliki saldo tabungan minimum sebesar 200 ribu dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut sudah bisa ikut upacara Pitra Yadnya Massal.

Dengan syarat tersebut, setiap warga yang ikut akan mendapatkan subsidi sebesar total 6,5 juta, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan urunan. Kekurangan-kekurangan biaya pun tetap diambilkan dari kas desa adat maupun punia-punia. Pelaksanaan upacara massal tersebut menurutnya merupakan yang keempat kalinya, sejak dimulai pertama kali pada tahun 2006.

Upacara Purwa Daksina kala itu dipuput oleh Pandita Ida Pedanda Gede Oka Arga dari Gria Gede Kelodan, Kesiman.  

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan