25 C
Denpasar
Rabu, 22 Agustus 2018

Gubernur Jamu Delegasi Pertemuan Penyelenggara Pemilu Se-Asia

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjamu para delegasi dari negara-negara Asia yang tengah mengikuti Asian Electoral Stakeholder Forum (AESF) III.

Dalam jamuan makan malam yang berlangsung di Halaman Gedung Jayasabha, Selasa (23/8/2016), Pastika menyampaikan selamat datang kepada 100 orang delegasi se-Asia yang menghelat pertemuan di Bali dari 22 hingga 26 Agustus 2016.

Dia juga mengapresiasi danberterima kasih atas terpilihnya Bali sebagai tuan rumah pertemuan yang diikuti oleh badan penyelenggara dan lembaga penggiat Pemilu se-Asia tersebut.

Pastika berharap, suasana dan vibrasi Bali memberi inspirasi bagi para peserta dalam berdiskusi serta menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi perkembangan politik dan demokrasi di kawasan Asia.

Menurut Pastika, keberadaan lembaga penyelenggara pemilu di setiap negara memiliki peran yang sangat penting danstrategis. “Para pemimpin yang dihasilkan dari sebuah proses pemilihan umum sangat ditentukan oleh kinerja dan profesionalisme jajaran penyelenggara pemilu. Karena lembaga inilah yang membuat aturan main dalam proses pemilihan. Sebagai Gubernur yang dipilih secara langsung, saya menyadari sangat banyak tahapan yang harus dipersiapkan oleh lembaga ini,” urainya.

Mengingat begitu strategisnya peran lembaga tersebut, Pastika berharap para peserta memanfaatkan forum ini untuk bertukar pengalaman dan berbagi ilmu yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu di negara masing-masing.

Pada bagian lain, Pastika juga mengajak para delegasi meluangkan waktu untuk menikmati keindahan alam dan keragaman budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Juri Ardiantoro dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Gubernur Pastika menjamu para delegasi.

Kata Juri, AESF merupakan pertemuan para penyelenggara pemilu kawasan Asia yang sudah digelar untuk ketiga kalinya.

Sebelumnya, ujar dia, pertemuan serupa sudah pernah dilaksanakan di Bangkok dan Timor Leste. Menurut dia, AESF merupakan forum yang sangat strategis dalam mendorong peningkatan kualitas demokrasi di kawasan Asia.

Berkesempatan menjadi tuan rumah, KPU RI akan memanfaatkan forum ini untuk menunjukkan pada dunia internasional tentang penyelenggaraan pemilu di Indonesia yang telah berjalan dengan baik.

“Kita juga ingin mempromosikan bahwa pemilu di Indonesia telah dilaksanakan secara terbuka,” imbuhnya.

Dalam jamuan makan malam kali ini, para delegasi disuguhi sejumlah makanan khas Bali seperti sate lilit dan betutu. Jamuan makan malam  diakhiri dengan tukar menukar cendera mata dan foto bersama seluruh delegasi. (humas pemprov bali)

Tiga Sutradara Film Pendek Hadiri Thai Short Film and Video Festival

BALIPORTALNEWS.COM – Tiga orang sutradara film pendek Indonesia yaitu I Putu Oka Sudarsana, Tunggul Banjaransari dan Jeihan Angga serta wakil dari tim programmer MINIKINO (organisasi yang berfokus pada diseminasi film pendek di Indonesia) yaitu I Made Suarbawa, berangkat ke Bangkok – Thailand untuk menghadiri 20th Thai Short Film and Video Festival. Tahun ini diadakan 20-28 Agustus 2016 di Film Archive and Bangkok Art & Cultural Center.

Setiap tahunnya, Thai Short Film & Video Festival bekerja sama dengan MINIKINO dalam jaringan kerja program S-Express yaitu sebuah kegiatan pertukaran program film pendek tahunan antar negara-negara di Asia Tenggara yang telah dilakukan sejak tahun 2003.

Pada Tahun 2016 ini, MINIKINO memilih 4 film pendek Indonesia dari sekian banyak film pendek Indonesia yang masuk dalam database MINIKINO serta rekomendasi dari berbagai festival dan penggiat film lainnya. Dengan durasi total program 73 menit,  S-Express 2016: INDONESIA dalam koordinasi Fransiska Prihadi (MINIKINO) merancang program dengan benang merah tentang hubungan kita pada sebuah kuasa yang lebih besar daripada diri manusia.

Keempat film pendek yang berhasil terpilih tahun ini untuk program S-Express 2016: Indonesia adalah:

SINAMPURA. Sutradara: I Putu Oka Sudarsana | 2015 | 11 minutes | Dokumenter. Dalam upacara "wrspatikalpa" yang suci dan langka di Pura Nataran, Br. Belang  Sembung Village, Mengwi-Bali, ternyata ada kesalahan warga yang tidak menyenangkan para leluhur yang berkuasa.

UDHAR. Sutradara: Tunggul Banjaransari | 2014 | 15 minutes | Fiksi. Sekembali dari perjalanan Haji, seorang ibu bermimpi bahwa cicinnya yang hilang ditemukan seseorang di Mekkah.

JAGAWANA. Sutradara: Svetlana Dea | 2015 | 25 minutes | Fiksi. Arjani mengikuti seorang nenek di dalam hutan dan ia tersesat ke dalam dunia misterius Jagawana.

NENG KENE AKU NGENTENI KOE (HERE, I’M WAITING FOR YOU). Sutradara: Jeihan Angga | 2015 | 22 minutes | Fiksi. Intan dan adiknya, Bondan ingin pergi ke Jakarta menyusul orangtuanya. Mereka diantar oleh Anjar, pacar Intan yang ragu dengan niatan itu.

Hal yang hendak dicapai dari pembentukan jaringan S-Express ini adalah tidak sekedar memperkenalkan film-film pendek masing-masing Negara di Asia Tenggara, melainkan membentuk pula ruang dan diskusi film yang makin menipis keberadaannya.

Progam S-Express diprakarsai oleh Yuni Hadi (Substation, Singapore), Amir Muhammad (Malaysian Shorts), dan Chalida Uabumrungiit (Thai Film Foundation). (r/bpn)

Pastika Harap GIPI Sikapi Isu Pembangunan Pariwisata

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dapat membahas isu-isu penting tersebut yang berpeluang mengancam kemajuan pembangunan pariwisata daerah Bali, disamping membahas program dan agenda organisasi.

“Di dalam sektor pariwisata terdapat unsur pasar dan non pasar, unsur non pasar ini yang dipengaruhi faktor-faktor diluar pasar seperti keamanan, keselamatan, kesehatan, dan ada juga yang terpenting tumbuhnya kompetitor-kompetitor baru yang perlu mendapat perhatian serius,’’ ujar Mangku Pastika dalam sambutannya saat menghadiri acara Pengukuhan Pengurus dan Rapat Kerja I GIPI Bali Periode Tahun 2016-2021 di ruang rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya saat ini pengembangan pariwisata merupakan sektor yang paling menguntungkan dan memiliki resiko paling kecil, dibandingkan market lain. Sehingga di daerah-daerah lain mulai dikembangkan daerah-daerah wisata baru yang menjadi ancaman bagi wisata Bali, ini yang perlu dipelajari, belajar perubahan yang mereka lakukan, jangan terlalu lama terlena.

“Saya harapkan isu-isu tersebut bisa dibahas bersama-sama dalam raker ini, sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan,” cetus Pastika.

Lebih jauh, Gubernur Pastika mengharapkan para pelaku wisata tetap optimis dan yakin  bahwa pariwisata Bali akan tetap berkembang sesuai potensi yang ada, serta akan mampu mengikuti dinamika pariwisata global.

Pengembangan pariwisata pun akan dilaksanakan sejalan dengan nafas budaya Bali sesuai konsep pariwisata budaya sehingga bisa maju dan sejahtera dalam lingkungan adat dan budaya yang tetap lestari, serta pembangunan yang terkonsentrasi di wilayah Bali selatan pun diharapkan bisa didorong untuk berkembang secara merata di seluruh Bali.

Investor lokal pun dihimbau bisa mendukung pemerataan pembangunan tersebut. Dan, mengharapkan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan karena berkembangnya pariwisata, bisa dinikmati oleh masyarakat Bali kembali, dengan menjadi tuan di rumah sendiri.

Disisi lain, Ketua GIPI Terpilih, IB Agung Partha Adnyana menjelaskan terbentuknya GIPI yang diawali dengan keberadaan Bali Tourism Board (BTB), yang kemudian anggotanya melebur ke dalam wadah GIPI karena keluarnya UU No. 10 Tahun 2009.

Ia pun menyatakan, asosiasi yang dipimpinnya terdiri dari 10 stakeholder di antaranya PHRI, ASITA, HPI Bali, PAWIBA Bali, SIPCO Bali, PUTRI Bali, GHASWARI Bali, PATA Bali, serta MUDP.

Lebih jauh, ia menjelaskan GIPI memiliki tujuan sebagai wadah komunikasi dan konsultasi para anggota dan sebagai mitra kerja pemerintah daerah dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan dan pembangunan kepariwisataan.

Pengukuhan Pengurus dan Raker I GIPI Bali Periode 2016-2021 dilaksanakan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan susunan kepengurusan yang terpilih di antaranya, Dewan Pembina dijabat oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Bali, serta Ketua dijabat oleh IB Agung Partha Adnyana, yang ditetapkan melalui Lampiran Keputusan GIPI Bali Nomor : 788/GIPI-Bali/BTB/SK/VI/2016. (humas pemprov bali)

Penting, Pendidikan Dasar untuk Pengembangan Diri Anak

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menegaskan, pendidikan dasar merupakan proses penanaman fondasi bagi anak-anak usia dini untuk memulai pengembangan dirinya baik dari aspek kognitif, afektif dan juga psikomotorik yang dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi.

‘’Penanaman pendidikan dasar oleh para pendidik di sekolah-sekolah dasar ini sangat penting untuk mengetahui minat dan bakat yang dapat dikembangkan anak-anak pada jenjang pendidikan selanjutnya yaitu jenjang pendidikan menengah,’’ ujar Sudikerta saat memberikan pengarahan pada  Rapat Koordinasi Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali yang bertempat di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur-Denpasar, Senin (22/8/2016).

Lebih lanjut, Sudikerta mengungkapkan bahwa dalam proses pembelajaran diperlukan adanya penjaminan mutu pendidikan, sehingga arah dan tujuan pencapaian kecerdasan komprehensif dapat secara jelas dipahami dan diukur tingkat ketercapaiannya.

“Perlu saya ingatkan kembali bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan komrehensif adalah kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan kinestetik,” ujarnya.

Disamping memiliki kecerdasan komprehensif ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa kompetitif, kesadaran lingkungan dan penumbuhan budi pekerti. Menurutnya, kondisi ini perlu ditanamkan untuk selalu siap bersaing dan memenangkan persaingan melalui kegiatan belajar sepanjang masa.

Untuk itulah perananan pendidik atau guru sangatlah strategis dan menentukan perjalanan bangsa kedepan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Sudikerta meminta seluruh komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan baik pemerintah, keluarga, maupun tenaga pendidik agar menyatukan komitmen guna melaksanakan pembangunan pendidikan secara holistik, terintegrasi, memberikan dorongan serta dukungan kepada anak-anak untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang sepatutnya diperoleh dari para pendidikan yang berkualitas dan berintegritas.

Sementara Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, Dr. I Made Alit Mariana mengungkapkan bahwa peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan ini merupakan tanggung jawab dari setiap komponen di satuan pendidikan yang didukung oleh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Untuk peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan khusus agar seluruh komponen sekolah bersama-sama memiliki budaya mutu. Oleh karena  itu, dibutuhkan program implementasi penjaminan mutu pendidikan diseluruh sekolah di Indonesia dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen sekolah.

Ia juga mengatakan bahwa, agar penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik maka telah dikembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah , yang terdiri dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dilaksanakan dalam seluruh satuan pendidikan dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yaitu sistem penjaminan mutu yang dilaksnakaan oleh pemerintah, lembaga akreditasi dan lembaga standarisasi pendidikan.

Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu di Provinsi Bali, maka rapat koordinasi yang diikuti oleh Kabid Pendidikan Dasar, Pendidkan Menengah, Kasi Kurikulum, Pengawas serta komponen lainnya, akan melakukan beberapa macam kegiatan seperti pengumpulan data, pemetaan mutu, penentuan sekolah model serta menginventarisasi pengawas kab/kota.

Pada hasil akhir Rakor yang dilaksanakan dari tanggal 22-25 Agustus tersebut, diharapkan dapat menghasilkan persamaan persepsi dalam menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan pada berbagai jenjang pendidikan, adanya data sasaran sekolah di berbagai jenjang pendidian, adanya data calon sekolah sasaran dan data pengawas kabupaten/kota.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani. (humas pemprov bali)

 

Sudikerta Perkenalkan “Bali Mandara” pada Atase Pertahanan Negara Sahabat

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta memperkenalkan program Bali Mandara kepada pra atase militer negara sahabat yang berkunjung di ruang kerjanya, Selasa (23/8/2016).

Pada kesempatan itu Sudikerta menjelaskan sejumlah program unggulan Pemprov Bali yang tengah gencar dilasanakan.

Baik itu program kesehatan, pendidikan, pertanian, pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.  “Dalam setiap program dan  kebijakan yang dilakukan Pemprov Bali selalu berpedoman pada konsep keseimbangan Tri Hita Karana yang menjaga keseimbangan hubungan antar manusia dengan manusia lainnya, hubungan manusia dengan alam lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhan-nya ,” ujarnya.

Menurutnya konsep tersebutlah yang sampai sampai saat ini menjadikan pariwisata Bali tetap  terjaga.

Dalam momentum itu, Pimpinan rombongan yang merupakan Atase Pertahanan Inggris di Jakarta Colonel Adrian Campbell-Black, mengungkapkan bahwa kunjungannya tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksakan oleh Markas Besar Angkatan Darat Republik Indonesia untuk memperkenalkan Indonesia kepada negara-negara sahabat.

Kunjungan yang diikuti oleh 13 negara di antaranya adalah Australia, Brasil, Selandia Baru, Amerika Serikat dan 9 negara lainnya ke Pulau Dewata kali ini  juga untuk mengenal lebih jauh mengenai program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi Bali.

Pihaknya sangat terkesan akan kemajuan pembangunan Bali khususnya di bidang pariwisata. Ia melihat disamping banyaknya isu internasional tentang keamanan yang berkembang pasca terjadinya bom bali beberapa tahun silam, Pemerintah Provinsi Bali telah berhasil mengembalikan citra Bali dimata dunia internasional.

Ia  juga memuji sistem keamanan Bali yang terjalin harmonis antara aparat kepolisian TNI/POLRI, pemerintah daerah, serta pemerintah desa. Dan hal tersebut membuatnya ingin mengetahui mengenai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjaga eksistensi pariwisata dan harmonisasi penyelenggaraan keamanan tersebut.

Sudikerta menjelaskan terkait hal tersebut di atas pada intinya bersumber dari komunikasi yang dijalin Pemprov Bali dengan selalu menjaga koordinasi yang baik dengan aparat keamanan TNI/POLRI, Badan Intelejen Negara yang ada di Bali serta tidak kalah pentingnya yaitu pecalang atau perangkat keamanan dari desa adat.

“Meraka memiliki tugas untuk mengamankan dan menertibkan desa adat baik dalam keseharian maupun dalam hubungannya dengan penyelenggaraan upacara adat atau keagamaan,” ujarnya.

Wagub Sudikerta, juga menitipkan pesan kepada para atase pertahanan negara sahabat  tersebut untuk turut memperkenalkan Bali di negara meraka masing-masing sehingga akan banyak wisatawan asing yang datang mengunjungi Pulau Dewata. (humas pemprov bali)

 

Tekan Inflasi Jelang Galungan, Sudikerta Minta TPID Lakukan Operasi Pasar

BALIPORTALNEWS.COM – Jelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan yang akan jatuh pada September mendatang, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga selaku Ketua TPID Provinsi Bali meminta kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali maupun Kabupaten untuk gencar melakukan operasi pasar guna mengantisipasi melonjaknya harga menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Demikian disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi TPID Provinsi Bali bersama Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten/Kota seBali di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (23/8/2016).

“Prioritas kita nanti yakni bagaimana ketersediaan daging di Bali mencukupi untuk memenuhi kebutuhan untuk Galungan dan Kuningan,” jelas Sudikerta, yang menurutnya ketersediaan daging tersebut yang sering menyebabkan naiknya angka inflasi menjelang hari raya tersebut.

Operasi Pasar tersebut agar dilakukan di pasar – pasar sentral di seluruh Bali khususnya di wilayah yang berpotensi terjadi kenaikan inflasi dalam waktu tersebut yakni Kota Denpasar dan kabupaten Buleleng.

”Semua harus bergerak, khususnya wilayah Denpasar dan Buleleng yang sering menjadi penyumbang angka inflasi tertinggi untuk Bali, jangan sampai saat itu terjadi inflasi dan tidak stabilnya harga atau bahkan kekurangan stok, kasihan masyarakat kita nanti,” tegas Sudikerta.

Dia memerintahkan kepada seluruh stakeholder baik itu di provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyediakan suplai yang berlebih terutama untuk daging namun  hal tersebut juga harus dilakukan pada komoditi – komoditi lainnya yang memungkinkan akan memunculkan inflasi.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, operasi pasar tyersebut juga diharapkan mampu untuk mengendalikan harga, baik itu harga dari produsen dan juga harga ke konsumen.

Sehingga tidak terjadi ketimpangan harga yang sangat tinggi yang nantinya akan menyebabkan meruginya para petani maupun peternak. “Kita juga harus pantau harga dari peternak atau petani kepada distributor dan juga harga kepada konsumen, jangan sampai ada ketimpangan, kasihan petani dan peternak rugi mereka, sedangkan distributor mendapatkan untung yang sangat tinggi,” ungkap Sudikerta.

Sementara Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, Causa Iman Karana, membenarkan bahwa Denpasar dan Buleleng merupakan wilayah – wilayah yang selalu menyumbang inflasi tertinggi untuk Bali terutama menjelang perayaan hari raya seperti Galungan dan Kuningan.

Dia menyarankan agar TPID Provinsi bali dan Kabupaten Kota agar lebih intensif dalam menjaga inflasi di dua daerah tersebut termasuk kegiatan – kegiatan yang diharapkan mampu untuk menanggulangi angka inflasi di wilayah tersebut.

Terkait dengan terjadinya perbedaan harga produsen dengan harga konsumen, menurutnya hal tersebut memang perlu diberikan perhatian khusus.

Menurutnya terdapat dua hal yang harus diperbaiki yakni tata niaga yang harus di atur menjadi lebih baik dan juga proses distribusinya yang terkadang menyebabkan harga menjadi melambung tinggi.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ketersediaan komoditi daging seperti daging ayam, daging babi dan telur ayam menjelang Galungan dan Kuningan.

Perwakilan dari Dinas Peternakan Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar sama – sama memastikan persediaan masih aman untuk pelaksanaan Galungan dan Kuningan namun mereka mengkhawatirkan akan terjadi kenaikan harga pada komoditi – komoditi tersebut. (humas pemprov bali)

 

Lebih dari 30 Negara Bersatu Melalui Film di Balinale 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Bali International Film Festival (Balinale) kembali hadir dengan mempersembahkan beragam pilihan film terbaik dari seluruh dunia. Lebih dari 100 film yang akan mewakili 31 negara di program festival tahun ini, termasuk dari Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan perfilman Indonesia, lebih dari 20 judul film karya sineas ternama lolos seleksi di festival tahun 2016 ini.

Merujuk kepada tema festival tahun 2016 ini adalah Tanpa Batas – Tidak ada batasan dalam kreativitas untuk berekspresi. (No Boundaries – Where there are no limits to creativity or the means of expresssion), Balinale telah memilih karya Film Indonesia dan Internasional berkualitas yang unik sebagai landasan penting dalam mempromosikan seni sebagai media untuk melampaui batasan dan menjadi jembatan yang menyatukan celah komunitas seluruh dunia.

Beberapa judul film Internasional yang akan di pertontonkan di bulan September ini termasuk Asian Premiers Early Winter (Canada/Australia) Rigoberta Menchu : Daughter Of The Maya (USA) and Mr Gaga (Israel), Elle (France), Hunt for the Wilderpeople (New Zealand) dan tidak ketingggalan film unggulan dari Indonesia seperti : Copy Of My Mind, My Stupid Boss, dan Negeri Van Oranje. Bersama film ini akan hadir para Produser dan Sutradara ternama seperti Seoerti Robert Ronny, Endri Pelita, Rizal Mantovani, dan Hestu Saputra. Begitu juga akan hadir para artis pendukung film tersebut untuk bertemu dengan para penonton di saat festival, Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Ray Sahetapy, Olga Lidya, Ferry Salim dan lain-lain.

Melalui kerjasama yang sudah dijalin dengan The Japan Foundation – Jakarta dan Institute Francais d’Indonesie, dengan bangga kami mengumumkan bahwa akan dihadirkan dalam pemutaran film bertajuk budaya dan seni Produser dari Jepang Toshikazu Nishigaya yang menghadirkan karya terbaru 2016 dalam film Kako: My Sullen Past (Fukigen na kako [Shiro Maeda]), beliau juga akan hadir di dalam workshop festival. Institut Francais d’Indonesie yang akan menghadirkan serangkaian film, termasuk Fatima, Adama, dan La Tete Haute. Sedangkan Korean Cultural Center Indonesia tetap menjalin hubungan dan mendukung festival dengan mempersembahkan beberapa film termasuk The Himalayas dan The Truth Beneath.

Festival Balinale tahun ini merayakan pagelaran film yang ke 10, mulai dari tanggal 24 – 30 September di Cinemaxx, Lippo Mall Kuta, Bali sebagai mitra untuk tempat penyelenggaraan resmi seluruh rangkain acara.

Festival Balinale menjalin kerjasama dengan Lippo Mall Kuta, Jalan Kartika Plaza, terletak di salah satu kawasan destinasi yang populer untuk pengunjung yang datang ke Bali. Balinale akan menghadirkan acara terbaik di ruangan maupun di luar Mall dan panitia festival akan menghiasi lokasi festival ini dengan bermacam – macam dekorasi dan petunjuk yang sangat jelas agar pesan Road To Balinale jelas terlihat dan menjadi panduan untuk para pencinta film, komunitas dan turis.

Dengan terbuktinya Balinale bisa menyuguhkan budaya, politik dan ekonomi dengan ini kami bangga menyampaikan bahwa di tahun ini, Balinale resmi disertakan di dalam materi promosi dan pemasaran Pesona Indonesia yang dilakukan oleh Kementrian Pariwisata RI. (r/bpn)

Atase Pertahanan Lima Negara Kunjungi Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menjalankan diplomasi pertahanan dan kunjungan budaya, istri dan suami Atase Pertahanan (Athan) dari lima negara mengunjungi Kabupaten Gianyar, Selasa (23/8/2016).

Rombongan diterima Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, dan Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Astawa di Puri Agung Gianyar.  Turut Hadir Ketua TP PKK Kab Gianyar, Ketua Gatriwari dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana.

Perwakilan Markas Besar Angkatan Darat, Mayor Sutrisna menjelaskan sebanyak lima orang istri dan suami athan dari lima negara mengunjungi Kabupaten Gianyar. Mereka masing-masing Richard Nagelsen suami dari Athan Kanada Kolonel Janine Knackstedt; Eillen Mol istri dari athan Belanda Kolonel Pals Rene; Lui Jian istri dari athan Cina Letnan Kolonel Zao Hongdeng; Helen Cliffe istri dari Kolonel Nigel Cliffe, dan Jeon Dong Sook istri dari athan Korea Selatan Kolonel Park Pil Seung.

Kunjungan mereka ke Kabupaten Gianyar dalam rangka mendampingi suami dan istri menjalankan tugas kunjungan kerja diplomasi pertahanan dan pertukaran kebudayaan.

Perwakilan rombongan Richard Nagelsen mengatakan mengunjungi Bali merupakan hal yang luar biasa. “Kita bisa menikmati alamnya yang indah dan kebudayaannya yang beragam serta masyarakat yang ramah. Berapa kali pun datang ke Bali, pasti akan selalu menemukan hal yang baru,” ujar Richard.

Eillen Mol dari Belanda mengatakan kunjungan mereka ke Bali selama tiga hari mulai Senin (22/8/2016) hingga Rabu (24/8/2016). Keberadaan mereka di Bali merupakan kunjungan kerja dan budaya untuk memperkenalkan wilayah masing-masing athan.

Menurut Eillen Mol, Kabupaten Gianyar sebagai kota seni memiliki keindahan alam yang luar biasa, udara yang segar serta kebudayaan yang sangat mengagumkan.

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta, dalam kesempatan itu  memperkenalkan budaya Gianyar dan menjelaskan potensi-potensi unggulan Kabupaten Gianyar. (agy/bpn)

 

30 Perbekel/Lurah di Badung Ikuti Workshop Antinarkoba

BALIPORTALNEWS.COM – Peran aktif dan keterlibatan elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sangat strategis. Pada Selasa (23/8/2016) bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan workshop pemberdayaan masyarakat antinarkoba di lingkungan masyarakat.

Workshop ini diikuti oleh 30 orang perbekel/lurah dari perwakilan 15 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Badung yakni Kelurahan Legian, Kelurahan Seminyak, Kelurahan Tanjung Benoa, Kelurahan Abianbase, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Pecatu,  Desa Ungasan, Desa Selat, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Desa Sangeh,  Desa Blahkiuh, Desa Carangsari, Desa Getasan dan Desa Mengwi.

Peserta mendapatkan pembekalan materi dari Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali mengenai strategi pemberdayaan masyarakat bidang P4GN, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang membawakan materi tentang penyalahgunaan napza dan Kepala BNN Kabupaten Badung dengan materi action plan. Materi ini membekali para peserta untuk dapat mendeteksi awal masyarakat yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba dan bagaiman cara penanganannya serta mampu memberdayakan masyarakat dalam upaya P4GN.

Hasil pemberdayaan masyarakat antinarkoba adalah mengekstensifikasi dan intensifikasi informasi P4GN kepada seluruh lapisan masyarakat, menumbuhkembangkan kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam rangka pelaksanaan P4GN, mengembangkan akses layanan rehabilitasi penyalahguna, korban penyalahgunaan dan pecandu narkoba yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa para peserta harus berperan aktif untuk bersama-sama memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang sangat meresahkan kita semua. “Masalah narkoba ini bukan hanya masalah BNN saja, tapi masalah kita semua,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, melalui workshop ini pihaknya berharap adanya kesamaan persepsi dan menciptakan sinergitas antara jajarannya dengan seluruh elemen masyarakat, dalam upaya mewujudkan program P4GN khususnya pada rawan-rawan narkotika di Kabupaten Badung. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan