Jadi Tuan Rumah, Pastika Targetkan Gianyar Capai Empat Sukses di Porprov 2017

0

BALIPORTALNEWS.COMPenyelenggaraan Pekan Olahraga Pemerintah Provinsi  (Porprov) Bali akan diagendakan  pelaksanaanya setiap dua tahun sekali dengan memilih tuan rumah secara bergilir di Kabupaten/Kota se-Bali.

Hal ini bertujuan untuk mendorong tersedianya sarana prasarana keolahragaan di masing-masing kabupaten dan kota di Bali. Dan untuk Porprov yang ke 13 yang akan digelar tahun depan,  Kabupaten Gianyar didaulat sebagai tuan rumah perhelatan olaharaga tersebut.

 Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, pada acara pelantikan dan Pengukuhan Panitia Induk Porprov Bali XIII Tahun 2017, di Balai Budaya Gianyar, Senin (14/11/2016).

Lebih lanjut, Pastika juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kabupaten Gianyar yang telah berhasil membentuk Panitia Induk Porprov. Selanjutnya, para panitia diharapkan dapat bekerja secara solid dan  maksimal terutama dalam mencapai ‘empat sukses’ Porprov yaitu, Sukses dalam Persiapan, Sukses Pelaksanaan, Sukses Penyelenggaraan dan Sukses dalam mencapai Prestasi.

Disamping itu, Pastika juga berharap penyelenggaraan Porprov yang menunjuk Kabupaten/Kota di Bali dapat membawa multiplier effect, tidak hanya pada sisi keolahragaan namun juga akan membawa dampak pada sisi kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.  Ia mengajak seluruh komponen keolahragaan di Bali serta masyarakat pada umumnya dalam memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dalam merumuskan sistem pengelolaan, pembinaan dan pengembangan keolahragaan di Bali seperti bidang olahraga pendidikan, rekreasi maupun olahraga prestasi. Sehingga prestasi pada bidang olahraga dapat terus ditingkatkan, baik dalam even Daerah, Nasional maupun Internasional.

Sementara itu, Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gianyar Made Suradnyana, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pemprov terhadap kabupaten Gianyar . Banyaknya tanggapan ketidaksiapan Gainyar dalam menjadi tuan rumah  di bantah oleh Bupati Bharata dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Gianyar dengan sumber daya manusia serta semangat juang yang dimiliki, siap untuk menjadi tuan rumah Proprov 2017. Hal tersebut, juga sebagai komitmen Pemda Gianyar untuk mewujudkan kemajuan olahraga di Bali khususnya Kabupaten Gianyar.

Untuk itu, Ia berharap para panitia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap menjaga kekompakan, sehingga acara tersebut nantinya dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi pembangunan Bali kedepannya khususnya dalam bidang olahraga.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali I Ketut Suwandi menyatakan bahwa susunan panitia induk Proprov telah diatur pada surat Keputusan KONI Provinsi Bali Nomor 62 Tahun 2016. Dengan 18 orang susunan panitia Induk, yang diketuai oleh Made Mahayastra, sedangkan ketua Pelaksana yaitu Pande Made Purwata serta beberapa nama anggota kepengurusan lainnya.

Ia berharap para panitia dapat menjalankan tugas dengan baik, dan menjaga komunikasi yang intensif dengan pihak terkait lainnya, sehingga pelaksanaan kegiatan Porprov 2017 mendatang dapat dijalankan dengan baik.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Kemasyarakatan, Ketua Umum KONI Kabupaten/Kota se-Bali, Para Pengurus Provinsi Cabang Olahraga se-Bali serta undangan lainnya.  (hmsprovbali/bpn)

Pemkab Gianyar dan UGM Tanam Ribuan Tanaman Langka di DAS Pakerisan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Gianyar bekerjasama dengan Fakultas Biologi UGM, Jogyakarta melakukan penghijauan dengan menanam 28 jenis tanaman langka di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan.

Penyerahan sekaligus  kegiatan penanaman bibit pohon tersebut berlangsung di areal Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Minggu (30/10/2016).

Ketua Tim Pengabdian Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogyakarta, Dr. Purnomo MS., mengatakan penanaman 28 jenis pohon langka merupakan upaya menjaga keanekaragaman hayati dihulu DAS Pakerisan.

Sebanyak 1.090 bibit pohon tersebut diserahkan pihak UGM kepada tiga desa yang diwakili para bendesa yakni  Bendesa Pakraman Manukaya Let, I Made Mawi Arnata; Bendesa Pakraman Saraseda,  I Nyoman Weda dan kepada Bendesa Pakraman Penaka, I Wayan Lelos.

Seluruh pohon akan ditanam di DAS Pakerisan sekitar Pura Tirta Empul Desa Pakraman Manukaya Let, di areal  Pura Mengening Desa Pakraman Saraseda dan di areal Pura Gunung Kawi Desa Pakraman Penaka.

Penanaman pohon langka ini merupakan upaya pelestarian serta menjaga keanekaragaman, apalagi pohon yang ditanam sering dipergunakan masyarakat Bali sebagai sarana upacara.

Ke depan DAS Pakerisan bukan saja sebagai daerah warisan budaya dunia, namun mampu menjadi tempat pendidikan hayati bagi masyarakat.  “Ini merupakan upaya kami dalam menjaga alam dan lingkungan, kegiatan seperti ini akan berkelanjutan,”ujar Purnomo.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, AA Bagus Ari Brahmanta mengapresiasi kegiatan UGM. Pemkab Gianyar akan selalu menjalin kerjasama dengan pelbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan.

Penanaman pohon langka di DAS Pakerisan merupakan upaya menjaga alam dam lingkungan di daerah hulu. Sehingga penanaman ini bisa melestarikan tanah serta tanaman di DAS Pakerisan, apalagi DAS Pakerisan sudah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Ke depan DAS Pakerisan yang dikenal memilki pelbagai peninggalan prasejarah juga akan dijadikan tempat pendidikan hayati. Kelestarian pelbagai peninggalan prasejarah dan keanekaragaman hayati di DAS Pakerisan agar selalu dijaga.

Pemkab Gianyar mengajak pelbagai pihak agar selalu bersama-sama melestarikan DAS Pakerisan. “Kami ucapkan terimakasih kepada UGM dan masyarakat yang sudah mampu menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di DAS Pakerisan,” jelas  Ari Brahmanta. (hms gianyar/bpn)

 

Lomba Cipta Menu Non-Beras, PKK Desa Guwang Raih Juara I Nasional

0

BALIPORTALNEWS.COM – Kabupaten Gianyar yang diwakili PKK Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, berhasil meraih juara I lomba cipta menu beragam tingkat nasional.

PKK Desa Guwang yakni  “nasabi” yaitu nasi goreng ubi (sarapan) lontong talas (makan siang) dan menu ubi ungu yang dioleh sedemikian rupa untuk menu makan malam.

Dari keberagaman sajian tersebut dan dinilai dari pemilihan karbohidrat, ditambah protein dari lauk pauk, dan vitamin dari sayur dan buah apalagi disajikan dengan sangat menarik.
Dengan menu itu rupanya tim juri berhasil dipikat sehingga Kabupaten Gianyar meraih prestasi tingkat nasional.

Lomba ini diselenggarakan serangkaian  memperingati Hari Pangan se-dunia ke-36 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, 29 Oktober 2016.

Ketua PKK Desa Guwang, A.A Sagung Sri Damayanti mengaku sangat bangga dengan keberhasilan yang diraih TP PKK Desa Guwang, Sukawati Gianyar.

Menurutnya saat menghadapi lomba, dirinya bersama tim PKK lainnya tidak menargetkan juara. Namun pihaknya  bertekad menampilkan yang terbaik.

Dalam lomba ini disyaratkan untuk menampilkan resep untuk menu makan selama 3 hari untuk makan pagi (sarapan), makan siang dan makan malam. Disamping itu juga, wajib menampilkan minuman dan cemilan yang sehat dan bebas dari bahan pengawet.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Nyonya Surya Adnyani Mahayastra saat dihubungi seusai menerima penghargaan tersebut mengaku sangat bangga dengan prestasi tersebut.

Atas perestasi yang diraih PKK Desa Guwang, Adnyani Mahayastra menyampaikan terimakasih kepada PKK Desa Guwang dan TP PKK Kabupaten  Gianyar khususnya tim  Pokja 3 yang sekian lama berkerja keras dan tidak kenal lelah dalam mempersiapkan lomba tersebut.

Dikatakan,  lomba cipta menu ini menampilkan menu kreasi non beras. Seperti diketahui saat ini ketergantungan akan beras sebagai sumber karbohidrat masih sangat tinggi. Pangan pengganti beras sebagai sumber karbohidrat seperti ubi, singkong, talas, jagung belum dilirik sebagai sumber karbohidrat utama. Hanya bersifat makanan sela saja atau cemilan diantara waktu makan utama. Padahal ubi, singkong, talas, jagung kandungan karbohidratnya sama dengan beras.

Dikatakan, PKK Kabupaten Gianyar melalui Pokja 3, sebenarnya sudah sering melakukan sosialisasi dan pembinaan ke PKK tingkat desa tentang bahan makanan non beras ini. Bagaimana cara mengolahnya, variasi menu bahkan jika memungkinkan dijadikan sumber mata pencaharian tambahan.

“Beberapa waktu lalu, kami memberikan pelatihan kepada PKK Desa se-Kabupaten Gianyar tentang tata kecantikan kulit dan pelatihan tata boga khususnya tentang masakan berbahan dasar non beras,” ujar Adnyani Mahayastra.

Pihaknya mengaku secara rutin melakukan pelatihan,sehingga dalam menghadapi lomba sudah tidak bingung lagi. Tinggal dimantapkan masalah menu dan beberap hal teknis lainnya. (hms gianyar/bpn)

 

Gianyar Jadi Pusat Perayaan Hari Rabies Dunia

0

BALIPORTALNEWS.COM – Kabupaten Gianyar termasuk daerah yang rawan terhadap penyakit rabies. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menunjukkan dari 185 kasus rabies di Bali sejak 2010 hingga 2016, sebanyak 35 kasus ada di Kabupaten Gianyar.Sementara 164 meninggal akibat rabies terjadi dari tahun 2008 hingga 2016 di Bali.

Kondisi ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa perayaan Hari Rabies Dunia dipusatkan di Desa Pejeng, Gianyar.Kepala Dinas Peternakan dan Kesehtan Hewan Propinsi Bali, Ir. I Putu Sunantra menyampaikan hal tersebut saat perayaan Hari Rabies Dunia di Provinsi Bali yang dipusatkan di Lapangan Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar, Minggu (30/10/2016).

Dikatakan, perayaan untuk mengingatkan kembali akan bahaya rabies dan Desa Pejeng menjadi salah satu daerah percontohan dalam penanganan rabies.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, salah satunya melaksanakan vaksinasi massal sejak 2010, baik lewat penyisiran atau sweeping maupun dengan membuka posko vaksinasi. Ada enam kabupaten yang mendapat perhatian tim vaksinasi Provinsi Bali karena dinilai rawan penyebaran rabies  yakni Karangasem, Buleleng, Bangli, Gianyar, Tabanan dan Jembrana.

Sejak enam bulan lalu tim vaksinasi sudah melakukan penyisiran baik untuk vaksinasi maupun eliminasi pada enam kabupaten tersebut.

Dalam kesempatan itu, Putu Sunantra asal Gianyar ini mengajak masyarakat untuk memelihara, merawat dan menjaga hewan peliharaannya dengan baik, sehingga terbebas dari penyakit yang membahayakan.

Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Setda Gianyar, I Ketut Astawa Suyasa dalam kesempatan itu mengakui kalau Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah tertular rabies di Bali. Kendati demikian, Pemkab Gianyar bekerja sama dengan Pemprov Bali telah melakukan upaya pencegahan dan  pemberantasan secara berkelanjutan bekerja sama dengan Pemprov Bali.

“Pencegahan rabies tentu perlu dukungan dan kesadara masyarakat untuk bersama-sama menjaga hewan peliharaannya dengan cara vaksinasi dan menjaga dengan baik,” tegas Astawa Suyasa.

Pencegahan rabies juga sebagai upaya menjaga citra Gianyar sebagai salah satu tujuan kunjungan wisatawan ke Bali. Jika rabies mengancam, tentu akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Perayaan yang berlangsung sehari itu juga diisi dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada tim vaksinasi yang telah berbulan-bulan melakukan penyisiran ke pelosok-pelosok daerah di enam kabupaten di Bali. (hms gianyar/bpn)

Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak, Pemkab Gianyar Dapat Bantuan Mobil dan Motor

0

BALIPORTALNEWS.COMKomitmen Kabupaten Gianyar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat, dengan diterimanya bantuan sebuah mobil dan motor perlindungan perempuan dan anak (Molin dan Torlin) dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak  (PPA) RI.

Bantuan diserahkan langsung oleh Menteri PPA RI, Yohana Susana Yembise, di Gedung  Danapala Kementerian Keuangan RI, Jumat (21/10/2016).

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gianyar, Ida Ayu  Putu Sri Ambari saat diminta konfirmasinya seusai menerima bantuan tersebut mengatakan, ada 34 provinsi dan 170 Kabupaten/kota di Indonesia yang menerima bantuan.

Salah satunya Bali yang menerima bantuan Molin dan Torlin yakni Kabupaten Gianyar,  Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. “Bantuan ini merupakan support dari pemerintah pusat atas kinerja kita di daerah yang memang sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan dan perlindungan perempuan dan anak,” jelasnya.

Dikatakan, molin dan torlin ini  selain untuk operasional kegiatan perlindungan perempuan dan anak, juga untuk memperluas jangkauan korban maupun sosialisasi dalam penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Apalagi saat ini Badan PP dan KB Kabupaten Gianyar tengah gencar mensosialisasikan program “three ends” dalam mengedukasi masyarakat mengenai perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak.

Program atau salam “three ends” itu berupa sosialisasi akhiri 3 hal yaitu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.“Mobil ini juga bisa sebagai  untuk fasilitas mobil pelayanan cepat dan nyaman, seandainya terjadi kasus kekerasan di suatu lokasi seperti sekolah, rumah maupun tempat-tempat lainnya,” jelas I.A Sri Ambari.

Dikatakan,  untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak, pemerintah daerah harus terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Terlebih dalam upaya menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belakangan ini kasusnya semakin tinggi.

Sri Ambari berharap dengan wilayah Kabupaten Gianyar yang cukup luas, molin dan torlin dapat menjangkau daerah-daerah yang selama ini cukup sulit dijangkau. (hms gianyar/bpn) 


Keterangan Foto :  Kepala BPP dan KB Gianyar, Ida Ayu  Putu Sri Ambari  menerima  bantuan mobil dan motor untuk perlindungan perempuan dan anak dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak  (PPA) RI berlangsung  di Gedung  Danapala Kementerian Keuangan RI , Jumat (21/10/2016).

Panen Padi Organik di Subak Getas

0

BALIPORTALNEWS.COMWakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta melakukan panen padi tahp II dengan sistem organik pada lahan pertanian di Subak Getas, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (21/10/2016).

Panen padi merupakan kerjasama dan sinergi dari Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Propinsi Bali dengan Pemprov Bali, Pemkab Gianyar dan Kodim/1616 Gianyar.

Panen padi merupakan kelanjutan dari penanaman padi tahap I pada Juni 2015 yang dilakukan oleh Deputi Gubernur BI, Wagub Bali, Pangda IX Udayana, Kapolda Bali dan Bupati Gianyar, sebagai salah satu wujud kepedulian peningkatan kesejahteraan petani dan mewujudkan ketahanan pangan yang pada akhirnya mampu mengendalikan inflasi khsusnya beras.

Direktur Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan pengembangan padi semi organik di Subak Getas yang baru dimulai 2016, merupakan replikasi dan keberhasilan pengembangan klaster padi organik di Subak Pulagan. Dimana di Suabak Pulagan telah berhasil meningkatkan hasil panen dan mengambalikan kesuburan tanah serta unsur hara tanah.

Causa Iman Karana menambahkan BI membantu proses dari hulu hingga hilir, dengan berbagai bantuan pelatihan dan untuk lebih meningkatkan kesejahteran petani.“Kami berharap dari total 70 anggota subak dan dengan luas lahan 50 ha, saat ini baru 18 orang dengan luas lahan 7,5 ha yang mengikuti program BI, kedepan kami berharap semua anggota dan lahan di Subak Getas dapat ikut dalam program ini,’jelas Direktur BI Iman Karana. 

Tim Pemantau Lapangan Klaster Padi di Subak Getas, I Dewa Gata menyampaikan dari hasil pemantaun pada tanggal 19 oktober 2016, padi memiliki tinggi rata-rata 105 cm dan jumlah anakan rata-rata 28 dengan bulir sebanyak 175 tiap malainya.

Hasil pengubunan awal yang dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2016 bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar.

Dikatakan, dari 3 titik areal pengubinan didapatkan hasil rata-rata 9,25 ton/ha meningkat hamper 27 persen dari panen tahap I yang rata-rata sebesar 7,5 ton/ha dan meningkat sebesar 73 persen dari kondisi awal yang rata-rata hanya 5,5 ton/ha.

Dewa Gata menambahkan penerapan teknologi pertanian baru ini, membawa perkembangan yang sangat pesat pada pertumbuhan paddi pada umur 70 hari pada varietas ciherang sudah mulai berbulir dan saat ini padi yang eremur 100 hari sudah siap panen. Sedangkan bila menggunakan metode konvensional dibutuhkan 116 hingga 125 hari agar dapat panen.

Hal yang lebih menggembirakan dari penerpan sistem organik ini adalah biota sawah seperti belut sawah, tutu, kodok, cacing tanah yang sebelumnya hampir punah. Selain itu, penggunaan biofarm, pestisida nabati dan fungisida nabati yang dibuat sendiri oleh kelompok tani, dengan pemanfaatan tumbuhan lokal juga sangat menghemat biaya produksi. (hms gianyar/bpn) 

Memiliki Banyak Kesamaan, Gianyar dan India Jajaki Kerjasama

0

BALIPORTALNEWS.COM Memiliki kemiripan budaya dan persamaan mayoritas agama yang dipeluk masyarakat Bali dan India yaitu Hindu, menguatkan ikatan emosional antara India dan Bali, khususnya Kabupaten Gianyar. Atas kesamaan itu, Kabupaten Gianyar dan India akan lebih meningkatkan berbagai kerjasama terutama pendidikan, seni budaya dan teknologi. Hal itu terungkap saat kunjungan Konsulat Jenderal India di Bali, RO Sunil Babu ke Kabupaten Gianyar. RO Sunil Babu beserta rombongan diterima langsung Bupati Gianyar,AA. Gde Agung Bharata di Kantor Bupati Gianyar, Jumat (21/10/2016).

Konjen Sunil Babu menjelaskan saat ini Pemerintah India memiliki program beasiswa penuh yang menawarkan 600 mata kuliah dengan waktu 2 hingga 3 bulan, namun hingga saat ini peserta dari Bali hanya 1 orang sisanya berasal dari daerah lain di Indonesia. Februari 2017 mendatang Konjen India di Bali akan menggelar pameran pendidikan di Bali untuk mensosialisasikan sistem pendidikan di India dengan diikuti 15 universitas dari seluruh India.

Suni Babu menambahkan pihaknya kerap kali menggelar pertunjukan seni dan budaya kolaborasi antara Bali dengan India dan berharap bisa berkolaborasi dengan seniman Kabupaten Gianyar.

Bupati Gianyar, AA. Gde  Agung Bharata, SH menyatakan  ketertarikannya atas keberhasilan India dibidang pendidikan, budaya dan teknologi terutama tentang teknologi operasi katarak dengan mikroinsisi.

Bupati Gianyar, Agung Bharata menyambut baik program beasiswa yang ditawarkan Pemerintah India. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai pelaksanaan seleksi peserta beasiswa terutama dalam mensosialisasikaannya. Sehingga banyak dari masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan kesempatan beasiswa tersebut. Bupati Gianyar yakin banyak dari pelajar Kabupaten Gianyar yang memiliki kompetensi baik dibidang pendidikan dan mampu bersaing dengan pelajar dari daerah lain.

Terkait kerjasama dibidang seni dan budaya, Bupati Gianyar, Agung Bharata berharap kedepan dapat menfasilitasi kolaborasi antara seniman Kabupaten Gianyar dengan seniman India. Seperti kerjasama yang telah dilakukan beberapa waktu lalu dengan para seniman India yang sempat dipentaskan di Balai Budaya Gianyar. (hms gianyar/bpn) 


Keterangan Foto : Konsulat Jenderal India di Bali, RO Sunil Babu (kiri) kunjungi Gianyar jajaki kerjasama dengan Bupati Gianyar,AA. Gde Agung Bharata di Kantor Bupati Gianyar, Jumat (21/10/2016).

Pelaku UMKM Minim Daftarkan Hak Paten 

0

BALIPORTALNEWS.COMDirektorat Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) memberikan pemahaman tentang perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Gianyar.Berdasarkan data saat ini, di Kabupaten Gianyar terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM.Sementara yang baru mendaftarkan hak patennya melalui Klinik HAKI Kabupaten Gianyar baru mencapai 120 pelaku UMKM.

Hal ini dilakukan sebagai upaya awal untuk semkin memperkuat hak paten produk kerajinan dan industri hasil kerajinan masyarakat Gianyar di tengah ketatnya persaingan global saat ini.Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Gianyar, Rabu (19/10/2016).

Kepala Seksi Direktorat Pengembangan Produk Ekspor Kemendag RI, Ichwan Joesoef mengatakan, pentingnya HAKI sebagai perisai bagi hasil produk pengusaha.

Untuk itu pihkanya telah meluncurkan layanan unggulan bernama Indonesia Design Development Centre. Program tersebut merupakan wahana bagi pelaku usaha dengan para desainer untuk bertukar pikiran dalam menghasilkan produk yang berkualitas terbaik. “Kita perkuat dengan layanan informasi yang sedang menjadi trend saat ini,”ujar Ichwan Joesoef.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Wayan Suamba mengatakan berbicara mengenai HAKI pada masa terdahulu, masyarakat di Bali secara umum masih erat menganut prinsip ngayah. Yakni mengerjakan sesuatu atau menghasilkan produk tertentu dapat dikembangkan secara cuma – cuma.

Sebab, memang inspirasi produk karya seni  kerap timbul dari tempat – tempat suci dan tarian – tarian khas Bali. Namun, era sekarang ini semuanya berbalik 180 derajat. Dimana masyarakat dituntut untuk bersaing secara kompetitif untuk menghasilkan karya terbaik yang dapat memenangkan pasar ekonomi.”Sekarang apa – apa bersifat  individual,”jelas Suamba.

Untuk itu,  pelaku usaha khususnya di Kabupaten Gianyar sudah selayaknya melakukan antisipasi terhadap kemungkinan hasil karyanya diduplikasi, dijiplak  oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu dengan cara memagari diri dengan produk hak cipta.

”Dengan mendaftarkan HAKI, maka pengusaha bisa dengan tenang memproduksi hasil karya, tanpa harus khawatir ditiru. Sebab, nanti akan ada prosedur hukum yang melindungi,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini di Kabupaten Gianyar terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM.Sementara yang sudah mendaftarkan hak patennya melakli klinik HAKI Kabupaten Gianyar sudah mencapai 120 pelaku UMKM. Secara presentasi, angka tersebut relative minim. Akan tetapi, pelaku UMKM lainnya sudah banyak mendaftarkan hasil karyanya secara individual melalui system online yang sudah disediakan oleh pemerintahan pusat. (hms gianyar/bpn)  

Dipanggil Satpol PP, Pemilik Toko Modern Mangkir

0

BALIPORTALNEWS.COM – Tim terpadu terdiri dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Gianyar, Disperindag Gianyar dan Satpol PP Kabupaten Gianyar, Selasa (11/10/2016) lalu menjaring sejumlah toko modern yang tidak mengantongi ijin.

Pemilik toko modern yang melanggar diberikan surat peringatan untuk datang kekantor Satpol PP Gianyar. Namun sayang hingga Kamis (13/10/2016) tak satu pun pemilik toko modern datang memenuhi panggilan.

”Setelah kami sidak Selasa (11/10/2016) lalu, sejumlah toko modern yang ada di Kecamatan Ubud dan Blahbatuh tidak mengantongi ijin. Kami sudah beri surat peringataan untuk datang kekantor Satpol PP Gianyar. Namun dari mereka tidak ada yang datang,”ujar Kasatpol PP Gianyar, Dewa Suartika, Kamis (13/10/2016).

Dikatakan, sebelumnya tim terpadu sudah pernah melakukan sidak keberadaan toko modern dan menemukan pelanggaran toko modern tidak memiliki ijin dan sudah diberikan surat peringatan.

Pihaknya berjanji akan terus melakukan sidak keberadaan toko modern dimana keberadaannya sudah melebihi dari ketentuan.

Dewa Suartika menambahkan hasil kajian Universitas Udayana idealnya di Kabupaten Gianyar diperbolehkan 79 toko modern, namun kenyataan di lapangan mencapai 154 toko modern, sehingga kelebihan 75 unit.

”Hasil kajian Unud di Kabupaten Gianyar idealnya terdapat 79 toko modern, namun kenyataan di lapangan mencapai 154 toko modern,” ujar Dewa Suartika.

Ditanya sanksi yang akan diberikan kepada toko modern yang tidak mengindahkan peringatanya, Tim terpadu terdiri BPPT Gianyar, Disperindag Gianyar dan Satpol PP Gianyar terus melakukan sidak. Bila toko modern kena SP hingga tiga kali, toko tersebut akan disegel.

”Kami terus akan melakukan sidak bila sampai tiga kali kena sidak dan pemilik tidak toko tidak mengindahkan  peringatan, kami akan segel toko tersebut,” tegas Dewa Suartika.

Sebelumnya diberitakan sekitar Agustus lalu Tim Terpadu sudah melakukan sidak terhadap keberadaan toko modern di wilayah Kabupaten Gianyar. Saat itu,tim terpadu menemukan toko modern yang beroperasi tidak mengantongi ijin sehingga mereka diberikan surat peringatan.

Kabid Perijinan dan Non Perijinan BPPT Gianyar, Gusti Ngurah Suwastika  mengatakan sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti Perda No 5 Tahun 2013 tentang Keberadaan Toko Modern. (hms gianyar/bpn)