Tuksedo Studio
Mercedes Benz 300SL Gullwing. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Tuksedo Studio, salah satu industri kreatif otomotif yang mengalami perkembangan pesat dalam usaha untuk melestarikan budaya otomotif bersejarah, menggelar Press Tour dan Ramah Tamah dengan mengundang sejumlah media, pada Sabtu (9/9/2023) di Jalan Tukad Tampuagan, Ketewel, Gianyar, Bali.

Acara tersebut diadakan sebagai dari upaya Tuksedo Studio untuk berinteraksi lebih dekat dengan para jurnalis dan berbagi berita terbaru tentang proyek-proyek otomotif yang sedang mereka kerjakan.

Perlu diketahui, Tuksedo Studio yang didirikan pada masa pandemi merupakan perusahaan manufaktur mobil klasik secara handmade adalah salah satu terobosan baru untuk perekonomian Bali yang selama ini didominasi oleh sektor pariwisata dan F&B.

Direktur Tuksedo Studio, Laksmana Gusti Handoko menjelaskan, perkembangan Tuksedo Studio yang telah menjadi destinasi kunjungan tidak hanya bagi turis, namun juga untuk berbagai sekolah, universitas, industri, yayasan sosial, hingga siswa dan mahasiswa dari lokal serta mancanegara merupakan bukti dari dampak eksternalitas positif yang membuatnya mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah dan dalam kasus ini, FIA itu sendiri

“Tuksedo Studio telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik secara moral dan finansial, untuk terus mengembangkan kualitas produksi dan berinovasi. Mulai dari seniman, artis, pengusaha, hingga politikus nasional telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk memproduksi mobil bagi mereka,” ucap Gusti.

Hasil karya Tuksedo Studio yang merupakan ‘barang mewah’ adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki kemampuan serta potensi untuk bersaing di level pasar tersebut di dunia. Tidak hanya dalam bentuk mobil, namun juga piala Moto GP dan WSBK yang telah diproduksi oleh Tuksedo Studio.

Baca Juga :  Toshihiro Mibe Raih Penghargaan Untuk Kepemimpinannya Serta Inovasinya di Bidang Industri

“Poin-poin tersebut adalah beberapa alasan yang membuat Tuksedo Studio, UMKM Industri Otomotif Bali, akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah dari Conference Dinner FIA Region II Roundtable di Bali pada tanggal 18 September 2023 mendatang,” tutur Gusti.

FIA (Federation Internationale de l’Automobile) sebagai induk organisasi otomotif dunia pada tahun 2023 ini juga menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah dari Konferensi Region II untuk area Asia-Pasifik dengan Bali, yang kemarin juga sempat menggelar G20, sebagai tempat dilaksanakannya acara otomotif tahunan itu.

Konferensi yang bertajuk ‘Partnership for Impact’ ini memiliki tujuan besar untuk memperkuat kolaborasi antar klub dan induk organisasi otomotif antar negara, dimana Indonesia sendiri dinaungi oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia), terutama dalam topik road safety atau keamanan berkendara serta perkembangan teknologi otomotif dewasa ini secara umum.

Tuksedo Studio
Porsche 550 Spyder. Sumber Foto : tis/bpn

“Penunjukan ini merupakan sebuah momen yang istimewa mengingat bagaimana Tuksedo Studio diisi oleh para pekerja serta seniman lokal dengan berbagai latar belakang dan memiliki lokasi yang jauh dari area pariwisata strategis di Bali. Bentuk apresiasi yang diberikan oleh pihak FIA kepada industri otomotif lokal ini merupakan bukti bahwa Bali tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata semata, namun juga memiliki kemampuan dalam menghasilkan sebuah produk yang diakui kualitasnya oleh dunia, utamanya dalam sektor otomotif,” tambah Gusti.

Berdiri pada akhir tahun 2020 di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar, Tuksedo Studio kini menyerap lebih dari delapan puluh orang tenaga lokal yang didominasi oleh pemuda dan pemudi dari Bali itu sendiri. Proses serta tahapan pembuatan yang sederhana namun terbukti menghasilkan lini mobil dengan kualitas yang diapresiasi oleh dunia internasional merupakan titik fokus dari daya tarik Tuksedo Studio itu sendiri.

Baca Juga :  AHM Luncurkan Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser

Bukanlah mobil yang dibanderol dengan harga fantastis semata, tapi kreativitas serta daya belajar para seniman serta pekerjanya yang semuanya tidak memiliki latar belakang otomotif ini lah yang pada akhirnya menjadi sumber inspirasi bagi semua jenis demografi tanpa mengenal batasan ras, suku, budaya, ekonomi, dan level pendidikan.

Selaku Founder Tuksedo Studio, Pudji Handoko menambahkan, mendaftarnya para mahasiswa dan pekerja magang dari universitas favorit di Indonesia dan dari perguruan tinggi mancanegara untuk belajar mengembangkan kemampuannya di bidang otomotif adalah bukti dari kualitas proses dan produk dari UMKM Bali, Tuksedo Studio.

“Termasuk juga dengan para pembeli karya Tuksedo Studio yang dilabeli sebagai para ‘Pahlawan Industri Otomotif’ karena peran sertanya dalam memberikan kepercayaan untuk sebuah industri otomotif lokal sedari awal; mulai dari artis, seniman, arsitek, pengusaha, hingga politikus telah turut memberikan kontribusinya dalam membantu Tuksedo Studio melewati masa pandemi dan berkembang sampai titik ini,” jelas Pudji.

Perkembangan Tuksedo Studio dalam industri otomotif lokal dewasa ini tidak bisa dilepaskan dari sumbangsih banyak pihak, utamanya karena paradigma industri mobil yang selama ini kerap diidentikkan dengan teknologi semata, sesungguhnya membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dengan variasi latar belakang untuk menjadi sebuah industri yang tidak hanya matang tapi juga terus menghasilkan inovasi serta dampak eksternalitas positif bagi daerah setempat.

Tidak terbatas pada pariwisata lokal yang meningkat, namun juga kemampuan kreatif serta wawasan pemuda pemudi dalam turut memajukan usaha serta penghidupannya masing-masing, merupakan sebagian kecil dari dampak industri ini.

Baca Juga :  Akhiri Tiga Seri Beruntun, Delvintor Siap Suguhkan Penampilan Positif di MXGP Italia

Sebuah keberanian untuk menghasilkan ‘barang mewah’ dari segi kualitas bukan kuantitas adalah strategi yang diterapkan oleh Tuksedo Studio hingga mendapatkan apresiasi dari pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang kini dipimpin oleh Bambang Soesatyo, atau yang biasa dipanggil sebagai Bamsoet.

Tuksedo Studio
Porsche 356 Speedster. Sumber Foto : tis/bpn

Peran serta Bamsoet sebagai salah satu pendukung setia UMKM yang bernama Tuksedo Studio ini, sedari awal ia berdiri sampai dengan ia dipercaya tidak hanya oleh IMI, pemerintah Bali, namun juga oleh FIA itu sendiri untuk menjadi tuan rumah dari sebuah event yang layak disebut sebagai ‘G20 Industri Otomotif’ ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan perhatian dari pemerintah Indonesia untuk perkembangan seni dan industri otomotif Bali dewasa ini.

Fenomena Tuksedo Studio yang terbilang cukup baru namun mampu memberikan beberapa dampak positif baik di dalam dan di luar industri otomotif itu sendiri hanyalah sebuah awalan dari perjalanan yang masih sangat panjang di lika liku kemandirian industri manufaktur kendaraan bermotor di Indonesia. Menjadi tuan rumah bagi para pemangku-pemangku kepentingan otomotif dari seluruh dunia sesungguhnya tidak hanya akan menjadi momen apresiasi

“Namun di atas segalanya adalah saat dimana Tuksedo Studio akan mencari inspirasi dan belajar untuk menjadi sebuah industri yang jauh lebih besar dan jauh lebih matang dengan membuat desain dan melakukan produksi mobil mewah nasional. Inilah mimpi tertinggi yang dimana Tuksedo Studio berharap dapat menghapus kata ‘mimpi’ dari kalimat ini sedini mungkin,” tutup Gusti dalam press tour tersebut.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News