Camat Denut Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

BALIPORTALNEWS.COM – Semua Kepala Lingkungan dan Kelian Dinas di masing-masing Kelurahan dan Desa di Kecamatan Denpasar Utara diberi Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang peningkatan kapasitas sumber daya aparatur di Pertemuan Kantor Perbekel Dauh Puri Kaja Denpasar Utara Selasa (18/10/2016).

Bimtek yang diselenggarakan oleh Kecamatan Denpasar Utara ini guna meningkatkan kemampuan atau keterampilan Aparat Kelurahan dan Perbekel khususnya Kepala Lingkungan dan Kelian Dinas dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat, sehingga menghasilkan Aparatur yang tanggap, tangkas dan tangguh serta dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.  

Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Pemerintah Setda Kota Denpasar I Ketut Mister mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Menurut Ketut Mister semua aparatur terbawah yakni Kepala Dusun, Kepala  Lingkungan harus dibimbing secara berkelanjutan untuk memberikan  pengetahuan maupun keterampilan terhadap tugas pokok dan fungsinya di lapangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

‘’Dengan kegiatan ini kita ingin mereka kedepan menjadi tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi dan profesional serta tangguh menjalankan tugas pokok dan fungsinya  di wilayahnya masing-masing,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui Pemerintah Kota Denpasar telah memberikan bantuan keuangan kepada Desa/Kelurahan melalui dana ADD dan bantuan Kelurahan dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah masing-masing.

Untuk itu Ketut Mister mengharapkan semua Kepala Dusun dan Kepala Lingkungan yang ada di Kelurahan dan Desa membantu didalam penyusun perencanaan pembangunan yang akan dituangkan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa dan anggaran pendapatan serta pengeluaran kelurahan.

Tidak hanya itu ia mengatakan, melalui Bimtek ini juga diharapkan agar semua Kepala Dusun dan Kepala Lingkungan mampu menyusun rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Tahunan Desa (RKP).

Sehingga dengan demikian akan memudahkan penyusuan APBDESA dan APP Kelurahan. Untuk menyusun RPJMD dan RKP diharapkan Desa/Kelurahan setiap tahun mengadakan musrenbang desa /kelurahan.

Tidak hanya itu melalui Bimtek ini Kata Mister semua para Kelian Dinas, dan Kepala Lingkungan mampu menjadi garda terdepan didalam pelaksanaan pembangunan baik dalam pembangunan fisik, kesehatan, mental maupun yang lainnya. Serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat sehingga pembangunan di Kota Denpasar dapat terlaksana dengan baik.

Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra menambahkan, Bimtek ini diselenggarakan dari tanggal 18 hingga 20 Oktober dengan jumlah peserta sebanyak 102 orang Kepala Lingkungan dan Kelian Dinas di masing-masing Kelurahan dan Perbekel di Kecamatan Denpasar Utara.  

Untuk materi bimtek ini menurut Lodra mengacu pada 6 Program Strategis Kecamatan Denpasar Utara. Materi yang diberikan meliputi Tertib Administrasi Kependudukan, Clean dan Green Kota Denpasar, reaksi cepat menuju Kota Denpasar berbasis smart city, ketentraman dan ketertiban umum, tugas dan fungsi Kaling, Kadus serta tata penyusunan kegiatan IGA Pembangunan di Desa /Kelurahan  dan Teknis Penyusunan Peraturan Desa. (ayu/humas dps/bpn)

Siswa Trisma, Merajut Mimpi Banggakan Indonesia Terkendala Dana

BALIPORTALNEWS.COM  – Melakukan serangkaian project penelitian tidaklah mudah.  Namun, siswa SMAN 3 Denpasar (Trisma) telah berhasil melakukannya. Mereka pun kini telah berhasil meraih “kesempatan” untuk mebanggakan Indonesia di mata dunia, lewat temuan-temuannya. Hanya saja mereka cemas dan gundah, terancam  tak dapat membanggakan Indonesia karena dana!

Anak-anak Trisma yang tergabung dalam ekstrakurikuler Madyapadma Journalistic Park– SMAN 3 ini memerlukan dana Rp 209.021.500. Dana itu untuk membiayai lima tim.

Kelima tim itu terdiri dari satu tim yang berkompetisi di ajang I-SWEEEP 2017 di Houston, Texas, USAatas  nama  Apta Prana Mas Erlangga dan Made Fajar Gautama  (Judul penelitiannya: SmartScale).

Apta dan Fajar akan berlaga mewakili Indonesia dalam ajang I-SWEEEP 2017 di Houston, Texas, USA, lewat temuan “Smart Scale”, yaitu timbangan ‘pintar’ yang dapat mengidentifikasi status gizi seseorang, sekaligus otomatis mengirim data gizi dan anjuran asupan gizi melalui pesan singkat.

Satu tim berlaga di ajang APCYS (Asia Pasific Conference of Young Scientist) 2017 diPokhara,  Nepal  atas nama  Ni  Kadek Adnya  Kusuma Sari  (Biolarvasida Nyamuk  Dari  Daun Kamboja).

Adapun Tim Siti Nurmalasari dan I Gusti Ngurah Kusadhara Prema Dyotavaro yang berlaga di ajang ASPC 2017 di Bangkok, Thailand (Ampas tahu sebagai subtitusi Styrofoam). Dua tim lagi berlaga I-RYSCE 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kedua tim itu masing-masing Vira Niyatasya Shiva Duarsa dan I Nyoman Surya Merta Yasa (Pemetaan Polusi Cahaya di KotaDenpasar Menggunakan Kamera DSLR) dan tim Ni Luh Putu Hardy Lestari (16),  Ni Nyoman Maylina Triastuti (16)  dan  Cok Istri Putri Krisna Widnyani (16)  (Loloh Cemcem sebagai obatantiinsomia).

Kelompok Cok Istri Putri bahkan sempat menyatakan mengundukan diri karena orangtuanya tak sanggup membiayai pemberangkatan.  “Bukan aku gak mau berjuang, tapi aku gakenak sama orang tuaku. Di keluargaku lagi kesulitan biaya, jadi gak bisa bantu,” isak Cok IstriPutri Krisna Widnyani (16), dengan nada tersengal-sengal, beberapa waktu lalu.

Tak salah kalau kemudian di hanya empat tim yang muncul di website: kitabisa.com/bantuilmuantrisma (media penggalangan   dana   bersama).   Namun   teman-teman   anggota   keempat   tim   lainnya   terusmembujuk.  Akhirnya,   tim   Cok   Istri   Putri   bersedia   kembali   berlomba.

Itupun   dengan   proses panjang dengan kondisi hanya   Hardy Lestari dan Maylina yang berangkat. Adapun Cok IstriPutri benar-benar tidak dapat berangkat. “Aku berusaha mengerti keputusan Cok Ti tidak dapat berangkat karena kendala dana.  Padahal pingin berangkat bertiga,” ungkap Hardy  yang harus menguras habis tabungannya sebesar lima juta rupiah untuk modal awal berangkat.

Tabungan hasil lomba-lomba selama ini. Itupun masih kurang. Hardy  dan orang tuanya  akan mencoba mencari donasi dari keluarga dan teman-teman orang tuanya. Kesulitan dana untuk berlaga ke luar negeri ini terjadi sejak tahun 2017. Sejak status SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi dan ada kebijakan pemangkasan besar-besaran danavpartisipasi masyarakat dari dana SPP yang biasanya dibayar siswa setiap bulan.

Dulu sebelum ada kebijakan tersebut untuk membiayai siswa berlomba diambil dari dana SPP. “Dengan kondisi sekarang  sekolah sulit mendanai kegiatan lomba ke luar negeri. Ada dana tetapi terbatas. Tidak cukup untuk biaya anak-anak berangkat,” tutur  Waka Humas SMAN 3 Denpasar I Gede Putu Subrata pada satu kesempatan.

“Ya, mau gak mau, kita harus berusaha cari dana. Bikin kampanye, nyari-nyari donaturvatau sponsor juga,” jelas Vira Niyatasya Shiva Duarsa.

Dirinya mengungkapkan, ia dan teman-temannya akan berusaha keras untuk mendapatkan dana. Terutama untuk tim ke Amerika Serikat (Apta dan Fajar -red), yang harus segera mendapatkan dana untuk berangkat pada awal Mei nanti.

“Kami sadar bahwa kelompok kami yang paling mepet, dan dananya paling banyak. Tapi,masak iya kita mundur sekarang,” ucap Apta Prana.

Momen ini menurut Apta Prana bukan hanya diperjuangkan   untuk  kebanggaan   diri   sendiri   dan orang-orang  terdekat   semata.  Tetapi   lebih dari pada itu. Untuk mewujudkan mimpi untuk banggakan Indonesia tercinta. “Kami tidak ingin hanya terjungkal karena dana. Nama Indonesia jauh lebih berharga daripada itu,” tutupnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Jalin Kerja Sama Di Bidang Teknologi Dengan ITB

BALIPORTALNEWS.COM – Peningkatan program teknologi di semua bidang terus dilakukan Pemkot Denpasar. Menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi langkah percepatan program menuju masyarakat Denpasar yang cerdas, sehat dan berkualitas. Pada Senin (4/9/2017) Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Rektor ITB, Prof.Dr.Ir. Kadarsah Suryadi, melakukan kesepakatan kerjasama lewat penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU).

Sebelum penandatanganan MOU dilaksanakan, Walikota Rai Mantra didampingi salah satu guru besar ITB, Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat, juga berkesempatan meninjau Lab Smart City and Community di Kampus ITB. Semua perencanaan mengenai smart city di Bandung dikerjakan dalam satu Lab tersebut.

Walikota Rai Mantra mengatakan, sekarang ini di Kota Denpasar mengikuti suatu proses pemerintahan, yang mana pemerintahan itu telah mengalami suatu transformasi didalam reformasi-reformasi didalam pemerintahan itu sendiri.

Dimana sejak tahun 2008/2009 Pemkot sudah mengikuti dan sepakat  untuk merubah paradigma didalam pemerintahannya yang waktu itu Pemerintah Pusat mengenalkan sistem reformasi birokrasi dengan government, yang pada waktu itu berupa website untuk memperlihatkan sebatas profile sebuah kota. Dari sanalah mulai adanya sebuah transparansi serta akunbilitas dan transaksi-transaksi atau proses secara elektonik seperti, e-bugeting, e-planing dan sebagainya. Itu merupakan sebuah proses yang harus dilakukan di pemerintahan agar lebih efektif.

Untuk itu perlu ada nya sebuah pengentahuan akan smart city dengan tantangan mengubah pola pikir dari pada Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat menjadi orang-orang yang mengetahui tentang teknologi, terutama di Pemerintahan.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan,walaupun demikian smart city juga tidak berpatakon kepada teknologi saja melainkan disemua bidang. Yang mana teknologi merupakan suatu yang mendukung dan akurat didalam memberikan suatu keputusan, dengan sebuah tantangan yang harus dikerjakan kedepannya.

Untuk itu kerja sama ini nanti nya akan sangat bermanfaat kedepan nya bagi denpasar, terutama bagi masyarakat. “Saya mengucapkan terimakasih karena ITB sudah bisa berkerja sama dengan Pemkot Denpasar mengenai peningkatan kapasitas Denpasar menuju Kota Smart City di berbagai bidang’, ungkanya. Dimana sebelumnya Pemkot Denpasar juga sudah lama menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung seperti di dalam prakarsa membangun Kota Cerdas.

Sementara Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi mengapresiasi kerja sama antara Pemkot Denpasar dan ITB  mengenai smart city, karena sudah mempercayakan kepada ITB mengenai smart city. Dimana smart city merupakan bagaimana sistem kehidupan kota terjaga dan terjamin di dalam roda kehidupan masyarakat kekininian. Dimana smart city itu memiliki lingkup yang cukup banyak seperti bidang teknologi pariwisata serta pengembangan seni budaya, teknologi pengelolaan kebersihan lingkungan, teknologi perikanan, teknologi pertanian, perternakan, teknologi usaha mikro kecil, smart city, teknologi pengembangan serta pengembangan dan banyak hal lagi. “Mudah-mudahan kerja sama ini bisa saling memberikan efek yang baik mengenai smart city antara Pemkot Denpasar dan ITB”, ungkapnya. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Budiasih dan Sulastri Maju ke Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, menggelar seleksi guru Taman Kanak-kanak dan Kepala TK berprestasi, Kamis (23/3/2017).

Hasilnya, guru TK Negeri Pembina Denpasar, Ni Wayan Budiasih, S.Pd., M.Pd., dan Kepala TK Mandala Kumara, Ni Made Sulastri, S.E., Ak., S.Pd.AUD., berhak maju untuk mengikuti seleksi guru dan kepala TK berprestasi tingkat Provinsi Bali.

‘’Guru dan  kepala sekolah TK yang akan maju ditingkat Provinsi Bali tersebut lebih dahulu telah diseleksi di tingkat kota dan memperoleh hasil yang terbaik,’’ kata Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Made Merta, Kamis (23/3) kemarin.

Menurut Made Merta, seleksi di tingkat kota diikuti masing-masing empat guru dan kepala TK yang merupakan peserta seleksi guru dan kepala TK berprestasi tingkat kecamatan di Kota Denpasar.  Peserta menjalani tes tertulis dan presentasi dan wawancara. Sebelumnya mereka juga menyerahkan portofolio kepada panitia. “Bagi yang memenuhi syarat ketentuan penilian portofolionya. Mereka berhak ikut diujian seleksi ini,” ungkap dia.

Tim penilai seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat TK ini berasal dari akademisi yakni Dr. I Wayan Surata, S.Pd., M.Pd., Ni Wayan Murki, S.Pd., M.Pd., dan Putu Sri Astuti, M.Pd. Dari hasil penilaian tim penilai, guru TK Negeri Pembina Denpasar, Ni Wayan Budiasih dan Kepala TK Mandala Kumara, Ni Made Sulastri, berhak maju untuk mengikuti seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat Provinsi Bali.

‘’Keduanya mengungguli perolehan nilai dari enam peserta lain baik dalam tes tulis kompetensi profesional/pedagogik, maupun unjuk kerja/presentasi, wawancara dan penilaian portofolio,’’ ujar Made Merta.

Made Merta menambahkan, seleksi tersebut bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di Kota Denpasar. Kepala TK berprestasi mampu meningkatkan motivasi dan profesionalismenya dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. Sementara guru berprestasi harus mampu mendidik siswa-siswi dengan lebih baik.

“Seleksi untuk menciptakan generasi yang cerdas dan mampu bersaing di masa mendatang. Di sini peran guru sebagai tenaga pendidik tidak bisa dikesampingkan,” kata mantan Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar ini.

Dia mengungkapkan, seleksi ini untuk terus motivasi guru supaya optimis, percaya diri, dan berani untuk mengikuti kegiatan. Mereka yang dinobatkan sebagai guru dan kepala TK berprestasi diharapkan dapat menjaga diri dan nama baik Kota Denpasar di tingkat Provinsi Bali dan bisa lolos ke tingkat nasional. ‘’Penilaian ini tidak saja pada administrasi tetapi juga pada performance baik prestasi maupun attitude,” katanya. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SMK PGRI 2 Denpasar Kedepankan Pendidikan Karakter

BALIPORTALNEWS.COM – SMK PGRI 2 Denpasar memiliki dua gedung yakni di Jl. Gunung Lempuyang Gang Bromo dan di Jl. Kresek Gang Kakap Merah, Suwung Batankendal.

Makanya siswa yang ingin cepat bekerja setelah tamat jika tak mendapat kursi di SMKN 2 Denpasar pasti  memilih SMK PGRI 2 Denpasar.

Kepala SMK PGRI 2 Denpasar, Wayan Ginastra menegaskan bahwa pendidikan di SMK PGRI 2 Denpasar mengedepankan pendidikan karakter dan keterampilan sesuai  konsep pendidikan SMK yang berbasis vokasional untuk mempersiapkan lulusan terjun ke dunia kerja.

Pada tahun ajaran baru ini SMK PGRI 2 Denpasar akan merekrut tujuh kelas siswa baru. Warga yang memiliki KK Kota Denpasar dan lulusan SMP PGRI se- Kota Denpasar diberikan diskon uang gedung.

Wakil Ketua Kota PPLP PGRI Denpasar, Nengah Sukama memuji output sekolah ini memiliki karakteristik khusus bidang bisnis ekonomis dengan pesaing yang sedikit. Namun diingatkan terus meningkatkan kompetensi guru dan sarana sekolah. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kejuaraan Futsal SVF mendukung Sport Tourism Sanur

BALIPORTALNEWS.COMSebanyak 42 club dari industri Hotel se-Bali ambil bagian kejuaraan bergengsi   SVF Futsal Tournament. Mulai hari ini futsal sebagai bagian program baru SVF bekerja sama dengan Bali Hotel Association (BHA) diluncurkan. Digelar di lapangan futsal Pantai Matahari Terbit,  kejuaraan yang pertama kali digelar  di SVF ini mendapat sambutan meriah dari pemain serta public penikmat futsal.

Ali Batjo Mustofa koordinator Turnamen Futsal SVF mengatakan kejuaraan akan berlangsung hingga 27 Agustus mendatang. Pada tahab  awal, 12 club yang mewakili hotel mengikuti  babak penyisihan yang menganut system double knock out atau setiap team hanya dua kali main dalam satu group. Juara dan runner up akan masuk babak 16 besar yang akan dilaksanakan (26/8/2016).

Lebih lanjut menurut Ali, mengingat batasan waktu turnamen ini belum dibuka secara umum, dan jumlahnyapun dibatasi. Panitia tidak menambah jumlah team yang bertanding, meskipun pada hari terakhir pendaftaran selalu ada saja yang ingin mendaftar.

Futsal sebagai turunan cabang sepak bola memang diminati banyak orang terutama mereka yang memiliki kesibukan. Turnamen futsal  yang diikuti antar karyawan hotel, setidaknya dapat mempererat persaudaraan antar karyawan hotel maupun mengisi waktu luang di tengah kesibukannya menjalankan pekerjaan di hotelnya, tambah Ali.

Ida Bagus Sidartha Ketua Umum SVF mengatakan program Sanur Village Festival selalu dikembangkan, dan tahun ini sport yang menjadi program unggulan baru SVF dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pariwisata. SVF denganinternational  triathlon telah mampu mendatangkan 1600 peserta, dan mereka semua datang memerlukan failitas akomodasi dan lainnya. Inilah peluang yang harus ditangkap sebagai bagian penting bahwa sport masuk program unggulan, lanjut Sidartha.

Melalui turnamen futsal SVF ke depan bisa dikembangkan menjadi turnamen secara umum,  bila perlu diikuti oleh club-club terbaik yang mewakili daerah se Bali. Ini sebuah peluang sekaligus tantangan bagi SVF untuk melihat anemo peserta dari hotel saja yang begitu banyak, apalagi dibuka secara umum, kata Ali Batjo Mustofa.

Sidartha menambahkan, bukan hal yang tidak mungkin untuk dikembangkan, apalagi sesuai dengan rencana SVF ke depan untuk menempatkan olah raga sebagai  atraksi yang dapat menjaring wisatawan dengan segmen dan branding baru bagi destinasi Sanur. (r/bpn)

 

Edukasi Masyarakat Tertib Administrasi Melalui Media Wayang “Cenkblonk”

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar (DPMPTSP) sebagai salah satu sub system dalam pelayanan publik dan perijinan di Kota Denpasar menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perijinan serta sadar administrasi.

Hal ini dituangkan melalui media wayang inovatif “Cenkblonk” yang dirangkaikan dengan semarak memperingati Hut Ke-229 Kota Denpasar, Jumat malam (24/2/2017) di Lapanagan Puputan I Gusti Made Agung.

Pagelaran ini disaksikan langsung oleh Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda, A.A.N Rai Iswara didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerthi Rai Iswara, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Camat, Perbekel/Lurah, Bendesa serta ribuan masyarakat Denpasar yang berbaur menjadi satu.

Antusias ribuan warga menyaksikan pagelaran wayang Cenkblonk diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perijinan dengan misi DPMPTSP memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat, akuntabel dan transparan. Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Made Kusuma Diputra didampingi Sekretaris DPMPTSP, Ratih Purnamasari disela-sela pagelaran wayang Cenkblonk.

Lebih lanjut Kusuma Diputra mengatakan, pementasan wayang Cenkblonk ini sarat pesan, mulai dari pesan moral hingga pendidikan karakter dan tentunya sebagai sarana sosialisasi inovasi pelayanan perijinan yang telah di kembangkan di Kota Denpasar, seperti Sistem Informasi Perijinan Online (SIPON) yang merupakan aplikasi berbasis Informasi Teknologi (IT) dimana memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memperpanjang atau mendaftar ulang usahanya.

Selain mengembangkan aplikasi berbasis IT untuk mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Cerdas (Smart City), juga untuk mempercepat waktu penerbitan perijinan khususnya perijinan yang bersifat administrasi dengan memberikan pelayanan perijinan satu hari jadi atau “One Day Service” .

Menurutnya, selain pelayanan dengan satu pintu DPMPTSP juga memberi pelayanan jemput bola yang menyasar masyarakat secara langsung dengan mobil keliling. Adapula Sistem SMS Gateway yang merupakan sarana penyebarluasan informasi dan pengaduan melalui SMS. Penyiapan berbagai inovasi ataupun program dan kegiatan yang dilaksanakan tentunya tidak akan dilaksanakan dengan baik apabila tidak mendapatkan dukungan ataupun partisipasi masyarakat dan swasta.

“Partisipasi dan dukungan masyarakat maupun swasta sangat diharapkan, tanpa adanya dukungan dan partisipasi tersebut DPMPTSP tidak akan bisa memberikan pelayanan terbaik”, ujarnya.

Selebihnya ia berharap, dengan pelaksanaan kegiatan ini masyarakat dapat memahami arti penting perijinan dan menumbuhkan sadar administrasi dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Denpasar.

“Untuk lebih memotivasi kehadiran masyarakat serta masyarakat dapat memahami materi yang disampaikan, penyuluhan pada tahun ini dilaksanakan melalui pagelaran wayang Cenkblonk yang dirangkaikan dengan kegiatan Hut Ke-229 Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/humasdps/bpn)

Denpasar Raih Predikat Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

BALIPORTALNEWS.COMDenpasar kembali memperoleh penghargaan Tingkat Nasional di akhir Tahun 2016 ini, setelah sebelumnya Denpasar berhasil meraih predikat Golden Champion pada The 2nd Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) Smart City Kategori Kota Besar dari Kementerian Kominfo RI. Atas kerja keras yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota, I.G.N Jaya Negara, kali ini Denpasar meraih Predikat Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik yang diberikan oleh Ombudsman RI, dimana predikat ini diberikan karena pihak dari Ombudsman RI  telah melakukan survey terlebih dahulu di Kota Denpasar terhadap kepatuhan  Undang-Undang Pelayanan Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dengan skor 88,39 serta masuk 10 besar nasional. Penghargaan ini diberikan kepada 25 Kementerian, 15 Lembaga, 33 Pemerintah Provinsi, 85 Kabupaten dan 55 Kota, dimana Pemerintah Kota Denpasar memiliki 69 Pelayanan Publik. 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai yang diterima oleh Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (6/12/2016) di Hotel Borobudur, Jakarta Selatan.

Acara penyerahan penghargaan ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kall. Dalam sambutan singkatnya Jusuf Kalla mengucapkan Selamat kepada para penerima penghargaan atas kerja kerasanya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Menurut Wapres Jusuf Kalla, apa yang diberikan pada hari ini merupakan penghargaan yang terbaik dalam memberikan layanan kepada publik, dalam hal ini memang harus memberikan pelayanan yang standar. Standar layanan tersebut menjadi acuan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, karena layanan standar itu memiliki 3 acuan yakni kecepatan, ketepatan dan biaya dalam memberikan layanan itu sendiri. Lebih cepat, lebih baik dan tentunya apabila kita bisa menjalankan hal itu, korupsi akan bisa dicegah. 

Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai mengatakan, pihaknya sangat bersyukur saat ini Indonesia sebaggai salah satu bangsa dengan kekuatan demokrasi yang diakui dunia. Indonesia juga dikenal memiliki tantangan dengan kompleksitas yang tinggi, terlebih dengan keadaan saat ini.  Diera Globalisasi saat ini pelayanan diseluruh sektor layanan publik, pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat.

 “Hal tersebut harus digerakan agar semua pihak bisa patuh akan pentingnya arti pelayanan publik yang sejalan dengan tuntutan publik kepada Pemerintah.  Selain itu tidak hanya memberikan pelayanan publik diatas kertas saja, namun pelyanan tersebut memang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Rifai.

Sementara Walikota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Ombudsman RI yang telah bersinergi dengan Pemkot Denpasar didalam melakukan perbaikan maupun bimbingan dalam percepatan Reformasi Birokrasi pelayan publik itu sendiri.

Lebih lanjut dikatakan dengan motto “Sewaka Dharma” yakni melayani adalah kewajiban sebagai konsep filosofi untuk pendekatan perilaku dan kebudayaan yang merupakan Motto Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Motto ini telah mengakar di Jajaran Aaparatur Pemerintahan Kota Denpasar dengan komitmen percepatan Refromasi Birokrasi dari tahap demi tahap.

“Reformasi Birokrasi dalam pelayanan sangat mutlak kita lakukan di pemerintahan, yang akan membawa dampak pada publik value atau kemanfaatan masyarakat untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar, serta untuk mempercepat perbaikan-perbaikan yang menjadi hambatan dalam pembangunan itu sendiri,” kata Rai Mantra.

Selebihnya, pihaknya sangat memegang teguh birokrasi tersebut harus melayani masyarakat secara baik dan cepat serta harus menggunakan hati.

“Jadi birokrasi adalah melayani dengan hati dan berhati-hati dalam melayani masyarakat itu sendiri,” tegasnya. (ngurah/humasdps/bpn)

Siapkan Generasi Anak Emas di Tahun 2045, IGTKI Denpasar Study Komperatif ke TK Negeri Pembina 1 Malang

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan kualitas PAUD di Kota Denpasar dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045, serta menjamin anak usia 5 -6 tahun mendapatkan layanan PAUD berkualitas. Peningkatan upaya tersebut Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia(IGTKI) Kota Denpasar melakukan study komparatif ke TK Negeri Pembina 1 Kota Malang Jumat (2/2/2018).

Sebelum acara dimulai Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang hadir didampingi Ketua GOPTKI  Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Kepala Bidang PAUD  dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, Ketua HIMPAUDI Denpasar dan Kecamatan se Kota Denpasar, Ketua IGTKI dan Kecamatan se Kota Denpasar, Ketua PKG Kecamatan se Kota Denpasar  serta Koordinator Pengawas  Sekolah Paud  dan TK se Kota Denpasar disambut dengan Tarian Kipas yang dibawakan anak -anak   Negeri Pembina 1 Kota Malang.

Dalam kesempatan itu Ny. Selly mengatakan kunjungan ini dilaksanakan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang praktek pelaksanan pengelolaan PAUD  di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang. Selain itu juga ini untuk melihat dan mendapatkan berbagai model inovasi- inovasi dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-kanak, serta mendapatkan contoh pengelolaan managemen PAUD yang berkualitas sesuai dengan Gerakan Nasional PAUD berkualitas. ” Dengan  kegiatan ini hal-hal lain yang sudah dilaksanakan TK Negeri Pembina 1 Malang terkait dengan pelaksanaan PAUD berkualitas  bisa dilaksanakan di Kota Denpasar,” harapnya.

Sementara Kepala Sekolah TK Negeri  Pembina 1 Malang Dra. Nurhayati, M.Pd mengucapkan terima kasih atas kunjungan IGTI Kota Denpasar. Menurutnya dari 18 karakter yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,  TK Negeri Pembina 1 Malang menggunakan  inovasi gol karakter. Dimana dalam gol karakter tersebut ada 4 karakter yang dilaksanakan yakni  religius, nasionalisme, peduli lingkungan dan kedisiplina. Dengan menggunakan inovasi gol karakter  TK ini meraih juara I lomba Gugus Depan  dan juara II TK Widia Prakerti Nugraha tingkat Provinsi.

Meskipun ini merupakan sekolah negeri ia mengaku pengelolaan keuangannya dilakukan pihak sekolah sendiri. Sehingga bagi anak yang tidak mampu pihak sekolah bisa memberikan keringanan sebesar 50%, namun harus memiliki surat keterangan dari RT. Namun sebagai pertanggung  jawaban setiap tahun pihaknya tetap melakukan pelaporan ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Selain itu Sekolah ini juga menerima anak berkebutuhan khusus. Namun sekolah hanya untuk memberikan sosialisasi sedangkan untuk pendampingan, pembinaan dan terapi dilakukan  oleh  teacher shadow

 Sedangkan untuk guru sebelum memberikan pembinaan kepada anak harus mengikuti berbagai pelatihan. Sehingga model  pembelajaran di TK ini mengunakan model sentra. “Untuk disini ada 6 sentra yakni sentra persiapan, bermain peran, musik dan alat tubuh, alam, seni dan balok,” ujarnya.

Sedangkan dalam penilaian rapot pihaknya menggunakan aplikasi TK Negeri Pembina I Malang. “Dengan aplikasi ini kita dapat melihat nilai harian, mingguan dan bulan anak-anak,” tambahnya sembari mengatakan kehadiran Bunda PAUD Denpasar juga dapat melakukan kolaborasi program untuk meningkatkan program pendidikan bagi anak-anak PAUD. (ayu/humas-dps/bpn)