Sabtu, 18 Agustus 2018

Smart City Denpasar Dilirik Pemkab Tabanan, Hadir Tinjau Langsung Damamaya Denpasar Cyber Monitor

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Program Smart City Denpasar dalam mempercepat prosesi pembangunan Kota Denpasar melalui pendekatan teknologi mendapat respon dari berbagai daerah di Bali hingga luar Bali. Terakomodir di Damamaya Denpasar Cyber Monitor Gedung Sewaka Dharma Denpasar, juga sempat dikunjungi beberapa menteri di Indonesia. Kini pada Kamis (19/10/2017) Pemerintah Kabupaten Tabanan juga hadir meninjau proses pelaksanaan Smart City di Damamaya Denpasar Cyber Monitor.

Kunjungan ini dipimpin Kepala Bidang Sarana Prasarana Diskominfo, Pemkab Tabanan Dewa Suwangsa yang diterima Kadis Komunikasi dan Informatika Denpasar Dewa Made Agung beserta seluruh staf. “Kunjungan kali ini ingin mengetahui lebih dekat tentang pelaksnaaan Smart City Denpasar,’’ ujar Dewa Suwangsa.

Dikatakan Smart City Denpasar yang dikelola secara baik melalui Damamaya Denpasar Cyber Monitor perlu kita tiru dalam mempercepat pelayanan dan pembangunan di Tabanan.

‘’Denpasar berhasil membangun system informasi sehingga kami datang ingin melihat Damamaya Cyber Monitor,” ujarnya.

Sementara Kadis Komunikasi dan Informatika Denpasar Dewa Made Agung mengatakan Damamaya Denpasar Cyber Monitor dengan berbagai aplikasi Smart City disinergikan dalam satu ruangan. Meliputi kebencanaan dengan nomor kegawatdaruratan 112, pemantauan banjir, ATCS, Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, Geografik Informasi System, e-Sewaka Dharma, Sistem Pelacakan Armada, Sistem Pelacakan Nelayan, Info Harga Pasar, Safe City, E-Sidap, Sistem informasi terintegrasi pengelolaan administrasi (Dirgens), dan Media Sosial. Cyber Monitor menjadi pusat kontrol seluruh data dari OPD Kota Denpasar. Ada beberapa aplikasi dan situs untuk mendukung kinerja Cyber Monitor. Salah satu di antaranya, Geoportal, situs yang  menyajikan data statistik berbentuk excel dan geospasial. Melalui situs ini, masyarakat dapat melihat data tertentu secara visual dengan menggunakan peta.

Dalam kegawat daruratan juga telah memiliki panggilan darurat Emergency Call 112.   Nomor panggilan ini telah berlaku secara nasional yang dikelola Dinas Kominfo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dalam memberikan akses rasa aman kepada warga melalui aplikasi Safe City untuk mengetahui berbagai kejadian, seperti konflik, kebakaran, kecelakaan, kriminalitas, banjir, hingga gempa bumi. Disamping itu memetakan distribusi air bersih melalui E-SIDAB jugadilakukan. Ditataran OPD Pemkot Denpasar yang juga telah disiapkan aplikasi seperti E-Planning, E-Kinerja, E-Sewaka Dharma hingga E-Magazin.  Dalam program tanggap bencana Gunung Agung, dari pendataan jumlah pengungsi hingga pemantauan aktivitas Gunung Agung dilakukan di Damamaya Denpasar Cyber Monitor. ‘’Dukungan berbagai elemen masyarakat hingga OPD di lingkungan Pemkot Denpasar bersama-sama dalam mempercepat proses pelayanan dan pembangunan melalui Denpasar Smart City,’’ ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

K3S Denpasar dan Polwan Serahkan Kursi Roda Kepada Lansia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Percepatan penanganan permasalahan sosial di Kota Denpasar dibutuhkan langkah bersama dalam sinergitas program. Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar sebagia mitra Pemkot Denpasar dalam penanganan sosial terus melakukan sinergitas program bersama.

Pada Jumat (18/8/2017) Ketua K3S Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya bersama Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara bersinergi dalam kegiatan sosial dengan Jajaran Polwan Polresta Denpasar. Kegiatan ini menyasar para Lansia di Kecamatan Denpasar Timur dengan menyerahkan bantuan kursi roda di Banjar Tangtu, Kesiman.

Tampak dalam menyerahkan bantuan kali ini Ny. Selly bersama Polwan yang juga tampak diikuti Ibu-ibu Bhayangkari Polresta Denpasar mendatangi satu persatu kediaman para lansia yang membutuhkan kursi roda. Sebanyak lima buah kursi roda diserahkan kali ini yang diterima langsung Lansia I Wayan Pindah, Ni Wayan Mirib, Ni Made Sukri, Ni Wayan Mangkin, dan Ni Wayan Mukin.

“Dalam rangkaian Hut RI Ke-72 dengan Tema ‘Kerja Bersama’’ sebagai langkah yang tepat untuk terus bersinergi dalam percepat penanganan permasalahan sosial di Kota Denpasar yang kali ini menyerahkan bantuan bersama Polwan Polresta Denpasar,’’ ujar Ny. Selly.

Lebih lanjut dikatakan rangkaian kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan Hut Polwan RI Ke-69 bersama menyerahkan bantuan kursi roda kepada para lansia. Tentu hal ini diharapkan penaganan sosial Kota Denpasar dapat dilakukan percepatan dengan sinergitas bersama baik dengan lembaga sosial masyarakat, komunitas, karang taruna, hingga unsur kepolisian. Menurut Ny. Selly penyerahan bantuan rutin dilaksanakan K3S Denpasar menyasar para disabilitas dan lansia di Kota Denpasar.

Disamping itu juga bersama Pemkot Denpasar melakukan pemberdayaan pendidikan kepada anak-anak Rumah Tangga Miskin di Pasar Badung serta merangkul Orang Dengan Skizofrenia di Rumah Berdaya Denpasar.

“Tak sebetas pada penyerahan bantuan seperti kursi roda, tongkat kaki empat, alat bantu dengar namun juga melakukan pemberdayaan kepada disabilitas di Kota Denpasar,” ujarnya sembari mengatakan penyerahan bantuan juga tak terlepas dari uluran tangan para pengusaha, BUMN, Perbankan dan lembaga swasta di Kota Denpasar.

Sementara Kabag Sumda Polresta Denpasar, Kompol Mutriyah Astuti yang juga selaku senior Polwan Polresta Denpasar mengatakan kegiatan kali ini serangakain Hut Polwan Ke-69 dengan menggeralar berbagai kegiatan. Salah satunya penyerahan kursi roda bersama Ibu-ibu Bhayangkari dan juga bersinergi dengan K3S Denpasar. Hal ini sudah menjadi kewajiban para polwan untuk berbagi kasih bersama yang juga tak terlepas dari Polri sebagai pengayom masyarakat.

“Polwan menyerahkan kursi roda dan Bhyangkari menyerahkan bingkisan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari para lansia,” ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ny. Selly Berbagi Kasih, Bantu Sembako Kepada ODS dan RTM

BALIPORTLANEWS.COM – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar sebagai mitra penanganan sosial Pemkot Denpasar yang tak terlepas dari upaya sinergitas program penanganan berbagai permasalahan sosial.

Keberadaan Penyandang Disabilitas atau Penyandang Cacat di Kota Denpasar menjadi perhatian Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra selaku Ketua K3S Denpasar. Berbagi kasih mengunjungi langsung kediaman Penyandang Disabilitas serta memberikan bantuan menjadi kegiatan rutin K3S Denpasar.

Apalagi saat ini Pemkot Denpasar yang telah memiliki sebuah rumah berdaya bagi Penyandang Skizofrenia atau Orang Degan Gangguan Jiwa berlokasi di Jl. Hayam Wuruk Denpasar yang juga sebagai program sinergi pemberdayaan bersama.

Pada peringatan Hut Ke-229 Kota Denpasar tahun ini menjadi momentum khsusus Ny. Selly dalam berbagai kasih antar sesama Penyandang Disabilitas. Kehadiran Ny. Selly di Rumah Berdaya bersama Dinas Sosial Kota Denpasar pada Jumat (24/2/2017) bukan menjadi pertama kalinya. Pak Sutarka salah satu Penyandang Skizofrenia yang mengikuti berbagai aktivitas di Rumah Berdaya langsung menyapa kehadiran Ny. Selly.

“Ibu Selly Mantra terima kasih sudah hadir,” sambut Tarka, sembari melakukan aktivitas membuat dupa. Sambutan

Tarka disapa langsung Ny. Selly dan bercengkrama terkait dengan kegiatan rutin Rumah Berdaya Denpasar.  Bantuan puluhan paket sembako diserahkan langsung Ny. Selly didampingi Plt. Kadis Sosial Ketut Likup yang diterima pengurus Rumah Berdaya Denpasar.

Menurut Ny. Selly setiap perayaan Hut Kota Denpasar menjadi moment penting dalam kegiatan berbagi kasih sesama Disabilitas. Ini bukan kegiatan kali pertama dilaksanakan, namun menjadi kegiatan rutin sehingga nantinya dapat memberikan motivasi kepada Disabilitas dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Jangan pandang mereka sebelah mata, namun lewat ruang kreativitas mereka mampu menunjukan kreativitas mereka,” ujar Ny. Selly.

Disamping itu Ny. Selly juga mengapresiasi berbagai kegiatan Disabilitas di Rumah Berdaya dengan kelompok usaha bersama yang telah dimiliki. Dari cuci motor, sablon, dupa, kaos, dan kegiatan pertanian organik. Sehingga dari kegiatan ini Ny. Selly mendorong kepada isntansi Pemkot Denpasar untuk dapat mengapresiasi hasil kegiatan kelompok usaha bersama Rumah Berdaya dengan membeli beberapa hasil-hasil kreativitas mereka.

“Kita juga bisa mencuci motor kita disini dengan para pekerja dari penyandang Skizofrenia,” ujar Ny. Selly.

Kegiatan K3S Denpasar juga dijelaskan Ny. Selly juga memberikan ruang mengajak Disabilitas dan anak-anak panti asuhan nonton film bersama. Yang pada bulan depan nanti juga akan dilaksanakan kembali nonton bersama bioskop berbisik yang juga melibatkan peran serta Volunteer dari kalangan anak muda.

Disamping menyerahkan bantuan kepada Disabilitas, Ny. Selly juga menyerahkan sembako kepada ratusan RTM yang berada di empat kecamatan di Kota Denpasar.  (pur/humasdps/bpn)

Lagi, Satpol PP Segel Dua Toko Modern

BALIPORTALNEWS.COM – Setelah sebelumnya menyemprit tiga toko modern tanpa izin beberapa waktu lalu, Jumat (26/8/2016) Satpol PP Kota Denpasar kembali menyegel dua toko modern yang beroperasi tanpa izin.

Kasat Pol PP IB Wiradana mengatakan, penyegelan dua toko modern ini karena adanya informasi dari masyarakat yang menginformasikan adanya toko modern yang beroperasi tanpa ijin. Dua toko modern tersebut berlokasi di Jalan Buluh Indah dan di wilayah Sidakarya.

Dengan melibatkan tim penertiban toko modern terpaksa menyegel dua toko modern supaya tidak melakukan operasional sebelum melengkapi dengan izin yang diperlukan. “Saya meminta agar tidak buka usaha dulu sebelum ijin lengkap,” kata Wiradana.

Denpasar belakangan ini memang kembali diserbu dengan munculnya toko-toko modern baik yang berjaringan maupun nonjaringan. Namun demikian Pemkot Denpasar melalui Satpol PP tampaknya tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan.

Sesuai dengan Perwali No 9 Tahun 2009 memang sudah mengatur dan membatasi tentang pendirian toko modern baru diluar kuota yang telah ditetapkan yakni sebanyak 295. Menurut Wiradana pihaknya tidak bermaksud untuk melarang investasi yang masuk ke Denpasar tetapi hendaknya harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. (r/humas pemkot dps/bpn)

Pasar Anyar Sari Dilalap ‘Si Jago Merah’

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Musibah kebakaran melanda Pasar Anyar Sari atau yang lebih dikenal dengan Pasar Batu Kandik, Jalan Gunung Galunggung, Denpasar Barat dilalap Si Jago Merah pada Sabtu (11/8/2018) siang. Dari pantuan di lapangan, kebakaran yang melanda blok 1 dan blok 2 ini turut menghanguskan beberapa kios dan los yang sebagian besar menjual pisang dan perlengkapan upacara.

Guna memastikan penanganan masimal baik pemadaman maupun evakuasi, Sekda Kota Depasar sekaligus Kepala BPBD Kota Denpasar, AAN Rai Iswara turut memantau kondisi Pasar Anyar Sari yang terbakar. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, Kepala PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata serta tim ksehatan dan emadamn api BPBD Kota Denpasar.

Kepala PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata didampingi Kepala Paar Anyar Sari, I Ketut Adiyasa saat diwawancarai di lokasi kebakaran mengatakan bahwa berdasarkan data sementara sedikitnya terdapat 108 kios dan los yang terbakar dari 590 total kios dan los yang ada. Jumlah tersebut terdiri atas 19 kios di blok I, 47 los di blok I, dan 42 kios di blok II. Namun, pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab kebakaran dan total kerugian akibat musibah ini. “Untuk penyebab kebakaran dan total kerugian kami belum dapat pastikan, nanti akan kami data terlebih dahulu,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan bahwa kebakaran terlihat sekitar pukul 12.00 wita dan api berhasil dijinakkan sekitar pukul 15.30 wita. Proses pemadaman dilakukan dengan menerjunkan 7 mobil damkar yang dimana 5 merupakan mobil damkar Kota Denpasar dan 2 merupakan Damkar Kabupaten Badung. “Saat ini api sudah berhasil dipadamkan, dan memasuki tahap pendinginan puing-puing sisa kebakaran,” ungkapnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar sekaligus Kepala BPBD Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mewakili Pemkot Denpasar turut prihatin terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Anyar Sari ini. Pihaknya turut mengintruksikan instansi terkait agar melaksanakan pendataan dan inventarisasi pasca kebakaran. Selain itu, PD. Pasar Kota Denpasar bersama Kepala Pasar Anyar Sari diharapkan agar segara melakukan relokasi bagi pedagang yang kios dan losnya terkena musibah. Sehingga para pedagang dapat tetap berjualan sembari menunggu kordinasi lebih lanjut terkait penanganan pasca kebakaran.

 “Mewakili Pemkot Denpasar kami turut prihatin dan pedagang yang terkena musibah agar bersabar, sembari menunggu renovasi dan perbaikan pasar pasca musibah, agar disediakan tempat relokasi sehingga aktivitas pasar dan roda perekonomian tetap berjalan karena pasar merupakan salah satu obyek penting pengembangan ekonomi kerakyatan,” jelas Rai Iswara.

Salah seorang pedagang, I Wayan Rekin (68) yang menjual perlengkapan upacara ini mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Kejadian ini bermula saat dirinya hendak menjemur jajan perlengkapan upacara. Namun, asap pekat telah mengepul dari bawah tepatnya di blok I, dalam sekejap api telah membesar dan menyebar ke kios dan los lainya . Dirinya memilih untuk menyelamatkan diri tanpa memikirkan barang daganganya. “Iya kalau barang dagangan sudahlah, yang penting saya selamat dulu,” ujarnya dengan raut wajah sedih dan masih berkaca-kaca atas musibah ini. (ags/humas-dps/bpn)  

Puncak HUT Ke-229 Kota Denpasar, Tingkatkan Daya Saing Lokal Memperkuat Denpasar Kota Cerdas

BALIPORTALNEWS.COM – Peningkatan daya saing lokal guna memperkuat Denpasar Kota cerdas menuju masyarakat sejahtera dan bahagia merupakan  tema dari HUT Kota Denpasar yang ke 229th sekarang ini. Dimana tema ini diangkat agar masyarakat Denpasar jangan kehilangan momentum di dalam era modernisasi sekarang ini.

Untuk itu Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi suatu perhatian dalam kapasitas peningkatan potensi dari masyarakat itu nantinya. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra usai memimpin upacara Bendera peringatan HUT ke-229th  Kota Denpasar di lapangan Lumintang Denpasar, Senin (27/2/2017).

Selain Apel dalam kesempatan ini Walikota Rai Mantra juga sempat membuka Pameran Inovasi Pelayanan Publik, Penandatangan Prasasti Youth Park dan melaunching  Damamaya Ciber Monitor.

Dalam kesempatan tersebut juga Walikota Depasar Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra juga memberikan penghargaan kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada tiga pegawai negeri sipil atas Dharma Bakti yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan dan pengabian kepada Negara Republik Indonesia.

Dimana penghargaan ini di berikan kepada I Made Poniman, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Denpasar dengan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun, Ni Ketut Dewi Ratih Purnamasari, Sekretaris Penananman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar dengan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dan Komang Audi Brawijaya, Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Denpasar dengan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun. Dan juga diberikan penghargaan pada pada seniman.

Lebih lanjut Rai Mantra juga mengatakan Pemerintah Kota Denpasar kedepannya akan lebih fokus kepada masalah traffic, persampahan dan ubanisasi. Dikarenakan urbanisasi ini akan berdampak kepada masalah statistic, baik itu pengangguran, kemiskinan, kekumuhan, semua ini harus dicarikan sebuah pola penyelesaian, apalagi dengan adanya E-KTP yang sudah menjadi suatu kesatuan dimana saja bisa, jadi tidak perlu pindah. Tinggal masalah keamanan dan lapor dini, ini yang harus di carikan formatnya supaya bisa mengendalikan kepadatan penduduk, agar tidak terjadi over capacity.

Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Walikota Denpasar Rai Mantra mengatakan, HUT ke-229th  Kota Denpasar ini merupakan sebagai wujud komitmen Pemerintah bersama seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk senantiasa menggunggulkan potensi daerah sehinga terwujudnya kesejahteraan masyarakat, karena prasyarat utama suksesnya pembangunan adalah keharmonisan hidup bermasyarakat.

Salah seorang tokoh seniman kerawitan yang mendapat penghargaan saat puncak Hut Kota Denpasar I Made Sumara mengaku sangat bangga terhadap kepemimpinan Walikota IB Rai Mantra dan Wakilnya IGN Jaya Negara karena sangat memperhatikan masyarakatnya dengan memperdayakan melalui berbagai program inovatif.

“Saya sangat bangga sekali dan bersyukur Walikota Denpasar sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Made Sumara. Dalam kesempatan tersebut Ia mencontohkan dirinya meskipun sebagai seorang bergerak dibidng seni kerawitan Ia merasa tetap mendapat perhatian sangat besar dari Pemkot Denpasar. (ays’/humasdps/bpn)

Dr. AA Istri Agung Luncurkan Buku Makna Purusa dan Pradana

BALIPORTALNEWS.COM – Dr. Anak Agung Istri Agung, SH., M.Kn meluncurkan buku Makna Purusa dan Pradana Dalam Putusan Hakim Mengenai Sengketa Waris Adat Bali di Ksirarnawa, Art Centre.

Buku tersebut merupakan hasil penelitiannya dalam meraih gelar Doktor. Peluncuran buku dihadiri promotornya, Prof. I Nyoman Nurjaya, Pengujinya, Prof. P. Windia, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, perwakilan Universitas Warmadewa, Ikatan Notaris Indonesia Wilayah Bali, Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Wilayah Bali, pemuka masyarakat, dan keluarga.

Penulis AA. Istri Agung mengatakan, dalam buku tersebut menjelaskan tentang makna purusa dan pradana. Mengingat pandangan terhadap purusa dan pradana berbeda-beda tidak hanya di kalangan masyarakat tapi juga akademisi, praktisi, instansi pemerintahan birokrasi dan para pemutus. “Jadi saya ingin sekali memahami dan berbagi pemahaman pada banyak orang bahwa apa sebenarnya yang disebut dengan purusa dan pradana dalam waris,” ujarnya.

Pemahaman tentang purusa dan pradana tujuannya untuk meminimalisir bahkan menghindari sengketa. Karena perbedaan pandangan dan pemahaman berpotensi sengketa dan konflik. Bahkan sampai pada tingkat pengadilan.

Lalu di tingkat pengadilan dimana orang membutuhkan kepastian hukum dan keadilan, terkadang justru mereka tidak mendapatkan keadilan. Hal itu karena ada perbedaan makna purusa dan pradana dalmam ajaran Agama Hindu, Hukum Adat dan Putusan Hakim.

Letak perbedaan secara filosofi Agama Hindu dalam pewarisan bahwa purusa tidak selalu laki-laki dan pradana tidak selalu perempuan. “Saya menekankan dalam ajaran Agama bahwa anak yang suputra (baik),” pungkasnya.

Suputra tidak hanya mengacu pada anak laki-laki tapi juga bisa mengacu pada anak. Sedangkan pemahaman dari sisi Hukum Adat menekankan bahwa anak laki-laki atau anak perempuan dalam sistem perkawinan Nyeburin. Tidak ditekankan pada suputranya.

Sementara dari sisi putusan hakim, hakim cenderung menggali dalam tataran saksi termasuk saksi ahli. “Hakim tidak menggali, hanya menggali dalam tataran keterangan saksi baik saksi ahli atau saksi yang dihadapkan pada mereka. Tapi tidak menggali lebih jauh apa makna terdalam dari purusa dan pradana. Karena kaitannya dengan kewajiban. Kewajibannya sebatas mana,” bebernya.

Purusa dan pradana tidak hanya sebatas pembagian warisan. Tapi juga kewajiban meneruskan apa yang diberikan. Kewajiban tersebut tidak hanya dilakukan ketika orang tua meninggal kemudian melakukan upacara pengabenan tapi juga kewajiban merawat orang tua ketika masih hidup. (r/bpn)

Rai Mantra Buka Bali Barong Festival II, Ajak Generasi Muda Jaga Seni Budaya Dan Taksu Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemkot Denpasar di bawah kepemimpinan IB Rai Dharmawijaya Manta dan IGN Jaya Negara terus berkomitmen dalam pelestarian seni dan budaya Bali. Berbagai kegiatan seni dan budaya terus digalakan. Kali ini, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mendukung pelaksanaan Bali Barong Festival yang diselenggarakan oleh Komunitas Kubu Barong dan Pregina Art di Wantilan Pura Dalem Kedewatan, Sanur, Sabtu (27/1/2018).

Hadir langsung sekaligus membuka kegiatan tersebut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Anggota DPR RI asal Sanur, IB Putu Sukarta, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram dan tokoh-tokoh Desa Sanur lainya.

Walikota Rai Mantra mengatakan, Pihaknya selalu mendukung kegiatan pelestarian kesenian dan budaya Bali.  Hal ini lantaran kebudayaan dan seni di Bali memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kebudayaan lainya. Ciri khas inilah yang disebut dengan taksu atau kharisma yang nantinya mampu memberikan kesan tersendiri bagi sebuah kesenian di Bali.

“Jadi seluruh masyarakat Bali tentunya generasi muda harus tetap melestarikan seni dan kebudayaan Bali, karena kebudayaan Bali itu metaksu, ini yang tidak ada di daerah lain,” ungkap Rai Mantra.

Dikatakan Rai Mantra, Seni Tari Barong merupakan salah satu kesenian yang identik dengan kebudayaan Bali, bahkan saat ini telah masuk dalam warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Hal ini lantaran hampir semua Desa di Bali memiliki pelawatan Barong. Sehingga diperlukan seniman Tari Barong untuk tetap menjaga eksistensi seni Tari Barong itu sendiri.

“Hampir semua desa memiliki pelawatan Barong, tentu sudah menjadi kewajiban kita sebagai krama masyarakat untuk tetap melestarikanya,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra menambahkan, seniman di Bali merupakan ujung tombak pengenalan Bali di kancah dunia. Bahkan, majunya pariwisata di Bali tidak lepas dari adanya seni dan budaya di Bali. Tentu, kesenian tersebut tidak akan ada tanpa peran serta seniman. Karenanya, pelaku seni wajib mendapat penghargaan dan ruang tersendiri untuk berkreasi sehingga Ekonomi kreatif dalam menunjang keberlangsungan pariwisata dapat terus bergulir.

Sementara, Penasehat Kubu Barong, Jro Mangku Alit Mariata bersama Ketua Panitia, I Ketut ‘Batu’ Suardana mengatakan bahwa Bali Barong Festival tahun 2018 ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Komunitas Kubu Barong bersama Pemkot Denpasar dalam bidang peletarian Budaya, khususnya Seni Tari Barong dan Kendang Tunggal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 27 hingga 28 Januari 2018 ini terdiri dari tiga kategori yang dilombakan. Yakni Lomba Barong Ket, Lomba Barong Buntut, dan Lomba Mekendang Tunggal.

Dijelaskan lebih lanjut, adanya kategori Barong Buntut yang pesertanya merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Bali ini merupakan salah satu upaya untuk melahirkan bibit baru dalam dunia kesenian, khususnya penari Barong dan Kendang.

“Karena ini ajang regenerasi sehingga kami melaksanakan lomba Barong Buntut, sedangkan untuk kategori umum menggunakan jenis Barong Ket, dan untuk peserta SD dan SMP itu dibedakan, karena Bapang Barong dan Mekendang Tunggal merupakan kesenian yang memerlukan tenaga dan penjiwaan yang maksimal, jadi kalau SD dan SMP jika dilihat dari tenaga pasti berbeda,” ujarnya.

Pun demikian, untuk lebih maksimal dalam menghasilkan bibit baru dalam dunia kesenian khususnya Mekendang dan Tari Barong, pada ajang Bali Barong Festival ini tidak diperkenankan mengikuti lomba bagi siapapun yang pernah meyandang status juara I, II dan III pada berbagai ajang lomba bapang Barong dan Mekendang.

“Kami menegaskan untuk tidak memperkenankan juara I, II dan III di berbagai jenis lomba Bapang Barong dan Mekendang untuk ikut, kami khawatir bibit baru malah takut dan merasa kalah sebelum bertanding,” paparnya.

Adapun lomba ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari 10 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barong Buntut tingkat SD, 15 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barung Buntut SMP dan 25 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barong Umum. Masing-masing kategori tersebut nantinya akan memperebutkan Juara  I, II, III dan Harapan I, II, III. Yang nantinya berhak atas Piala, Piagam dan Uang Pembinaan. (ags/humas-dps/bpn)

Mampu Berikan Pelayanan Terbaik, Puskesmas I Densel Dinilai Tim Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) I Denpasar Selatan ditunjuk untuk mewakili Kota Denpasar dalam penilaian Puskesmas berprestasi tingkat Provinsi Bali Tahun 2017.

Penilaian yang dihadiri langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua Tim Penilai Provinsi Dr. Made Laksmiwati beserta tim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Dr. Luh Putu Sri Armini, serta OPD terkait di lingkungan Pemerintahan Kota Denpasar bertempat di Puskesmas I Denpasar Selatan pada Kamis (18/5/2017).

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dalam sambutannya mengatakan, masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan terjangkau di semua jenjang pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan tingkat pertama atau primer yang dilaksanakan oleh puskesmas. Melalui komitmen Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara yang terus menerus menggenjot sarana dan prasarana didalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan diharapkan mampu memberikan acuan bagi aparatur Pemerintah Daerah di dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Sekda Rai Iswara juga menyampaikan, puskesmas memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat. Ia juga meminta agar tim penilai bisa memberikan pembinaan yang baik, demi kedepannya bisa meningkatkan kinerja pegawai di puskesmas untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kami berharap Puskesmas I Denpasar Selatan selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan penilaian tingkat Provinsi ini  diharapkan dapat menjadi evaluasi untuk lebih baik lagi, meski juara bukan menjadi tujuan namun prestasi sebagai tolok ukur kinerja serta prestasi yang telah diraih dapat ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Tim Penilai Provinsi Bali, dr. Made Laksmi Wati mengatakan terdapat beberapa kriteria dalam lomba ini, diantaranya mampu memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan tepat sesuai sasaran. Hal tersebut diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya serta kerja sama yang baik dengan pemerintah.

“Untuk mampu memberikan layanan yang tepat sasaran, diperlukan SDM yang kompeten. Tanpa adanya sarana dan prasarana hal tersebut tidak dapat berjalan maksimal, sehingga peran pemerintah akan sangat diharapkan,” paparnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan yang dimiliki juga harus mampu membuat inovasi-inovasi demi mensejahterakan kehidupan masyarakat. “Dengan kelengkapan yang dimiliki tersebut, diharapkan Kota Denpasar dapat menciptakan tenaga kesehatan yang berkualitas sehingga semua puskesmas di Kota Denpasar menjadi paripurna dan bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi di ajang Nasional yang telah di raih 4 kali berturut-turut,” harapnya.

Kepala Puskesmas I Denpasar Selatan, dr. AAN Gede Dharmayuda mengatakan Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Saat ini di Puskesmas I Densel terdapat 40 orang tenaga kesehatan. Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal tersebut Puskesmas I Densel telah melaksanakan pelayanan yang berpedoman sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Ajang penilaian ini bukan hanya untuk mendapat juara tapi ini sebuah pembuktian apresiasi terhadap apa yang mereka kerjakan selama ini dan dapat menjadi motivasi untuk tenaga kesehatan yang lainnya,” ujarnya. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan