BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggekar Lomba mancing Tradisional di pesisir  di seputaran Pantai Petitenget, Minggu (22/7/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut staf ahli pemerintahan hukum dan politik kabupaten Bandung I Ketut Martha, Kepala Dinas Pertanian Badung Putu Oka Swadiana, perwakilan DPRD Badung, perwakilan camat Kuta Utara, Lurah Kerobokan Kelod, Bendesa adat Petitenget, pemucuk pura Petitenget dan krama mancing tradisional petitenget serta peserta lomba mancing tradional.

Lomba mancing Tradisional di pesisir  di seputaran Pantai Petitenget  yang mengambil tema Budaya perikanan mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas ini ikuti 175 pemancing yang tersebar di wilayah provinsi Bali, dengan memperebutkan hadiah uang senilai juara I Rp 4.000.000, juara II Rp 3.000.000, juara III Rp 2.000.000 yang akan diserahkan nanti pada penutupan pameran gerakan Budaya Perikanan pada hari Kamis 26 Juli 2018 di Lapangan Umum Mengwi.

Sementara Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli pemerintahan hukum dan politik kabupaten Bandung I Ketut Martha menyampaikan lomba yang dilaksanakan merupakan wujud nyata srada dan bhakti kepada tuhan Yang Maha Esa. “Laut merupakan tempat suci sekaligus sebagai tempat kehidupan masyarakat nelayan berdasarkan falsafah umat Hindu yaitu Tri Hita Karana yang dijabarkan yakni perairan di wilayah laut dalam kontek palemahan, sedangkan dalam kontek pawongan adalah krama nelayan itu sendiri dan kontek parayangan sangat erat dengan penyungsungan Pura segara lan Dalem, tempat krama Kabupaten Badung mohon keselamatan dan kesejahteran lahir dan bhatin,” ungkap Martha.

Lebih lanjut dikatakan disamping pantai sebagai daya tarik wisatawan pantai juga sebagi ritual keagamaan di bali, untuk itu menyambut baik cinta pantai perlu digalakan dimana pantai merukapan taya tarik adalan bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung akan selalu “menonjolkan pantai pantai yang indah dan bersih, dengan lomba mancing tradisional ini patut dilestarikan dan kita laksanakan untuk mewujudkan pantai sebagai asset pariwisata” ungkapnya.

Panitia penyelenggara A.A. Ngurah Kusuma Yuda melaporkan lomba mancing yang dilaksanakan di pesisir pantai akan berdampak terhadap kebersihan lingkungan disamping pantai sebagai tempat pesucian bagi umat Hindu juga sebagai daya tarik wisatawan

“Pelaksanaan lomba mancing ini akan mendorong pembangunan berkelanjutkan yang merupakan esensi dan implementasi dari konsep Blue economy serta mengingatkan masyarakat bahwa sumber protein dari produksi perikanan akan meningkatkan kecerdasan generasi penerus,” lapornya.

Lomba mancing ini terselenggara atas  kerjasama Komunitas mancing pantai petitenget dengan Pemerintah Kabupaten Badung dengan mengambil tema “Budaya Perikanan mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas”. (humas-badung/bpn)