Modus Penipuan
Marak Modus Penipuan dengan File APK Mengancam Warga Bali. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Maraknya sejumlah modus penipuan dengan mengirimkan file berformat APK semakin mengancam warga Bali. Modus penipuan ini menawarkan berbagai macam konten, mulai dari undangan pernikahan palsu, surat tilang, hadiah hingga surat Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK) palsu.

Menurut Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bali, I Gede Putu Krisna Juliharta, S.T., M.T., warga diimbau untuk waspada terhadap pesan yang mengandung file APK.

“Jika menerima pesan dengan model file APK, abaikan saja. Apalagi jika pesan tersebut berisi hadiah dari undian yang tidak pernah kita ikuti. Hal-hal semacam itu patut dicurigai,” ujar Krisna saat ditemui di Denpasar pada Selasa (16/4/2024).

File APK merupakan format file yang digunakan untuk mengemas aplikasi pada platform Android. Namun, sayangnya, APK juga bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas berbahaya.

Baca Juga :  Tekan Laju Inflasi di Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa Tinjau Bazzar Pangan di Wantilan Pura Dalem Sudha Sidakarya

“Aplikasi dalam format APK bisa meminta akses untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti membaca dan menerima SMS. Ini memungkinkan penipu untuk mengakses kode PIN, meminta SMS token secara ilegal, bahkan melakukan pengiriman uang dari rekening korban,” tambah Krisna.

Krisna juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kebiasaan masyarakat yang malas mengganti kata sandi.

“Banyak dari kita yang malas mengganti kata sandi apapun, bahkan ada yang seumur hidup tidak diganti,” katanya.

Selain itu, kebiasaan menggunakan satu kata sandi untuk semua perangkat juga menjadi celah bagi para peretas.

Baca Juga :  MARKAS Bali Sukses Gelar Sekolah Beta Intensif Batch 1, Luluskan 72 Talenta Digital Muda

“Begitu satu kata sandi terbongkar, semua perangkat terancam. Oleh karena itu, kita harus menghindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti nama pasangan, nama anak, atau nomor mobil,” imbau Krisna.

Bagi yang sudah terlanjur terpengaruh dan mengklik file APK yang mencurigakan, langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan memformat total gadget yang digunakan. Krisna menekankan pentingnya tindakan pencegahan ini agar tidak menjadi korban lebih lanjut dari modus penipuan yang semakin merajalela.(ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News