AKNSB Yogyakarta
Penampilan pentas dari AKNSB Yogyakarta, ramaikan pelaksanaan PKB XLV 2023. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pentas kesenian oleh Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB) Yogyakarta, menjadi penampilan istimewa dalam pelaksanaa Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV Tahun 2023, yang diisi dengan penyerahan cinderamata berupa satu buah lukisan dengan tema Dewa Rucci oleh Dr. Supadma, M.Hum., selaku Direktur AKNSB Yogyakarta, di Art Center, Denpasar, Jumat (8/7/2023).

Saat diwawancarai oleh awak media, Direktur AKNSB Yogyakarta menyebut, pertunjukan yang dibawakan saat itu adalah yang diawali dari, Beksan (tari) Lawung Jajar, diciptakan oleh Sultan HB I Tahun 1756, tarian ini ditarikan oleh 16 penari, menceritakan latihan peperangan menggunakan lawung atau tombak, dikutip pada Senin (10/7/2023).

Baca Juga :  Kinerja Dunia Usaha Bali Tetap Kuat Meskipun Sedikit Menurun di Triwulan I 2024

Laluu ada Konser Karawitan, Ladrang Jagung-jagung, salah satu gending dalam Karawitan Jawa yang berbentuk Ladrang dengan Laras Slendro Pathet Manyura, gending ini sangat familiar di dalam sajian konser karawitan mandiri garap soran dengan ciri khas menonjolkan permainan garap imbal demung.

Dilanjutkan, Beksan (tari) Tyas Muncar, merupakan tarian yang diciptakan pada tahun 2021 pada era pemerintahan Paku Alam X, tari ini mengambil ide dari nama rumah Batik G.K.B.R.A.A Paku Alam ada di Pura Pakualaman, sedangkan Tyas Muncar sendiri mengandung arti hati yang cerah memancar.

Baca Juga :  Pj Gubernur Mahendra Jaya Buka Musrenbang RPJPD Provinsi Bali Tahun 2025-2045 dan RKPD Provinsi Bali Tahun 2025

“Melalui gerakan yang luwes dan dinamis, Beksan Tyas Muncar ini menggambarkan pancaran hati remaja putri yang menjalani proses keremajaannya dengan penuh kebahagiaan sehingga dapat menapaki kehidupan selanjutnya dengan baik melalui aktivitas membatik,” jelasnya.

Pentas ditutup dengan acara yang ditunggu-tunggu Wayang Wong Cantrik Janaloka, cerita ini diambil dari epos Mahabarata, yang menceritakan dua putri kembar bernama Endang Pergiwo, dan Pergiwati yang sedang menghadap Eyangnya bernama Begawan Sidik Wacana di pertapaan Andhong Cinawi, bersama dengan para cantrik.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Jamin Kesiapan BBM & LPG Pada WWF Ke-10

Dalam kesempatan di akhir acara, I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas Kebudayaan Bali, menyebutkan kata luar biasa, dimana pentas juga menunjukan keberagaman, juga mendukung kebudayaan Bali harus terus eksis, kuat, tangguh dan berkelanjutan sepanjang zaman sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Kita mendatangkan beberapa pertunjukan dari luar daerah, salah satunya dari Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya, luar biasa pertunjukannya. Patut kita berikan apresiasi,” pesannya, juga mewakili Gubernur Bali Wayan Koster.(aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News