Art Xchange
Art Xchange "Resurrection". Sumber Footo : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi di Bali pasca hantaman badai Covid-19 yang terjadi, Art Xchange menggelar pameran seni rupa bertajuk ‘Resurrection’, bertempat di Kopi Bali House, Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, pada Jumat (1/4/2022).

Pameran yang dikuratori oleh Arif Bagus Prasetyo menampilkan 27 seniman dari dalam maupun luar negeri, diantaranya Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali hingga Malaysia dan Macedonia. Karya-karya yang kami tampilkan adalah karya patung, instalasi dan lukisan. Karya lukisannya meliput gaya abstrak, naif, realis, surealis, hingga hiperrealis.

Dalam kesempatannya, Gallery Director, Benny Oentoro mengatakan, ‘Resurrection’ jika diartikan dalam bahasa Indonesia, berarti ‘Kebangkitan’.

Menurut Benny, seni rupa belakangan ini seolah sudah mati. Budaya konsumerisme telah mematikan pasar seni rupa. Orang tidak lagi menghargai seni rupa dengan cara seperti dulu. Perupa tidak lagi menciptakan seni demi seni itu sendiri. Alih-alih, mereka memproduksi seni secara massal dan menciptakan seni demi uang. Pentingnya menciptakan seni tidak lagi terletak pada mutu atau jiwa karya seni, melainkan terletak pada likuiditasnya. Semuanya demi mendapatkan uang secepat-cepatnya.

Baca Juga :  Art Xchange Kembali Menggelar Pameran Lukisan Bertajuk 'Table Talk: Food, Our Universal Language'

“Kami percaya inilah saatnya untuk memulihkan pasar seni rupa seperti sedia kala. Kita perlu membangkitkan seni, orang perlu belajar bagaimana menghargai seni dengan tulus, bukan karena nilai uangnya, tetapi karena konteksnya yang lebih luas. Seni membuka hati kita dan mengenyangkan pikiran kita. Tanpa seni, kita akan hidup di dunia yang hampa, dunia yang tidak ada pemikiran dan kegembiraan, hanya ada kehambaran,” jelasnya.

Selanjutnya, Art Xchange Gallery yang didirikan oleh Benny Oentoro B.A, telah memulai perjalanan Seninya, sejak 2009 di Surabaya, Jawa Timur. Pada 2011 Art Xchange Gallery berpindah ke Singapura dengan tujuan memberikan eksposur yang lebih besar kepada para senimannya di pasar yang baru. Pada 2018 Art Xchange Gallery mendirikan galeri di Jakarta dengan tujuan memperkenalkan seniman Indonesia secara lokal dan internasional.

Baca Juga :  Art Xchange Kembali Menggelar Pameran Lukisan Bertajuk 'Table Talk: Food, Our Universal Language'

“Setelah lebih dari sepuluh tahun mendirikan galeri di Surabaya, Singapura dan Jakarta, Art Xchange Gallery akhirnya saya memutuskan untuk membuka galeri baru di pulau Dewata, Bali. Ini tentu arah yang benar secara alami karena Bali sudah terkenal di seluruh dunia sebagai destinasi internasional,” ungkapnya.

Art Xchange Gallery bekerjasama dengan Kopi Bali House di Sanur. Bersama-sama, mereka mengubah ruang menakjubkan yang indah ini, membangkitkan dan menanamkan kehidupan baru ke dalam bangunan berusia 18 tahun ini. Kolaborasi ini akan menghadirkan pengalaman seni yang sama sekali baru bagi orang-orang di Bali dan sekitarnya, mulai dari visual hingga gastronomi.

Baca Juga :  Art Xchange Kembali Menggelar Pameran Lukisan Bertajuk 'Table Talk: Food, Our Universal Language'

“Visi dan Misi Art Xchange Gallery adalah untuk memberikan kesempatan bagi seniman muda untuk menunjukan bakat mereka kepada dunia. Seniman yang kita tampilkan pada pameran ini memiliki kekuatan masing-masing,” tutupnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini