Doktor
Penelitian untuk Peningkatan Akurasi Diagnostik Epilepsi Menghantarkan Saktivi Harkitasari Meraih Gelar Doktor. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bertempat di ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Rabu (23/3/2022) berlangsung ujian Promosi Doktor yang dilaksanakan secara hybrid dengan kandidat promovenda dr. Saktivi Harkitasari, M.Biomed, SpS dengan judul disertasi ‘Pengaruh Induksi Bangkitan Epileptik Terhadap Ekspresi Micro-Ribonucleic Acid-106b-5p dan messenger Ribonucleic Acid CASP6 pada Mencit Putih Galur BALB/c’

Epilepsi merupakan penyakit neurologi kronis terbanyak keempat di dunia, menyebabkan hendaya dan mortalitas yang tinggi pada penderita. Penegakkan diagnosisnya sulit dilakukan. Diagnosis akurat mendukung keberhasilan terapi. MiR-106b-5p memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi sebagai biomarker epilepsi. MiR-106b-5p diduga mengatur ekspresi gen CASP6 dalam mempengaruhi apoptosis sel neuron di otak.

Baca Juga :  Pemutakhiran Buku Pedoman Akademik Program Doktor

“Penelitian ini bertujuan membuktikan  teori  mekanisme miR-106b-5p melalui ekspresi mRNA CASP6 dalam mempengaruhi apoptosis sel neuron pada mencit putih yang diinduksi bangkitan epileptik,”terang Saktivi Harkitasari.

Penemuan baru pada penelitian ini yaitu induksi bangkitan epileptik fase akut dapat mempengaruhi tingginya ekspresi mRNA CASP6, sehingga penelitian ini memperkuat teori peran mekanisme apoptosis yang diperantarai oleh mRNA CASP6 pasca induksi bangkitan epileptik fase akut pada model hewan coba mencit epilepsi lobus temporalis. Implikasi hasil penelitian ini bahwa fungsi miRNA di sitoplasma dan nukleus dalam penghambatan ekspresi gen atau disebut dengan gene silencing. Di sitoplasma, miRNA dapat menyebabkan deadenilasi, degradasi dan 5’ decapping dari mRNA target yang disebabkan oleh ikatannya dengan 3’ UTR, 5’ UTR dan coding sequence dari mRNA target; dan represi translasi melalui penghambatan ikatan ribosom dengan mRNA target.

Baca Juga :  Penghujung Tahun 2021, Rektor Unud Lantik Empat Dekan Fakultas

“Di nukleus, miRNA dapat menyebabkan penghambatan ekspresi gen melalui interaksi miRISC dengan protein famili GW182 sehingga menghambat open reading frame (ORF) mRNA target atau interaksi miRISC dengan repressor complex sehingga terjadi kegagalan transkripsi untai sense,”imbuhnya.

Pada ujian kali ini Dr. dr. Saktivi Harkitasari, M.Biomed, SpS dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 342 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat CUMLAUDE. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini