TPA Suwung
Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Hukum, Sang Made Mahendra Jaya, saat melakukan pendampingan dalam rangka percepatan penanganan sampah di TPS3R Suwung, Jumat (25/2/2022). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemkot Denpasar siap membangun sinergitas dengan berbagai pihak guna mendukung optimalisasi penanganan sampah. Hal ini merupakan komitmen untuk mengatasi masalah persampahan serta wujud kesiapan dalam menjadi Tuan Rumah KTT G20. Hal tersebut terungkap ketika Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Hukum, Sang Made Mahendra Jaya, saat melakukan pendampingan dalam rangka percepatan penanganan sampah di TPS3R Suwung, Jumat (25/2/2022).

Sang Made Mahendra Jaya menilai langkah ini penting, mengingat Bali khususnya Denpasat akan menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) 2022.

“Sampah telah menjadi salah satu isu global, termasuk menjadi persoalan di Bali yang menjadi destinasi wisata dunia, dan tempat penyelenggaraan kegiatan internasional, pemerintah ingin menuntaskan  persoalan sampah yang ada di Bali,” ujarnya.

Mahendra menuturkan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, pemerhati lingkungan dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Jelang Purnatugas, Erwin Suryadarma Pamitan ke Wali Kota Jaya Negara

Dalam kesempatan  berkunjung ke beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Denpasar yang menerapkan sistem reuse, reduce, dan recycle (3R) dalam mengelola sampah. Dimama, keberadaan TPS3R bagus dan dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam menuntaskan persoalan sampah. Masyarakat telah melihat bahwa sampah merupakan sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis.

“Untuk itu perlu terus dilakukan pendampingan untuk peningkatan pengelolaan dan produk yang dihasilkan sehingga TPS3R benar-benar dapat mandiri, selanjutnya yang bagus direplikasi di tempat lain, sehingga beban sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tak terlalu banyak,” ujarnya.

Baca Juga :  Teliti Fitur Suprasegmental pada Film Sherlock The Empty Hearse, Dosen ISI Denpasar Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

Di lain sisi, Mahendra menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam mengelola sampah. Kendala itu seperti paradigma masyarakat dalam melihat sampah, dan kesadaran  masyarakat mulai di tingkat rumah, idealnya sedari awal sudah melakukan pemilahan sampah sesuai katagorinya, misalnya organik dan non organik. Pemilahan itu dapat memudahkan pengelolaan sampah di TPS3R.

Karena itu, Kemendagri mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. Mahendra berharap, nantinya penanganan sampah di Bali dapat tuntas dan menjadi contoh penanganan sampah secara nasional.

Baca Juga :  Walikota Jaya Negara Serahkan Laporan Keuangan, Kepala BPK RI Perwakilan Bali Apresiasi Pertahankan Opini WTP Delapan Kali

Sementara Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa mengatakan, Pemkot Denpasar berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah. Hal ini diwujudkan dengan berbagai program strategis. Mulai dari Pembangunan 3 TPST baru dan Pembangunan TPS3R disetiap desa/kelurahan. Selain itu, dari sisi masyarakat, Pemkot Denpasar juga terus memberikan edukasi dalam pemilahan sampah, sehingga dari hulu hingga hilir penanganan sampah terintegrasi.

“Pada intinya sesuai arahan pimpinan kami siap bersinergi dalam penanganan permasalahan sampah untuk mewujudkan Denpasar yang bersih serta mengatasi masalah klasik persampahan,” ujarnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini