Omicron
Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi (Kiri), bersama Kasdim 1611/Badung, Letkol Inf. Pedro Soares Sarmento (kanan). Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasca beredarnya informasi terkait adanya warga asal Surabaya yang terpapar virus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang lebih dikenal dengan Omicron, usai berlibur dari Bali yang dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendapat respon serius oleh Komandan Disitrik Militer (Dandim) 1611/Badung, Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi, S.Sos., M.Si., yang menegaskan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Hal tersebut diungkapkan Dandim Dody kepada awak media secara langsung, saat dirinya ditemui disela-sela kegiatan Sertijab Perwira, di Makodim Badung, Denpasar, pada Selasa (4/1/2022) pagi.

Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi yang juga selaku Dansatgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung menjelaskan, terkait adanya informasi yang beredar tersebut pihaknya meluruskan bahwa yang bersangkutan (Warga Surabaya) terpapar Covid Omicron belum tentu dari Bali.

Baca Juga :  Lampaui Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun di Kota Denpasar Tembus 69. 391 Orang

Hal tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya, karena proses penyelidikan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment) masih dilakukan, yang justru pada tahap awal test ditemukan fakta bahwa di hotel tempat warga tersebut menginap, yang memiliki riwayat kontak erat pun menunjukan hasil yang negatif.

“Yang jelas ini saya luruskan, bahwa Warga Surabaya yang terpapar Omicron bukan dari Bali. Ini belum bisa dipastikan, jadi jangan sampe ini jadi opini yang membuat rusak citra Bali sehingga orang-orang takut ke Bali. Kita bersama instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Kepolisian masih terus menyelidiki, mereka ini tertularnya dimana? Bahkan hasil test tempat dimana dia menginap pun negatif. Jadi kita gabisa langsung pastikan, yang bersangkutan ini kenanya dimana, abis dari Bali dia kemana,” tegas Dandim Dody kepada Jurnalis Baliportalnews.com.

Baca Juga :  20 Orang Terjaring Tim Yustisi Denpasar

Selanjutnya, menyikapi hal ini, pihaknya bersama dengan Pemerintah Daerah dan Kepolisian akan terus melakukan koordinasi dan upaya strategis untuk menanggulangi permasalahan Omicron ini serta kembali menghimbau masyarakat Badung dan Denpasar khususnya untuk selalu displin menerapkan protokol kesehatan.

“Pasca beredarnya informasi tersebut, kami bersama Pemda terus memaksimalkan upaya penanggulangan melalui 3T (Tracing, Testing, dan Treatment), dan yang paling penting masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan prokes,” paparnya.

Sementara itu, terkait kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Perwira di lingkungan Kodim 1611/Badung, setelah 1 tahun jabatan Kepala Staf Kodim (Kasdim) Badung mengalami kekosongan, kini jabatan tersebut diisi oleh Letkol Inf. Pedro Soares Sarmento, yang akan membantu tugas-tugas Dandim dalam mengkoordinir Perwira Staf yang ada dan kegiatan admnistrasi di lingkungan Kodim 1611/Badung.

Baca Juga :  Tim Yustisi Kota Denpasar Lagi Jaring 9 Pelanggar Prokes

“Ya kurang lebih satu tahun jabatan ini tidak ada yang menempati, jadi kehadiran Kasdim ini sudah dinanti-nanti. Agar kinerja kita semakin baik di teritori Kota Denpasar dan Kabupaten Badung kedepannya,” jelas Dandim Dody didampingi Kasdim Pedro Soares. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here