Petang
Bupati Giri Prasta Nuwek Bagia Pulakerti serangkaian karya Mesineb, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang, Kamis (4/11/2021). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Setelah nyejer selama sembilan hari, Ida Bhatara Pura Desa, Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang, mesineb, Kamis (4/11/2021) bertepatan dengan tilem sasih kalima, serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Agung, Mapaselang, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini, medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Desa Pelaga yang puncaknya pada anggara kasih, julungwangi, Selasa (26/10/2021) lalu. Upacara mesineb dipuput Yajamana Karya Ida Pedanda Gde Intaran Keramas Geria Mas Intaran Sandan Dauh Yeh, Tabanan.

Upacara mesineb dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta selaku Pengrajeg Karya beserta Istri Ny. Seniasih Giri Prasta. Bupati berkesempatan mengikuti upacara nuwek bagia pulakerti lan penyegjeg bersama Yajamana Karya, Ida Pedanda Gde Giri Anom Arimbawa Simpangan Gria Pelaga dan Mangku Gede Pura Penataran Pucak Mangu. Hadir pula Camat Petang I Wayan Darma, Perbekel Pelaga I Made Ordin dan Bendesa Adat Pelaga Ketut Budayasa.

Baca Juga :  Seribu Masker Gratis 'Hujani' Pengunjung Pantai Legian

Selaku pengrajeg karya, Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan matur suksma, kepada Ida Sulinggih, para pemangku, utamanya krama desa adat Pelaga, karena telah bersatu, bergotong-royong sehingga mampu melaksanakan karya ngusaba desa lan ngusaba nini.

“Kami merasa bangga, didasari atas manah suci ning nirmala, keikhlasan krama ngaturang ayah. Terlebih mebusana putih kuning, mencerminkan semeton bersatu, sumuyub, sagilik, saguluk, salunglung, sabayantaka. Ini menjadi sebuah sejarah yang dibuat oleh krama di Pelaga, dapat dikatakan dari tidak ada menjadi ada. Sejarah ini nantinya dapat kembali dilaksanakan oleh anak cucu kita kelak, sepatutnyane karya seperti ini dilaksanakan setiap 30 tahun sekali,” jelasnya.

Menurut Prawartaka Karya, Ida Bagus Munika, terlaksananya karya ini dilatarbelakangi karena hampir 70 tahun belum pernah menggelar karya seperti ini. Selanjutnya tokoh-tokoh, prajuru/kelian banjar dan krama banjar Pelaga yang diprakarsai Bupati Badung menggelar rapat pada tahun 2019 dan tercetuslah karya ngusaba desa lan ngusaba nini.

“Dalam perjalanan, ternyata semua pura kahyangan tiga dan pura prasanak belum melaksanakan upacara ngenteg linggih. Untuk itu krama segera melaksanakan di masing-masing pura. Mulai ngenteg linggih di pura bukit rinjani dan pura puseh, dilanjutkan di pura dalem, prajepati, pura melanting, pura bukit peninjoan, setelah itu baru karya ngusaba di pura desa,” terangnya.

Baca Juga :  Kapolres Badung Menerima Audensi Wartawan Cetak dan Elektronik

Ditambahkan, dudonan karya telah mulai sejak April 2021 dan puncak karya telah dilaksanakan pada 26 Oktober lalu. Sementara pada upacara nyineb, dilaksanakan nuwek bagia, pengeluwuran dan ida bhatara melinggih ring payogan.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini