BNN
Paling kanan, Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, SIP., MM. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Informasi tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Bali terus mengalami perubahan setiap harinya. Betapa tidak, Bali yang merupakan destinasi pariwisata kelas dunia, merupakan sasaran yang empuk bagi bara bandar Narkoba untuk mengedarkan barang – barang haramnya.

Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mencatat, saat ini masih ada sekitar 15.516 orang pengguna Narkoba yang tersebar di seluruh Bali. Dari angka tersebut, kini menempatkan Bali pada posisi ke-23 dengan total pemakai Narkoba terbanyak tingkat nasional di akhir tahun 2020.

Baca Juga :  Keberlanjutan Kasus Larangan Aktivitas Ashram ISKCON Sidakarya, Perbekel Cabut Spanduk di Pasraman

Mesikpun demikian, jumlah tersebut justru cenderung mengalami pengurangan, dari jumlah sebelumnya, dengan total pemakai Narkoba mencapai angka 65.000 orang dan menempatkan Bali pada posisi ke-11, pemakai Narkoba terbanyak tingkat nasional pada tahun 2015 lalu.

Hal tersebut diungkapkan langsung, oleh Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, saat ditemui langsung oleh awak media di Kota Denpasar.

“Menurut data dari BNN Pusat, Bali mengalami pengurangan jumlah pemakai Narkoba di akhir tahun 2020, dengan total 15.516 pemakai Narkoba aktif. Hal tersebut menempatkan Bali pada posisi ke – 23 saat ini, yang bergeser dari peringkat ke-11 dengan total 65.000 pemakai Narkoba aktif pada tahun 2015 yang lalu,” ungkap Sang Gede, Selasa (6/4/2021).

Sang Gede juga menambahkan, banyak faktor yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk mengkomsumsi Narkoba. Mulai dari depresi, stress, hingga memang sengaja untuk mencari kesenangan dan merasakan sensasi dari efek Narkoba yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Ciptakan Pariwisata Denpasar Aman Covid-19, Disparda Terapkan Sertifikasi Protokol Kesehatan

Untuk saat ini, para penyalahguna Narkoba di Bali masih didominasi oleh kalangan anak muda, para pekerja swasta, hingga wiraswasta. Untuk itu, pihaknya akan selalu gencar untuk melakukan sosialisasi bahaya dari Narkoba itu sendiri, sebagai upaya untuk mewujudkan Bali khususnya Kota Denpasar yang bebas dari Narkoba. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini