1 Abad RSUD Wangaya
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Virtual Seminar Nasional serangkaian 100 Tahun RSUD Wangaya yang mengangkat tema RSUD Dalam Perspektif Global Menuju Masa Depan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dari Griya Seba Sari Denpasar, Senin (4/1/2021). Sumber Foto : Humas Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Meski ditengah pandemi Covid-19, rangakaian peringatan HUT RSUD Wangaya ke-100 Tahun dimeriahkan beragam kegiatan, salah satunya Virtual Seminar Nasional. Kegiatan yang mengusung tema RSUD Dalam Perspektif Global Menuju Masa Depan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini dibuka langsung Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra secara virtual dari kediaman  Griya Seba Sari Denpasar, Senin (4/1/2021).

Tampak hadir secara virtual Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, serta undangan dan OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar. Dalam sambutanya, Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan hingga struktur sosial dalam masyarakat. Apa yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dilakukan menjadi hal yang justru harus dilakukan sebagian besar orang.

Baca Juga :  Puncak Musim Hujan Diprediksi Bulan Februari, BPBD Denpasar Imbau Masyarakat Waspada dan Tunda Bepergian

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat situasi yang dilematis antara ekonomi dan kesehatan warga di tengah pandemi Covid-19 ini. Untuk tetap dapat menjalankan keduanya, pemerintah Kota Denpasar mulai sejak awal wabah corona tidak melakukan penutupan wilayah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Namun demikian, harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang optimal terus meningkat di tengah situasi pandemi saat ini.

“Dalam situasi pandemi saat ini diperlukan strategi dalam penyederhanaan proses bisnis dan prosedur pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menyampaikan standar pelayanan, membuka media komunikasi online sebagai wadah konsultasi maupun pengaduan,” ujar Rai Mantra.

Dikatakanya bahwa pelayanan kesehatan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) akan sangat berbeda dengan keadaan sebelum Covid-19. Rumah sakit perlu menyiapkan prosedur keamanan yang lebih ketat dimana protokol Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI) diikuti sesuai dengan standar.

Baca Juga :  Pastikan Biopori Berfungsi dengan Baik, DLHK Denpasar Lakukan Monev Sasar Kantor Pemerintahan dan Sekolah

“Prosedur penerimaan pasien, prosedur screening yang ketat, pengaturan jadwal kunjungan, pembatasan pengunjung serta pemisahan pelayanan untuk pasien Covid-19 dan non Covid-19 sudah menjadi suatu keharusan yang diterapkan di rumah sakit,” jelas Rai Mantra.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here