BALIPORTALNEWS.COM, MEDAN – Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan, Ok Zulfi mengatakan Jong Bataks Arts Festival sebagai wadah pembelajaran seni tradisional, hal ini disampaikan dalam kata sambutan pembukaan Jong Bataks Arts Festival #6 di Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat (25/10/2019).

“Jong Bataks Arts Festival itu bentuk positif dalam membangkitkan gairah teater tradisional dari berbagai media pendidikan, penerangan, dan hiburan untuk mencerdaskan anak bangsa,” jelasnya.

Zulfi menambahkan acara ini adalah suatu inovasi dari seniman-seniman dalam melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya Sumatera Utara. Kesenian daerah merupakan salah satu upaya menstimulasikan dan memberikan spirit baru terhadap kebudayaan lokal terutama teater tradisional.

Zulfi menyayangkan, pada zaman sekarang anak muda lebih dominan menggemari film-film negara luar serta film-film bioskop dan mengesampingkan teater apalagi teater tradisional. Zulfi juga menyadari kehadiran budaya baru yang dibalut budaya luar sangat lumrah di kalangan masyarakat dan masyarakat acap kali mengaplikaikannya di kehidupan sehari-hari. Ia juga menjabarkan kebudayaan luar itu sudah masuk dalam kehidupan sehari-hari, gaya hidup, gaya pakaian, juga dipamerkan di media sosial.

Zulfi mengaku bangga atas usaha mandiri yang dilakukan Rumah Karya Indonesia dalam menghadirkan Jong Bataks Arts Festival yang merupakan laboratorium pertemuan seniman dan usaha pelestarian budaya tradisional. Ia berjanji tahun selanjutnya akan memberi dukungan baik material dan moral untuk acara ini.

Ia berharap acara ini menjadi upaya pelestarian budaya lokal dapat dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya warga Medan.

Hal senada juga disampaikan Ojax Manalu Direktur Jong Bataks Arts Festival. Ojax mengatakan hingga usia ke enam Jong Bataks Arts Festival konsisten mengangkat tema-tema yang berbau kesenian tradisional. (r/bpn)