Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM –  Layanan dengan konten berupa data, informasi, atau multimedia melalui jaringan internet atau Layanan Over The Top (OTT) menjadi fokus First Media melakukan pengembangan di bidang bisnis dan teknologi.

Industri TV berbayar di Indonesia cenderung responsif, hal ini disampaikan Meena Kumari Adnani, selaku Content and Marketing Director PT. Link Net Tbk.  Berdasarkan data Media Partner Asia tahun 2015 untuk industri nasional, penetrasi broadband di Indonesia mencapai  7.7%, dan pay TV 10.7%. Diakui Meena, meski penetrasi TV berbayar masih rendah, namun pertumbuhannya sangat baik, hal ini dikarenakan kompetitor yang mulai berkurang.

“Tiga atau empat tahun lalu banyak kompetitor yang masuk ke industri ini. Namun saat ini satu persatu mulai hilang. Sangat dibutuhkan komitmen yang kuat dan pemahaman yang baik untuk meningkatkan peneterasi di industri ini,” ujar Meena. Untuk itu, sebagai salah satu layanan TV berbayar di Indonesia yang bertahan selama 20 tahun hingga saat ini. First Media coba memenuhi kebutuhan konsumen terhadap konektivitas jaringan yang cepat tanpa batas, dengan menawarkan one stop shopping bagi para loyal customer dan new market.

Pelanggan tidak hanya dapat menikmati konten TV berbayar dan broadband internet di rumah, kini aplikasi FirstMediaX yang diluncurkan sejak tahun lalu, memudahkan subcribers menikmati tayangan berkualitas di manapun berada. “Sebelumnya First Media Go, kami rebrand menjadi FirstMediaX (FMX) dan jauh lebih canggih, tidak hanya mempunyai Video-on-Demand (VOD), tapi jika ada program favorit yang terlewatkan, di FMX pelanggan bisa akses program-program tersebut dengan jangka waktu tujuh hari setelah hari penayangannya,” papar Meena.

Istilah TV anywhere melengkapi sederet paket dan kemudahan yang ditawarkan, fokus pada kebutuhan konsumen menjadi komitmen First Media. “Kami berikan pilihan untuk menonton konten on the go melalui FMX, dan menyediakan paket internet mobile bekerjasama dengan BOLT. Khusus bagi pelanggan First Media bisa menikmati layanan BOLT dengan pilihan paket yaitu 20GB (Rp99,000), 30GB (Rp149,000) dan paket Unlimited (Rp 199,000),” jelas Meena.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan sebagai provider TV berbayar, inovasi yang terus dilakukan merupakan bentuk loyalitas perusahaan terhadap konsumen baik dari segi layanan maupun produk. Kini konsumen semakin dimudahkan dengan kehadiran My First Media Apps, pelanggan bisa melakukan pengecekan tagihan pembayaran, diagnosa masalah, dan mendapatkan loyality offers. “Pelanggan bisa akses semuanya dan tidak perlu lagi menghubungi customer service jika ada masalah, dan hingga saat ini kami terus melakukan pengembangan fitur-fitur terbaru,” tambah Meena.

Layanan lain yang jadi nilai jual First Media adalah set of box yang baru-baru ini dirilis yaitu X1 4K Box dengan kualitas 4K. Tak hanya itu, salah satu produk inovasi yang juga banyak diminati premium subscriber adalah broadband super cepat internet 1 Gbps. Ditambah lagi kehadiran Smart Living yang menawarkan satu paket kenyamanan security sistem yang secara otomatis mampu menyimpan data service, dan mampu merekam segala aktivitas di rumah dengan harga yang terjangkau.

Beragam promo paket lengkap yang ditawarkan First Media terbukti efektif meningkatkan jumlah pelanggan yang kini menyentuh angka 1.024.000 pelanggan (cable TV dan broadband), dan 1.651 total pelanggan corporate berdasarkan data akhir tahun 2016.  

Selain ekspansi dan inovasi produk yang dilakukan secara kontinu, pencapaian yang signifikan kerap dikaitkan dengan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bisnis. Memahami kebutuhan konsumen saja dirasa tidak cukup, Meena memaparkan pola maintenance untuk menjaga loyalitas pelanggan agar mereka merasa dihargai. Poin reward yang kini dikenal dengan OVO points, terintegrasi dengan layanan My First Media Apps, poin yang dihasilkan dari pembayaran tagihan dapat diakumulasi, dimana poin tersebut dapat digunakan untuk menikmati promo lainnya di merchant Lippo Group. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

loading...