BALIPORTALNEWS.COM – Sebelum pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/SMK yang digelar April 2017, pemerintah mengadakan simulasi.

Namun dari dua kali simulasi yang dilaksanakan pada jenjang SMK, masih ada kendala yang ditemui sekolah. Di dua sekolah,  yaitu SMKN 1 Denpasar dan SMK TI Bali Global Denpasar, kendala dihadapi adalah salah satunya lambatnya download dan sinkronisasi soal dari pusat ke server lokal sekolah.

“Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan simulasi ini sudah dilaporkan ke provinsi. Kemudian diteruskan ke pusat, sebagai laporan kendala yang dihadapi sebelum pelaksanaan UNBK benar-benar dimulai,” kata Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Gusti Made Murjana, Kamis (16/2/2017).

Sehingga, saat pelaksanaan UNBK nanti tidak ada lagi kendala atau hambatan yang dihadapi saat ujian berbasis online ini. Sementara untuk fasilitas pendukung lain serta SDM, ia berani menjamin tak ada masalah. ‘’Sekolah kami memiliki kapasitas internet sangat besar dan original software,’’ ujar Murjana sembari menyebutkan tahun ini peserta UNBK mencapai 453 siswa.

Baca Juga :  Jaga Ekosistem, Amerta Tebar 5.000 Benih Nila di Tukad Badung

Kendala yang sama juga dirasakan SMKN 1 Denpasar. Menurut Kepala SMKN 1 Denpasar, Ketut Suparsa, dari dua kali pelaksanaan simulasi UNBK kendala yang paling sering dihadapi adalah keterlambatan download soal dari pusat.
“Masih ada kendala yakni login yang masih lelet. Masalah ini, sudah kita laporkan dan sampaikan ke Disdik Provinsi Bali,” ujarnya sembari berharap persoalan login ini, tidak akan terjadi saat pelaksanaan UNBK berlangsung.

Ia menyebutkan, peserta UNBK SMKN 1 Denpasar tahun ini paling banyak di Bali. Yakni, 730 siswa. ‘’Kami sudah siapkan siswa untuk benar-benar siap melaksanakan UNBK. Tahun lalu kami juga sudah melaksanakan UNBKdan pelaksanaannya berjalan lancar,’’ ujarnya.

Selain melaksanakan simulasi, pihak sekolah juga melakukan pemantapan dengan mengadaan les tambahan bagi para murid. ‘’Kita siapkan siswa dengan matang agar mereka tidak kesulitan saat pelaksanaan UNBK,”Murjana.

Menurut dia, kegiatan ini sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang yang tidak diinginkan yang mungkin saja terjadi saat UNBK. ‘’Simulasi dilaksanakan agar kita bisa mengetahui apa kendala dan hambatan sehingga bisa diperbaiki atau dibenahi sehingga tidak lagi terjadi saat pelaksanaan UNBK,” ujarnya.

Baca Juga :  Terima Signage dari Grup Astra, Banjar Tegeh Sari Resmi Menjadi Banjar Berseri Astra

Mengenai pasokan listrik, saat ujian berlangsung, diakui Murjana maupun Suparsa pihaknya, sudah mewanti-wanti hal ini. Pihaknya akan menyurati pihak PLN dan berkoordinasi dengan provinsi untuk membantu dalam hal pasokan listrik dan meminta agar saat ujian berlangsung tidak terjadi pemadaman listrik.

Selain itu, untuk mengantisipasi hal itu, sekolah juga sudah mempersiapkan genset, apabila sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik mendadak. ‘’Kami tidak mau ambil risiko kalau sampai terjadi gangguan distribusi listrik yang disuplai PLN,” ujar Murjana dan Suparsa.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Wayan Serinah, menjelaskan masalah-masalah yang muncul selama masa simulasi sudah dievaluasi. Sehingga tidak sampai terulang kembali saat UNBK sungguhan digelar nanti.

Ia menuturkan, meskipun simulasi, butir soal yang digarap siswa jumlahnya sama persis seperti UNBK. Selain itu tampilan piranti lunaknya juga sama. Harapannya siswa bisa mempersiapkan diri sebelum UNBK digelar April nanti. (tis/bpn)