30 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Peradi Diharap Bisa Jadi Pemenang di Era MEA

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika  mengapresiasi seminar Internasional yang digagas Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bali.  Pastika menyebut seminar nasional ini sebagai wahana bertukar pandangan tentang isu strategis, khususnya tentang hukum dan pariwisata sesuai tema yang dibahas, sekaligus menjadi referensi menyiapkan diri dalam menghadapi perubahan global.

‘’Mengingat Bali saat ini sudah menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan bagian dari masyarakat global. Integrasi ini membawa konsekuensi bahwa masyarakat dapat larut dalam derasnya arus globalisasi. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang diarahkan untuk menghadapi kondisi ini, yang juga menuntut komitmen dan kesiapan untuk bersaing, sehingga para pelaku disektor tersebut bisa terlahir sebagai pemenang,’’ ujar Pastika saat menghadiri dan membuka secara resmi acara Seminar Internasional DPC Peradi Denpasar di Hotel Patra Jasa Tuban, Badung, Bali, Jumat (5/8/2016).

“Acara ini bagus, karena kita harus siap dengan perubahan itu. Saya tidak rela kalau kita jadi looser atau orang yang kalah, kita harus bisa menjadi pemenang dalam persaingan global. Karena kita negara besar, tentunya pasti bisa bersaing,” cetus Pastika.

Menurut Pastika globalisasi sendiri bermakna ‘persaingan’ dan ‘keunggulan’. ‘Persaingan’ adalah sebuah keniscayaan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan, dalam semua lapangan pekerjaan dan profesi kehidupan, serta persaingan sumber daya manusia antar bangsa secara menyeluruh. Sementara ‘Keunggulan’ bermakna adanya tuntutan kepada kita untuk menyiapkan diri agar memenangkan persaingan tersebut.

“Kita harus memiliki kemampuan, pengetahuan dan wawasan untuk ikut bersaing, dan jika sudah bisa bersaing tentunya akan unggul, siapa yang unggul itu yang akan laku dalam persaingan global. Bagi yang cerdas ini adalah sebuah kesempatan, bagi yang kurang bisa bersaing ini mungkin jadi hambatan,” ujar Pastika.

Lebih jauh, Gubernur Pastika menyatakan para praktisi hukum, termasuk advokat, serta praktisi pariwisata dari seluruh ASEAN bahkan dunia sudah masuk ke Indonesia termasuk Bali, dan siap merebut ‘pasar’ yang ada. Hal ini tentunya perlu disikapi, apakah para pelaku sektor tersebut siap menjadi tuan di rumah sendiri dan bahkan semestinya mampu merebut peluang di negeri orang.

‘Pasar’ yang dipengaruhi 2 komponen penting yakni komponen didalam lingkup pasar dan komponen diluar lingkup pasar, sehingga hukum dan regulasi yang menjadi salah satu komponen diluar pasar semua sektor, menjadi salah satu kesempatan yang menjanjikan bagi praktisi di sektor tersebut.

“Komponen di luar pasar itu termasuk didalamnya hukum dan regulasi, semua sektor termasuk pariwisata terkait dengan security, safety, terkait dengan kepastian hukum, orang tidak bisa berurusan tanpa ada kepastian hukum itu, apa sih yang tidak diurus oleh hukum, makanya saya bilang ini kesempatan bagi praktisi hukum,” imbuhnya rinci.

Hal senada disampaikan Ketua Umum DPW Peradi, Fauzi Yusuf Hasibuan yang menyatakan peningkatan wawasan, kemampuan, serta daya saing menjadi hal yang patut dipenuhi oleh para praktisi hukum dan praktisi pariwisata di era persaingan global. Para profesional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi perkembangan jaman agar mampu bersaing.

Pembangunan oleh pemerintah pusat saat ini yang condong ke arah pembangunan infrastruktur dengan kucuran anggaran yang sangat besar, menurutnya memiliki efek multiplier luas yang membutuhkan dukungan sektor hukum. Untuk itu, Ia berharap para praktisi diharapkan bisa melihat peluang tersebut.

Ditambahkan Ketua DPC Peradi Bali, Putu Suta Adnyana dalam sambutan singkatnya yang mengharapkan kegiatan seminar dapat membawa manfaat positif bagi pengembangan usaha para praktisi hukum dan usaha bisnis pariwisata. Karena menurutnya, di era MEA yang menjadi elemen utama adalah praktisi hukum dan kalangan bisnis.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, I Nyoman Budi Adnyana dalam laporannya menjelaskan, Peradi selaku penggagas kegiatan tersebut ingin menjadi fasilitator yang fokus pada para praktisi hukum dan pariwisata, agar memiliki wawasan yang mencukupi di era MEA, bisa mengenal potensi, resiko dan kesempatan, sehingga tidak tenggelam dalam persaingan pasar bebas.

Peserta acara tersebut menurutnya berasal dari para pelaku pariwisata, akademisi, pelajar, mahasiswa dan kalangan advokat. Antusiasme yang tinggi dari para peserta terlihat dari hadirnya para peserta dari luar Bali, di antaranya dari DPC Peradi Makasar, DPC Peradi Bekasi, maupun DPC Peradi NTB.

Acara Seminar serupa menurutnya sudah pernah dilaksanakan sebelumnya diantaranya di Kota Jayapura, Bogor, dan Medan, serta seusai digelar di Bali selanjutnya direncanakan berkelanjutan di antaranya di Surabaya, Makasar dan beberapa kota lainnya.

Seminar yang bertema “Facing ASEAN Economic Community Invasion in tourism, Industry and Legal Profession” ini, turut dihadiri Pengacara yang cukup kondang Otto Hasibuan selaku Key Note Speaker, dan beberapa narasumber di antaranya pengacara asal Australia, Nick Watson.

Sumber : Humas Pemprov Bali

AESF Akan Digelar Di Bali

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dilaksanakannya kegiatan Asian Electoral Stakeholder Forum (AESF) III yang rencananya akan digelar di Bali mulai tanggal 22 s.d 26 Agustus 2016. Selain sebagai sumbangsih pemerintah daerah terhadap kegiatan pemerintah pusat, kegiatan ini pun dinilai sebagai bagian promosi gratis bagi Bali kepada delegasi negara-negara peserta. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi rombongan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dipimpin Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di ruang kerja Gubernur Bali, Kamis (4/8/2016).

“Kami dengan senang hati mendukung kegiatan ini, sebagai sumbangsih daerah kepada pusat dan sebagai bagian promosi juga,” ujar Pastika.

Lebih jauh, Gubernur Pastika menghimbau panitia kegiatan agar memperhatikan pelayanan dan kualitas acara agar para delegasi merasa nyaman dan puas, serta meninggalkan kesan yang baik. “Kegiatan ini membawa nama Indonesia di kancah Internasional, jadi harus benar-benar memperhatikan pelayanan dan kualitas acara,” imbuh Pastika.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Komisioner KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah kegiatan AESF III merupakan lanjutan kegiatan serupa sebelumnya yang sudah dilaksanakan pertama di Bangkok, Thailand pada tahun 2012, dan di Dili, Timor Leste pada tahun 2015.

Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh delegasi dari 36 negara Asia, dengan peserta mencapai sekitar 210 orang. KPU Provinsi se-Indonesia pun menurutnya turut menjadi bagian dari para peserta. Kegiatan ini bertujuan dapat memperkuat upaya masing-masing  negara di Asia untuk mengembangkan kualitas pemerintahannya terutama terkait pemilihan umum.

Hubungan baik antar penyelenggara pemilu negara-negara peserta serta pemangku-pemangku kepentingan pemilu pun diharapkan dapat terbangun dalam kegiatan tersebut. Tak hanya itu, sistem pemilu di Indonesia yang transparan juga diharap dapat semakin dikenal oleh para negara peserta.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Bali Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Konferensi Internasional Pengadaan Publik

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut positif pelaksanaan konferensi internasional pengadaan publik, yang diikuti oleh 50 Negara di dunia. Ia berharap  konferensi tingkat internasional tersebut, menjadi ajang tukar menukar ilmu pengetahuan serta menggali lebih dalam  terkait pengadaan barang dan jasa, baik dari segi aturan maupun prosedur lainnya. Sehingga dapat memberikan kontribusi ke ilmuan dalam dunia pengadaan barang dan jasa khususnya pada pemerintahan. Demikian disampaikan Gubernur Bali, dalam acara Welcome Dinner and Cultural Performance with Participants of the 7th International Public Procurement Conference (IPPC), di Pelataran Jayasabha, Denpasar pada Kamis (03/08/2016).

Lebih lanjut, Gubernur Pastika juga memperkenalkan sejarah singkat Gedung Jayasabha yang sekarang menjadi rumah jabatan Gubernur Bali. “Dulu ini adalah sebuah kerajaan yakni kerajaan Badung dan disini pula pada tahun 1906 terjadi perang Puputan Badung yakni perang habis habisan masyarakat kerjaan Badung pada saat itu melawan penjajah Belanda dan perang tersebut turut menewaskan seluruh keluarga kerajaan Badung,” jelas Pastika.

Ia juga menceritakan terdapat 2 area yang dari dulu sampai sekarang masih tetap dijaga dengan baik yakni pura yang letaknya di sebelah timur dan pohon beringin yang sampai saat ini masyarakat Denpasar masih memanfaatkan daun dari pohon beringin tersebut untuk sarana upacara memukur. Lebih lanjut disampaikan Pastika, ia juga mengharapkan para peserta tersebut juga dapat meluangkan waktunya untuk menikmati keindahan pulau Bali, “Saya berharap para peserta bisa mendapat kenangan yang indah  tentang Bali iniuntuk di sampaikan ke keluarga di rumah,” ungkap Pastika.

Sementara itu, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo, menyampaikan terimakasih atas sambutan dan jamuan yang diberikan. Ia mengatakan bahwa kegiatan konferensi ini diselenggarakan setiap 2 tahun sekali, dimana tahun ini Bali ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Untuk itu, konferensi IPPC ke-7 digelar bersama Universitas Udayana dan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia yang dihadiri ratusan delegasi dari 50 negara di seluruh dunia dengan mengangkat tema "Trends in Public Procurement".

Para peserta juga merupakan para praktisi dan akademisi dan pengambil kebijakan dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. Dalam pertemuan selama tiga hari (3-5 Agustus) bertempat di Sofitel-Nusa Dua,  membahas sejumlah isu di antaranya reformasi pengadaan barang/jasa pemerintah, tata kelola dan regulasi, `e-procurement`, inovasi, modernisasi, desentralisasi dan sentralisasi serta berbagi pengalaman praktik pengadaan barang dan jasa pemerintah di berbagai negara.

Untuk itu, ia berharap dengan digelarnya konferensi tersebut maka akan mendorong lebih banyak kampus yang ada di Indonesia, untuk menerapkan ilmu pengadaan dalam melahirkan pemikir baru di dunia pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam acara jamuan tersebut juga diisi dengan penyerahan cenderamata dan juga hiburan – hiburan yang kemudian diakhiri dengan acara foto bersama.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pemerintah Pusat Bangga Denpasar Sebagai Kota Pusaka Dunia

BALI-PORTAL-NEWS.COMKota Denpasar menjadi salah satu Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia yang memiliki Warisan Kota Pusaka. Pada Tahun ini Denpasar mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan strategic meeting Organitation World Heritage City (OWHC) pada Agustus mendatang yang mendapatkan suport langsung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Kemenko PMK)  RI.

Pada Rabu (27/7/2016) Kemenko PMK melalu Deputi Kebudayaan mengundang Pemkot Denpasar untuk dapat hadir di Jakarta dalam pembahasan persiapan strategic meeting OWHC. Pertemuan tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar Dewa Made Ariawan dan Plt. Kadis Kebudayaan Ni Nyoman Sujati.

Rapat dipimpin Deputi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK,  Haswan Yunaz diruang pertemuan Kemenko PMK di Jakarta yang juga dihadiri beberapa pejabat Kementerian serta tampak hadir Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pertemuan OWHC di Kota Denpasar.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama Denpasar masuk dalam jajaran OWHC, dengan kegiatan saat ini yang menjadikan Denpasar sebagai pusat pertemuan strategic meeting OWHC,” ujar Deputi Haswan Yunaz.

Lebih lanjut Yunaz juga mengapresiasi langkah Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I G.N. Jaya Negara beserta  jajaran serta masyarakat Denpasar yang telah berkomitmen dalam menjaga, melestarikan berbagai warisan pusaka yang ada di Kota Denpasar.

Masuknya Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka Dunia setelah Kota Solo bukan langkah yang mudah, namun menjadi tantangan dalam berbagai program pelestarian tersebut. Terdapat 21 negara yang masuk dalam anggota komite warisan dunia diantaranya Indonesia, Republik Korea, Jamaika, Filipina dan Vietnam. Word Heritage Commite adalah salah satu lembaga yang bernaung dibawah UNESCO yang bertugas untuk mengadakan persidangan dalam rangka penilaian usulan warisan dunia. Ia juga menjelaskan adapun manfaat dari masuknya Kota Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka dunia diantaranya meningkatkan citra Indonesia dimata Internasional, mendapatkan perhatian badan Internasional, dan meningkatkan promosi pariwisata. Hal ini tentunya juga menjadi salah satu program Sustainable Development Goals 2030 sebagai Variable target yakni peningkatan upaya melindungi dan menjaga warisan alam dan budaya dunia.

Disamping itu juga masuknya dalam jaringan Kota Pusaka Dunia menjadi salah satu kategori Pilar Kota Berkelanjutan 2015-2045 dengan mewujudkan kota layak yang aman dan nyaman, kota hijau dan kota cerdas. “Kami harapkan kota-kota di Indonesia yang telah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia dapat melakukan studi banding dan bertukar pikiran dengan Kota Denpasar terkait dengan langkah-langkah yang telah dilakukan,” ujarnya.

Sementara Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mengatakan Pembahasan dan persiapan pertemuan OWHC Asian-Pasiffic yang diikuti 41 jaringan kota pusaka dari  9 negara yang akan di selenggarakan dari tanggal 7-10 Agustus mendatang di Hotel Bali Beach Sanur telah dilakukan.

Pembahasan pertemuan juga telah melibatkan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang hadir langsung di Kota Denpasar serta bersepakat dalam beberapa pembahsan pertemuan nanti pada Strategic Meeting yang akan membahas keterlibatan generasi muda atau Youth Networking untuk dapat memahami akan pentingnya pusaka budaya yang dimilikinya.

Rai Iswara juga menjelaskan terdapat dua Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia yakni Denpasar dan Kota Solo, dengan masuknya dalam OWHC tersebut Denpasar telah siap melaksanakan pertemuan tingkat Internasional. Sehingga kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat dan seluruh masayarakat Kota Denpasar dalam mensukseskan pertemuan yersebut. “Tidak hanya sekedar dalam kesuksesan acara, namun diharapkan tuan rumah Kota Denpasar dapat memberikan manfaat dalam pelestarian Kota-kota Pusaka Dunia,” ujar Rai Iswara.

Sumber : Pur Humas Dps

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan