28 C
Denpasar
Rabu, 21 November 2018

SCTV Hadirkan Mini Seri Terbaru “Penakluk Hati”

BALIPORTALNEWS.COM – Kekuatan jalan cerita serta para tokoh yang terlibat dari setiap program drama yang dihadirkan SCTV berhasil memikat perhatian pemirsa untuk selalu menyaksikan kisah drama yang ditayangkan. Mulai Senin, 22 Oktober 2018 pukul 15.55 WIB, SCTV suguhkan mini seri terbaru berjudul “Penakluk Hati” yang diperankan bintang-bintang muda berbakat tanah air seperti Jeff Smith, Glenca Chysara, Adhitya Alkatiri, Naomi Zaskia, El Ryan, Claudy Putri, Alex Rio, Cinta Brian, dan Rendi Jhon.

Kisah bermula ketika pertemuan yang tidak disengaja antara Kasih (Glenca Chysara) dengan Abadi (Jeff Smith). Tanpa sepengetahuan Kasih, Abadi merupakan siswa baru di sekolahnya yang berhasil mengajaknya makan siang bersama di hari pertamanya bersekolah. Ridwan (Rendi Jhon) yang juga ketua kelas tampak sangat kesal melihat siswa baru yang langsung mendekati Kasih. Doni (El Ryan) juga tidak suka dengan kehadiran Abadi, berbagai upaya pun dilakukan Doni untuk mencelakai Abadi. Sosok Abadi justru menjadi sosok misterius dan perbincangan di kalangan siswi-siswi sekolahnya.

Tidak ketinggalan, Kasih pun semakin penasaran dengan sikap Abadi selama ini kepadanya. Dibalik kekaguman banyak orang kepada Abadi, ia justru menyimpan rahasia besar yang tidak banyak orang tahu. Selama ini Abadi menyembunyikan luka yang harus ia tanggung sendiri selama bertahun-tahun. Nantikan kisah “Penakluk Hati” setiap hari mulai Senin, 22 Oktober 2018 mendatang pukul 15.55 WIB!

Program drama unggulan SCTV yang mampu memuncaki perolehan audience share di program prime time yakni sinetron “Cinta Suci” pun semakin memikat hati pemirsa. Setiap harinya pukul 19.45 WIB kisah sinetron “Cinta Suci” hadir dengan drama rumah tangga antara Marcel (Ammar Zoni) dengan Suci (Irish Bella) yang semakin membuat pemirsa penasaran. Kecelakaan yang dialami Suci hingga merenggut nyawanya, membuat Marcel sangat terpukul. Marcel belum menerima kenyataan untuk kehilangan istri yang amat dicintainya.

Begitu juga dengan Aditya (Jonas Rivanno) yang juga sedih atas meninggalnya Suci. Ditengah kesedihan semua orang yang begitu menyayangi Suci, Monica (Asmirandah) justru menjadi satu-satunya orang yang bahagia atas kejadian tersebut. Tanpa sepengetahuan banyak orang, Monica adalah orang dibalik penyebab kecelakaan Suci. Kelanjutan kisah “Cinta Suci” masih terus dapat disaksikan melalui layar kaca SCTV setiap hari pukul 19.45 WIB. Saksikan juga kelanjutan tiga sinetron unggulan SCTV lainnya yakni “Siapa Takut Jatuh Cinta” tayang setiap hari pukul 17.00 WIB  dilanjutkan dengan sinetron “Anak Langit” sejak pukul 18.15 WIB serta sinetron “Orang Ketiga” pukul 22.00 WIB.

SCTV akan menganugerahkan penghargaan kepada aktor, aktris, musisi, program, hingga tokoh-tokoh yang telah berkarya di industri hiburan tanah air dengan gelar “Paling Ngetop” dalam ajang penghargaan bergengsi “SCTV Awards 2018”. Pemirsa masih berkesempatan untuk dapat menentukan bintang hingga program favorite-nya sebagai yang paling ngetop di ajang SCTV Awards 2018 dengan mengirimkan SMS ke 97288 mengetik SA(kode kategori) (spasi) Nama Program/Aktor/Aktris. Polling tahap 1 ini akan dibuka hingga tanggal 27 Oktober 2018 mendatang. (r/bpn)

Astra Motor Music Tour Besok Sapa Pulau Dewata

BALIPORTALNEWS.COM – Buat pecinta music band rock, Jumat (13/9/2018) besok, bertempat di lapangan barat Bajra Sandhi Renon akan hadir perhelatan musik anak muda yang dikemas dalam even “Astra Motor Music Tour”. Even yang sebelumnya telah sukses digelar di Semarang dan Cilacap ini, akan menyapa masyarakat pulau Dewata Bali.

Dalam gelaran acara itu, dimeriahkan dengan suguhan dari  group bank rock yang banyak digemari anak muda, Kelompok Penerbang Roket (KPR). Group band ini, dibentuk pada akhir  2011 lalu, dengan personil tiga pria berambut gondrong yang memiliki karakter kuat sebagai band rock.

Selain tampilan group band indie Jakarta, juga akan dimeriahkan dengan performance  dari indie band Bali. Dalam even ini, buat penggemar foto juga digelar photography contest, vlog competition, modification coaching clinic, PICA Clothing Booth, Community Gathering, murah perfoms dan foot tenant. Sebagai rangkaian dari telah  diluncurkannya New Honda CB150R StreetFire dan New Honda CBR250RR pada Agustus yang lalu, juga hadir exhibibition dari produk duo sport anyar ini.

“Pulau Dewata sebagai kota terakhir dalam rangkaian Astra Motor Music Tour ini ingin menyapa pecinta music Bali dengan nuansa yang berbeda dari kegiatan musik lainnya karena Astra Motor mengajak anggota band Kelompok Penerbang Roket untuk mengeksplor supersport Honda yang dapat di modifikasi sesuai karakter identitas penggunanya,” ungkap Gede Legawa, selaku Supervisor Marketing Promotion Astra Motor Bali, di sela-sela persiapan acara. (ngr/bpn)

Audisi “SCTV Mencari Bintang” Berlanjut Ke Manado dan Bandung

BALIPORTALNEWS.COM – Sinetron-sinetron unggulan SCTV berhasil memikat hati pemirsa dengan kekuatan cerita yang dibintangi oleh deretan bintang muda ternama tanah air. Tahun 2018 ini secara istimewa SCTV menggagas ajang pencarian bakat akting bertajuk “SCTV Mencari Bintang”.  SCTV akan menyambangi langsung beberapa kota besar di Indonesia untuk menjaring bakat-bakat akting terbaik. Kota Medan menjadi kota pertama audisi “SCTV Mencari Bintang” dilangsungkan pada minggu lalu.

Lebih dari 1.000 orang peserta mencoba keberuntungan dengan menyalurkan bakat akting yang dimiliki dan dinilai langsung oleh juri-juri yang kompeten. Setelah Medan, akhir pekan ini giliran Manado dan Bandung yang menjadi lokasi penyelenggaraan audisi “SCTV Mencari Bintang”. Audisi SCTV Mencari Bintang Kota Manado akan berlangsung pada hari Sabtu, 10 November 2018 bertempat di Manado Icon Convention Centre di Jl. Sam Ratulangi No. 112 Tj. Batu, Wanea – Manado sejak pukul 08.00 WITA. Aktor tampan Rezky Aditya berkesempatan hadir langsung untuk memberikan dukungannya kepada para peserta di Audisi SCTV Mencari Bintang Manado.

Bintang sinetron Anak Langit, Stefan William juga tidak mau ketinggalan. Stefan akan hadir langsung di Bandung untuk menyaksikan proses audisi SCTV Mencari Bintang Kota Bandung dan memberikan dukungannya. Audisi SCTV Mencari Bintang Kota Bandung akan berlangsung pada hari Minggu, 11 November 2018 bertempat di Prime Park Hotel Bandung beralamat Jl. Penghulu Haji Hasan Mustofa No. 47/57 Neglasari, Cibeunying Kaler – Bandung. Audisi ini gratis dan terbuka bagi pria dan wanita yang memiliki bakat akting dengan usia 14 – 19 tahun. Ikuti audisinya dan jadilah bintang baru di industri hiburan tanah air!

Ajang penghargaan bergengsi “SCTV Awards 2018” akan segera digelar di penghujung bulan November ini. Polling tahap 1 telah dibuka sejak beberapa minggu yang lalu. Kini pemirsa kembali berkesempatan untuk menentukan aktor/aktris/musisi paling ngetop pilihannya dari 13 kategori yang akan dianugerahkan di SCTV Awards 2018 mendatang.

Dukungan pemirsa dapat dikirimkan melalui SMS, Twitter, Facebook, Instagram, dan BBM. Format SMS dengan mengetik SA(kode kategori) (spasi) Nama Aktor/Aktris/Musisi kirim ke 97288, dengan Twitter dapat mengetik #SA(kode kategori) (spasi) Nama Aktor/Aktris/Musisi mention @SCTV_ sementara melalui aplikasi super BBM dapat memilih Dana kemudian masuk ke BBM Services lalu pilih BBM Polls dan vote Aktor/Aktris/Musisi Paling Ngetop pilihan pemirsa. Dukungan juga dapat diberikan melalui Facebook dengan cara like salah satu foto di setiap kategori SCTV Awards 2018 serta melalui Instagram dengan melihat highlight Nominasi SA 2018 tulis pilihan pemirsa pada kategori di fitur question. Polling Tahap 2 ini akan ditutup hingga tanggal 29 November 2018 mendatang.

Pertandingan MMA (Mixed Martial Art) terbesar di dunia, “One Championship” akan berlangsung di Singapura akhir pekan ini. Pecinta MMA dapat menyaksikan pertarungan menantang ini melalui layar kaca SCTV yang akan disiarkan pada hari Sabtu, 11 November 2018 pukul 23.30 WIB dari Singapore Indoor Stadium – Singapura. (r/bpn)

“Sodrun Merayu Tuhan” dan “Inikah Cinta?” Perkuat Jam Tayang SCTV

BALIPORTLANEWS.COM – Sukses dengan penayangan sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta” beberapa pekan lalu, SCTV kembali hadirkan sinetron terbaru yang siap menyusul kesuksesan sinetron-sinetron unggulan lainnya. Mulai hari Senin, 18 Desember 2017 mendatang, dua kisah drama terbaru akan sekaligus tayang dengan kisah yang istimewa. Waktu siang pemirsa akan ditemani serial drama India “Inikah Cinta?” pada pukul 13.30 WIB dilanjutkan dengan sinetron “Sodrun Merayu Tuhan” pada pukul 16.30 WIB. Konflik keluarga akan menjadi suguhan utama serial drama India “Inikah Cinta?”.

Kisah Aastha (Shrenu Parikh) yang dinikahi oleh Shlok (Avinash Sachdev) dengan misi tertentu akan menjadi awal kisah “Inikah Cinta?”. Shlok begitu membenci wanita akibat pengalaman masa lalunya yang buruk dengan wanita. Berbagai kesalahpahaman terjadi hingga Shlok menganggap bahwa Aashta harus bertanggungjawab atas perpecahan keluarganya. Putera dari keluarga kaya raya ini pun menikahi Aashta dengan maksud untuk membalas dendam.

Cerita terus bergulir hingga benih-benih cinta justru muncul di antara Shlok dan Aashta. Meski demikian orang-orang di masa lalu Shlok kembali muncul untuk memisahkan mereka begitu pula sang ayah. Konflik terus bermunculan di setiap episodenya dan akan membuat pemirsa penasaran dengan kelanjutannya.

Kisah istimewa lainnya hadir dari sinetron “Sodrun Merayu Tuhan” yang digawangi oleh Rizky Nazar, Cut Syifa, dan Megan Domani. Desa Kembang Pete dihebohkan dengan kehadiran sosok pria yang tidak jelas asal-usulnya bernama Sodrun (Rizky Nazar). Berpenampilan menarik, periang, serta pandai mengaji, membuat Sodrun menjadi sosok pria yang mencuri perhatian gadis-gadis desa. Bermula dari upayanya menyelamatkan Khadijah (Cut Syifa) dari penjahat di angkot, Sodrun semakin mencuri simpati para warga.

Namun tidak bagi Jailani (Aldi Taher) yang justru merasa terusik. Berkat kehadiran Sodrun, masjid pun semakin ramai dengan para warga yang datang untuk beribadah. Anisa (Megan Domani) yang tinggal tidak berjauhan dari masjid pun, diam-diam memendam rasa kepada Sodrun. Bahkan kedua orang tuanya berusaha untuk menjodohkan Anisa dengan Sodrun. Hanya karena gengsi, Anisa pun mengelak dan tidak mengakui perasaannya. Anisa, Khadijah, dan Sarah (Novia Salim) bersahabat sejak kecil.

Khadijah dan Sarah sering bercerita tentang perasaan mereka kepada Sodrun, namun tidak dengan Anisa yang tetap menyimpan rapat-rapat perasaannya. Kejadian mengejutkan pun terjadi ketika Jailani melamar Khadijah. Khadijah menolak lamaran itu karena ia hanya mencintai Sodrun. Jailani semakin membenci Sodrun. Kisah kehidupan di Desa Kembang Pete akan menjadi suguhan menarik di setiap episodenya. (r/bpn)

Anak Angin Luncurkan Album Perdana “Jiwa Merdeka”

BALIPORTALNEWS.COM – Kelompok musik Anak Angin akhirnya meluncurkan album perdana yang dikemas dalam tajuk “Jiwa Merdeka”. Album perdana itu merupakan kumpulan karya kelompok musik besutan I Ketut “Boping” Suryadi, seniman multitalenta yang juga politisi di Tabanan.

Format musik yang terdiri dari Boping (vokal), Teddy Irawan (keyboard, gitar, dan vokal latar), Iwan Andrean (gitar), Anang Rachman (bass dan vokal latar), serta Dean Andreana Hakim (drum), meluncurkan album mereka yang dibalut diskusi dan acara syukuran, Jumat (19/5/2017).

Sejumlah musisi yang ikut terlibat dalam proses penggarapan album itu juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya pimpinan kelompok musik Sirkus Barok, Sawung Jabo. Ada juga musisi Ayu Weda beserta sejumlah alumni kemah budaya. Tak ketinggalan juga dihadiri pengamat musik Bens Leo.

Di album “Jiwa Merdeka” berisi sepuluh lagu. Antara lain Rimba Asing; Calo Jalur Tikus; Gumi Brara Brere; Debu Berkabut; Bercerminlah; Egaliter; Angin Menyambar;Padamu Negeri; Berikan Cinta yang Tersisa; dan Menjadi Matahari.

Dalam sesi diskusi, Bens Leo menyebut pribadi Boping sebagai marwah musik di ranah politik. Memadukan kemampuan berkesenian dengan dunia politik. “Sebuah upaya untuk menyantunkan politik yang selama ini kental dengan intrik. Kesimpulan ini telah dia tuangkan dalam sebuah artikel di salah satu majalah,” ujar Bens.

Soal genre musik yang diusung Anak Angin, Sawung Jabo, malah cenderung tidak tertarik untuk mengelompokkan sebuah karya musik ke dalam satu genre. “Saya tidak tertarik mengelompokkan musik apa. Saya ibaratkan, ini perahu kreatif yang berlayar di samudera luas. Terserah yang dengar, mau menyebutnya musik apa. Kalau saya pribadi, ini musik yang bagus. Itu saja sudah cukup,” tukasnya.

Sementara Boping mengaku tergerak untuk aktif berkesenian, sekalipun saat ini tengah berada di jalur politik. Yang membuatnya intens berkesenian adalah kegelisahannya mengenai kondisi peradaban kebudayaan, seperti yang telah diungkapkan penyair WS Rendra.

“Saya tidak peduli, apakah langkah saya besok akan top sebagai musisi atau tidak. Saya tidak peduli. Yang penting saya berbuat dan berkarya untuk masyarakat, sekecil ruang yang saya tempati. Virus itu juga ditularkan oleh Mas Jabo,” tukas Boping. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bob James Ramaikan UGM Jazz 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Pianis jazz legendaris Bob James akan meramaikan acara konser tahunan UGM Jazz 2018.

Pemenang dua Grammy Awards ini akan tampil pada konser ke-24 yang diselenggarakan di Grand Pacific Hall Yogyakarta, 3 November 2018. Bob James Trio nantinya akan didampingi Ron Otis (drums) dan Michael Palazzolo (bass).

“Setelah  melalui proses negosiasi panjang dan melelahkan akhirnya bisa mendatangkan Bob James dalam UGM Jazz 2018 nanti,” kata Dr. A. Tony Prasetiantono selaku promotor kegiatan ini yang juga merupakan dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM dalam Konferensi Pers, Kamis (4/10/2018) di Ruang Multimedia UGM.

Bob James merupakan musisi besar dengan segudang prestasi. Pianis jazz ini telah memenangkan dua kali Grammy Awards yakni tahun 1980 dan 1986 dari 17 kali masuk nominasi sejak tahun 1973. Merupakan pendiri grup jazz fusion legendaris Fourplay bersama gitaris Lee Ritenour, basis Nathan East dan drumer Harvey Mason.Bob terkenal dengan lagu ciptaannya berjudul Angela yang dipakai sebagai theme song film televisi Taxi.

Tony menyampaikan konser UGM Jazz 2018 ini merupakan konser yang telah digelar secara rutin pada tahun-tahun sebelumnya yang semula bernama Economic Jazz. Pada tahun ini UGM Jazz tidak hanya menampilkan Bob James, namun juga akan dimeriahkan dengan penampilan diva pop Indonesia Ruth Sahanaya, pianis senior pop jazz Candra Darusman, dan Kunto Aji.

“Kombinasi musisi jazz papan atas dunia dengan musisi dan penyanyi terbaik Indonesia ini bisa disaksikan dengan tiket yang terjangkau. Hal ini menjadi keunikan UGM Jazz, konser kelas dunia dengan harga tiket kelas angkringan,” papar Tony.

Para penikmat musik dapat menyaksikan konser ini dengan harga yang sangat bersahabat antara Rp. 200.000,- (silver) hingga Rp. 800.000,- (diamond).

Sementara Rektor UGM Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng., menyampaikan bahwa salah satu jati diri UGM adalah sebagai universitas pusat kebudayaan. Hal ini bermakna UGM akan selalu melestarikan budaya yang ada dan terus mengembangkannya, termasuk dalam bermusik.

“UGM selalu semangat ketika bicara seni budaya salah satunya seni musik dan kami bangga serta akan terus mendukung program konser tahunan UGM Jazz ini,” katanya.(ika/humas-ugm/bpn)

Membedah Dunia yang Kita Ciptakan Bersama Lebih dari 160 Pembicara Ubud Writers & Readers Festival 2018

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Penyelenggaraan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2018 sudah semakin dekat. Setelah pada bulan Juli lalu UWRF meluncurkan tiket Early Bird dan mengumumkan 16 nama pembicara tahap awal, pada hari ini, Selasa (14/8/2018), perhelatan sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara ini resmi meluncurkan daftar lengkap nama pembicara beserta program-program menarik yang akan diselenggarakan pada tanggal 24-28 Oktober mendatang.

Pada tahun ke-15 peyelenggaraan Festival, lebih dari 160 pembicara nasional dan internasional yang terdiri dari para penulis, jurnalis, pegiat, akademisi, seniman, musisi, pelestari alam, dan tokoh penting lainnya, telah dikonfirmasi untuk datang ke UWRF. Mereka yang berasal dari sekitar 30 negara berbeda ini sedang bersiap menuju jantung kota Ubud yang asri untuk memperdengarkan kisah-kisah hebat mereka, membagikan ide dan gagasan yang tak terbatas, serta bertemu dengan para penikmat sastra dan seni dari seluruh dunia.

Festival akan menyambut sosok-sosok besar dan inspiratif. Dengan bangga, UWRF akan menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti. Beliau akan hadir dalam salah satu panel diskusi UWRF, bersamaan dengan agendanya ke Bali pada bulan Oktober mendatang untuk menghadiri Our Ocean Conference 2018. Selain itu, Yenny Wahid, pegiat kebebasan beragama sekaligus putri dari mantan Presiden Indonesia yang keempat, K.H Abdurrahman Wahid, akan bergabung bersama Ndaba Mandela, pendiri Africa Rising Foundation sekaligus cucu dari mantan Presiden Afrika Selatan yang pertama, Nelson Mandela. UWRF 2018 juga akan menghadirkan sosok yang selalu dinantikan para pencinta sastra Indonesia yaitu Sapardi Djoko Damono, seorang penyair legendaris yang masih aktif berkarya hingga usia senja.

Sementara itu, sederet nama yang telah membesarkan dunia sastra Indonesia seperti Dee Lestari, pelopor sastra modern Indonesia yang telah meluncurkan karya terbarunya Aroma Karsa pada Maret 2018 lalu akan hadir bersama Leila S. Chudori, penulis sekaligus jurnalis Indonesia yang karyanya selalu memetik pujian; Aan Mansyur, penyair sekaligus penulis buku kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini; serta Avianti Armand, penyair sekaligus arsitek.

Beberapa nama pembicara yang pernah hadir dalam Festival pada tahun sebelumnya dipastikan kembali untuk berbagi ilmunya dalam UWRF 2018. Mereka adalah Djenar Maesa Ayu, penulis favorit sekaligus sutradara yang kerap mengangkat tema feminisme dalam setiap karyanya; Putu Fajar Arcana, penulis sekaligus pelopor Kelas Cerpen Kompas; Warih Wisatsana, penyunting sekaligus penyair yang karyanya telah banyak memenangkan penghargaan; serta Endy M. Bayuni, penyunting senior The Jakarta Post.

UWRF juga akan menghadirkan nama-nama lain yang tidak kalah menarik seperti Haidar Bagir, filantropis, penulis buku seputar Islam, sekaligus pendiri Mizan Grup; Noor Huda Ismail, pendiri Institut Perdamaian Internasional Indonesia; serta Rudi Fofid, penyair dan pegiat perdamaian yang menerima penghargaan Maarif Award tahun 2016.

Sederet nama dari generasi muda Indonesia berbakat juga akan mengisi panel-panel diskusi. Norman Erikson Pasaribu, yang karya pertamanya baru saja memenangkan PEN Translates Award tahun 2018; Nuril Basri, penerima beasiswa residensi ke Inggris dari Badan Bahasa Indonesia tahun 2017; Emmanuela Shinta, pegiat lingkungan muda asal Kalimantan; serta Rain Chudori, putri Leila S. Chudori yang juga mengikuti jejak Sang Ibu berkecimpung di dunia sastra dan kepenulisan.

Festival ini juga secara konsisten mendukung dan mengikuti arus perkembangan industri film Indonesia. Kamila Andini, sineas muda yang sukses lewat film pemenang penghargaan Sekala Niskala, akan bergabung dengan ayahnya, sutradara kawakan Indonesia Garin Nugroho, serta sutradara film eksperimental sekaligus novelis Richard Oh. Ketiganya akan mengupas sisi menarik di balik industri perfilman yang semakin mencuri perhatian.

Sementara itu, bintang sastra internasional yang dipastikan akan datang ke UWRF 2018 adalah Hanif Kureishi, penulis naskah drama, pembuat film, dan novelis asal Inggris berdarah Pakistan yang disegani; Kim Scott, penulis Australia yang karya pertamanya Benang (1999) berhasil memenangkan Miles Franklin Award; Geoff Dyer, novelis dan esais asal Amerika Serikat yang karya-karyanya telah diterjemahkan dalam 24 bahasa.

Para bintang sastra tersebut akan berbagi meja-meja panel diskusi dengan Fatima Bhutto, penulis memoar pemenang penghargaan asal Pakistan; Uzodinma Iweala, pembuat film asal Amerika Serikat berdarah Nigeria yang juga merupakan dokter dan CEO The Africa Center di New York; Clemantine Wamariya, penulis memoar kelahiran Rwanda yang menuliskan perjalanan panjangnya mencari suaka di delapan negara Afrika hingga Amerika Serikat; serta Yeb Saño asal Filipina, yang kini menjabat sebagai Direktur dari Greenpeace Asia Tenggara. Sidney Jones yang selama ini diakui dunia telah mampu menangani konflik etnis dan pemberontakan, akan bergabung bersama Janet Steele, penulis buku berjudul Mediating Islam yang fokus terhadap pembahasan tentang Islam, jurnalisme, dan demokrasi di Indonesia dan Malaysia; serta Dina Zaman, penulis buku seputar agama dalam lingkup kehidupan sehari-hari.

Berbagi wawasan yang mendalam dari benua Australia, UWRF akan menghadirkan Gillian Triggs, akademisi ternama sekaligus mantan Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Australia; Jill Stark, jurnalis

dan penulis biografi; serta Jane Caro, jurnalis dan pemerhati sosial pemenang Walkley Award. Sementara itu, dari India, tahun ini UWRF akan kedatangan Tishani Doshi, penulis sekaligus penari; Gumehar Kaur, pegiat sosial; dan Anuradha Roy, novelis yang karyanya berjudul Sleeping on Jupiter berhasil memenangkan DSC Prize tahun 2016.

Para bintang internasional kelahiran Indonesia yang sedang bersinar juga dihadirkan UWRF 2018 seperti Clarissa Goenawan, penulis Singapura yang sukses dengan karyanya Rainbirds, serta Innosanto Nagara, penulis buku anak-anak, pegiat, dan desainer grafis yang kini menetap di California, Amerika Serikat.

Sederet nama-nama di atas, hanyalah sebagian kecil dari nama pembicara lengkap yang akan mengisi UWRF tahun ini. Program-program menarik yang dibawakan oleh pembicara Festival merupakan upaya Festival untuk menumbuhkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap dunia sastra, seni, dan budaya. Tahun ini, Festival merayakan tema ‘Jagadhita’ yang diambil dari filosofi Hindu kuno yang berbicara

mengenai kebahagiaan dan kesejahteraan di jagat raya, serta pencarian manusia akan keselarasan hidup dalam konsep tersebut. Melalui tema yang direpresentasikan sebagai ‘Dunia yang Kita Ciptakan’ ini, para pembicara akan mengajak pengunjung Festival untuk ikut membedah sisi lain dunia yang telah ‘dibentuk’ manusia.

Tajuk-tajuk menarik di balik dunia sastra dan budaya, hingga bahasan tentang pelestarian alam, feminisme, politik, spiritual, dan isu global yang berkembang, akan dikupas dan diulik secara mendalam oleh para ahlinya.

“Setelah 15 tahun, kami merasa Festival ini telah memenuhi tujuannya, yaitu menjadikan Ubud sebagai pusat bagi para pencinta sastra baik secara nasional maupun internasional. Festival ini juga telah mampu membangkitkan minat terhadap sastra Indonesia. Sebagian besar pengunjung pada hari-hari pertama Festival mengaku bahwa mereka tidak mengetahui apapun mengenai penulis Indonesia. Namun, perlahan hal ini berubah,” ujar Founder dan Director UWRF, Janet DeNeefe.

Bersamaan dengan peluncuran nama lengkap pembicara dan daftar 70 Main Program ini, Yayasan Mudra Swari Saraswati selaku penyelenggara Ubud Writers & Readers Festival juga melakukan penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi Lombok yang terjadi pada hari Minggu (05/08/2018) lalu. Para pembeli tiket bisa menyertakan donasi mereka saat melakukan pembelian tiket Main Program UWRF 2018 melalui laman trybooking.com (UWRF18 4-Day Main Program Pass: https://www.trybooking.com/book/event?eid=411423 | UWRF18 1-Day Main Program Pass: https://www.trybooking.com/book/event?eid=411971) Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan IDEP yang saat ini sudah berada di Lombok untuk membantu para korban gempa bumi.(r/bpn)

SCTV Suguhkan Program Spesial Di Momen Valentine

BALIPORTALNEWS.COM – Bulan Februari yang akrab dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang menjadi momen bagi SCTV untuk menghadirkan sederet program spesial, diantaranya film layar lebar spesial cinta “Promise” akan tayang perdana di layar kaca SCTV pada hari Minggu, 11 Februari 2018 pukul 14.15 WIB. Para aktor dan aktris ternama tanah air seperti  Dimas Anggara, Amanda Rawles, Boy William, dan Mikha Tambayong akan mengajak pemirsa terhanyut dengan kisah romantisme yang ditawarkan dalam film “Promise”.

Suguhan teristimewa SCTV lainnya kali ini hadir dari penyanyi asal Amerika Serikat, Bruno Mars yang beberapa waktu lalu berhasil memboyong enam piala di ajang Grammy Awards 2018. Lewat albumnya 24K Bruno Mars berhasil membius seluruh penikmat musik di penjuru negeri. Pada hari Rabu, 14 Februari 2018 mendatang secara eksklusif SCTV akan menayangkan “Bruno Mars Present 24K Magic Live At The Apollo” pukul 23.00 WIB, disini Bruno Mars juga akan menyanyikan lagu-lagu yang telah membawanya sukses di Grammy Awards 2018.

Melengkapi akhir pekan pemirsa di hari Minggu, 11 Februari 2018 besok dua bintang sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta”, Verrell Bramasta dan Natasha Wilona akan hadir langsung di Surabaya dalam “Meet and Greet Siapa Takut Jatuh Cinta”. Mereka akan menyapa langsung para penggemar sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta di Tunjungan Plaza 6 – Chameleon Hall Surabaya mulai pukul 10.00 WIB. Warga Surabaya dan sekitarnya dapat hadir langsung untuk bertemu dua bintang kesayangan mereka. Gratis dan dapatkan merchandise menarik dari SCTV! (r/bpn)

Membagun Identitas Bangsa Lewat Tradisi

BALIPORTALNEWS.COM – Sekelompok Pemuda kembali mewarnai konteks kesenian di Sumatera Utara, kesenian ini berbasis tradisi , tradisi menjadi sebuah pilihan ditengah arus globalisasi yang sudah mulai menggerus kebudayaan lokal. Mereke menamakan kegiatan ini dengan nama “Jong Bataks Arts Festival” pemakaian kata Jong Batak lewat sebuah kajian mengingat sejarah Nusantara dibangun dari perkumpulan kedaerahan dan melebur menjadi satu kesatuan yaitu republik Indonesia.

Kegiatan Jong Bataks Arts Festival sendiri digagas oleh Komunitas Rumah Karya Indonesia dan kegiatan ini merupakan kegiatan ke empat kalinya. Menurut Ori Semloko selaku Direktur Rumah Karya Saat inibahwa membagun kesenian  tradisi berada dalam jalan sunyi namun kami akan tetap melaksanakannya dan kami terbangun atas spirit yang sama bagai mana kebudayaan lokal menjadi kekuatan untuk melawan arus globalisasi.

Jong Batak Arts Festival tahun ini diselenggarakan tanggal 25- 28 Oktober 2017 di Taman Budaya Sumatera. Dan tahun ini melibatkan sekitar 36 Komunitas dari Sumatera Utara dan 2 Provinsi di Luar Sumatera Turut Mewakili kegiatan tahun ini yakni dari Provinsi Riau dan Sumatera Barat,

Ojax Manalu selaku Direktur Festival Jong Bataks Ke Empat mengatakan bahwa sejauh ini perhatian pemerintah masih sangat minim terkait kegiatan ini, padahal kegiatan ini bukanlah kegiatan yang pertama melainkan sudah kegiatan yang ke Empat. Namun kita tetap bersemangat dalam melakukannya karena kami menyadari bahwa kegiatan ini adalah sumbangsih kami bagi generasi muda.

Dalam tahun ini Jong Bataks Arts Festival mengusung Tema “ Gong” sesuai dengan filosofi Gong sebagai pemersatu, bagaimana spirit jong batak sebagai pemersatu dan penjaga irama antara kaum muda dan tua kata Brepin Tarigan selaku Manager Program Kegiatan ini.

Dan hal itu terlihat pada hari pertama kegiatan Jong  Batak Arts Festival dimana segala umur turut mengapresiasi kegiatan ini, di hari pertama telah tampil sekitar sepuluh pertunjukan yaitu Toba Putri Dancer, Kugitari, SMA Dharmawangsa, Hendra DKK, Yayasan Perguruan HKBP Sidorame , Nauli Sister, Etnomosrfosa, Averiana Barus, Tari Bakureh dari Padang Panjang dan Arunika Incindental Musik. Kesepuluh perform tersebut tetap menonjolkan tradisi dalam setiap pertunjukannya.  (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
11PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
23PelangganBerlangganan