Content Creator
Kolase. Content Creator, Astika Pande (kiri) dan Pengguna Canva, Anjani Rosmiati (kanan). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) dan aplikasi desain online telah membawa revolusi dalam berbagai industri, dan salah satu sektor yang paling terpengaruh adalah desain grafis. Dengan perkembangan pesat dalam bidang ini, banyak perusahaan dan desainer grafis kini mengintegrasikan AI dalam proses kreatif mereka, menghasilkan transpormasi besar dalam industri kreatif dan bisnis.

Salah satu dampak paling signifikan adalah peningkatan efisiensi. AI telah memungkinkan desainer untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin dengan cepat dan akurat. Misalnya, proses pemilihan warna, penyusunan elemen desain, dan bahkan pembuatan pola dapat diotomatisasi menggunakan algoritma cerdas. Hal ini memungkinkan para desainer untuk fokus pada aspek kreatif dan konseptual dari proyek mereka.

Canva, platform desain grafis berbasis web, telah memainkan peran besar dalam meningkatkan aksesibilitas desain grafis bagi banyak orang. Dengan ribuan template siap pakai dan alat yang mudah digunakan, Canva telah memungkinkan individu dan bisnis untuk membuat materi promosi yang menarik tanpa perlu keahlian desain yang mendalam.

Perkembangan terbaru Canva juga mencakup integrasi AI. Alat ini menghasilkan rekomendasi desain berdasarkan preferensi dan gaya pengguna, yang menghemat waktu dan usaha dalam menciptakan desain yang sesuai.

Baca Juga :  Ida Mahendra Jaya Ajak Masyarakat Ngrombo Wujudkan Desa Temesi Bersih dan Indah

Selaku Content Creator, Astika Pande menyikapi kemunculan AI dan Canva ini sebagai salah satu teknologi yang akan terus berkembang. Dengan hadirnya AI bukan hal yang negatif, tetapi kadang juga dimanfaatkan menjadi hal yang negatif oleh beberapa oknum-oknum, karena AI ini sama seperti pisau, tergantung siapa yang menggunakannnya.

“Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) sebenarnya bukan menjadi hal yang harus ditakuti, ketika AI tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Kembali lagi ke pemesan desain tersebut, jika desain akan digunakan untuk jangka panjang pastinya menggunakan sentuhan manusia dalam pembuatannya, apalagi di Bali kita memiliki yang namanya Taksu (aura, kekuatan suci, red), Taksu dari seorang seniman gambar/designer grafis itu yang membawa bentuk dari desain yang di pesan akan menjadi berbeda dan lebih metaksu,” ujar Astika Pande.

Terkait dengan pesanan desain grafis, Astika Pande mengaku tidak merasa tersaingi terhadap kemunculan AI dan aplikasi desain online seperti Canva.

“Beberapa desain mungkin bisa dikerjakan dengan AI dan aplikasi desain online lainnya, tetapi beberapa desain seperti ilustrasi, logo, dll yang agak teknis berisi filosofi sesuai dengan keinginan pelanggan ya harus ke profesional desain grafis,” kata Astika Pande.

Baca Juga :  PPDB SMP Negeri Denpasar 2024: Daya Tampung Berkurang, Empat Jalur Pendaftaran Tetap Digunakan

Menurut Astika Pande, kehadiran AI tidak perlu dikhawatirkan, AI sangat dapat membantu menyelesaikan pekerjaan asalkan digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. Terkait Canva, ia menyebut juga ini salah satu inovasi dalam dunia desain grafis, jadi pengguna yang bukan lulusan desain grafis pun dapat dengan mudah menghasilkan karya-karya melalui Canva tersebut yang tinggal drag and drop.

“Semua balik lagi siapa yang menggunakan, mau pakai aplikasi apapun, kalau kita di Bali sudah memiliki Taksu (kekuatan suci, red) hasilnya pasti memuaskan,” pungkas Astika Pande.

Sementara itu, salah satu pengguna Canva, Anjani Rosmiati mengungkapkan, sebagai salah satu orang yang bukan dari lulusan desain grafis, pihaknya sangat menyambut baik dengan kehadiran AI dan Canva ini. Bahkan berani mengambil side job untuk pesanan desain-desian dari kerabat dekat.

“Ini memudahkan dalam membuat tugas-tugas kantor seperti desain spanduk, ucapan-ucapan, materi presentasi dengan waktu yang sangat cepat karena banyak template siap pakai di dalamnya. Selain untuk urusan kantor, untuk bisnis pribadi ini sangat berguna seperti buat logo, frame sosial media, buat CV, bahkan jika menggunakan layanan Pro (berbayar, red), untuk editing video dan foto pun bisa jika menggunakan Canva,” ucap Anjani.

Baca Juga :  Pj Gubernur Mahendra Jaya Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Forum Humas Dunia 2024 di Bali

Penggunaan AI juga telah memperluas batasan desain grafis. Kreativitas dan eksperimen menjadi lebih mudah dengan alat desain yang ditingkatkan oleh AI. Hasilnya adalah karya seni yang lebih inovatif dan luar biasa.

Namun, ada juga keprihatinan terkait dengan pengaruh AI dalam desain grafis. Beberapa mengkhawatirkan bahwa penggunaan berlebihan AI dapat menghilangkan sentuhan manusia dalam karya seni. Seiring dengan perkembangan ini, perlu perhatian khusus untuk memastikan bahwa keunikan dan kreativitas manusia tetap menjadi elemen penting dalam desain.

Dalam kesimpulan, AI telah mengubah paradigma desain grafis, membawa efisiensi dan inovasi yang signifikan. Namun, perlu diingat bahwa hubungan harmonis antara teknologi dan kreativitas manusia akan menjadi kunci keberhasilan dalam industri.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News