Showcase Regenerasi Bernyali
Pagelaran konser musik “Showcase Regenerasi Bernyali” dipadati penonton, Minggu (13/8/2023). Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Puncak pagelaran konser musik bertajuk “Showcase Regenerasi Bernyali” memecah keheningan Kota Denpasar, melalui aksi panggung sejumlah musisi-musisi tanah air dalam semangat berkarya menggetarkan kembali sektor ekonomi kreatif Bali disambut kemeriahan para penonton di Berbagi Kopi Hub, Peguyangan, Minggu (13/8/2023).

Selaku inisiator konser, Dadang SH Pranoto dari Pohon Tua Creatorium (PTC) Promotor “Showcase Regenerasi Bernyali” menyebut, ia bersama Mas Goen sejak tahun 2017 telah menyisihkan tabungan mendukung band-band di bawah PTC menunjukan eksistensinya melalui karya-karya yang membawa perubahan besar bagi generasi muda di Bali, salah satunya lewat Showcase Regenerasi Bernyali menggetarkan kembali sendi-sendi industri kreatif di Bali.

“Meski budget kecil, tetapi gass terus. Semangat untuk berkarya tidak pernah padam!,” tegas Dadang.

Ia mengaku, pendekatan melalui program sederhana seperti ini, telah membantu para musisi berkembang dan belajar mengelola band mereka sendiri, juga menjadi pengelola yang lebih komprehensif terhadap karya-karya mereka.

Baca Juga :  Lestarikan Sastra dan Aksara Bali, Kelurahan Sanur Gencarkan Program SERABI

“Program (Showcase Regenerasi Bernyali, red) ini tidak hanya tentang musik, tetapi juga tentang membangun pondasi yang kuat bagi para musisi muda untuk tumbuh dan berkembang di industri yang kompetitif. Kami memiliki visi untuk melampaui batas-batas yang ada dan memungkinkan musik-musik mereka dimainkan di manapun,” ungkapnya.

Selanjutnya, Saylow sebagai Project Manager konser menambahkan, Showcase Regenerasi Bernyali bukan hanya sekadar program biasa, tetapi sebuah konsep besar membentuk pondasi berbicara tentang musik, manajemen, platform, dan kolaborasi, sejak dimulai pada bulan Februari lalu, program ini telah membawa perubahan besar bagi para musisi di Bali.

Baca Juga :  Wakil Ketua WHDI Denpasar Buka Pelatihan Membuat Banten Otonan di Banjar Mertagangga Ubung Kaja

“Kendalanya selalu diproduksi, biaya produksi, equipment, dan sebagainya. Sebelumnya musisi secara refrensi sudah mengakses internet. Tetapi dalam perjalanan musik, biasanya stagnan, ada hal-hal yang tidak biasa terpecahkan. Program ini hadir untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkap Saylow.

Lebih lanjut dikatakannya, dukungan dari IM3 (Indosat) melalui program “Collabonation” menjadi bukti keseriusan dalam membawa perubahan positif bagi para musisi muda. Dalam karyanya, setiap musisi memiliki dukungan dari para kreator dan konten-konten yang ada, serta aspirasi untuk memperluas jangkauan musik mereka.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Kembali Adakan Sekolah PKH Bagi 100 Orang KPM, Bekali Keterampilan Untuk Capai Kemandirian Ekonomi

Dalam komentarnya, Saylow juga mendorong para musisi untuk memproduksi album dalam waktu enam bulan, yang menantang dan memacu semangat kreativitas mereka.

“Musik adalah bahasa universal, dan melalui Regenerasi Bernyali, semangat untuk menghasilkan karya berkualitas dan profesional semakin menyebar ke seluruh lapisan komunitas musik di Bali,” tambahnya.

Seiring waktu, program ini berpotensi untuk berkelanjutan dan memberikan model kerja yang dapat diikuti oleh siapa pun. Dalam melibatkan para mentor dan berbagai elemen dari industri musik, seperti manajemen, pemasaran, dan teknis rekaman, konser ini telah berhasil menciptakan pandangan holistik bagi para musisi di Bali.(aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News