Unilever
I Nyoman Juni Prastyangga, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Era pasar bebas saat ini semakin kompetitif dan semakin mengalami peningkatan persaingan untuk mempertahankan bisnis yang sedang dijalankan. Maka dari itu, perlunya analisis pemasaran untuk dapat mencapai tujuan dari suatu perusahaan. Kinerja permasaran mampu meningkatkan pertumbuhan penjualan, pertumbuhan pelanggan dan volume penjualan. Kinerja pemasaran dalam suatu perusahaan salah satu tahapan penting untuk menilai pertumbuhan dan evaluasi kinerja suatu perusahaan. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usahanya tergantung pada pmenuhan kepuasan dan kebutuhan konsumen, mengkoordinasikan kegiatan pemasaran, dan mengantisipasi persaingan yang ada. Selain itu juga tergantung pada kemampuan untuk mengkombinasikan variabel-variabel dalam trend pemasaran guna mengembangkan strategi pemasaran produknya.

PT. Unilever Indonesia Tbk, merupakan perusahaan consumer goods memiliki kegiatan meliputi bidang  produksi,  pemasaran  dan distribusi barang-barang konsumsi yang  meliputi sabun, deterjen, margarin, makanan  berinti  susu,  es krim,  produk-produk  kosmetik,  minuman  dengan bahan  pokok  teh  dan  minuman  sari  buah.  PT. Unilever Indonesia Tbk, kinerja yang baik dalam hal keuangan.

Berdasarkan data laporan keuangan yang diperoleh di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021 dan 2022 diperoleh bahwa Net Profit Margin tahun 2021 adalah 14% artinya perusahaan mampu menghasilkan keuntungan sebesar 14% dari penjualan dan tahun 2022 yaitu 13% artinya perusahaan mampu menghasilkan keuntungan 13% dari total penjualan. Hasil Return On Asset (ROA) tahun 2021 dan 2022 adalah 30% yang artinya pada tahun 2021 dan 2022 menghasilkan keuntungan 30% dari total asset yang dimiliki.  Selanjutnya hasil Return On Equity (ROE) tahun 2021 adalah 132% artinya perusahaan mampu menghasilkan laba 132% dari total modal yang dimiliki dan tahun 2022 adalah 138% artinya perusahaan mampu menghasilkan 138% dari total modal yang dimiliki.

Selanjutnya untuk analisis produktivitas PT. Unilever Indonesia Tbk yaitu perusahaan tersebut melakukan riset pasar dan terus menerus melibatkan diri dengan konsumen untuk lebih memahami kebutuhan dan preferensi mereka; dan menjalin kerja sama yang erat dengan pelanggan untuk membuat produk kami lebih mudah ditemukan dan terlihat lebih menarik di toko-toko. PT. Unilever mengoptimalkan cakupan portofolio dengan memastikan bahwa perusahaan tersebut menyediakan produk-produk untuk kebutuhan yang berbeda dan berbagai tingkatan daya beli di setiap kategori.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Buka Explora FBTSH Universitas Bali International

Selanjutnya, PT. Unilever Indonesia menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan penetrasi produknya, diantaranya dengan menyediakan ukuran kemasan yang berbeda untuk memastikan produk-produknya terjangkau oleh berbagai segmen konsumen, dan dengan meningkatkan efisiensi jaringan distribusi nasional perusahaan. Perusahaan tersebut juga berfokus untuk menjaga biaya tetap kompetitif sementara efisiensi tetap meningkat, dalam proses dari hulu sampai hilir, untuk memastikan imbal hasil yang baik atas investasi pemasarannya.

Metriks pemasaran dari segi ukuran pangsa pasar dari PT. Unilever Indonesia Tbk mampu meningkatkan pangsa pasar, baik pada nilai dan volume secara basis 3 bulanan berturut (3 bulan terakhir dibandingkan 3 bulan sebelumnya). Penjualan bersih naik 4,2% menjadi Rp41,2 triliun pada tahun 2022, sementara laba bersih turun 6,8% menjadi Rp5,4 triliun. Pada pangsa volume, kami membuat kemajuan signifikan, menutup tahun 2022 dengan pangsa exit volume sebesar 32,3% dengan margin laba yang dihasilkan yaitu 13% pada tahun 2022.

Baca Juga :  BASABali Wiki Gelar Konferensi Pemuda Bali, Perkuat Peran Pemuda dalam Menyikapi Isu Publik dan Melestarikan Budaya

Sejalan dengan Unilever global, pada tahun 2022 kami bertransisi ke organisasi Compass yang lebih fokus sesuai kategori. Model organisasi direstrukturisasi menjadi lima grup bisnis, yaitu Beauty & Well-being, Personal Care, Home Care, Nutrition, dan Ice Cream. Visi dari struktur baru ini adalah membuat setiap unit bisnis dan merek-merek di dalamnya untuk fokus pada strategi, laba, dan pertumbuhan masing-masing, serta lebih tangkas dan responsif terhadap tren konsumen dan kanal. Perseroan juga meluncurkan dan meluncurkan kembali 78 inovasi di segmen premium dan value untuk memenangkan persaingan. Di segmen premium, kami meluncurkan Dove Micellar Shampoo Hair Boost Nourishment dengan Calcium Complex dan Deep Cleanse Nourishment dengan Himalayan Salt. Di sisi lainnya di segmen value, kami terus memastikan produk-produk merek besar kami yang menjadi bagian penting keseharian masyarakat tersedia dengan kemasan dan harga yang terjangkau (harga rekomendasi Rp500, Rp1.000, dan Rp2.000). Produk-produk ini termasuk Royco, Bango, Rinso, Sunlight, Sunsilk, Clear, Lifebuoy, dan lain-lain. Inflasi harga-harga komoditas global memaksa Unilever Indonesia untuk menaikkan harga jual. Namun tetap memperhitungkan daya beli dari pelanggan yang terdampak inflasi. Karena itu, perusahaan tidak menaikkan harga secara merata (blanket price increase). Tapi secara seksama melakukan kenaikan harga di masing-masing portofolio untuk mengurangi dampaknya terhadap konsumen. Perusahaan memastikan agar produk-produk dari merek-merek besar tetap tersedia dengan kemasan dan harga yang terjangkau, di mana harga yang direkomendasikan adalah Rp500, Rp1.000, dan Rp2.000.

Perseroan mampu mengatasi tantangan-tantangan yang ada dengan melakukan penyesuaian strategi dan kebijakan, bilamana diperlukan, untuk beradaptasi dengan dinamika industri dan pasar. Dengan lima prioritas strategis dan kepemimpinan yang kuat, perusahaan mampu berada di jalur yang tepat untuk meraih pertumbuhan 4G yang kuat (Grow consistently, Grow profitably, Grow competitively, and Grow responsibly) yang diterjemahkan menjadi pertumbuhan yang konsisten, menguntungkan, kompetitif, dan bertanggung jawab. (I Nyoman Juni Prastyangga, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News