Ramah anak
Ketua TPPKK Bangli Hadiri Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Anak. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menghadiri acara Sosialisasi Pengembangan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak, bertempat di Museum Gunung Api Batur, Kintamani, Bangli, pada Selasa (27/6/2023).

Acara yang membahas terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak, tindak pidana perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum dan perkawinan anak ini, dihadiri oleh Assisten II Sekda Kabupaten Bangli, I Ketut Riang yang dalam kesempatan tersebut mewakili Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Narasumber dari Kapal Perempuan, Misiyah beserta tim, Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Bangli, Camat se-Kabupaten Bangli, Perbekel dan Lurah Se Kabupaten Bangli, Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Bangli, serta undangan lainnya.

Baca Juga :  Wabup Wayan Diar Tinjau Pasar Tani Serangkaian HUT Ke-820 Bangli

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya, dibacakan oleh Assisten II Sekda Kabupaten Bangli, I Ketut Riang menyampaikan, Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan desa/kelurahan mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola pemerintahan desa/kelurahan. pembangunan desa/kelurahan serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan yang dilakukan secara terencana menyeluruh, berkelanjutan.

“Desa atau Keluarahan berkewajiban memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya khusus bagi perempuan dan anak, memenuhi hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedia sarana dan prasarana publik yang ramah anak,” ucapnya.

Keberhasilan dari pembangunan dan pengembangan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan Peduli dan Anak, antara lain dapat meningkatkan kapasitas wirausaha perempuan di desa/kelurahan, meningkatnya keterwakilan perempuan struktur desa maupun permusyawaratan di Badan Desa.

“Meningkatnya partisipasi perempuan dan anak dalam proses pembangunan desa, meningkatnya peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak, tidak ada pekerja anak, tidak ada anak yang menikah dibawah usia 18 tahun serta tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 di Kabupaten Bangli

Diharapkan dengan upaya pengembangan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan Peduli dan Anak sejalan dengan upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan, Kekerasan Terhadap Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang, Anak Berhadapan dengan Hukum dan Perkawinan Anak yang dimulai dari tingkat desa/kelurahan.

Selain itu, bagi Perbekel dan Lurah diharapkan untuk memperhatikan Surat Edaran Bupati Bangli Nomor 460/1650/DS.P3A tentang tindak lanjut peluncuran Kelurahan dan Desa Ramah Perempuan di Kabupaten Bangli terutama sebagai langkah awal mengalokasikan APBDes untuk Program tersebut.

Sementara itu, Ketua TPPKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta dalam kesempatan tersebut menyampaikan, semoga kegiatan ini menghasilkan output dan outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Wabup Wayan Diar Lepas Jemaah Haji Kabupaten Bangli

“Dengan didasari sepirit rasa jengah marilah kita bersama saling bersinergi membangun dan berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangli, sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerti Loka Bali di Kabupaten Bangli menuju Bangli Era Baru,” ungkapnya. (an/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News