Ftp unud
Talas Kimpul Bisa Jadi Mie Sehat Kaya Serat Dan Antioksidan Ditangan Dosen Prodi Teknologi Pangan FTP Unud. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud) berikan pelatihan pengolahan talas kimpul menjadi mie sehat kaya serat dan kaya antioksidan lewat pengabdian kepada masyarakat guna mengoptimalkan potensi lokal Desa Sanda, Pupuan Tabanan. Kegiatan dilaksanakan pada Hari Selasa, (5 /7/2022) yang diikuti oleh Ibu KWT Srikandi Desa Sanda, Pupuan, Tabanan.

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Tim dari Program Studi Teknologi Pangan FTP Unud yaitu Prof. Dr. Ir. I Nengah Kencana Putra, M.S., A.A. Istri Sri Wiadnyani, S.TP., M.Sc., Dr. Ir. I Dewa Gde Mayun Permana, M.S., dan Dr. Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati, S.TP., M.Si., I Gede Arie Mahendra Putra, S.TP., M.TP., Putu Supartini dan Eva Nisaul Mufida.

Baca Juga :  Kemen PUPR Serahkan Satu Unit MTU untuk Pemprov Bali

Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang terdapat di Desa Sanda yaitu Talas Kimpul yang diolah menjadi Mie sehat kaya serat dan antioksidan.

Mie sehat diproduksi tanpa menggunakan tepung terigu serta ditambahkan pewarna alami yang berasal dari ekstrak wortel dan buah bit sehingga seluruh bahan yang digunakan merupakan bahan lokal yang dioptimalkan menjadi sebuah produk guna mendukung ketahanan pangan. Selain itu, diberikan juga bantuan berupa pasta maker dan alat sealer kepada KWT Srikandi Desa Sanda, Pupuan sebagai salah satu fasilitas yang dapat mendukung dalam proses pembuatan mie sehat.

Baca Juga :  Residivis Pencuri Rumah Kosong Bersembunyi di Rumah Mertua

Salah satu perwakilan tim pengabdian Ibu A.A. Istri Sri Wiadnyani, S.TP., M.Sc. mengatakan bahwa pelatihan ini betujuan untuk mengoptimalkan pengolahan talas kimpul yang menjadi potensi lokal Desa Sanda, Pupuan, Tabanan.

Produk yang dihasilkan juga dapat mendukung program ketahanan pangan dikarenakan dalam proses pembuatannya tidak menggunakan tepung terigu dan hanya memanfaatkan potensi lokal yang ada. Beliau juga berharap dengan adanya pelatihan dan bantuan berupa alat semoga KWT Srikandi dapat mengoptimalkan pengolahan potensi talas kimpul yang dimiliki, ujarnya. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini