rektor unud wisuda
Wisuda Ke-146 Rektor Unud Lepas 1.423 orang Wisudawan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Universitas Udayana (Unud) melaksanakan  upacara akademik dalam rangka Wisuda ke-146 yang berlangsung secara hybrid kombinasi luring dan daring dengan titik lokasi utama berada di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Sabtu (19/2/2022).

Jumlah wisudawan yang dilepas pada periode ini sebanyak 1.423 orang, dengan demikian jumlah alumni Unud yang ada sampai saat ini adalah 108.198 orang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP., dalam laporannya menyampaikan wisudawan kali ini terdiri dari 3 orang program Diploma, 117 orang Profesi, 47 orang Spesialis, 966 orang Sarjana (S1), 240 orang Magister (S2) dan 50 orang Doktor (S3). Dari keseluruhan wisudawan kali ini 237 orang diantaranya meraih predikat Dengan Pujian atau Cum Laude. Pada periode kali ini 132 orang wisudawan merupakan penerima beasiswa dari 25 penyedia beasiswa. Wisudawan kali ini didominasi oleh kaum laki-laki yang jumlahnya 734 orang sedangkan wisudawan perempuan hanya 689 orang. Dari sisi prestasi akademik,  IPK  wisudawan perempuan lebih baik dari pada laki-laki, dimana  rata-rata IPK perempuan 3,65 sedangkan rata-rata IPK laki-laki 3,59. Masa studi rata-rata perempuan 8,5 semester sedangkan laki-laki masa studinya 9,2 semester. Pada periode wisuda ke-146 ini, dari 1.423 wisudawan yang dinyatakan eligible PIN sebanyak 751 orang. Total PIN yang sudah diperoleh sampai saat ini sebanyak 4.179 wisudawan selama delapan periode wisuda. Bagi yang belum memperoleh PIN masih menggunakan nomor ijazah yang dikeluarkan oleh Universitas Udayana yang didaftarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Sementara Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., dalam sambutannya menyampaikan Wisuda  kembali dilaksanakan secara hybrid kombinasi luring dan daring karena peningkatan kasus Covid-19 terlebih merebaknya varian omicron dan penerapan PPKM serta merupakan wisuda yang kesebelas kalinya dalam masa pandemi. Universitas Udayana saat ini tengah memasuki usia ke 60 tahun, tentu ini merupakan usia yang matang sebagai sebuah institusi pendidikan terbesar di Bali dalam menunjukkan kiprahnya sebagai pusat pendidikan yang memiliki peranan dalam menambah wawasan dan pengetahuan generasi penerus bangsa yang mampu membawa perubahan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia industri.

Baca Juga :  FTP Unud Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Nusa Penida

“Kita harus berani keluar dari zona nyaman untuk mampu bersaing, untuk itu kami sudah memiliki beberapa rencana pengembangan Unud menjadi salah satu perguruan tinggi yang tidak hanya mampu bersaing ditingkat nasional tetapi juga menuju World Class University,” ungkap Prof. Antara.

Salah satu yang akan kami lakukan adalah mengubah ekosistem pendidikan di Universitas Udayana, dari yang semula lokasi kuliah terpencar yakni ada yang di Denpasar dan di Bukit, akan kami integrasikan dan pusatkan di Kampus Jimbaran. Saat ini kami tengah menyiapkan Gedung Asrama Mahasiswa, ada sebanyak 22 tower dengan kapasitas 6000 tempat tidur yang akan diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Disamping itu juga akan dibangun 8 Dekanat baru, yang diperuntukkan bagi fakultas-fakultas yang sebelumnya berada di Kampus Denpasar.

Baca Juga :  Unud Kembali Kukuhkan 9 Guru Besar Tetap, Total Kini Punya 187 Orang Guru Besar

“Hal ini diharapkan dapat menunjang efektifitas pembelajaran khususnya bagi jenjang S1 sehingga mereka bisa focus menempuh pendidikan di lokasi yang terintegrasi. Kedepan kami berencana membangun Lecture Building dan sarana penunjangnya sehingga seluruh mahasiswa dapat menikmati fasilitas yang sama apapun prodi dan fakultasnya,” imbuhnya.

Rektor berharap seluruh wisudawan untuk senantiasa bijak dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh dan mengimplementasikan ilmu tersebut untuk menghasilkan inovasi yang berguna dalam mensejahterakan masyarakat, bangsa dan negara. Bijak dalam menyikapi setiap isu-isu yang berkembang dan jangan mudah terprovokasi, menjadi sosok teladan yang tangguh untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik dengan tetap berlandaskan etika dan norma-norma yang ada. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini