Sumber Foto : Humas UGM

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTATim pengabdian pada Masyarakat Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM membantu fasilitasi logistik pada kelompok petani ikan di Kabupaten Sleman yang terdampak Covid-19.

Baca Juga :  Begini Cara Mendapatkan Invoice Penagihan Listrik Setiap Bulan dari PLN

Bantuan fasilitasi logistik ikan diberikan pada petani ikan yang tergabung dalam Koperasi Jaringan Mitra Perikanan di Kabupaten Sleman, DIY. Adapun bantuan yang disampaikan berupa alat dan bahan yang mendukung kegiatan perikanan agar tetap bisa berjalan di tengah pandemi Covid-19 yakni 5 unit chest freezer untuk 5 kelompok petani ikan.

Koordinator kegiatan pengabdian kepada masyarakat Departemen Perikanan UGM, Dr.Suadi mengatakan kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu dukungan bagi pelaku usaha perikanan dalam masa pandemi terutama aspek penanganan hasil perikanan.

“Fasilitasi ini ditujukan untuk membanru petani ikan dalam memperbaiki sistem rantai dingin hasil perikanan,” sebutnya, Sabtu (30/5/2020).

Dia menyebutkan wabah Covid-19 memberikan dampak pada hampir semua sektor kehidupan, termasuk perikanan. Hampir seluruh komponen sistem bisnis perikanan terkena dampak akibat penyebaran virus corona jenis baru ini. Mulai dari hulu (produksi ikan), tengah (penanganan dan pengolahan ikan), maupun hilir (pasar domestik dan ekspor ikan) terdampak. Begitu juga di sektor pendukung bisnis perikanan baik jasa, keuangan, maupun sistem logistik.

Dengan memperbaiki sistem rantai dingin hasil perikanan dan logistik ikan, dia berharap kedepan dapat menjamin ikan tetap terjaga mutunya, sejak di panen hingga ke tangan konsumen. Perbaikan tersebut juga memungkinkan produk perikanan disimpan dalam jangka yang lebih lama, sehingga umur simpan menjadi lebih panjang.

Dengan begitu, pelaku usaha dapat memperluas jaringan pasar dan pemasarannya dengan menjamin produk dengan mutu yang baik. Inisiasi kegiatan ini juga menjadi cara untuk meningkatan kapasitas masyarakat agar terbiasa dengan pola penghidupan atau pengelolaan bisnis baru yang lebih berorientasi pada mutu produk.

“Hal itu merupakan “persyaratan” bagi akses pasar yang yang lebih baik dan lebih luas,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan terhadap usaha perikanan ini menjadi keharusan. Sebab, usaha perikanan merupakan usaha yang mayoritas berada dalam skala kecil. Selain itu menjadi penopang utama penghidupan keluarga pelaku usaha. Kelompok ini sangat rentan dari sisi kehidupan dan penghidupannya akibat Covid-19. Apalagi, produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha perikanan adalah produk yang mudah mengalami kemunduran mutu atau bahkan total hilang jika tidak segera ditangani dengan baik pasca panen.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk saat ini, awal kegiatan pengabdian dilakukan di Kabupaten Sleman. Pasalnya kabupaten ini menjadi produsen utama ikan di DIY dengan kontribusi produksi ikan  lebih dari 50%. Sementara usaha perikanan dikelola dalam kelompok yang merupakan gabungan usaha perorangan skala kecil dan terimbas cukup berat oleh wabah Covid-19.

“Hasil diskusi dengan Ketua Koperasi Jaringan Mitra Perikanan Sleman diketahui serapan pasar ikan turun hingga mencapai 50% dibandingkan sebelum Covid-19, terutama akibat mandegnya industri kuliner, rumah makan, restoran dan dan hotel,” ungkapnya.

Sementara pada saat yang bersamaan harga pakan ikan justru mengalami kenaikan. Akibatnya di sisi hulu biaya produksi menjadi lebih mahal.

Sebagai tahap awal pengabdian telah diserahkan bantuan langsung alat berupa chest freezer yang berlangsung di Sekretariat Koperasi Jaringan Mitra Perikanan Sleman di Jalan Kabupaten km 0,5 Nogotirto Gamping Sleman, Jumat (29/05/2020).

Dalam kegiatan serah terima alat tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Jamhari, SP., MP., menegaskan kembali perlunya pengelolaan jaringan distribusi dan logistik hasil pertanian dan perikanan secara baik terutama dalam masa pandemi untuk menjamin aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan pendapatan pelaku usaha. Dia juga berharap agar alat yang diberikan dapat digunakan dengan baik dan membantu aktivitas bisnis ikan segar di Kabupaten Sleman.

Baca Juga :  Dosen UGM Kembangkan Alat Pengukur Suhu Tubuh dengan Pemindai Wajah 

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Ir.Sri Nuryani Hidayah U, M.P., M.Sc., Ketua Departemen Perikanan Dr. Ir. Murwantoko, M.Si., Bidang Perikanan Kabupaten Sleman  Wilyada Radianing, S.Pi., M.Si., dan Ketua serta perwakilan Koperasi Jaringan Mitra Perikanan, anggota tim pengabdian dan tamu undangan lainnya.

Suadi menyampaikan nantinya pihaknya akan terus melakukan pendampingan pada kelompok petani ikan di Sleman hingga bulan November 2020. Memberikan pembelajaran secara daring terkait aspek teknologi dan pengelolaan usaha perikanan. (ika/humas-ugm/bpn)