Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd. (istimewa)

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kabupaten Buleleng memaksimalkan penggunaan rapid test untuk deteksi awal kasus penyebaran Covid-19. Pengetesan swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) akan dilakukan setelah hasil rapid test positif.

Baca Juga :  Hadapi Covid-19, Kanwil DJP Bali Ajak Masyarakat Manfaatkan Insentif Pajak

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat memberikan keterangan pers melalui video conference terkait update perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng dari Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Senin (27/4/2020).

Tim GTPP Covid-19 Buleleng telah melakukan rapid test terhadap 1.228 orang PMI asal Buleleng. Itu dilakukan dalam kurun waktu tiga hari secara masif. Prosedur dalam melakukan rapid test tentu bukan sesuatu hal yang mudah. Setiap orang menghabiskan waktu sekitar 10 hingga 15 menit dalam satu kali tes, dan yang melakukan pengetesan harus dengan tenaga ahli yang memiliki profesionalitas di bidang tersebut.  Sehingga nantinya jika ada yang mendapatkan hasil rapid test positif, baru akan dilakukan swab test.

“Kalau hasil rapid test nya negatif, orang tersebut diperbolehkan pulang, namun disarankan melanjutkan dengan karantina mandiri dirumah minimal 14 hari untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan,” ujar Suyasa.

Ketersediaan rapid test pada tiap-tiap daerah, lanjut Suyasa, memang sangat terbatas. Sehingga penggunaannya diutamakan untuk para PMI yang telah usai melakukan karantina selama 14 hari. Ia menegaskan untuk alat rapid test, hari ini sudah kembali tersedia kurang lebih sebanyak 1000 buah. Dengan dilakukannya rapid test terhadap ribuan PMI, diharapkan mampu memberikan kemudahan terhadap GTPP Buleleng dalam upaya pendeteksian awal.

“Kedepannya untuk proses rapid test terhadap PMI akan lebih mudah, karena ribuan PMI sudah dilakukan rapid test selama tiga hari ini dan kedatangan PMI beberapa hari kedepan diprediksi tidak sampai ratusan seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Kebersihan, Digelar Sosialisasi PPK-BLUD Pengelolaan Sampah

Terkait dengan ketersediaan laboratorium PCR di RSUP Sanglah Denpasar, sudah sangat membantu dalam proses penanganan pasien Covid-19 di Buleleng. Hal itu tentu sangat berbeda saat hasil swab test dikirim ke Balitbangkes RI. Tidak perlu menunggu lama, hasil swab test dikirim pagi hari, sore hari pun sudah mendapatkan hasil sehingga tidak ada kendala yang berarti. Maka sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng belum merancang rencana pembuatan laboratorium.

“Karena laboratorium PCR di RSUP Sanglah Denpasar masih mencukupi untuk menerima pemeriksaan sampel swab test,” tutup Suyasa. (rma/humas-bullng/bpn)