BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik UGM menawarkan gagasan perlindungan hutan dari kebakaran dengan menggunakan UAV dan aerogel yang dinamai dengan Wanaprotect.

Konsep itu berhasil menghantarkan tim UGM yang terdiri dari Ifana Futramsyah, Muhammad Fahriza, dan Ainun Putri Khasanah ini meraih juara dua pada lomba Karya Tulis Ilmiah Physics Competition 2020. Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Negeri Medan pada 4-7 Maret 2020.

Ifana mengatakan ide tentang Wanaprotect ini bermula dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutala) di Indonesia. Oleh sebab itu mereka berupaya mengajukan solusi atas persoalan tersebut.

Baca Juga :  Indosiar Hadirkan Meet and Greet Virtual Bersama Tetangga Ambyar

“Wanaprotect merupakan sistem proteksi hutan yang berfokus pada upaya deteksi dini api dan pemadaman alternatif tanpa menggunakan air, yakni dengan sekat aerogel,” terangnya, saat dihubungi Senin (23/3/2020).

Aerogel adalah material yang terbuat dari silica, alumina, timah, chromia dan dengan kepadatan yang paling rendah di dunia. Pemadaman api dilakukan dengan membuat sekat dari aerogel untuk memutus aliran oksigen sehingga api padam.

Wannaprotect ini juga menggabungkan teknologi pengawasan hutan dengan satelit dan drone. Dengan begitu, sistem akan segera mendetekesi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  SATU Indonesia Awards 2020 Gelar Diskusi Anak Muda dan Inspiratif, Terbaik untuk Bangsa Melalui Webinar

“Sistem akan mendeteksi api sedini mungkin sehingga akan jauh lebih mudah dipadamkan,” jelasnya.

Gagasan yang diajukan tiga mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam menjaga hutan, terutama dari kebakaran. (ika/humas-ugm/bpn)