BALIPORTALNEWS.COMPembangunan Pura Taman Sekar di Desa Pakraman Tegeh, Desa Angseri, Tabanan yang dilakukan secara sukarela dan tulus ikhlas oleh masyarakat Desa Pakraman Tegeh mendapat apreasiasi positif dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ia menyatakan sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan masyarakat Tegeh karena telah mampu melaksanakan yadnya dengan sukarela, tulus dan ikhlas.

Demikian disampaikan dalam sambrama wacananya saat menghadiri rangkaian upacara Ngenteg Linggih di Pura Taman Sekar Desa Pakeaman Tegeh, Desa Angseri, Tabanan, Sabtu (1/10/2016).

"Kalau masyarakat sudah mampu secara sukarela dan tulus ikhlas dalam melaksanakan yadnya itu artinya karya tersebut bisa dikatakan telah sempurna," jelas Pastika yang menurutnya segala sesuatu yang digunakan atau dipersembahkan untuk yadnya ataupun proses pembangunan sebuah pura seharusnya dilandaskan dengan perasaan sukarela dan tulus ikhlas dan juga di barengi dengan semangat gotong royong sehingga apa yang menjadi tujuan dari upcara tersebut dapat tercapai. "Kalau masyarakatnya masih belum mampu untuk sukarela atau belum tulus, pura itu tidak akan menjadi suci," imbuhnya.

Baca Juga :  Terancam Punah! Bali Safari Park Kembali Sambut Kelahiran Anakan Babirusa

Lebih lanjut disampaikan Pastika, setelah proses rangkaian upacara ngenteg linggih tersebut selesai diharapkan pura tersebut mampu untuk dipergunkan secara berkelanjutan untul mempelajari agama.

Menurutnya di Pura tersebut diharapkan setiap hari ada kegiatan yang berkaitan dengan agama, baik itu kegiatan sembahyang, diskusi tentang keagamaan ataupun sekedar sharing dan bertukar pikiran. Sehingga dengan demikian diharapkan hal tersebut mampu untuk meningkatkan sradha bhakti masyarakat kepada Tuhan dan juga pengetahuan tentang agama.

Sementara itu Ketua Panitia Karya Nyoman Ady Wiryatama mengaku sangat berterima kasih atas kedatangan dari Gubernur Pastika dan para undangan lainnya. Menurutnya dengan kehadiran guru wisesa atau Gubernur Bali menjadi saksi kegiatan ngenteg linggih tersebut, upacara tersebut dapat dikatakan telah mencapai sebuah kesempurnaan. Lebih lanjut ia menyampaikan pura tersebut diemong oleh masyarakat desa pakraman Tegeh yang berjumlah 2617 orang.

Baca Juga :  Peduli Perkembangan Hindu, Gubernur Pastika Akan Bicara di World Hindu Democracy Forum 2018 Chicago

Pura yang pengerjaannya dilaksanakan selama 2,5 tahun tersebut, pembangunannya murni berasal dari swadaya masyarakat baik itu berupa materi maupun tenaga pembangun ditambah dengan bantuan – bantuan dari pemerintah baik itu Pemprov Bali maupun Pemkab Tabanan. Ia juga menyampaikan bahwa puncak upacara akan dilaksnakan pada tanggal 15 Oktober 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika juga menyerahkan dana punia yang kemudian dilanjutkan dengan penanda tanganan prasasti oleh Gubernur Pastika, Ketua DPRD Bali, dan Bupati Tabanan. Acara persembahyangan bersama kemudian diakhiri dengan acara ramah tamah. (r/humas pemprov bali/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini