BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan kehadiran Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori dapat memberikan sumbangsih program yang bersifat sosial bagi kemanusiaan di Bali.

“Jadi implementasinya saya harap pasemetonan ini bisa merumuskan program yang bertujuan untuk membantu keluarga semeton yang kurang mampu, tidak hanya dalam upacara yadnya, tapi juga dalam kehidupan sosial ekonomi. Selanjutnya program tersebut agar ditingkatkan menjangkau masyarakat yang kurang mampu lainnya tersebar di seluruh Bali,” gugah Gubernur ketika memberikan sambutan dalam Pesamuhan Agung VI Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori yang bertempat di Pura Tirta Empul, Tampak Siring, Gianyar, Jumat (9/9/2016).

Melalui semangat menyama braya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini bisa saling membantu meringankan beban yang dihadapi oleh semeton Dalem Benculuk Tegeh Kori.

Tidak hanya itu, dalam acara yang juga dihadiri oleh para sulinggih dan perwakilan puri dari seluruh Bali tersebut, Pastika juga berharap melalui Pesamuhan Agung ke-6 ini,para anggota pasemetonan ini bisa melakukan retrospeksi peran dan fungsi dalam pembinaan umat.

Ditambahkannya dengan pemberdayaan dan pembinaan agar tercipta SDM yang berkualitas demi menjaga terus warisan leluhur yang adilihung di Bali. “Kita memang harus bangga dengan perjuangan para leluhur, sebagai generasi penerus sudah seharusnya kita menjaga apa yang dirintis oleh para leluhur, dan sudah seharusnya kita juga menjadi generasi perintis dan membangun hal baru demi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pasemetonan Brigjen Pol (Pur) Drs. Nyoman Sueta, MH berharap agar pasemetonan ini yang juga sudah tersebar hingga ke Lombok, Lampung dan Sulawesi Tengah bisa lebih mengkonsolidasikan para anggotanya demi kesejahteraan umat Hindu, khususnya Semeton Agung Nararya Dalem Benculuk.

Selain itu, melalui momentum ini, diharapkan bisa dirumuskan program ke depan, mulai dari operasional Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tinggi (ART) hingga evaluasi program sebelumnya serta penyusunan kepengurusan.

Dalam kesempatan itu, Nyoman Sueta juga menyampaikan beberapa tujuan pasemetonan ini yaitu untuk mempererat hubungan kekeluargaan pasemetonan dan masyarakat pada umumnya, tingkatkan Sradha Bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berlandaskan terhadap Tri Hita Karana, serta meningkatkan SDM yang berkualitas demi menjaga warisan budaya para leluhur.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pesamuhan ini, I Made Selamet melaporkan bahwa pesamuhan yang digelar kali ini merupakan kali ke-6 dan menjadi acara rutin tahunan yang dilaksanakan setiap 9 September.

Dia menyampaikan jika sebelum pesamuhan agung ini berlangsung juga telah diselenggarakan acara pra pesamuhan pada tanggal 4 September yang lalu bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Di hadapan hadirin juga ditegaskan bahwa pesamuhan ini mutlak organisasi pemersatu umat dan tidak ada kepentingan politik sama sekali. Dalam pesamuhan tersebut juga diumumkan beberapa hal yang telah menjadi komitmen organisasi seperti mendukung pemberlakuan tax amnesty dengan catatan tidak membebankan masyarakat kecil.

Juga disampaikan revisi UU Terorisme dengan melibatkan unsur TNI juga bukan hanya polri semata dalam mencegah dan menanggulangi terorisme, mendukung pencabutan wisata syariah oleh Menteri Pariwisata untuk Bali, serta aksi penolakan privatisasi pantai oleh para pengusaha hotel maupun restoran di Bali. (r/humas pemprov bali/man/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini