Generasi Muda Harus Lakukan Hal Positif

BALIPORTALNEWS.COMRemaja memiliki sikap mental yang tergolong masih labil, karena belum matangnya daya pikir dalam menentukan suatu pilihan. Banyak diantara mereka sering mencoba sesuatu hal yang baru, meskipun tidak mengerti tentang dampak positif dan negatifnya. Untuk itu, kegiatan-kegiatan positif yang dapat membentuk mental dan karakter generasi muda diharapkan terus ditingkatkan guna mewujudkan generasi penerus yang berkualitas.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat memberikan sambutan pada acara parade Band yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kota Denpasar serangkaian HUT RI ke-71 di Taman Kota Lumintang, Denpasar pada Rabu (17/8/2016).

Lebih lanjut menurut Sudikerta, melalui perayaan HUT RI ke-71 generasi muda diharapkan untuk terus berinovasi dan juga turut ambil bagian dalam pembangunan bangsa khususnya pembangunan di Provinsi Bali demi terwujudnya Bali yang Mandara.

“Kita telah diberikan jalan hidup untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita. Melalui momentum HUT RI ke-71 ini, kita sebagai warga bangsa wajib memaknai kemerdekaan yang telah ditorehkan oleh para pejuang kita terdahulu. Sehingga kita generasi muda wajib mengisi kemerdekaan ini dengan cara berkarya, bekerja nyata, bekerja cerdas, bekerja berkualitas, bekerja ikhlas, bekerja tuntas agar bisa mewujudkan Bali yang Mandara,” ungkap Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna Kota Denpasar dengan menyelenggarakan parade band merupakan kegiatan yang positif dan diharapkan juga bisa diikuti oleh Karang Taruna yang lainnya.

“Saya mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan oleh Karang taruna Kota Denpasar dengan menyelenggarakan parade Band, semoga kegiatan yang bagus ini bisa menjadi pecut semangat generasi muda lainnya diseluruh Bali untuk jengah dalam mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.

Sudikerta juga meminta kepada generasi muda untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.

“Banyak generasi muda tidak dilandasi dengan semangat kemajuan akan tetapi pergaulannya juga tidak bagus dan terlalu bebas sehingga terjun ke hal negatif seperti penggunaan obat terlarang, seks bebas, salah pergaulan. Salah pengawasan orang tua atau pendidik akan berpengaruh bagi kehidupan kedepannya. Saya berharap generasi muda agar terus menjalankan hal yang positif,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Denpasar Ngurah Aryawan dalam laporannya mengatakan jika parade Band diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari seluruh Bali ditambah 1 peserta berasal dari Jawa Barat. Selain parade Band, pihaknya juga melaksanakan kegiatan sosial lainnya seperti Jambanisasi serta pasar sembako murah yang rencananya akan dilaksanakan pada 25-27 Agustus mendatang. Ditambahkan Ngurah, untuk Juara 1 lomba parade Band akan memperoleh uang tunai Rp. 1.500.000 , Juara 2 Rp. 1.250.000 dan Juara 3 memperoleh hadiah Rp. 1.000.000.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala Badan Kesbangpollinmas Provinsi Bali I Gede Putu Jaya Suartama, Danramil 1601 / Dentim Gusti Putra. Wagub Sudikerta juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai yang diterima langsung oleh Ketua Karang Taruna Kota Denpasar Ngurah Aryawan.

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

 

Maknai Hut Ke-71 Kemerdekaan RI, Pastika Ingatkan  Pemuda Bali Harus Mampu Bersaing Secara Global

BALIPORTALNEWS.COM Dalam memaknai Hari Ulang Tahun ke 71 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan para generasi muda Bali untuk siap dan mampu bersaing secara global. Hal itu disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam resepsi HUT RI di Halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar (17/8/2016).

Menurut orang nomor satu di Bali itu, jika ingin menjadi pemenang tidak ada pilihan selain bersaing dengan mengedepankan etos kerja. "Saat ini kita sudah memasuki era globalisai, era persaingan dan keunggulan, dan pemenang adalah mereka yang mampu bersaing dan mempunyai etos kerja dan karakter yang kuat," tegasnya.

Pastika  yang dalam kesempatan itu turut juga didampingi oleh Ny. Ayu Pastika juga menghimbau kepada tokoh agama dan masyarakat serta para pendidik untuk terus menggugah kesadaran masyarakat Bali untuk meningkatkan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, ikhlas dan kerja tuntas.

Selain itu, Gubernur Pastika juga menekakan pentingnya rasa ‘jengah’di kalanga generasi muda  mengungat Bali adalah pulau kecil yang tidak memilik sumber daya alam sebagai penunjang ekonomi. "Bayangkan negara-negara besar di Asia, Eropa dan Amerika Serikat tidak mengandalkan sumber daya alam mereka namun berkat SDM yang mumpuni mereka bisa menjadi negara kuat dan diperhitungkan di dunia, dan saya harap Bali bisa juga seperti itu," imbuhnya.

Di depan para undangan seperti Wakil Ketua DPRD Prov bali IGB Alit Putra, anggota FKUB, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Veteran, Anggota Paskibraka beserta segenap kepala SKPD di lingkungan pemprov Bali, Gubernur Pastika kembali mengingatkan perjuangan dan jasa-jasa para pahlawan sehingga segenap masyarakt bisa berkumpul di sini.

"Bayangkan Bali telah mengalami empat kali perang  puputan, yaitu puputan Jagaraga, puputan Badung, puputan Kusamba dan yang terakhir puputan Margarana. Tentu saja perjuangan kita tidak seberat para pendahulu kita. Untuk itu saya mengingatkan jangan sia-siakan kesempatan, isi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna," ungkap Pastika.  

Di akhir sambutannya, Gubernur Pastika menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada para veteran dan senior yang telah menghadiahi  kado terbaik sepanjang masa, yaitu kemerdekaan. "Bagi para veteran dan senior saya ucapkan terima kasih, kami tidak mungkin berdiri di sini tanpa anda semua. Kepada rekan-rekan semua terutama unsur TNI/Polri beserta adik-adik Paskibraka, teruslah berjuang, sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil," tandasnya yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pemberian buket bunga kepada para veteran.

Sebelumnya, Gubernur Pastika juga berkesempatan menjadi inspektur upacara penurunan bendera di lapangan puputan Margarana Niti Mandala Denpasar . Dalam upacara yang dipimpin oleh Letkol Beny Rahardian, SE, juga diikuit oleh undangan, segenap ASN di lingkungan pemprov Bali beserta unsur TNI/Polri dan pelajar.

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

 

Masyarakat Dihimbau Kedepankan “Menyama Braya” Dalam Beryadnya

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan upacara  yadnya hendaknya mengedepankan filosofi "menyama braya" atau bergotong royong, karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri melainkan hidup berdampingan yang selalu saling tolong menolong,  terlebih dalam mempersiapkan upacara yadnya yang dapat dikerjakan secara bersama-sama, sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam Karya Melaspas,  Mendem Pedagingan, RSI Gana, Piodalan,Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapedanan, Madasar Caru Balik Sumpah Utama bertempat di Pura Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung pada Rabu (17/8/2016).

Lebih jauh, Sudikerta juga menghimbau masyarakat agar dalam pelaksanaan yadnya didasari atas penuh keyakinan atau dalam sastra agama Hindu dikenal dengan Sradha,  sehingga apa yang kita tuju tercapai dengan baik.  Selain itu, krama Desa juga diminta untuk mengedepankan sikap Lascarya, berarti yadnya dilaksanakan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun,  baik dari segi ucapan maupun perilaku.

Sehingga setiap yadnya yang dilaksanakan berjalan dengan damai dan dinikmati oleh seluruh krama Desa. Dengan melaksanakn unsur-unsur tersebut, Ia berharap karya Pedudusan Agung ini dapat berjalan dengan lancar sampai akhir acara nanti.

Sementara itu, Kelian Desa Jagapati  I Nyoman Ardana, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wagub Sudikerta. Ia berharap, apa yang telah disampaikan dapat diresapi dengan baik oleh seluruh masyarakat Jagapati dan dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan Yadnya yang lebih baik. Selanjutnya ia juga melaporkan bahwa puncak  Karya Agung tersebut  akan dilaksanakn pada tanggal 27 September 2016 nanti.

Ia juga mengungkapkan bahwa terkait pendanaan karya tersebut diperoleh dari iuran krama Desa yang mana di Desa tersebut terdapat 4 Banjar dengan jumlah penduduk 2600 Kepala keluarga. Ia berharap karya agung tersebut dapat berjalan dengan lancar sampai pada puncaknya nanti dan memberikan kerahayuan serta kesukertan bagi warga setempat.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut staf ahli Gubernur Bali bidang kemasyarakat Nyoman Sujaya serta para undangan  lainnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

 

Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Bali

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi inspektur upacara peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 di Lapangan Puputan Margarana , Niti Mandala , Denpasar Rabu (17/8/2016).

Dalam sesi wawancara dengan awak media seusai memimpin jalannya upacara,Gubernur Pastika menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan para peserta upacara sehingga upacara berlangsung hikmat dan lancar. Kedepannya Pastika berharap semangat ini akan terus terbangun dan meningkat baik dari segi kedisiplinan, daya juang serta semangat kerja keras.

Orang nomor satu di Bali ini juga mengajak kita semua untuk kembali kepada semangat revolusi mental baik dari segi integritas,etos kerja serta gotong royong mengingat hal ini sangat relevan dengan  tema dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI  ke 71 yaitu Indonesia Kerja Nyata. "Mari kita isi kemerdekaan dan kita  gelorakan semangat kerja keras sehingga bangsa Indonesia akan  menjadi bangsa yang berdaulat secara politik,mandiri secara ekonomi serta bermartabat dalam kebudayaan," imbuhnya.

Dalam Upacara yang juga diisi dengan Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Paskibraka serta pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama juga dihadiri oleh  Ny.Ayu Pastika ,Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta ,Ny.Dayu Sudikerta, Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Provinsi Bali serta para pejabat di lingkungan Pemprov Bali

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

Pastika Tegaskan Untuk Mengisi Kemerdekaan Diperlukan SDM Berkarakter

BALIPORTALNEWS.COMKemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan  pengorbanan jiwa raga dari para pahlawan dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsa. Semangat yang telah digelorakan oleh para pejuang tersebut  hendaknya diwarisi para generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan menghadapi tantangan ke depan yang tidak sederhana. 

Perjuangan selanjutnya tidak lagi secara fisik, namun kita harus mewaspadai bentuk penjajahan masa kini yang lebih dikenal dengan neo- colonialism. Dan untuk menghadapi itu semua hanya ada satu cara yaitu dengan membangun Sumber Daya Manusia yang tidak sekedar cerdas, pintar namun juga memiliki karakter.  Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan lisannya pada acara ramah tamah dengan Veteran di Wantilan DPRD Provinsi Bali Rabu (17/8/2016).

Lebih jauh Pastika menjelaskan dengan sumber daya manusia yang berkarakter kerja keras, tidak manja dan berni  berkompetisi maka bangsa Indonesia akan bisa terbebas dari penjajahan Neo – colonialism yang merupakan  penjajahan dalam hal  politik,ekomomi dan budaya. "Kita patut bersyukur bisa hidup di era kemerdekaan ini dan mewarisi semangat juang para pahlawan kita, untuk itu mari kita bangun SDM yang tangguh, kuat, berwawasan tinggi dan memiliki karakter yang kuat, sehingga kemerdekaan yang diraih dengan peperangan dapat kita isi dengan hal yang berguna dan jangan sampai kita terjajah kembali," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Pastika juga menyampaikan keprihatinannya terhadap jumlah veteran yang hadir  dari tahun ke tahun  yang semakin sedikit , berkurang satu persatu karena telah meninggal ataupun dalam kondisi sakit keras. " Walaupun jumlah veteran semakin sedikit , kita harus terus teladani semangat mereka dalam merebut kemerdekaan. Jasa jasa beliau amatlah besar sehingga kita bisa menikmati kerdekaan kita saat ini, " ujarnya.

Dalam acara ramah tamah veteran yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Bali ke 58 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 ini juga diserahkan bingkisan kepada para veteran . Acara yang berlangsung penuh keakraban ini juga dihadiri oleh Ny.Ayu Pastika, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ny.Dayu Sudikerta, Sekda Prov Bali Cokorda Pemayun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bali serta Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali.

Sumber : Humas Pemprov Bali                  

 

Renungan Suci di TMP Pancaka Tirta

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka peringatan HUT Proklamasi  Kemerdekaan RI ke-71 tahun 2016 bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta Tabanan, Rabu (17/8/2016).

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dimulai tepat Pukul 00.00 Wita diikuti oleh Kesatuan TNI, POLRI, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, SKPD Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan serta peserta lainnya.

Apel kehormatan ini dimulai dengan penghormatan arwah para pahlawan dilanjutkan dengan pembacaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci oleh Gubernur Pastika selaku Inspektur Upacara. Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dimaksudkan untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Terdapat 196 pejuang TNI dan POLRI serta 601 Pejuang Rakyat dan 8 Pahlawan Tak Dikenal yang berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang dimakamkan  di TMP Pancaka Tirta. Apel kehormatan ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan dan pembacaan doa. Hadir pula sebagai peserta apel  Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun, Kapolda Bali, serta Pangdam IX Udayana.

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Mabesikan Forum: Seni untuk Perubahan Sosial, Menjembatani Kolaborasi Melalui Seni

BALIPORTALNEWS.COM – Search for Common Ground (SEARCH) mengadakan Mabesikan Forum yang bertema Seni untuk Perubahan Sosial pada Selasa, (16/8/2016).

Mabesikan Forum merupakan satu dari serangkaian kegiatan dalam Mabesikan Project yang telah dimulai pada Januari 2016 dan akan berlangsung hingga Desember 2016.

Mabesikan Forum bertujuan untuk mendorong dialog antar anggota masyarakat atau pemangku kepentingan untuk mencapai konsensus dalam menyelesaikan permasalahan sosial.

Setio Wicaksono Soemeri selaku direktur SEARCH di Indonesia menjelaskan bahwa “Seni adalah alat yang sangat efektif, seni memiliki kekuatan dalam advokasi dan pemberdayaan. Kolaborasi antar seni dan aktivisme ini yang coba kami dorong, agar supaya dialog-dialog untuk mencapai solusi yang mengakomodir semua pihak dapat tercapai. Itulah kenapa kami melakukan program Mabesikan ini.”

Program ini juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Ms. Elsebeth Krogh, sebagai perwakilan dari pemerintah Denmark yang merupakan donor dari Mabesikan Project.

Dalam pidato sambutannya, Wakil Duta Besar menyampaikan Mabesikan adalah salah satu program yang didukung oleh pemerintah Denmark, di bidang seni dan budaya. Denmark percaya bahwa seni dan budaya memiliki potensi untuk memberi dampak sosial, membangun jembatan, dan mendorong dialog konstruktif dalam masyarakat.

‘’Kami sangat senang dengan partner kami Search for Common Ground, yang telah melakukan pekerjaan sangat baik dalam mengumpulkan seniman-seniman dan CSO yang sangat berbakat dan peduli dengan isu sosial, yang juga telah menyediakan sumber daya untuk mereka membuat karya seni yang berdampak sosial, khususnya dalam menangani isu konflik lahan dan sumber daya, kekerasan berbasis gender, dan inklusivitas sosial”

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Denpasar, Ketut Mister dalam sambutan mengatakan bahwa pemerintah punya tanggung jawab untuk memfasilitasi. ‘’Pemerintah Denpasar memberikan ruang sebesar-besarnya untuk melestarikan kegiatan-kegiatan seni. Mewakili pemerintah daerah kami memberi apresiasi untuk kegiatan seperti Mabesikan Forum,” ujarnya.

Acara pembukaan diikuti oleh sesi pleno yang menghadirkan enam pembicara dari berbagai latar belakang, untuk berdiskusi dengan 60 peserta dari berbagai wilayah di Bali, yang menjadi lokasi proyek Mabesikan.

Gede Robi dan Iwan Dewantama membahas isu konflik lahan dan sumber daya. Wayan Jengki Sunarta dan Oka Rusmini melanjutkan dengan isu gender. Agung Alit dan Hira Jhamtani membahas isu inklusivitas sosial.

Selain itu, sesi kedua dari Mabesikan Forum mengambil bentuk diskusi terfokus dalam tiga sesi parallel, masing-masing membahas ketiga isu tersebut di atas. Sesi kedua ini difasilitasi oleh para seniman dan aktivis yang terlibat dalam Mabesikan Project.

Sumber : Programme Officer for Mabesikan Project

 

Ikatan Motor Indonesia Mengadakan Program Workshop bagi Penyelenggara Kejurnas

BALIPORTALNEWS.COM – Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan selama 6 (enam) bulan terakhir, Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk organisasi olahraga otomotif di Tanah Air akan mengadakan rangkaian program workshop yang ditujukan bagi para penyelenggara event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dilaksanakan pada akhir Oktober 2016 mendatang dengan pembicara dari promotor nasional, media, sponsor, IMI pusat (regulasi dan safety), hingga motivator.
Tujuan diadakannya workshop ini merupakan langkah IMI pusat untuk berbagi pengetahuan dan kemampuan (sharing prespectives) sekaligus melakukan pembinaan dan ujian bagi  klub-klub otomotif di IMI provinsi dan juga promotor nasional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari event Kejurnas serta menumbuhkan daya saing positif bagi IMI provinsi dan klub-klub otomotif, yang pada akhirnya akan menimbulkan eksistensi positif bagi organisasi IMI secara menyeluruh. 

Dalam menanggapi rencana kegiatan workshop ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia, Jeffrey JP mengatakan, “Program ini adalah konsep dasar yang harus dibangun kembali untuk kemajuan olahraga bermotor di Indonesia serta sejalan dengan optimalisasi semua bidang di IMI dengan pelayanan up to down (IMI pusat harus melayani secara cepatdan tanggap atas aktivitas dari IMI Provinsi, begitu pula sikap IMI provinsi atas aktivitas klub-klubnya).”    

Rangkaian program workshop ini diawali dari Jakarta pada 22 dan 23 Oktober, Surabaya pada 25 dan 26 Oktober, dan Batam pada 29 dan 30 Oktober 2016 mendatang bagi klub-klub otomotif di IMI provinsi dan juga promotor nasional yang telah melakukan pendaftaran (registrasi) sebagai calon penyelenggara Kejurnas 2017 pada cabang olahraga mobil dan motor. IMI juga mengharapkan partisipasi dari rekan-rekan media untuk turut serta dalam mengikuti workshop tersebut.
Usai menjalani workshop, IMI Pusat akan menilai dan memberikan sertifikasi kepada pronas IMI dan klub-klub dari IMI provinsi sebagai kandidat penyelenggara Kejurnas yang terbagi dalam kategori :  

  • Kategori A: Sebagai penyelenggara event nasional dan internasional
  • Kategori B: Sebagai penyelenggara event nasional
  • Kategori C: Sebagai penyelenggara event provinsi dan klub 

Selanjutnya di November, IMI provinsi akan menentukan klub-klub tersertifikasi yang berhak menjadi penyelenggara eventKejurnas sesuai jenis olahraga yang dipilih melalui sistem penunjukan langsung, lelang, ataupun juga lewat presentasi. Selanjutnya, pada tanggal 28 November, IMI pusat akan melakukan finalisasi kalender olahraga tahun 2017 yang telah disesuaikan dengan hasil penentuan IMI provinsi dengan mencantumkan klub-klub penyelenggara yang telah ditentukan oleh IMI provinsi dan juga promotor nasional pada kalender olahraga tahun 2017. 

Adapun penetapan kalender olahraga dan regulasi tahun 2017 akan disampaikan langsung oleh IMI pusat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2 yang akan diselenggarakan di Ciater, Jawa Barat pada 11 Desember mendatang dengan mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan untuk IMI yang satu dan solid demi kemajuan komunitas motor sport, wisata, serta mobility di Indonesia.

Sumber : Sekretariat PP. IMI, Jakarta

Dirgahayu RI Ke-71 Bersama Satwa di Bali Safari & Marine Park

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, Bali safari & Marine Park menggelar serangkaian acara yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar staff dan upacara bendera “khas” Bali Safari.

Dimulai sejak seminggu sebelumnya, diadakan berbagai lomba menarik yang melibatkan karyawan dari seluruh divisi yang ada. Tak ubahnya dengan perlombaan yang biasa diadakan dilingkungan tinggal masyarakat, di Bali Safaripun acara belangsung dengan meriah dan penuh semangat. Berbagai hadiah disiapkan sekaligus untuk mengapresiasi sportifitas dan aktifnya para karyawan meskipun diluar jam kerja.

Puncak dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 ini adalah dengan terselenggaranya upacara bendera khas taman konservasi tersebut. Berbagai satwa terlihat berbaris rapi dan mengikuti upacara dengan khidmat. Satwa yang terlihat mengikuti upacara diantaranya adalah gajah Sumatera dan ular.

Upacara Bendera juga diikuti oleh sejumlah Perangkat Desa pendamping serta pimpinan beberapa instansi dan pemerintahan di Kabupaten Gianyar.

General Manager Bali Safari & Marine Park, William Santoso menambahkan, “Upacara dan rangkaian perlombaan semacam ini merupakan agenda tetap perusahaan kami. Kerjasama yang terbentuk dari rangkaian acara internal yang dibuat telah terbukti nyata dengan berhasilnya Bali Safari meraih berbagai penghargaan”.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71, Indonesia kerja nyata! Merdeka !!!

Sumber : Humas Bali Safari & Marine Park