Rakernas 2016 Diharapkan Dapat Menjadi Amanah Bagi Kemajuan Ikatan Motor Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai induk organisasi olahraga otomotif di Tanah Air telah sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2016 yang dilangsungkan di Sari Ater Hotel & Resort, Subang, Jawa Barat pada Kamis (15/12/2016). 

Rakernas tahun ini diharapkan dapat menjadi amanah yang dapat terus dipegang teguh, baik oleh IMI Pusat maupun IMI Provinsi demi kemajuan IMI di masa yang akan datang. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal IMI Pusat, Jeffrey JP, dalam konferensi pers usai Rakernas. Ia mengatakan, “Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena Rakernas IMI di tahun ini dapat berjalan dengan lancar. IMI berharap agar hasil yang telah dibicarakan secara bersama-sama dapat menjadi amanah bagi IMI sendiri demi mewujudkan IMI yang jelas, tegas, serta berwibawa.” 

Secara khusus, dalam kesempatan yang sama, Jeffrey juga meminta rekan-rekan media untuk terus membantu IMI lewat program media networkingyang akan dikembangkan IMI di tahun 2017 mendatang. Selain itu, Jeffrey juga mengungkapkan rencana IMI untuk menyusun tim yang secara khusus bergerak dalam menentukan program kerja IMI agar menjadi lebih terstruktur. 

Konferensi pers juga dihadiri oleh Kabid Olahraga Roda Empat IMI Pusat, Poedio Oetojo, Kabid Olahraga Roda Dua IMI Pusat, Medya Saputra, Ketua IMI Provinsi Jawa Barat, Rio Teguh Pribadi, Ketua Bidang Organisasi, H Sutarto, serta Komisi Pembinaan dan Pengembangan, Donni B. Prihandana. 

Rio sendiri turut angkat bicara dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung Jawa Barat sebagai tuan rumah Rakernas IMI 2016. “Terima kasih untuk kepercayaannya terhadap Jawa Barat sehingga boleh menjadi tuan rumah Rakernas IMI 2016. Salah satu alasan mengapa Jawa Barat dijadikan tuan rumah adalah karena kondisi alam dan letak geografisnya yang mendukung,” tutur Rio. 

Ia menambahkan, “Saya juga berharap agar ke depannya, intensitas dalam menggelar Kejurnas di Jawa Barat semakin banyak, baik itu olahraga roda dua maupun roda empat.” 

Poedio dan Medya juga sedikit membahas mengenai kalender Kejurnas 2017 yang sudah hampir rampung dirumuskan dan siap disebarluaskan dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, Jeffrey juga membeberkan bahwa Rakernas 2017 mendatang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satu alasannya adalah agar IMI juga dapat sekaligus memantau perkembangan Sirkuit Jakabaring yang rencananya akan digunakan dalam perhelatan MotoGP tahun 2018. (r/bpn)

UGM Memberikan Penghargaan Kepada 89 Insan Berprestasi

BALIPORTALNEWS.COMUGM kembali menganugerahkan penghargaan bagi  para mahasiswa, pegawai, dosen, serta alumni yang mampu meraih prestasi baik di tingkat universitas, nasional maupun internasional. Penghargaan yang diberikan setiap tahun ini menjadi bentuk apresiasi UGM terhadap mereka yang mampu membawa nama baik UGM dan berkontribusi dalam memajukan kepentingan bangsa.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para civitas akademika UGM untuk terus menunjukkan prestasi di masing-masing bidang yang digeluti,” ujar Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D dalam Malam Penganugerahan Insan Berprestasi, Rabu (14/12/2016) di Grha Sabha Pramana UGM.

Dalam sambutannya, rektor UGM menyampaikan harapan agar penghargaan ini dapat menjadi pemicu bagi prestasi serta kontribusi di masa mendatang, tidak hanya bagi kemajuan UGM tetapi juga bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Dengan terselenggaranya acara ini, saya mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh pihak yang mendukung. Kiranya apa yang kita lakukan merupakan langkah untuk dapat membangun UGM untuk melompatkan Indonesia ke peradaban yang lebih maju,” imbuhnya.

Tahun ini, UGM memberikan 89 penghargaan yang terdiri dari 34 penghargaan untuk mahasiswa serta komunitas mahasiswa berprestasi, 4 penghargaan di bidang penelitian, 7 penghargaan di bidang pengbdian kepada masyarakat, 5 penghargaan di bidang publikasi, 34 penghargaan untuk dosen dan tenaga kependidikan berprestasi, serta 5 penghargaan untuk alumni berprestasi.

Dwi Broto Nugroho, A.Md., salah satu penerima penghargaan untuk kategori tenaga kependidikan berprestasi, menyatakan ungkapan syukurnya atas penghargaan yang diberikan kepadanya. Penghargaan ini, menurutnya, merupakan bentuk apresiasi yang baik dari universitas bagi para insan akademisi.

“Penghargaan ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi insan akademisi di UGM. Semoga ini bisa terus berlangsung dan menjadi motivasi bagi kita bersama,” ungkapnya.

Hal serupa juga diucapkan oleh Prof. Dr. Rindit Pambayun, M.P., penerima penghargaan alumni terbaik untuk kategori Inovasi, Desain, dan Kreativitas. Bagi alumni Fakultas Teknologi Pertanian ini, penghargaan insan berpresatasi dapat menjadi pendorong bagi para alumni UGM untuk dapat terus menunjukkan kiprahnya di tengah masyarakat.

“Ini sungguh pemicu bagi alumni untuk dapat terus berprestasi,” ujarnya.

Selain pemberian penghargaan, acara ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan dari para mahasiswa, di antaranya tarian yang dibawakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa Korea UGM, lantunan lagu dari grup Mahasiswa Musikal, serta penampilan dari Sanggar Kesenian Aceh (SAKA) UGM yang menutup perhelatan malam tersebut. (gloria/humas ugm/bpn; foto: firsto)

Mahasiswa UGM Menang Kompetisi Business Plan Nasional

BALIPORTALNEWS.COMTim mahasiswa Universitas Gadjah  Mada (UGM) menjuarai lomba Week of National Enterpreneurship (WONE) Business Plan Competition pada 9-10 Desember kemarin di Universitas Airlangga. Mereka sukses menyabet juara pertama setelah bersaing ketat dengan ratusan tim lainnya.

WONE Business Plan Competition diselenggarakan oleh Universitas Airlangga diikuti sekitar 160 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah UGM, ITB, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, UPI, ITS, UNY, UI, dan STIE Bandung.

Tim UGM yang terdiri dari lima mahasiswa muda ini berhasil meraih juara berkat mengajukan ide bisnis pengembangan produk sepatu dengan fungsi ganda yang dinamai “TwiSe”. Mereka adalah Muhamad Ali Irham (Elins-Sekolah Vokasi), I Kadek Sudiarsana (Fakultas Hukum),Yuni Rahmawati (Kebidanan-Sekolah Vokasi), Donis Abdullah (Fakultas Peternakan), serta Choirunnisa (Akuntansi-Sekolah Vokasi).

“Kami berhasil menjadi juara pertama setelah berhasil menyisihkan 9 finalis lainnya di babak fina,” kata M. Ali Irham, Kamis (15/12/2016) di Kampus UGM.

Ali Irham mengungkapkan dalam kompetisi itu mereka mengangkat proyek bisnis pembuatan sepatu wanita dengan dua fungsi. Sepatu dirancang dengan fungsi ganda yakni bisa menjadi flat shoes sekaligus wegdes.

“Jadi kami membuat sepatu wanita dimana alas sepatu bisa dibongkar pasang dalam bentuk flat shoes ataupun wedges sesuai dengan kebutuhan pemakai,” jelasnya.

Kadek menambahkan pengembangan sepatu TwiSe ini selain menghadirkan inovasi baru dalam dunia fashion, khususnya sepatu wanita juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan dan efisiensi anggaran pembelian sepatu.

“Dengan sepatu ini para wanita tidak harus membawa banyak sepatu lagi, cukup bawa 1 sepatu bisa menjadi flat shoes maupun wedges,” ujarnya.

Ide pengembangan sepatu TwiSe ini tidak hanya berhenti di kompetisi ini saja. Namun rencananya akan dikembangkan lebih lanjut dan diharapkan dapat diproduksi dalam skala besar.

“Saat ini kami masih terus mengembangkan produk ini dan harapannya tahun 2017 mendatang dapat segera di produksi secara massal,” tuturnya. (ika/humas ugm/bpn)

Ikatan Motor Indonesia Berniat Tingkatkan Kegiatan Wisata di 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Usai sukses menggelar ajang IMI Awards 2016 Selasa malam, pada hari Rabu (14/12/2016), Ikatan Motor Indonesia mengadakan kegiatan IMI Media Workshop dan team building yang juga diselenggarakan di Sari Ater Hotel & Resort, Subang, Jawa Barat. Sekretaris Jenderal IMI Pusat, Jeffrey JP, turun langsung menjadi pembicara di hadapan awak media yang hadir dalam acara IMI Media Workshop. Beliau menekankan bahwa tahun depan, IMI berencana untuk meningkatkan kegiatan wisata agar dapat berjalan selaras layaknya kegiatan olahraga otomotif yang sudah bertahun-tahun dilakukan oleh IMI. 

Langkah ini merupakan salah satu rencana strategis yang akan dilakukan guna membuat IMI semakin maju dan berkembang. Jeffrey mengatakan, “IMI berniat untuk menjadikan intensitas kegiatan wisata otomotif sama seperti kegiatan olahraga otomotif. Misalnya saja seperti klub-klub motor yang melakukan kegiatan wisata otomotif semacam touring, mereka harus diberikan wadah yang tepat. Perjalanan mereka perlu diekspos, agar dapat menginspirasi orang-orang di luar negeri untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi  wisata. Jadi, orang-orang Amerika, Eropa, atau Asia yang ingin melakukan touring di Indonesia menjadi paham dan mengetahui rute-rute yang akan mereka lalui. Apalagi saat ini sudah ada fasilitas Carnet de Passage (CDP) yang juga memudahkan orang asing untuk membawa kendaraannya ke Indonesia.”   

Jeffrey juga menekankan, agar untuk mencapai tujuan ini, IMI akan lebih dulu membentuk Komisi Wisata. “Di tahun depan, kami juga akan membentuk Komisi Wisata agar tujuan kami dalam memajukan kegiatan pariwisata dapat lebih terfokus,” tuturnya. Tak hanya membentuk Komisi Wisata, IMI juga akan membentuk Komisi Road Safety dan Komisi Social Responsibility. 

Hal penting lain yang juga disampaikan Jeffrey adalah mengenai rencana IMI untuk memaksimalkan informasi dan komunikasi berbasis teknologi dengan memperluas media networking

Lebih lanjut lagi, ketika berbicara mengenai keseluruhan dan keutuhan IMI, Jeffrey menekankan, “Untuk dapat melancarkan rencana-rencana ke depan, organisasi IMI harus bersikap transparan, tegas, serta berwibawa. Reward dan punishment harus dijalankan dan diterapkan, karena dengan mematuhi hal-hal ini, saya yakin IMI dapat menjadi jauh lebih baik.” 

Sementara itu, sebelum acara IMI Media Workshop dilaksanakan, para peserta yang didominasi oleh anggota IMI Provinsi juga mengikuti kegiatanteam building. Dalam kesempatan ini, para peserta diajak untuk melakukan kegiatan serta permainan yang harus mengandalkan konsentrasi dan kebersamaan. Hal ini diperlukan untuk menciptakan tim yang satu dan solid. 

Hari ini, Kamis (15/12/2016), rangkaian kegiatan IMI di Sari Ater Hotel & Resort akan ditutup dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2016 yang akan membahas banyak hal mengenai kegiatan-kegiatan atau rencana-rencana penting yang bakal dilakukan di tahun 2017 mendatang. (r/bpn) 

UGM Gowes Jelajah Muria – Merapi

BALIPORTALNEWS.COMKomunitas Gadjah Mada Gowes (GamaGo) kembali menggelar kegiatan bersepeda jarak jauh dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Ke-67 UGM. Kegiatan yang mengusung tema “Gowes Bersinergi Jelajah Muria-Merapi” akan berlangsung selama tiga hari pada 16-18 Desember 2016 mendatang dengan rute jelajah Jepara menuju Yogyakarta.

Ketua Panitia Gowes Bersinergi Jelajah Muria-Merapi, Dr. Hatma Suryatmojo mengatakan kegiatan bersepeda jarak jauh ini menempuh jarak 300 Km dengan start di Alun-alun Kota Jepara dan dan finish di halaman Balairung UGM. Acara yang diselenggarakan oleh GamaGo bekerjasama dengan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Jepara, Kagama Pati, Kagama Kudus, Kagama Sragen, serta Kagama Solo ini selain untuk menyemarakkan agenda dies ke-66 UGM juga sebagai bentuk kampanye UGM sebagai kampus pesepeda ke masayarakat luas, terutama di sepanjang jalur Jepara-Yogyakarta. Tidak hanya itu, kegiatan gowes ini juga bertujuan untuk menggugah semangat sinergi antar alumni.

“Kegiatan ini lebih untuk memperkenalkan UGM kepada masyarakat yang dilalui rombongan bersepeda serta untuk menumbuh kembangkan seamnagat olah raga bersepeda di lingkungan UGM,” paparnya, Rabu (14/12/2016) di Kampus UGM.

Kegiatan bersepeda jarak jauh yang diiukti oleh civitas akademika UGM dan para alumninya ini telah dimulai sejak tahun 2013 silam. Pada tahun 2013 mengambil rute Surabaya-Yogya dan di tahun 2014 dengan rute Bandung-Yogya. Sedangkan pada tahun 2015 lalu mengambil rute Malang-Yogya.

“Gowes Jepara-Yogyakarta ini diikuti tidak kurang dari 70 peserta meliputi  dosen, karyawan, dan alumni UGM. Rencananya Gubernur Ganjar Pranowojuga akan berpartisipasi dalam gowes kali ini,” ungkap Hatma.

Hatma menyampaikan kegiatan ini dibagi kedalam tiga etape yakni etapae 1 Jepara-Kudus sejauh 115 Km, etape 2 Kudus-Solo sejauh 125 Km, dan etape 3 Solo-Yogyakarta sejauh 60 Km. Sementara itu, peserta gowes juga akan dibagi dalam tiga kelompok besar berdasarkan kecepatan jelajah yaitu kecepatan tinggi rata-rata 28-34 Km/jam, kecepatan sedang rata-rata 23-28 Km/jam, serta kecepatan rendah rata-rata 19-23 Km/jam.

Rombongan gowes akan berangkat dari Alun-alun Kota Jepara pada Jum’at pagi (16/12) dan menempuh jalur Jepara-Pati-Kudus-Purwodadi-Solo-Yogyakarta dengan finish di Balirung UGM. Gowes Jelajah Muria-Merapi rencananya akan dilepas langsung oleh Plt. Bupati Jepara Ikhwan Sudrajad didampingi, Ketua Panitia Dies Natalis UGM Ke-67 Prof.dr. Budi Mulyono, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset Prof.Dr.Ir. Budi Wignyosukarto, Dip.HE., serta Ketua Kagama Jepara Hery Kusnanto, S.T.

“Perjalanan akan berakhir di halaman Balairung UGM dan disambut langsung oleh Rektor Prof. Dwikorita Karnawati yang nantinya akan mengalungkan medali bersepeda jarak jauh kepada seluruh peserta,” pungkasnya. (ika/humas ugm/bpn)

IMI Awards 2016 Berlangsung dengan Semarak

BALIPORTALNEWS.COM  – Ikatan Motor Indonesia (IMI) sukses menggelar malam penghargaan IMI Awards 2016 yang diadakan di Sari Ater Hotel & Resort, Subang, Jawa Barat pada Selasa (13/12/2016). Acara ini berlangsung semarak dengan dihadiri oleh atlet-atlet otomotif berprestasi mulai dari roda dua hingga roda empat yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air. 

Momen ini tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang memiliki prestasi gemilang di sepanjang tahun 2016. Beberapa contoh atlet berkualitas yang diberikan penghargaan oleh IMI di antaranya Rio Haryanto, Sean Gelael, Presley Martono, Demas Agil, Ryan Nirwan, Keanon Santoso, Gerry Salim, Andy Gilang, hingga Mario Salontahe. 

Masing-masing dari mereka sukses di cabang olahraga otomotif yang digeluti, seperti misalnya Demas yang keluar sebagai Juara Umum ajang Indonesia Night City Slalom 2016. Lain halnya dengan Mario yang keluar sebagai juara Umum Kejurnas Grasstrack 2016. Sedangkan Rio berhasil meraih penghargaan berkat usaha dan kerja kerasnya yang membuatnya bisa menjadi pebalap Tanah Air pertama yang terjun di salah satu ajang olahraga otomotif paling bergengsi di dunia, F1. 

Selain menyerahkan penghargaan bagi para atlet yang berprestasi, IMI juga turut memberikan apresiasi terhadap tubuh internal IMI, secara khusus bagi Pengprov IMI yang memiliki kinerja terbaik di sepanjang tahun 2016. Penghargaan ini sendiri pada akhirnya berhasil diraih oleh Pengprov IMI Jawa Timur. 

Berbicara mengenai proses pemilihan Pengprov IMI terbaik, Ketua Umum IMI Pusat, Sadikin Aksa, mengatakan, “Proses pemilihan ini kami tinjau dari berbagai aspek penting, seperti misalnya apa yang Pengprov tersebut lakukan demi kemajuan olahraga otomotif di daerahnya, lalu seberapa aktif Pengprov dan anggota-anggota klub penyelenggara dalam mengadakan kegiatan otomotif sekaligus kegiatan wisata, dan lain sebagainya.” 

IMI Awards 2016 terasa lebih lengkap karena IMI juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak berpengaruh lain dalam kategori lifetime achievement. Beberapa yang mendapatkan penghargaan ini, yaitu mantan Ketua Umum PP IMI, Nanan Sokearna, anggota kehormatan olahraga sepeda motor IMI, Bambang Gunardi, pencipta himne dan mars IMI, Moordiana, hingga pengaransemen himne dan mars IMI, Purwa Tjaraka.

Lebih lanjut lagi, selain dihadiri oleh para petinggi IMI Pusat dan Pengprov IMI seperti Sadikin Aksa, Jeffrey JP, Poedio Oetojo, Medya Saputra, Hervian Soejono, Subhan Aksa, Bambang Haribowo, dan Rio Teguh Pribadi, rangkaian kegiatan IMI Awards dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2016 juga dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. 

Sementara hari ini, Rabu (14/12/2016), IMI akan lebih dulu menggelar kegiatan team building sebelum melanjutkannya dengan puncak acara, yaitu Rakernas yang bakal diadakan pada Kamis (15/12/2016). (r/bpn)

Film Indonesia Hanya Menyasar Konsumen Dalam Negeri

BALIPORTALNEWS.COM Di tengah semakin banyaknya produksi film dalam negeri, industri perfilman nasional hari ini masih menghadapi berbagai kendala untuk menembus pasar internasional. Salah satu penyebabnya, menurut sineas muda Nursita Mouly Surya, terletak pada karakter film Indonesia yang hanya cocok untuk orang Indonesia, tidak seperti film Hollywood yang memiliki nilai universal.

“Film Indonesia itu seperti film India, hanya dibuat khusus untuk orang di negara itu saja. Misalnya film religi atau drama keluarga, itu hanya laku di Indonesia, di luar tidak. Mungkin karena pasar di Indonesia saja sudah besar, buat apa cari di luar,” ujar Mouly dalam diskusi bertajuk Creative Action to Develop Global Business: the Magic of Film Industry, Sabtu (10/12) di Fakuktas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Ia mencontohkan film-film Hollywood seperti film Spiderman yang mampu menguasai pasar perfilman global karena mengangkat nilai yang universal serta cerita yang bisa dikaitkan dengan kehidupan banyak orang.

“Cerita seorang kutu buku yang naksir dengan perempuan paling cantik di sekolahnya lalu tiba-tiba jadi pahlawan, itu seperti keinginan banyak orang. Siapa yang tidak mau jadi seperti itu. Film seperti ini tidak membawa klaim tapi entertaining dan relatable,” ujarnya.

Mouly sendiri merupakan sineas muda yang sudah meraih pengakuan di beberapa festival film internasional. Bersama suaminya, Parama Adi Wirasmo, ia sukses dengan film berjudul Senyap atau The Look of Silence yang pernah masuk menjadi nominasi Piala Oscar 2016. Film terbarunya, Marlina and the Murderer in Four Acts, juga masuk seleksi L’Atelier Cinefoundation di Festival Film Cannes 2016.

Dalam diskusi yang diselenggarakan Dashboard for Excellence Quality and Productivity Improvement (DEQPI) FEB UGM ini, Mouly dan Rama menceritakan perjuangan mereka untuk memasuki industri film serta berusaha untuk menembus pasar perfilman Indonesia. Hal ini ia akui bukan perkara yang mudah, mengingat sistem industri perfilman Indonesia yang mengharuskan produsen film untuk terjun langsung demi menangkap pasar.

“Kalau di luar, ada distributor yang mengurus distribusi dan pemasaran film ke pasar. Di sini lebih spontan, produsen langsung datang ke pasar untuk jualan, seperti pasar kaget,” katanya.

Ia juga menyayangkan minimnya etalase seperti festival film yang mampu memberikan ruang bagi pembuat film untuk memperkenalkan karyanya kepada masyarakat layaknya berbagai festival film besar di beberapa negara di Eropa.

“Secara budget memang kita tidak bisa bersaing dengan film Barat yang ongkos produksinya jutaan dolar. Tapi kita bisa masuk melalui nilai artistik. Untuk itu pemerintah harus menyediakan etalase film,” imbuh Mouly.

Hal serupa juga disampaikan oleh Rangga Almahendra yang berada di balik kesuksesan film 99 Cahaya di Langit Eropa serta Bulan Terbelah di Langit Amerika yang diangkat dari novel yang ia buat bersama istrinya, Hanum Salsabila Rais. Dosen FEB UGM ini mengisahkan tantangan yang harus ia hadapi untuk membawa filmnya menembus pasar dalam negeri yang saat itu didominasi oleh film horor.

“Tahun 2013 bioskop Indonesia didominasi oleh film bermuatan horor dan seks. Karena itu banyak yang memicingkan sebelah mata saat saya membawa film pertama saya. Katanya film saya tidak sesuai dengan semangat yang ada saat itu,” kisahnya.

Ia mengakui bahwa persaingan di dalam industri film memberikan kesulitan tersendiri bagi produsen film untuk mendobrak tren dengan jenis film yang berbeda. Dengan banyaknya jumlah film yang dirilis sementara jumlah bioskop justru berkurang atau tetap, memproduksi film dengan biaya murah yang dapat menarik banyak penonton menjadi hal yang realistis untuk dilakukan.

“Itu adalah sikap realistis menghadapi industri film yang sangat mengerikan, investasi sekian miliar hanya ditentukan pada 3 hari pertama. Film dulu bisa sukses karena bisa tayang beberapa bulan, sementara sekarang banyak yang hanya bisa tayang 3-5 hari,” papar Rangga.

Meski demikian, ia mengaku bersyukur film garapannya akhirnya mendapat sambutan yang baik berkat beragam upaya pemasaran yang ia kerjakan dengan melibatkan para mahasiswanya. Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi kualitas untuk dapat tetap bertahan di tengah persaingan saat ini.

“Pemasaran tidak ada artinya tanpa produk berkualitas. Iklan hanya menentukan berapa banyak penonton di hari pertama. Untuk bisa bertahan, itu tergantung pada kualitas,” imbuhnya. (gloria/humas ugm/bpn)

Mengenal Lebih Dekat Pesawat Tanpa Awak Rancangan Gamaforce UGM

BALIPORTALNEWS.COMAnda pasti sudah tidak asing lagi dengan pesawat tanpa awak atau UAV. Namun tahukan Anda bahwa sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan pesawat serupa bahkan menjuarai kompetisi nasional. Pesawat tanpa awak yang dikembangkan tim Gadjah Mada Flying Riset Center (Gamaforce) UGM sukses menyabet juara umum dalam Kontes Robot Terbang Indonesia 2016 yang digelar di Universitas lampung, 23-26 November lalu.

Dalam kontes tersebut Gamaforce menurunkan empat robotnya yaitu Fiachra Aeromapper, Rasayana Racing Plane, Gadjah Mada Fighting Capter, dan Aksabiantara. Dari keempat robot tersebut, tiga robot berhasil meraih juara dalam tiga kategori berbeda.

Adalah robot Fiachra Aeromapper UGM berhasil meraih juara pertama dari kategori fixed wing dan menyabet penghargaan khusus sebagai robot dengan sistem terbaik. Berikutnya, robot Rasyana memperoleh juara dua dari kategori racing plane. Selanjutnya, robot Aksa Biantara menyabet juara pertama di kategori technology development.

Perjuangan mempertahankan gelar juara bukanlah hal yang mudah bagi tim yang sudah berdiri pada tahun 2015 lalu ini. Sebelumnya, dalam kontes yang sama di tahun 2015, predikat juara umum berhasil diraih tim Gamaforce UGM.  Nyatanya, perjuangan panjang dan penuh liku justru berhasil menempa mereka menjadi juara.

“Persiapan kita lakukan sekitar 1 tahun akhirnya bisa meraih hasil yang maksimal,” kata ketua Tim Gamaforce, M. Aldika Biyanto, Jum’at (9/12) di sela-sela acara demo pesawat dalam konferensi pers di Lapangan Pancasila UGM.

Pesawat rancangan tim Gamaforce ini layaknya pesawat UAV pada umumnya. Robot Fiachra Aeromapper meruapakan UAV jenis fixed wing untuk pemantuan dan pemetaan wilayah. “Pesawat ini akan terbang secara auto untuk mengambil foto dan video steraming,”jelas Aldika.

Memiliki berat 4 kg karena badan pesawat terbuat dari material fiber composit. Dengan penggunaan material fiber composit menjadikan pesawat ini memiliki ketahan yang lebih kuat dibandingkan dengan pesawat lain berbahan styrofoam. Memiliki dua sayap dengan desain aerodinamis dengan lebar bentang sayap (wingspan) 2,45 meter.

“Pesawat ini menggunakan bateri berkapasitas 6.200mAh yang dapat terbang selama 30 menit,” tambah Lazuardi Ichsan, anggota pengembang robot Fiachra Aeromapper.

Disampaikan Lazuardi bahwa pesawat monitoring ini merupakan jenis launcher. Pesawat akan dilontarkan dengan launcher sehingga akan terdorong ke atas lalu motor pesawat yang akan bekerja selanjutnya.

Menurut Lazuardi, pesawat yang mereka kembangkan selain stabil dan memiliki keteahanan terbang tinggi, juga memiliki wing loading kecil. Disamping itu gimbal buatan sendiri, mudah dibongkar pasang, memiliki control permukaan dan struktur sederhana serta mengguankan fully automated tracker untuk video streaming dan telemetri.

Sementara pesawat Rasayana Racing Plane merupakan pesawat yang dirancang untuk menyelesaikan misi terbang cepat, aman dan akurat pada jalur misi. Memiliki spesifikasi berat 1,5 kg  dengan panjang pesawat 1,1 meter dan panjang bentang sayap 1,2 meter. Badan pesawat terbuat dari material composite, sedangkan sayap dari foam core composite.

“Dilengkapi dengan baterai Li-Po Bonka 4s 1.200 mAh yang kuat terbang sampai 20 menit,” jelas salah satu pengembang Rasayana, Umar Fadhil Ramadhan.

Dalam KRTI 2016 kemarin, poesawat ini mampu menyelesaikan misi terbang sejauh 700 meter dengan catatan waktu 26,16 detik. Selanjutnya kembali ke base secara cepat dan selamat.

Berikutnya, pesawat Aksa Biantara merupakan pesawat UAV berbentuk quadcopter yang berhasil dikembangkan oleh Gamaforce secara mandiri. Adapun teknologi yang dikembangkan secar mandiri meliputi flight controller, auto antenna tracker, dan ground control station.

Flight controller yang dikembangkan pada wahana quadcopter dengan kemampuan autonomous mode (tanpa kendali) seperti auto take-off, auto landing, waypoint autonomous, serta psition hold.

“Pengembangan flight controller ini adalah versi pertama kami.  Ini akan terus dikembangkan hingga mengimbangi flight controller impor yang beredar dipasaran, bahkan dengan kualitas yang lebih baik,” kata Fransiskus Anindita Kristiawan PGS, tim pengembang Aksa Biantara.

Sedangkan auto trackler merupakan alat untuk memaksimalkan kinerja antena pengarah untuk memenuhi misi, seperti pemantauan jarak jauh. Ground cntrol station dibuat untuk mengembangkan interface kendali operator secara mandiri.

“Fitur yang telah dikembangkan antara lain map, live streaming video, auto antena tracker system, dan menampilkan data sensor pada wahana,” terangnya.

Pesawat lainnya yang juga dikembangkan tim Gamaforce adalah Gadjah Mada Fighting Copter (GMFC) . Robot terbang ini dibuat dengan menggunakan sistem vertical take-off landing. Didesain untuk keperluan memadamkan api saat terjadi bencana kebakaran di suatu kawasan.

“Robot quadcopter ini dapat menyusuri wilayah yang terjadi kebakaran secara fully autonomous,” jelas Wasis Adi, tim robot GMFC.

GMFC dilengkapi dengan kamera sebagai sensor. Kamera ini yang digunakan untuk mendeteksi letak titik api. Data letak titik api yang ditangkap kamera dikirim ke mini komputer yang dipasang pada wahana quadcopter yang selanjutnya diproses agar wahana dapat berjalan menuju titik api tersebut. Untuk memadamkan api, GMFC dilengkapi dengan tangki air yang diletakkan di bagian belakang wahana pesawat. Pesawat ini dapat kembali ke titik awal penerbangan secara otomatis jika titik-titik api sudah berhasil dipadamkan.

Saat ini Gama Force beranggotakan 52 mahasiswa lintas jurusan dari Fakultas Teknik, Fakultas Mipa, dan Sekolah Vokasi. Dibawah bimbingan Gesang Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., hingga kini Gamaforce telah berhasil menciptakan sekitar 18 pesawat tanpa awak.

Gesang berharap melalui komunitas Gamaforce ini dapat dihasilkan lebih banyak lagi pesawat tanpa awak yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat luas.  Tidak hanya berhenti pada pengembangan pesawat untuk kepentingan kompetisi semata. Pesawat yang dikembangkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan pemetaan udara, dan pemantauan daerah perbatasan, maritim, bencana, serta kawasan perbatasan.

“Kita targetkan hilirisasi agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” tuturnya.

Untuk saat ini terdapat tiga prototipe yang terus dikembangkan secara serius. Prototipe Uav tersebut adalah berjenis fixed wing yang mampu terbang di jarak pendek untuk melakukan foto dan pemetaan udara. Kemudian jenis medium range yang bisa terbang hingga jarak 15-20 Km dan long range yang ditargetkan mampu terbang sampai jarak 200 Km untuk pemetaan dan monitoring wilayah. (ika/humas ugm/bpn)

Mengenang Jasa Prof Sardjito dan Para Pendiri UGM

BALIPORTALNEWS.COMPada bagian atas dari setiap batu nisan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta, terukir simbol yang melambangkan kesatuan dari masing-masing pahlawan, seperti simbol bintang untuk Angkatan Darat atau simbol jangkar untuk Angkatan Laut. Di antara lebih dari 1000 nisan tersebut, terdapat satu nisan yang tidak memampang logo angkatan bersenjata atau gugus pasukan, melainkan logo sebuah perguruan tinggi, Universitas Gadjah Mada. Di bawahnya terpampang nama besar Prof. Dr. Sardjito, rektor pertama UGM yang juga merupakan pahlawan perjuangan Bangsa Indonesia.

“Kita harus menghormati para pendiri UGM yang sudah membesarkan UGM seperti ini, termasuk salah satunya Prof. Sardjito yang dimakamkan di sini. Tanpa beliau-beliau, UGM tidak bisa menjadi seperti sekarang ini,” ujar Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng. saat melakukan ziarah ke makam Prof. Sardjito di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Jumat (9/12).

Sebanyak 120 orang anggota Dharma Wanita di lingkungan UGM melakukan ziarah ke makam keluarga UGM Sawitsari serta Taman Makam Pahlawan Kusumanegara dalam rangka menyambut Dies Natalis UGM ke-67. Setelah melakukan upacara singkat dan mengheningkan cipta sejenak, kegiatan kemudian dilakukan dengan tabur bunga di makam. Tradisi yang dilakukan setiap tahun ini, menurut Lilik, dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan agar para peserta juga dapat meneladani perjuangan mereka.

Selain memiliki jasa yang besar dalam bidang pendidikan dan kesehatan, Prof. Sardjito juga berperan besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Pada masa perang kemerdekaan, Prof. Sardjito turut berjuang melalui jalur kesehatan dengan mengupayakan ketersediaan obat-obatan dan vitamin bagi para prajurit, juga dengan membangun pos kesehatan untuk tentara. Perjuangan inilah yang menjadikan Prof Sardjito sebagai sosok yang perlu dikenang dan diteladani, khususnya ketika mengingat kembali akan sejarah berdirinya UGM.

“Dengan ini harapannya kita bisa meneladani pengorbanan mereka yang betul-betul telah berjuang, dan ibu-ibu ini nantinya bisa menceritakan kepada keluarganya, bagaimana para pendiri UGM juga telah berjuang untuk UGM,” ujar Lilik yang mengkoordinir kegiatan ziarah ini.

Tidak hanya itu, Lilik menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersatukan para anggota Dharma Wanita yang berasal dari berbagai fakultas di UGM agar dapat mengenal satu dengan yang lain serta mau bersatu untuk ikut meneruskan teladan para pendahulu.

Kegiatan ziarah ini merupakan kegiatan ketiga dari rangkaian kegiatan perayaan Dies Natalis UGM ke-67 di bidang non-akademik yang diselenggarakan oleh organisasi Dharma Wanita UGM. Sebelumnya, mereka juga melakukan kegiatan Anjangsana atau silaturahmi ke keluarga Rektor UGM terdahulu serta mengadakan kegiatan bakti sosial di Kabupaten Gunung Kidul.

“Kami mewakili panitia Dies Natalis UGM mengunjungi keluarga dari sembilan rektor terdahulu untuk bersilaturahmi, dan mereka merasa senang sekali ketika kita datangi. Selain itu, kami juga mengadakan bakti sosial di Dusun Sambirejo, Gunung Kidul dengan memberikan 300 paket sembako dan barang bekas layak pakai yang dijual murah dalam bazar, dan kemudian hasilnya akan digunakan Dharma Wanita di sana untuk baksos lagi,” jelas Lilik. (gloria/humas ugm/bpn; foto: firsto)