29 C
Denpasar
Minggu, 23 September 2018

Fakultas Biologi Kembangkan Pantai Porok Sebagai Pusat Penelitian Biomarine

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM menunjukkan keseriusannya mengembangkan Pantai Porok di Kabupaten Gunungkidul, DIY sebagai pusat penelitian sumber daya laut dan pantai. Upaya tersebut sebagai wujud pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, khususnya dalam bidang biomarine.

“Kita garap Pantai Porok menjadi  Biomarine Scince Research Center and Technopark,” kata Dekan Fakultas Biologi UGM, Drs.Budi Setiadi Daryono,M.Agr.Sc.,Ph.D., Jum’at (3/3/2017) di kampus setempat.

Budi menyebutkan pengembangan stasiun penelitian di kawasan Pantai Selatan Jawa sangat diperlukan. Pasalnya, hingga kini Indonesia belum memiliki stasiun lapangan penelitian yang fokus meneliti sumber daya laut dan pantai di Pantai Selatan Jawa.

“Penelitian tentang kelautan masih terbatas, ditambah belum ada stasiun penelitian yang menggarap perairan Selatan Jawa. Oleh karena itu pengembangan stasiun penelitian di Pantai Selatan Jawa penting untuk menggali biodiversitas dan potensi sumber daya laut di kawasan ini,”urainya.

Budi pun berharap keberadaan stasiun penelitian ini dapat mengungkap fenomena laut dan potensi sumber daya yang ada di perairan selatan Indonesia. Disamping itu juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan pemerintah daerah.

Keseriusan Fakultas Biologi meneliti biomarine ditunjukkan sejak 7 tahun terakhir. Sejak 2010 silam fakultas ini melalui hibah penelitian Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) berusaha menggarap wilayah pesisir di desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Fakultas Biologi UGM mengembangkan potensi sumber daya alam berbasis riset di kawasan tersebut. Langkah ini tidak hanya terkait soal konservasi, tetapi juga dilakukan dalam upaya mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai.

“Kami berupaya meningkatkan penguasaan kemampuan teknologi budidaya lobster, mikroalga, nori, serta ikan laut masyarakat sekitar. Selain itu juga melakukan budidaya melon di kawasan pesisir disamping melakukan konservasi Pantai Porok,” ungkap Budi.

Lebih lanjut disampikan Budi untuk meningkatkan kemanfaatan staiun penelitian ini, Fakultas Biologi berencana mengembangkan Pantai Porok menjadi  Biomarine Scince Research Center and Technopark. Rencananya kedepan kawasan ini tidak hanya menjadi pusat penelitian sumber daya laut dan pantai bagi mahasiswa dan para peneliti. Namun, bisa menjadi tempat edukasi bagi masyarakat luas terkait biomarine Indonesia. Selama ini Pantai Porok banyak digunakan mahaisswa dan peneliti fakultas Biologi UGM sebagai laboratorium alam untuk mempelajari dan meneiliti ekologi laut dan lainnya.

“Rencananya pada 2018 mendatang akan kita kembangkan menjadi edupark sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil riset yang telah dilakukan,” ujarnya.

Citra Septiani, anggota Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi UGM mengaku senang dengan rencana pengembanagn stasiun penelitian Pantai Porok oleh fakultas. Sebab, secara rutin setiap bulan mereka melakukan penelitian lapangan di kawasan tersebut. Dengan pengembangan tersebut diharapkan dapat memperlancar kegiatan penelitian. Pasalnya, hingga saat ini stasiun belum dilengkapi dengan fasilitas yang memadahi guna menunjang kegiatan penelitian.

“Belum ada fasilitas untuk menginap atau berteduh, sementara kegiatan dilakukan tidak hanya sehari saja karena harus menyesuaikan kondisi pasang surut air laut,” tuturnya.

Selain penambahasan fasilitas fisik, diharapkan kedepan terdapat zonasi kawasan pesisir. Misalnya terdapat lokasi yang khusus digunakan sebagai tempat penelitian.

“Harapannya ada lokasi alami yang dapat dijadikan kontrol, tanpa sentuhan warga atupun pengunjung,” jelasnya.

Kehadiran stasiun ini menjadi harapan penduduk yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Suwarno, salah satu warga Desa Kemadang mengatakan bahwa warga berharap banyak terhadap keberadaan stasiun penelitian Fakultas Biologi UGM ini. Hasil-hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan menjaga kelestarian pesisir dan pantai.

“Sejak 2010 silam FakultasBiologi telah melakukan program pemberdayaan masyarakat di Kemadang dan itu sangat membantu kami tidak hanya dalam meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga dalam menjaga kelestarian laut,” jelasnya.

Karenanya Suwarno berharap pengembangan pengembangan stasiun penelitian di Pantai Porok nantinya dapat membawa manfaat yang lebih banyak bagi warga sekitar. (ika/humas-ugm/bpn)

111 Mahasiswa Ikuti Seleksi ON-MIPA UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 111 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti seleksi internal dlaam persiapan menghadapai Olimpiade Nasional MIPA (ON-MIPA). Seleksi dilakukan pada Minggu, 26 Februari 2017 di Fakultas Hukum UGM.

Seratus sebelas mahasiswa tersebut mengikuti seleksi yang terbagi dalam empat bidang ON-MIPA yaitu biologi, fisika, kima, serta matematika. Dalam bidang biologi diikuti 36 orang, fisika 29 orang, matematika 24 orang, dan kimia 22 orang. Melalui seleksi ini nantinya akan dipilih tujuh mahaisswa terbaik dari masing-masing bidang untuk mengikuti seleksi di tingkat regional pada 22-23 Maret mendatang.

Kasubdit Kreativitas Mahasiswa, Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan seleksi dilakukan tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi. Namun, ajang ini juga sebagai proses untuk maju bersama dalam sebuah ikatan kekeluargaan, yakni di Komunitas ON MIPA.

Agus berharap nantinya dari seleksi ini diperoleh perwakilan UGM yang dapat bersaing di tingkat regional dan nasional. Bahkan dapat berlaga mewakili Indonsia di tingkat internasional.

“Harapannya semangat internasionalisasi juga menular pada komunitas ON MIPA. Tidak hanya matematika saja yang lolos ke internasional tetapi juga tiga bidang lainnya,” harapnya.

Pada tahun 2016 lalu UGM berhasil meraih 17 medali di ON MIPA tingkat nasional. Jumlah tersebut terdiri dari 2 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu ditambah 2 honourable mention (HM). Selain itu, UGM berhasil menjadi juara umum di OSN Dikpora DIY dengan menyabet 7 dari 12 medali yang diperebutkan, yaitu 3 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Sementara di level internasional, tiga mahasiswa UGM terpilih mewakili Indonesia di International Mathematic Competition di Bulgaria. Ketiganya membawa pulang tiga medali dengan rician 2 medali perunggu dan 1 honourable mention. (ika/humas-ugm/bpn)

Tim FK UGM Juara 2 Kompetisi Mikrobiologi Internasional di Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK0 universitas Gadjah mada (UGM) sukses menyabet gelar juara dalam kompetisi mikrobiologi tingkat internasional di Thailand, 24-27 Februari kemarin. Dalam Siriaj International Michrobiology, Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC) 2017 tim UGM berhasil meraih juara 2 dan 4 penghargaan individual.

Dalam kompetisi tahun ini FK UGM mengirimkan dua tim. Tim pertama yang terdiri dari Maria Fransisca Pudjohartono, Jessica, Audric Kenny Tedja, dan Marcellus berhasil meraih juara dua. Sementara tim kedua beranggotakan yaitu Widyan Putra Anantawikrama, Danny Agus Pramana Wahyudi, I Putu Aditio Artayasa dan Wynne Wijaya terpaksa terhenti di babak semi final.

Selain meraih penghargaan tim, secara individual delegasi UGM meraih 1 medali emas atas nama Maria Fransisca Pudjohartono. Berikutnya 3 medali perunggu yang diraih oleh Audric Kenny Tedja, Marcellus dan Wynne Wijaya.

Maria Fransisca menjelaskan SIMPIC merupakan kompetisi tahunan yang digelar Fakutas Kedokteran Mahidol University untuk mahasiswa. Kali ini, lomba diikuti 53 tim dari sejumlah universitas di 9 negara dunia.

“Kompetisi ini diikuti im-tim tangguh dari perguruantinggi di Bangladesh, China, India, Indonesia, Jepang, Kamboja,Thailand, Malaysia, serta Taiwan,” katanya, Kamis (2/3/2017) di FK UGM

Pada lomba ini seluruh tim berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang mikrobiologi, parasitolgi, dan imunologi. Mereka harus melalui empat tahapan seleksi yaitu penyisihan, perempat final, semifinal, dan final.

Di babak penyisihan setiap peserta harus menyelesaikan 60 soal pilihan ganda dan time laboratory examination dalam 30 pos. Di babak tersebut, nilai peserta secara individualdiakumulasdi dalam setiap timnya. Kemudian, dipilih 28 tim dengan nilai teratas untuk majuk ke babak perempat final untuk mengerjakan 9 soal uraian. Berikutnya, 10 tim terbaik maju ke semifinal beradu menjawab soal-soal yang diberikan panitia dalam format lomba cerdas cermat. Empat tim terbaik yaitu UGM, UI,dan 2 tim dari Khon Kaen University, Thailand berhasil lolos melaju ke final dan berkompetisi meraih gelar juara.

“Persaingannya memang cukup ketat dan bersyukur bisa keluar sebagai juara 2,” jelasnya sembari menambahkan juara pertama diraih tim dari Thailand.

Audric mengaku senang dan bangga delegasi UGM dapat meraih juara dalam ajang bergengsi ini. Prestasi yang diraih telah memecah kebekuan prestasi dalam SIMPIC. Pasalnya selama dua tahun terakhir delegasi UGM belum mampu menembus final dalam kompetisi serupa.

“Akhirnya bisa meraih juara kembali setelah terakhir meraih juara di tahun 2014 silam,”ungkapnya.

Mereka  berharap prestasi yang diraih dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berpretasi. Bahkan terus mempertahnkan tradisi juara dalam SIMPIC maupun kompetisi lainnya.

Ditambahkan Marcellus, keberhasilan delegasi FK UGM dalam SIMPIC berkat dukungan dan fasilitasi dari fakultas. FK telah memfasilitasi mereka dengan memberikan pelatihan dan bimbingan selama persiapan menghadapi lomba. Adapun tim pembimbing SIMPIC FK UGM yaitu dr. Tri Wibawa, PhD; dr. Rina Susilowati, PhD., dr. Titik Nuryastuti, M.Si., PhD., dan dr. Elsa Herdiana, MKes, PhD.

“Terima kasih kepada para dosen pembimbing dan fakultas yang telah mendukung kami hingga dapat mencetak prestasi dalam SIMPIC ini. Semoga kedepan bisa mempersembahkan lebih banyak prestasi lagi,” katanya. (ika/humas-ugm/bpn)

Amanah Nuris Raih Doktor UGM Usai Teliti Baha’i di Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Agama Baha’i di beberapa negara dalam perkembangannya masih mengalami diksriminasi. Tidak hanya itu, gerakan Baha’i ini tidak lepas dari marginalisasi, tekanan politik, penindasan dan berbagai persoalan lainnya, termasuk di negara Thailand.

Pengamat Baha’i Indonesia dan Asia tenggara, Amanah Nuris menyebutkan bahwa gerakan agama Baha’i di kalangan kaum petani di Yasothon, Thailand Utara disimbolkan melalui hadirnya lembaga pendidikan yakni sekolah Santitham. Sekolah ini hadir untuk mempromosikan ajaran dan nilai-nilai agama Baha’i tentang perdamaian dan nilai-nilai pembebeasan.

Sekolah Baha’i, Santitham mempunyai program-program dan kurikulum yang progresif terhadap perubahan sosial. Selain itu juga pada gerakan pertahanan untuk melawan ketidakadilan sosial, politik, dan ekonomi.

“Sekolah ini menawarkan kurikulum teologi pembebasan yang sangat relevan bagi orang-orang termarjinalkan dari penindasan politik, sosial, dan ekonomi di Thailand seperti pada kasus para petani di Yasothon,” paparnya, Rabu (1/3) di saat ujian terbuka program doktor Indonesian Consortium For Religious Studies (ICRS) di Sekolah Pascasarjana UGM.

Menurutnya, komunitas Baha’i sebagai organisasi keagamaan minoritas di Thailand mampu menyerap dan berasimilasi dengan budaya dan tradisi lokal masyarakat Thailand Utara. Kehadiran sekolahan Baha’i, Santitham, memberikan kontribusi penting bagi masyarakat petani sebagai alat kekuasaan atas pengetahuan untuk melakukan gerakan perlawanan secara halus dan sistematis dalam jangka panjang.

Sekolah ini mengajarkan siswa kemampuan akademik, kecerdasan intelektual, kesadaran sosial untuk membantu orang lain, sekaligus pengetahuan ekonomi, dan keberanian moral dalam membela kesetaraan dan keadilan. Tidak hanya mengajar tentang capital materi tetapi juga rohani yang mampu menggembirakan siswa, guru, dan staf sekolahan.

“Keberadaan sekolahan Baha’i juga mendapat respon positif dari pemerintahan dan penduduk setempat,”ujarnya.

Dikatakan Amanah Nuris kaum petani di Yasothon menerima ajaran Baha’i karena sejak awal berdirinya telah membela masyarakat kecil dari penindasan politik dan ekonomi. Sebagai gerakan sosial dan keagamaan, komunitas Baha’i memiliki fokus yang sama untuk mengatasi masalah kemiskinan global yang terjadi di negara-negara berkembang termasuk Thailand. Baha’i menjadi gerakan keagamaan kontemporer di kalangan kaum petani dengan menjunjung nilai dasar kebebasan beragama, perdamaian, kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan kesejahteraan ekonomi.

Mempertahankan disertasi “Baha’i dan Perlawanan Kaum Petani di Thailand”, Amanah Nuris menyampaikan gerakan agama Baha’i di Thailand Utara merupakan produk  baru dari dari teologi pembebasan dalam konteks Asia Tenggara. Sementara berdasarkan ajaran dan keyakinan gerakan organisasi Baha’i menunjukkan adanya kategori sebagai gerakan baru mileniarisme. Baha’i percaya bahwa di masa depan akan ada tatanan dunia baru sesuai dengan nilai filosofi Baha’i yang mereka. Semua bangsa dan manusia akan menjadi bersatu tanpa ada batasan identitas sosial, ekonomi, etnisitas, bahasa, suku, agama, ras, dan lainnya.

Meskipun agama Baha’i berkomitmen untuk pendidikan keterampilan, kesejahteraan ekonomi, kesetaraan gender, dan gerakan sosial yang mendukung persatuan umat di dunia. Namun menurut Amanah Nuris negara-negara anggota ASEAN harus memberikan jaminan sosial, agama, ekonomi, dan budaya untuk seluruh warga negara ASEAN termasuk penganut Baha’i. Pasalnya, agama-agama minoritas seperti Baha’i sangat rentan konflik dan seringkali menjadi korban kekerasan. (ika/humas-ugm/bpn)

Pandu Jepang Belajar Pramuka di UGM

BALIPORTALNEWS.COM – Saki Uchida, mahasiswi Asian Pacific University (APU) belajar pramuka di Universitas Gadjah Mada. Penerima beasiswa pramuka Jepang atau yang dikenal dengan Scout Association of Japan (SAJ) ini belajar tentang kepramukaan khususnya di Indonesia secara langsung di unit kegiatan mahasiswa (UKM) Pramuka UGM.

Saki mengaku tertarik terhadap Pramuka Indonesia. Dia melihat gerakan Pramuka Indonesia berkembang pesat. Disamping itu Pramuka Indonesia memiliki anggota yang cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Fenomena ini berbeda dengan di Jepang, kepanduan istilah kepramukaan di Jepang ,tidak begitu diminati oleh generasi muda. Hal ini menyebabkan minimnya anggota pandu di Jepang.

“Anggota pramuka di Jepang tidak sebanyak Indonesia,” ungkap peraih penghargaan tertinggi Pandu Jepang “Fuji Scout” ini.

Dari kunjungannya selama empat hari, pada 19-22 Februari lalu Saki menjadi paham mengapa Pramuka Indonesia dapat berkembang sangat pesat. Menurutnya kemajuan pramuka di Indonesia salah satunya dikarenakan pramuka di  masukkan ke dalam kurikulum sekolah.

“Gerakan pandu di Jepang merupakan komunitas di luar sekolah. Sementara di Indonesia pramuka masuk ke dalam kurikulum sekolah dan ada di setiap sekolah sehingga anggotanya besar,” paparnya.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Saki juga berkunjung ke sejumlah destinasi wisata sejarah seperti Museum Ullen Sentalu, Museum gunung merapi, wisata Kaliadem, serta wisata Kota Yogyakarta. Sebagai  mahasiswa jurusan pariwisata dia ingin mempelajari dark tourism di Indonesia.

Selain berkunjung ke Yogyakarta, Saki juga melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah Indonesia lainnya. Beberapa diantaranya adalah Jakarta, Bandung, Tulungagung, Blitar, dan Aceh.

Kunjungan yang dilakukan oleh Saki ke Indonesia ini merupakan bentuk dharma baktinya terhadap Kepanduan Jepang. Terlebih sebagai Rover Scout (Pramuka Pandega) untuk mempromosikan Kepanduan Jepang kepada negara lain.

Sementara itu, Ketua Racana Tribhuwanatunggadewi Pramuka UGM, Afifatuz Zuraidah mengaku senang dapat berbagi pengalaman dengan Saki. Dengan kedatangan Saki ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi anggota Pramuka UGM.

“Saki merupakan pramuka yang aktif dan banyak pengalaman berkeliling dunia karena tergabung dalam pramuka. Semoga sosoknya ini mampu memotivasi anggota kami untuk berprestasi,” harapnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Delegasi UGM Raih 3 Penghargaan Simulasi Sidang PBB di Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Delegasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada menorehkan prestasi membanggakan dari ajang Thammasat University Model United Nation (TU-MUN) yang digelar pada 13-15 Januari lalu di Thailand. Dalam simulasi sidang PBB tersebut, delegasi UGM berhasil meraih tiga penghargaan.

Dua penghargaan sebagai best delegate sukses diraih oleh Chitito Audito dan Lentera Bintang Renjana. Lalu, Muhammad Adrian Gifariadi meraih penghargaan sebagai honorable mention. Ketiganya merupakan delegasi UGM MUN Community yang berasal dari Departemen HI FISIPOL.

Dalam simulasi sidang PBB tersebut anggota UGM MUN Community lainnya juga turut terlibat dalam komite TU-MUN. Mereka adalah Dio Hediawan Tobing, Aldi Abidin, serta Karina Larasati. Ketiganya didaulat menjadi ketua sidang dalam ajang TU-MUN.

TU-MUN merupakan salah satu model sidang PBB yang diselenggarakan di kawasan Asia. Dalam forum ini diikuti tidak kurang dari 100 peserta dari berbagai negara di dunia. Seleuruh peserta melakukan simulasi layaknya sidang PBB melakukan diplomasi, negosiasi serta mencari resolusi berbagai permasalahan bangsa-bangsa.

“Seperti Model United Nation lainnya, dalam kegiatan ini peserta melakukan simulasi sidang seperti pelaksanaan sidang di PBB. Mendiskusikan dan menyusun resolusi berbagai persoalan antar bangsa,” katanya, Rabu (28/2/2017) di UGM.

Dalam simulasi sidang ini, dikatakan Chitito, UGM mengirimkan satu delegasi yang terdiri dari tiga orang mahasiswa.  Masing-masing masuk dalam komite berbeda yaitu United Nation Development Program (UNDP), United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC), dan Special Commite: The United Nations Human Right Council (UHNCR).

“Setiap peserta membahas isu internasional sesuai dengan komite/dewan PBB yang diikuti. Masing-masing peserta merepresentasikan negara yang diwakilinya,”jelasnya.

Saat itu Chitito masuk dalam komite UNODC mendiskusikan dua isu yaitu perdagangan manusia dan penyelundupan migran dan terorisme transnasional mewakili negara Austria. Sementara Lentera merepresentasikan negara Yaman dan masuk di komite UNDP yang membahas pencegahan perubahan iklim dan kesetaraan gender. Sedangkan Muhammad Adrian masuk komite UNHCR membahas isu pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas Mongtangrad di Vietnam.

Dijelaskan Chitito, dalam simulasi sidang PBB itu, peserta  berdiskusi dan bernegosiasi dengan peserta lain menyampikan gagasan dan solusi terkait isu yang  tengah dibahas. Sementara penghargaan diberikan kepada peserta dengan ide yang implementatif dan dapat berdiplomasi dengan baik dalam menyusun resolusi.

“Senang sekaligus bangga tentunya, bisa mendapat penghargaan dalam ajang bergengsi ini,”ujarnya.

Keberhasilan delegasi UGM merupakan buah dari usaha dan kerja keras dalam berlatih. Selain itu juga tidak lepas dari dukungan fakultas serta universitas.

“Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengharumkan nama UGM dan Indonesia di kancah global,”harapnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Perkuat Kompetensi Mahasiswa, SV Gandeng SMC Pneumatics dan LSP IIM

BALIPORTALNEWS.COM – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan PT. SMC Pneumatics Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi Inspektor Industri Manufaktur. Kerja sama dilakukan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama mahasiswa Departemen Teknik Mesin.

Nota kesepahaman bersama ditandatangani secara langsung oleh Dekan Vokasi UGM, Dr. Wikan Sakarinto dan Direktur PT. SMC Pneumatics Indonesia, Leow Peah Soon, serta Direktur LSP IIM Ir Sindu Utomo Tambunan. Penandatanganan MoU dilakukan Selasa (28/2/2017) usai pembukaan Mechanical Fair di Kampus Departemen Teknik Mesin (DTM) SV UGM.

Kerja sama SV UGM dengan PT SMC Pneumatics Indonesia dilakukan dalam pendirian pusat pelatihan bagi mahasiswa DTM SV UGM. Sementara dengan LSP IMM dalam pendirian tempat uji kompetensi guna mendukung perolehan sertifikasi kompetensi mahasiswa DTM SV UGM.

Wikan mengatakan Sekolah Vokasi UGM terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusannya. Salah satunya dengan menggandeng kerja sama dengan berbagai mitra dari dunia industri baik dalam maupun luar negeri.

“Kami ingin lulusan nantinya tidak hanya lulus berkjeal ijazah saja, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri,” tegasnya.

Melalui kerja sama yang dibangun dengan PT. SMC Pneumatics Indonesia dan LSP IIM ini diharapkan Wikan dapat membangun dan meningkatkan kompetensi para lulusan Sekolah Vokasi UGM. Dikatakan Wikan, pihaknya saat ini juga fokus membangun program D4 dan S2 terapan. Melalui program tersebut memberikan jalan bagi lulusan D3 untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami bekerjasama dengan universitas di China untuk pengembangan D4 double degree, sementara program S2 terapan bekerjasama dengan universitas di Singapura dan Jerman,” tuturnya.

Sementara Leow Peah Soon menuturkan merasa beruntung dapat menjalin kerja sama dengan SV UGM. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sehingga siap bersaing di dunia kerja nantinya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sindu Utomo Tambunan. Dia berharap dengan adanya fasilitas uji kompetensi dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa. Dengan kompetensi yang baik diharapkan lulusan nantinya berdaya saing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tataran global.

“Semoga kerja sama ini bis aterus berlanjut dan diperluas dalam berbagai bidang lainnya,”katanya. (ika/humas-ugm/bpn)

Jadwal Kejurnas Rally dan Sprint Rally 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Komisi Rally dan Sprint Rally Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat tahun 2017 ini akan menggelar 7 (tujuh) putaran Kejurnas Sprint Rally dan 3 (tiga) putaran Kejurnas Rally. Empat putaran Kejurnas Sprint Rally penyelenggaraannya akan bersamaan dengan ajang Indonesia Open Championship eXtreme Offroad Racing (IXOR), selain itu juga putaran 7 Kejurnas Sprint Rally dan putaran 3 Kejurnas Rally yang merupakan putaran terakhir akan diselenggarakan berbarengan di Medan, Sumatera Utara pada 24- 26 November mendatang.

Berikut adalah jadwal Kejurnas Sprint Rally dan Rally 2017 :

Kejurnas Sprint Rally
Putaran 1 7 – 9 April 2017 King of Kings Retro
Putaran 2 5 – 6 Mei 2017 Paramount Serpong (IXOR)
Putaran 3 4 – 5 Agustus 2017 Serang, Banten (IXOR)
Putaran 4 2-3 Sep /9-10 Sep 2017 Jogja
Putaran 5 6 – 7 Oktober 2017 TBC, tempat penyelengaraan IXOR
Putaran 6 3 – 4 November 2017 TBC, tempat penyelengaraan IXOR
Putaran 7 24 – 26 November 2017 Medan
 
Kejurnas Rally
Putaran 1 18 – 20 Agustus 2017 Palembang
Putaran 2 13 – 15 Oktober 2017 Makassar
Putaran 3 24 – 26 November 2017 Medan

 

Sementara itu ketentuan seorang driver untuk bisa menjadi juara nasional sprint adalah minimal mengikuti 4 putaran di tahun 2017. Poin yang akan diambil untuk memperebutkan juara nasional adalah mengikuti minimal 4 putaran. Jika seorang driver mengikuti lebih dari 4 putaran, maka poinnya akan terus terhitung selama musim kompetisi 2017 berlangsung. (r/bpn)

Ratusan Pelajar SMK Ikuti Lomba Keterampilan Siswa di Sekolah Vokasi UGM

BALIPORTLANEWS.COM – Setidaknya 250 pelajar SMK dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti lomba keterampilan siswa di Sekolah Vokasi (SV) UGM. Kompetisi berlangsung pada 28 Februari hingga 2 Maret di Kampus Departemen Teknik Mesin SV UGM.

Kompetisi ini merupakan bagian dari kegiatan Mechanical Fair ke-8 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HMTM) SV UGM. Kali ini mengangkat tema “Pengembangan Kualitas SDM di bidang IPTEK Untuk Menghadapi Persaingan Global” . Mechanical Fair dibuka secara resmi oleh dekan SV UGM, Dr. Wikan Sakarinto di tandai dengan pemukulan gong.

Ketua panitia Mechanical Fair, Yusuf Rahmatullah menyebutkan lomba keterampilan siswa kali ini mempertandingkan tujuh kategori lomba. Antara lain otomotif, mechantronics, pemrograman CNC, Metrologi, CAD, welding dan LKTI.

“Melalui kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan siswa SMK dalam bidang-bidang yang dilombakan,” katanya Selasa (28/2/2017)  usai pembukaan Mechanical Fair.

Selain lomba keterampilan siswa, juga akan digelar acara seminar nasional pada 4 maret 2017 di University Club (UC) UGM. Seminar nasional mengusung tema “Kualifikasi Pengelasan dan Pengembangan Industri Mesin perkakas di Idnoensia”.

Sementara Ketua Departemen Teknik Mesin SV UGM, Lilik Dwi Setyana, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta lomba yang tutut serta dalam kegiatan ini.  Menurutnya, lomba keterampilan siswa ini dapat menjadi tolok ukur SMK dalam mengetahui kompetensi siswa-siswanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, disebutkan Lilik nantinya para pemenang lomba diberikan kesempatan untuk masuk SV UGM tanpa tes. Para pemenang dapat masuk melalui jalur Penerimaan Bibit Unggul (PBU) Berpretasi.

“Juara 1,2, dan 3 akan kami prioritaskan bisa diterima masuk lewat PBU Berprestaso di Departemen Teknik Mesin SV Ugm,” jelasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan