Gubernur Pastika Harapkan Keikutsertaan BPJS Kesehatan di Bali Meningkat

0

BALI-PORTAL-NEWS.COM Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap agar keikutsertaan masyarakat Bali dalam BPJS Kesehatan bisa terus digenjot sehingga tahun depan Bali siap berintegrasi dengan program pusat tersebut. Hal itu disampaikannya ketika memimpin rapat dengan jajaran BPJS Divisi Regional XI di ruang rapat Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (1/8/2016).

Menurutnya keikutsertaan masyarakat Bali sat ini yang baru mencapai 51%, dan masih kurang dari target minimal di awal tahun 2017 mendatang yaitu 70%. Menurut Pastika banyak cara  bisa digunakan untuk menarik minat masyarakat, seperti menginstruksikan badan usaha mendaftarkan karyawannya, hingga memperbaiki pelayanannya. “Apalagi itu sudah diatur dalam Perpres 111 tahun 2013,  yang merupakan perbaikan atas perpres 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan. Dalam Perpres tersebut sudah diatur dalam pasal 6 ayat 3 bahwa pemberi kerja harus mendaftarkan karyawannya dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan paling lambat 1 januari 2015 untuk usaha makro dan BUMN dan paling lambat 1 januari 2016 untuk usaha mikro. Jadi ya semua usaha yang berijin di Bali harus mengikutsertakan karyawannya,” tegasnya kepada rombongan BPJS yang dipimpin oleh Kepala Divisi regional XI dr. Anurman Huda, MM., AK.

Selain itu, Pemprov Bali juga tengah menghadapi polemik seputar Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang sudah kadung menjadi primadona untuk rakyat. Pastika menuturkan bahwa sudah jelas dalam amanat undang-undang Jamkesda harus diintegrasikan dengan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN.

Sementara itu keberadaan JKBM sudah kadung melebur dengan rakyat, bahkan sebagian besar rakyat Bali memilih menggunakan jaminan kesehatan daerah ini ketimbang BPJS Kesehatan karena dirasa lebih mudah dan tanggungannya juga banyak. “Di sini saya menghadapi pilihan yang sulit, satu sisi saya harus tunduk kepada UU yang lebih tinggi dengan mengintegrasikan JKBM ke JKN, satu sisi rakyat Bali sangat menginginkan JKBM diteruskan lagi,” imbuhnya.

Namun dia menegaskan akan selalu mengikuti aturan yang lebih tinggi, sehingga dalam kesempatan itu Pastika mendorong BPJS bekerja lebih keras lagi menjaring peserta. “Jika bisa dalam waktu dekat peserta BPJS di Bali bisa ditingkatkan mejadi 70% saja, maka program ini bisa kita lanjutkan dan anggaran kesehatan bisa kita alihkan ke infrastruktur,” tandasnya.

Sementara itu, Anurman Huda mengungkapkan bahwa sudah menjadi kewajiban Kepala Daerah beserta Wakilnya untuk melaksanakan program strategis nasional seperti yang tertuang pada pasal 67 UU No. 23 Tahun 2004. Dan program JKN termasuk salah satu program strategis nasional. Dia mengakui memang kepesertaan masyarakat Bali dalam BPJS Kesehatan memang masih belum memenuhi target,  masih ada sekitar dua juta lebih masyarakat yang belum terdaftar dan itu menjadi PR bagi institusinya.

Untuk kepesertaan Badan Usaha hingga per juni 2016 sudah mencapai 6,950 dengan total peserta 463.991 tenaga kerja. “Masih ada sekitar 1.194  badan usaha yang belum mendaftarkan karyawannya, dan itu yang akan kita kejar,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga menyinggung masalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Menurutnya UU mengamanatkan agar pemerintah pusat harus menganggarkan PBI melaui APBN bagi warga kurang mampu di satu provinsi yang besarannya berkisar antara 30% – 40% dari jumlah total warga.

Namun, mengingat angka kemiskinan Bali yang cenderung kecil yaitu sebesar 4,25%, maka pusat hanya akan menganggarkan sekitar 22% saja dan Pemprov Bali bisa menganggarkan sisanya sekitar 18% agar mencapai 40% itu. “Hitungan kasar kami 18% yang bisa ditanggung oleh pemprov Bali berkisar antara 1 juta lebih warga yang perlu mendapat dana PBI dari APBD pemprov, jika dikalikan kasar 1 juta itu dikalikan 23 ribu (iuran untuk BPJS kelas III, red) dikalikan 12 bulan didapat angka sekitar 284 milyar per tahun. Sementara anggaran untuk JKBM 400 milyar per tahun, jadi Pemprov bisa irit hampir setengahnya. Dana itu bisa dialokasian untuk keperluan lain seperti infrastruktur misalnya,” bebernya.

Selain itu ada beberapa keuntungan lagi menggunakan BPJS Kesehatan, jika warga Bali sakit atau kecelakaan di daerah lain, BPJS masih bisa mengcover, sedangkan jaminan kesehatan daerah hanya berlaku untuk di daerahnya saja.

Menanggapi hal itu, Pastika sangat antusias dan berjanji akan mendukung penuh program pemerintah pusat itu. Dia berpendapat jika segala program pusat itu muaranya pasti untuk kesejahteraan masyarakat, salah satu syarat masyarakat sejahtera adalah harus sehat. Sementara untuk iuran PBI sebagaimana dijelaskan di atas, dia berjanji akan mengkajinya karena menyangkut pos anggaran. “Apakah dana sekitar 284 milyar itu kita alokasikan untuk hibah atau bantuan khusus, akna kita kaji lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara dalam pertemuan tersebut, turut juga dihadiri oleh perwakilan dari Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kamar Dagang (Kadin) Bali, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Bali, juga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali beserta jajaran SKPD di lingkungan prov Bali.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pemprov Bali Gelar Konsolidasi Songsong Penilaian SAKIP

0

BALI-PORTAL-NEWS.COM Gubernur Bali yang diwakili Wagub Ketut Sudikerta memimpin rapat koordinasi dengan seluruh jajaran SKPD guna mematangkan persiapan Pemprov dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang akan dilakukan KemenPAN-RB akhir Agustus mendatang.  Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (1/8/2016), Sudikerta kembali mengingatkan jajarannya serius mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam proses penilaian. Bahkan, dia secara khusus meminta paparan di hadapan tim penilai langsung dilakukan oleh Pimpinan SKPD. “Saya ingatkan, presentasi jangan diwakili oleh staf yang tidak paham. Karena hal itu akan mempengaruhi hasil penilaian,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sudikerta juga menggarisbawahi sembilan SKPD yang menurut hasil review Inspektorat Provinsi Bali masih mengantongi nilai B. Dia berharap, sembilan SKPD ini terus dikawal agar nantinya bisa meraih nilai A. Karena, ujar Sudikerta, hasil penilaian terhadap seluruh SKPD akan mempengaruhi nilai SAKIP bagi Pemprov Bali. “Target kita bisa meraih nilai A,” tandasnya.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Bali Drs. I Ketut Teneng, SP,M.Si melaporkan bahwa pada tahun 2015 lalu Bali menempati peringkat 4 nasional dalam penilaian SAKIP. Bali berhasil meraih predikat BB dengan total nilai 75,39. Sesuai arahan Gubernur Pastika yang mengharapkan peningkatan nilai SAKIP pada tahun ini, pihaknya telah melakukan pembinaan secara intensif, khususnya terhadap 9 SKPD yang nilainya dianggap masih kurang. Alhasil, dari review terakhir, SKPD tersebut sudah melakukan perbaikan-perbaikan sesuai arahan KemenPAN-RB sehingga rata-rata sudah memenuhi syarat untuk memperoleh nilai A.

Hanya saja, Inspektur Ketut Teneng mengingatkan bahwa sistem penilaian SAKIP tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, ujar Teneng, KemenPAN-RB menerapkan sistem tanggung renteng Provinsi dan Kabupaten/Kota. Artinya, nilai SAKIP Pemprov juga akan dipengaruhi oleh perolehan nilai Kabupaten/Kota. “Karena ini merupakan bagian dari pembinaan Provinsi kepada Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Terkait dengan perubahan sistem tersebut, Sudikerta minta SKPD terkait mengoptimalkan upaya pembinaan kepada Kabupaten/Kota.   Pertemuan tesebut dihadiri pula oleh Asisten Ketataprajaan Setda Provinsi Bali Dewa Putu Eka Wijaya Wardana, Ka.BKD Ketut Rochineng serta perwakilan dari Seluruh SKPD.

Sumber : Humas Pemprov Bali

FPPI Diharapkan Selaraskan Program Kerja dengan Bali Mandara

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMForum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Bali diharapkan mampu menyelarasakan program kerjanya dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yang bertujuan mewujudkan masyarakat Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (Mandara). Demikian  disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, saat menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia FPPI (Bali), bertempat di Ruang Kerja Wagub Sudikerta, Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Senin (01/08/2016).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia FPPI (Bali) Putu Eka Susilawati, menyampaikan bahwa sesuai dengan harapan pemerintah selama ini pihaknya telah mensinergikan program-progranm yang dibuat dengan program Bali Mandara, yang tertuang dalam Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang FPPI Bali. Khususnya pada program jangka panjang, pihaknya menilai perlu diselenggarakan semacam pelatihan-pelatihan kepada perempuan terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN saat ini, yang tentunya terjadi persaingan dalam dunia tenaga kerja terlebih tenaga kerja yang dicari saat ini harus memiliki sertfikat kompetensi.

Oleh karena itu, pihaknya akan menggalakkan program Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memberdayaikan para perempuan, seperti memberikan bantuan mesin jahit sehingga masyarakat khususnya kaum perempuan mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu, dalam bidang kesehatan pihaknya juga akan menggalakan pentingnya sanitasi yang berimplikasi pada kesehatan lingkungan. Untuk merealisasi hal tersebut FPPI Bali akan melakukan pendakatan-pendekatan terhadap mahasiswa untuk menjadi sukarelawan sekaligus mencari data kondisi sanitasi di desa/kelurahan yang akan dijadikan contoh sanitasi yang baik dan benar sesuai standar International Organization for Standardization (ISO).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terhadap pengembangan puspasari atau menanam tanaman didalam pekarangan sehingga membantu menjaga ketahanan pangan di Bali. Sedangkan untuk program jangka pendek, ia menerangkan bahwa pada 9 Kab/Kota di Bali telah dibentuk Dewan Perwakilan Cabang, guna lebih memantapkan program yang telah disusun oleh FPPI Bali. Ia berharap, gerakan dari FPPI Bali ini mendapat dukungan dari pemerintah serta Coorporate Social Responsibilty (CSR) ataupun dari pihak donatur yang tidak terikat, mengingat segala macam kegiatan yang dilakukan merupakan gerakan sosial kemasyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Sudikerta mengapresiasi semua program yang telah dicanangkan. Ia menegaskan, nantinya semua program tersebut tidak hanya sekedar wacana, namun harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh serta melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kab/Kota terkait, sehingga setiap program yang dilaksanakan selaras dengan visi-misi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Ia juga, mendukung FPPI Bali untuk menggalakan program puspasari, karena hal tersebut selaras dengan program dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang bertujuan mengajarkan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, untuk mengembangkan tanaman kebutuhan pokok maupun tanaman obat-obatan.

Selanjutnya  masyarakat diharapkan  dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, selain itu juga berdampak pada pengurangan tingkat inflasi yang ada di Bali. Sedangkan terkait dengan pemberdayaan UKM, ia berharap FPPI Bali lebih menyasar kepada kaum perempuan yanga ada di pelosok-pelosok desa, mengingat iklim ekonomi masyarakt disana jauh lebih rendah dibanding iklim ekonomi masyarakat diperkotaan.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Beri Kenyamanan Masyarakat, Pemprov Bali Tata Kawasan Civic Center

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMGuna memberi kenyamanan bagi warga yang melakukan aktifitas di kawasan civic center  Renon, Pemprov Bali tengah menata kawasan publik tersebut sehingga pemanfaatannya semakin maksimal. Salah satunya adalah penataan parkir dan sarana olah raga kawasan civic center Renon di sebelah timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, yang rencananya aka dijadikan taman keluarga dan juga dilengkapi fasilitas olah raga.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di lapangan, Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar (31/7/2016).

Dia Mengungkapkan proyek yang peletakan batu pertamanya sudah dilakukan 21 Juli yang lalu saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. “nantinya akan diisi dengan arena permainan anak-anak dan juga akan dilengkapi dengan sarana olah raga seperti sepeda. Jadi jika sudah rampung  saya persilahkan masyarakat untuk menggunaka fasilitas tersebut dan turut serta menjaganya,” jelas orang nomor dua di Bali itu.

Proyek yang menghabiskan biaya  kurang lebih 9 Miliar dari anggaran pusat ini diperkirakan akan kelar dalam 6 bulan. Menurutnya, ke depan fasilitas seperti ini tidak hanya dibangun di kawasan Renon, namun di tempat lain juga. “Kita akan  buat di tempat lain juga, agar masyarakat bisa menikmati juga. Ini upaya kita untuk menjadikan masyarakat Bali yang sehat baik fisik dan rohani, serta sejalan dengan visi dan misi Bali Mandara, Bali Clean Green,” imbuhnya.

Hal lain yang disampaikan Sudikerta adalah terkait dengan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak oleh pemerintah untuk pengusaha yang menyimpan uangnya di luar negeri. Dia berharap kebijakan ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga akan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi di Bali juga. “Dengan bertambahnya pendapatan bangsa kita dari pajak, saya harap dana perimbangan dari pusat juga bisa bertambah untuk kepentingan infrastruktur kita, jadi mari kita dukung kebijakan pemerintah pusat ini dengan rajin membayar pajak juga,” gugah Sudikerta.

Dalam kesempatan itu, Sudikerta juga  mengingatkan krama Bali untuk beryadnya dengan sederhana dan seperlunya saja. “Mari beryadnya dengan ikhlas dan sederhana, jangan sampai kita berhutang karena beryadnya. Dalam Hindu sudah ada tingkatan yadnya, jadi mari kita sesuaikan semampu kita,” tuturnya.

Dalam PB3AS pagi itu, tampil juga I Wayan Suata dari Legian, Kuta. Dia mengeluhkan  menjamurnya mobil berplat luar Bali yang mencari lahan pekerjaan di sini. Padahal sebagian besar dari mereka tidak dikenakan pajak. “Saya menanyakan kemana peranan pemerintah saat ini? Kami bayar pajak dengan tertib tapi mereka tidak, dan kehadiran mereka lah yang sering membuat macet dan rusak jalanan di Bali,” keluhnya.

Selain itu ada juga warga Denpasar Bapak Edi yang tak henti-hentinya mengajak masyarakat Bali terutama anak muda untuk selalu peduli lingkungan. “Kewajiban kita mewariskan lingkungan yang bersih dan sehat untuk anak cucu kita kelak, jadi mari lestarikan lingkungan kit,” tandasnya.

PB3AS kali ini juga dimeriahkan oleh sekaa bondres Grongsong Poleng dari Kerobokan yang sukses mengocok para warga di seputaran lapangan renon serta penampilan lagu-lagu dari Eva Jagaraga yang berkolaborasi sangat apik dengan anak beserta keponakannya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kontingen Pramuka Bali Mengikuti Jambore Nasional X

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika minta Kontingan Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional X Tahun 2016 memupuk rasa kebangsaan, memperluas wawasan dan mempererat rasa persaudaraan antar anggota pramuka se-Indonesia. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga berkedudukan sebagai Wakil Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Bali, dalam acara Pelepasan Kontingen Jambore Nasional X Tahun 2016, bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan pada Jumat (29/07/2016).

Pastika menilai, Jambore Nasional (JamNas) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan merupakan momentum berharga untuk Tim Pramuka Kwatir Bali dalam memupuk rasa kebangsaan, persaudaraan dan wawasan antar pramuka seluruh Provinsi di indonesia. Lebih lanjut, dalam sambutannya Pastika juga menggarisbawahi Tema Jambore Nasional tahun 2016 yaitu “Keren, Gembira, Asyik”. Kata dia, tema itu memiliki makna yang sangat dalam sebagai upaya menumbuhkan semangat dan rasa kemandirian kepada generasi muda.

Pastika meminta Kontingen Bali menunjukkan usaha  terbaik dalam ajang JamNas yang akan berlangsung di Cibubur Jakarta tersebut. Selain itu, Pastika juga berpesan agar Kontingen Pramuka Bali memetik manfaat positif dari pelaksanaan JamNas. Menambahkan harapan Gubernur, Wagub Sudikerta  juga berpesan agar Para Pendamping Kabupaten dan Provinsi dapat memandu para peserta dengan baik, sehingga seluruh kegiatan dapat diikuti dengan lancar oleh seluruh kontingen JamNas Kwartir Bali.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Ketut Wija dalam laporannya yang dibacakan Pimpinan Rombongan JamNas X tahun 2016 I Gusti Lanang Jelantik mengungkapkan bahwa  kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 14-21 Agustus 2016 di Cibubur-Jakarta.

Sebelum bertolak ke Cibubur, Kontingen Bali melaksanakan pemantapan selama dua hari dari tanggal 29 hingga 30 Juli di Bumi Perkemahan Margarana-Tabanan. Kontingen Bali berkekuatan  367 orang yang berasal dari adik-adik pilihan dari kwarcab/kwarda 9 kab/Kota se-Bali. Materi yang akan diberikan selama pemantapan diantaranya, penjelasan hasil simulasi pelaksanaan JamNas X, pemantapan kegiatan karnaval budaya yang akan melibatkam seluruh peserta JamNas serta materi lainnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Ingin Kontingen Bali Berjaya pada PON XIX Jawa Barat

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Made Mangku Pastika berharap Kontingen Bali mampu meningkatkan perolehan medali dan berjaya pada pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX yang akan digelar di Provinsi Jawa Barat pada bulan September 2016 mendatang. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta pada Upacara Pembukaan Pemusatan Latihan (TC) Sentralisasi Atlet/Pelatih Bali Menuju PON XIX 2016 Jawa Barat di halaman depan GOR Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (29/7/2016).

Lebih jauh dia menyebut, TC bagi Atlet/Pelatih Bali menuju PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat telah dipersiapkan dengan sistem pembinaan dan pelatihan yang sistematis dan didukung penerapan iptek keolahragaan sport science. Pola ini, kata Pastika, diharapkan mampu memberikan hasil optimal sehingga kontingen Bali dapat berjaya dalam event ola raga empat tahunan tersebut. “TC ini tidak boleh disia – siakan, manfaatkan untuk mengasah kemampuan, melatih fisik, teknis dan meningkatkan kesiapan mental bertanding, karena saya yakin dengan upaya dan kerja keras yang demikian, peningkatan prestasi akan dapat diraih,” jelas Pastika.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan TC. “Kegiatan ini patut kita dukung bersama, karena  merupakan upaya untuk mempersiapkan Kontingan Bali sehingga mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang diraih pada PON sebelumnya,” imbuhnya.

Kalau sebelumnya Bali berhasil menempati peringkat 9 dari 33 provinsi, tahun ini dia berharap peringkat tersebut dapat diperbaiki. Walaupun dia menyadari bahwa banyak tantangan yang nantinya akan dihadapi kontingan Bali dalam mempertahankan prestasi tersebut. Namun Pastika optimis, kontingen Bali yang merupakan gabungan dari atlet pilihan mampu mengukir prestasi terbaik.

Pada bagian lain, dia juga mengingatkan bahwa selain menjadi tolak ukur kemampuan para atlet, event olah raga nasional ini juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan di bidang olah raga. Untuk itu, para pembina yang tergabung dalam KONI Bali hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan hasil pembinaan di bidang keolahragaan yang telah dilakukan selama ini.

Sementara itu Kepala Satuan Tugas TC Sentralisasi Atlet/Pelatih Bali Maryoto Subekti menyatakan bahwa kegiatan TC bertujuan memberi ruang bagi pelatih dan atlet agar dapat lebih fokus melaksanakan program pelatihan sehingga mereka mampu berjaya dalam PON kali ini. TC yang dilaksanakan dari tanggal 28 juli hingga 20 September 2016 tersebut diikuti 362 atlet dan 99 pelatih. TC akan difokuskan pada sejumlah kegiatan antara lain karakter building dari Jasdam IX Udayana, latihan sesuai cabang olahraga, pemantapan dan penajaman program pelatihan. Agar tak jenuh, TC juga akan diselingi kegiatan out bond dan rekreasi yang dianggap mampu  motivasi dan rasa percaya diri atlet.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kelurahan Penatih Menjadi Duta Bali di Tingkat Nasional

0

BALI-PORTAL-NEWS.COM Setelah sebelumnya Kelurahan Penatih berhasil sebagai juara I Lomba kelurahan Tingkat Provinsi Bali, kini   Kelurahan Penatih menjadi duta Bali di tingkat Nasional  di nilai oleh Tim Pusat Nasional karena sudah masuk nominasi empat besar evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan Regional II Jawa-bali tahun 2016, Kamis (28/7/2016) di Wantilan Desa pakraman Penatih.

Dimana Tim Nasional Tingkat Regional II Jawa-Bali yang dipimpin Valentinus  Sudarjanto ini diterima dan disambut langsung oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara di dampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta dan segenap pipimpinan SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Dihadapan Tim Penilai Tingkat Nasional Walikota Denpasar IB. Rai Mantra dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan Desa dan Kelurahan merupakan penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, dimana seluruh kegiatan Pemerintahan Kota berlangsung di Kelurahan yang berkolerasi dengan percepatan perkembangan kelurahan dalam bidang pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Kota Denpasar secara kontinyu mengadakan evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan, dengan maksud untuk menjalankan kewajiban Kota Denpasar dalam rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Desa dan Kelurahan.

Selain itu juga untuk menguatkan partisipasi masyarakat, kerjasama dan kemandirian masyarakat yang dilandasi dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di bidang ekonomi sosial budaya dan kesehatan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi Kelurahan Penatih masuk nominasi empat besar evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan Regional II Jawa-bali tahun 2016. Ini merupakan wujud keberhasilan pemerintah Kelurahan Penatih serta warga masyarakat dalam meningkatkan seluruh aspek pembangunan, sarana dan parasaran kelurahan”, ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Penilai Nasional Tingkat Regional II Jawa-Bali Valentinus Sudarjanto Sumito mengatakan, tugas tim disini untuk mengklarifikasi dan mencocokan kesesuaian antara jawaban, instrument, penilaian dan data yang telang dikirimkan kepada tim evaluasi dengan data real yang ada di lapangan.

Adapun penilaian lomba ini dilaksanakan dalam lima tahapan, yakni meliputi penilaian administrasi, klarifikasi lapangan, pemaparan hasil klarifikasi, pemaparan calon juara lomba, dan penetapann juara regional. “Dan saya harapkan Kelurahan Penatih tidak bangga sampai masuk empat besar evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan Regional II Jawa-Bali tahun 2016 saja, melainkan bisa terus maju sampai menjadi juara, dikarenakan Kelurahan Penatih ini memiliki banyak potensi disegala aspek bidang ekonomi sosial budaya dan kesehatan masyarakat ” ungkap Sudarjanto.

Lurah Penatih Wayan Herman yang ditemui mengaku lomba ini dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan potensi yang ada diwilayahnya. “Keberhasilan suatu pemerintahan dan pembangunan tetap harus ada partisipasi dari masyarakat sehingga apa yang kita programkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sumber : Humas Dps

Pemerintah Pusat Bangga Denpasar Sebagai Kota Pusaka Dunia

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMKota Denpasar menjadi salah satu Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia yang memiliki Warisan Kota Pusaka. Pada Tahun ini Denpasar mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan strategic meeting Organitation World Heritage City (OWHC) pada Agustus mendatang yang mendapatkan suport langsung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Kemenko PMK)  RI.

Pada Rabu (27/7/2016) Kemenko PMK melalu Deputi Kebudayaan mengundang Pemkot Denpasar untuk dapat hadir di Jakarta dalam pembahasan persiapan strategic meeting OWHC. Pertemuan tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar Dewa Made Ariawan dan Plt. Kadis Kebudayaan Ni Nyoman Sujati.

Rapat dipimpin Deputi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK,  Haswan Yunaz diruang pertemuan Kemenko PMK di Jakarta yang juga dihadiri beberapa pejabat Kementerian serta tampak hadir Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pertemuan OWHC di Kota Denpasar.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama Denpasar masuk dalam jajaran OWHC, dengan kegiatan saat ini yang menjadikan Denpasar sebagai pusat pertemuan strategic meeting OWHC,” ujar Deputi Haswan Yunaz.

Lebih lanjut Yunaz juga mengapresiasi langkah Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I G.N. Jaya Negara beserta  jajaran serta masyarakat Denpasar yang telah berkomitmen dalam menjaga, melestarikan berbagai warisan pusaka yang ada di Kota Denpasar.

Masuknya Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka Dunia setelah Kota Solo bukan langkah yang mudah, namun menjadi tantangan dalam berbagai program pelestarian tersebut. Terdapat 21 negara yang masuk dalam anggota komite warisan dunia diantaranya Indonesia, Republik Korea, Jamaika, Filipina dan Vietnam. Word Heritage Commite adalah salah satu lembaga yang bernaung dibawah UNESCO yang bertugas untuk mengadakan persidangan dalam rangka penilaian usulan warisan dunia. Ia juga menjelaskan adapun manfaat dari masuknya Kota Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka dunia diantaranya meningkatkan citra Indonesia dimata Internasional, mendapatkan perhatian badan Internasional, dan meningkatkan promosi pariwisata. Hal ini tentunya juga menjadi salah satu program Sustainable Development Goals 2030 sebagai Variable target yakni peningkatan upaya melindungi dan menjaga warisan alam dan budaya dunia.

Disamping itu juga masuknya dalam jaringan Kota Pusaka Dunia menjadi salah satu kategori Pilar Kota Berkelanjutan 2015-2045 dengan mewujudkan kota layak yang aman dan nyaman, kota hijau dan kota cerdas. “Kami harapkan kota-kota di Indonesia yang telah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia dapat melakukan studi banding dan bertukar pikiran dengan Kota Denpasar terkait dengan langkah-langkah yang telah dilakukan,” ujarnya.

Sementara Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara mengatakan Pembahasan dan persiapan pertemuan OWHC Asian-Pasiffic yang diikuti 41 jaringan kota pusaka dari  9 negara yang akan di selenggarakan dari tanggal 7-10 Agustus mendatang di Hotel Bali Beach Sanur telah dilakukan.

Pembahasan pertemuan juga telah melibatkan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang hadir langsung di Kota Denpasar serta bersepakat dalam beberapa pembahsan pertemuan nanti pada Strategic Meeting yang akan membahas keterlibatan generasi muda atau Youth Networking untuk dapat memahami akan pentingnya pusaka budaya yang dimilikinya.

Rai Iswara juga menjelaskan terdapat dua Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia yakni Denpasar dan Kota Solo, dengan masuknya dalam OWHC tersebut Denpasar telah siap melaksanakan pertemuan tingkat Internasional. Sehingga kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat dan seluruh masayarakat Kota Denpasar dalam mensukseskan pertemuan yersebut. “Tidak hanya sekedar dalam kesuksesan acara, namun diharapkan tuan rumah Kota Denpasar dapat memberikan manfaat dalam pelestarian Kota-kota Pusaka Dunia,” ujar Rai Iswara.

Sumber : Pur Humas Dps

Simakrama Gubernur Bulan Juli Digelar Di Wantilan DPRD Bali

0

BALI-PORTAL-NEWS.COMAgenda rutin Pemprov Bali Simakrama bersama Gubernur Made Mangku Pastika dengan masyarakat untuk bulan Juli akan digelar pada hari Sabtu (30/7/2016).

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, pada siaran persnya di Denpasar, Selasa (26/7/2016). “Jadi bulan ini kita kembali mengelar simakrama untuk bulan Juli yang akan dilaksanakan di wantilan DPRD, di Jl. Dr. Kusuma Atmaja, Niti Mandala Denpasar,” ujarnya.

Dewa Mahendra juga menambahkan jika tema simakrama pada bulan ini adalah ‘Tranparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Publik’. Birokrat asal Buleleng ini menjelaskan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam mengajukan permasalahan dan aspirasi agar datang lebih pagi yaitu 08.00 WITA untuk melakukan registrasi terlebih dahulu, karena Simakrama sendiri  baru akan dimulai pukul 09.00 WITA.

Lebih lanjut, dalam simakrama yang telah memasuki kali ke-81 ini, masyarakat bisa mengutarakan segala gagasan bahkan unek-uneknya langsung ke Gubernur Bali. “Bapak Gubernur akan hadir  didampingi oleh Wagub Ketut Sudikerta, Sekda Provinsi Bali Cok Ngurah Pemayun beserta kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali dan akan langsung  menanggapi masalah ataupun aspirasi para peserta,” imbuhnya.

Diharapkan pelaksanaan simakrama sendiri bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja Pemprov Bali  dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.  “Simakrama merupakan bentuk upaya transparansi, akuntabilitas dan partisipatif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program Bali Mandara,” ucap Dewa Mahendra.

Sementara bagi  masyarakat yang tidak berkesempatan untuk hadir, simakrama juga dapat dipantau langsung melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6 MHz atau menyaksikan langsung melalui live streaming di www.birohumas.baliprov.go.id pada jam yang sama.  Simakrama akan berlangsung sampai pukul 12.00 Wita yang kemudian ditutup dengan Tri Sandya dan makan siang bersama.

Sumber : Humas Pemprov Bali