BALIPORTALNEWS.COM – Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki jumlah museum terbanyak di Indonesia. Data Badan Pengurus Museum DIY tahun 2016 mencatat provinsi DIY mempunyai sebanyak 33 museum. baik yang dikelola oleh swasta, pemerintah, maupun yayasan.

Namun dari jumlah tersebut hanya sekitar 50 persen yang rutin dikunjungi wisatawan. Sementara lainnya jarang dikunjungi bahkan tidak dikenal masyarakat maupun wisatawan.

Ayu Helena Cornellia mengatakan kondisi tersebut terjadi salah satunya dikarenakan peran pihak manajemen museum di museum milik pemerintah, swasta, dan yayasan belum maksimal atas program pemasaran. Masih terdapat berbagai persoalan yang perlu diselesaikan seperti terkait status dan klasifikasi musem serta tenaga pemasaran atau kehumasan dalam museum.

Melakukan penelitian pada tiga museum di Yogyakarta yakni Museum Pendidikan Indonesia, Museum Sonobudoyo, dan Museum Gumuk Pasir, mahasiswa doktoral program studi Kajian Pariwisata UGM ini menemukan fakta bahwa pada ketiga museum belum mempunyai model atau panduan tertulis dan terencana untuk pemasaran museum.

“Belum ada perhatian khusus terhadap pengadaan tenaga pemasaran museum dan belum pernah ada rencana pemasaran secara baik dan tertulis,” ungkapnya saat ujian terbuka program doktor di Sekolah Pascasarjana  UGM, Kamis (1/11/2018).

Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogykarta ini menuturkan terdapat sejumlah halangan yang dihadapi pihak manajemen museum dalam pengembangan pemasaran museum. Salah satunya adalah minimnya dukungan dari pemerintah dalam bentuk dana, kebijakan, SDM, dan infrastruktur.

Karena belum ada panduan atau model pemasaran sejak awal, dikatakan Ayu kegiatan pemasaran yang dilakukan pun cenderung tidak terarah dan tidak terencana. Padahal rencana pemasaran sangat penting dalam penerapan program pemasaran baik secara online ataupun offline.

Ayu menyebutkan pemasaran memiliki peran penting dalam pengembangan museum melalui startegi komunikasi pemasaran yang tepat mengikuti tren digital markting, penyediaan SDM berkualitas, produk atau layanan yang bermutu dan memiliki nilai tambah. Selain itu pula adanya dukungan dari stakeholder. (ika/humas-ugm/bpn)