Penandatanganan Pakta Integritas, Rekrutmen Polri Harus Bersih

BALIPORTALNEWS.COM – Proses seleksi penerimaan anggota Polri TA 2018 dipastikan akan dilaksanakan secara jujur dan obyektif, berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) serta clear and clean agar menghasilkan SDM Polri yang berkualitas, kompetitif dan berintegritas. Untuk mewujudkan semua itu, harus ada komitmen dari semua pihak.

Proses rekrutmen di Polda Bali diawali dengan pengambilan sumpah serta pembacaan dan penandatanganan pakta integritas panitia, orang tua atau wali dan peserta seleksi penerimaan anggota Polri TA 2018. Kegiatan yang digelar di Gedung Lembah Pujian, Jalan Antasura, Denpasar Timur ini dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs I Gede Alit Widana, S.H., M.Si., Pejabat Utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali, Jumat (13/4/2018).

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, animo putra-putri Bali yang ingin menjadi anggota Polri tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri juga meningkat.

Kemudian, jenderal bintang dua di pundak ini memberi apresiasi kepada panitia seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2017. Hasil rekrutmen tahun lalu membuat Kapolda merasa bangga karena pengiriman Polda Bali mendapat peringkat 1 di seluruh Indonesia untuk nilai perorangan di taruna Akpol.  Tidak hanya itu, pengiriman Polda Bali juga mampu meraih nilai tertinggi perorangan untuk pendidikan Bintara (Polki) dan Bintara Polwan di seluruh Indonesia.

“Ini menandakan bahwa hasil rekrutmen anggota Polri di Polda Bali sudah dilaksanakan dengan baik dan benar. Saya berharap rekrutmen Polri tahun ini minimal seperti tahun lalu yang sudah berjalan dengan baik, bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta clear and clean. Tahun ini harus ditingkatkan lagi,” kata Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.

Bagi calon anggota Polri yang dinyatakan lulus atau memenuhi syarat oleh Panitia Penerimaan Daerah Bali, agar mengikuti pendidikan dengan baik di taruna Akpol, Bintara dan Tamtama. “Tidak hanya meraih juara 1 saja. Bila perlu juara 1 sampai dengan 10 diraih oleh pengiriman Polda Bali,” ucap Kapolda.

Dihadapan seluruh peserta seleksi dan orang tua atau wali, Kapolda secara tegas menyampaikan agar tidak percaya dengan orang yang mengaku bisa membantu meluluskan sebagai anggota Polri. “Dilarang menggunakan sponsorship dalam penerimaan ini, baik dengan cara menghubungi lewat telepon, surat atau dalam bentuk apapun kepada panitia atau pejabat yang berwenang. Apabila ditemukan  akan saya diskualifikasi,” tegasnya. (binaw/bpn)