Rai Mantra : Generasi Muda Ujung Tombak Pelestarian Seni dan Budaya Bali

0
47

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Melestarikan seni dan budaya Bali serta menggali potensi minat para generasi muda pada bidang seni budaya, Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra membuka kegiatan Gebyar Seni Budaya Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (7/12/2017) di Puri Agung Jro Kuta.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kendang Walikota Rai Mantra didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I.G.N Bagus Mataram, Penglingsir Puri Jro Kuta, I.G.N Jaka Pratidnya, Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra, serta Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan Gebyar Seni Budaya yang dilaksanakan Desa Pemecutan Kaja ini. “Kami menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan ini, terlebih melibatkan para generasi muda. Karena generasi muda merupakan ujung tombak pelestarian seni dan budaya Bali kedepannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini menurut Rai Mantra, hendaknya dapat menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda khususnya di Kota Denpasar agar mampu mempertahankan  serta melestarikan seni dan budaya yang merupakan warisan leluhur yang adhi luhung ini.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan melalui kegiatan ini kita berharap para generasi muda bisa terus meningkatkan inovasi serta mengembangkan kreativitasnya. Kalau tidak mereka, siapa lagi yang akan mempertahankan seni dan budaya Bali ini,” pungkas Rai Mantra.

Sementara, Perbekel Desa Pemecutan Kaja, A.A Ngurah Arwatha didampingi Ketua Panitia, Nyoman Anom, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini telah memasuki tahun keempat.  Tujuan dari kegiatan ini untuk menggali potensi  dan menggalakan seni dan budaya yang ada di Desa Pemecutan Kaja. Kegiatan ini diikuti anak-anak dari Tingkat TK, SD, SMP, sekaa teruna, PKK hingga Lansia se-Desa Pemecutan Kaja.

“Kami berharap melalui kegiatan seni budaya ini para generasi muda sebagai generasi penerus bisa mempertahankan serta melestarikannya dan sudah tentu dapat menyaring pengaruh kebudayaan luar,” kata Agung Arwatha.

Kegiatan gebyar seni budaya ini meliputi, Tingkat TK, lomba mewarnai, busana ke Pura dan Tari Pendet. Untuk Tingkat SD, lomba menggambar, Tari Mregapati, Baris Tunggal, mekendang tunggal, macepat, mesatua dan nyurat aksara Bali.

Tingkat SMP/STT meliputi lomba megender wayang, baleganjur dan ngelawang. PKK meliputi lomba merangkai bunga, merias wajah, mesanggul, dan membuat banten pejati. Kemudian untuk Lansia meliputi lomba busana ke pura. Acara ini berlangsung dari tanggal 7 sampai 9 Desember mendatang. (ngurah/humas-dps/bpn)