BALIPORTALNEWS.COMDewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Disperindagkop menggelar pelatihan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenun bagi Ibu-Ibu Kelompok Tenun di Desa Getasan, Kamis (1/12/2016) di Kantor Desa Getasan. Pelatihan Tenun secara resmi dibuka Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta.

Tak hanya diberi pelatihan, para peserta juga diberikan alat tenun dan benang secara cuma-cuma. Istri Bupati Badung ini mengharapkan peserta berlatih sampai bisa dan dapat menghasilkan kain tenun dengan motif bungan jepun sebagai maskot kabupaten Badung. Dipastikan Pemkab Badung siap memasarkan hasil produksi tenun ini. Pelatihan dihadiri Kadisperindagkop I Ketut Karpiana, Camat Petang I Gst. Ngr. Ariawan dan Perbekel Getasan I Wayan Suandi.

Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Badung salah satunya dimana Pemkab Badung akan memajukan UKM dengan harapan mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, industri yang berorientasi pada teknologi dan inovasi. Oleh karena itu Dekranasda mengambil inisiatif bekerjasama dengan Disperindagkop untuk melaksanakan pelatinan tenun. Dirahapkan setelah pelatihan, para peserta mampu sebagai pelaku usaha khususnya tenun yang tangguh dan mandiri serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen terutamanya di Badung.

“Kami harapkan pelaku usaha tenun nanti dapat memenuhi kebutuhan akan kain tenun, karena kebutuhan kain endek karyawan-karyawati Pemkab Badung, maupun kebutuhan untuk siswa sekolah akan diarahkan untuk mencari di kelompok tenun ini,” harapnya.

 Untuk itu ibu-ibu peserta agar mengikuti pelatihan dengan tekun dan mengikuti arahan para instruktur. Ny. Seniasih juga memastikan dari segi pemasaran, UKM Tenun tidak perlu khawatir, karena Dekranasda dan Pemkab Badung siap untuk membeli dan memasarkan hasil produksi tenun ini.

“Kami siap akan memasarkan, selain untuk kebutuhan di Pemkab dan di sekolah, Bank BPD Bali juga sudah siap memesan kain tenun 100 buah. Jadi ibu-ibu harus semangat dan tekun mengikuti pelatihan ini,” terangnya.

Kepala Disperindang dan para Instruktur dari ISI dan Praktisi diharapkan agar tetap mendampingi para peserta sampai bisa menghasilkan tenun dan mampu berusaha sendiri.

Kadiskoperindag Badung I Ketut Karpiana mengatakan, tujuan pelatihan tenun ini sebagai upaya mengembangkan UMKM di Badung.

Pelatihan ini terselenggara tidak terlepas dari inisiatif Ibu Bupati yang melihat tenun di Badung kurang berkembang. Sehingga dibuatlah pelatihan sehingga pengerajin tenun yang sudah ada di Desa Getasan sejak dulu dapat dikembangkan dan berinovasi dengan baik. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) di Badung dalam upaya mewujudkan desa yang mandiri.

“Produk-produk UKM yang ada di Badung, seperti kain tenun, endek, termasuk produk lainnya yang diproduksi ibu rumah tangga akan dioptimalkan bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat disini bisa berkembang terus,” tambahnya.

Kedepan,  UKM di Badung akan terus dikembangkan. “Selain Tenun di Getasan, kita juga akan kembangkan yang sudah ada di Abiansemal dan Pererenan. Inilah kedepan yang akan memenuhi kebutuhan endek di badung,” jelasnya.

Ditambahkan, peserta pelatihan berjumlah 30 orang dan kegiatan akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 14 Desember ini. Diharapkan ibu-ibu peserta tekun mengikuti pelatihan, dan narasumber agar dapat mendampingi sampai bisa.

“Kegiatan seperti ini akan berlanjut di tahun 2017, sehingga hasil ini akan dikelola di koperasi dan dipasarkan di Pemerintah dan masyarakat Badung,” pungkasnya. (humasbadung/bpn)