BALIPORTALNEWS.COM – Kabupaten Gianyar termasuk daerah yang rawan terhadap penyakit rabies. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menunjukkan dari 185 kasus rabies di Bali sejak 2010 hingga 2016, sebanyak 35 kasus ada di Kabupaten Gianyar.Sementara 164 meninggal akibat rabies terjadi dari tahun 2008 hingga 2016 di Bali.

Kondisi ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa perayaan Hari Rabies Dunia dipusatkan di Desa Pejeng, Gianyar.Kepala Dinas Peternakan dan Kesehtan Hewan Propinsi Bali, Ir. I Putu Sunantra menyampaikan hal tersebut saat perayaan Hari Rabies Dunia di Provinsi Bali yang dipusatkan di Lapangan Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar, Minggu (30/10/2016).

Dikatakan, perayaan untuk mengingatkan kembali akan bahaya rabies dan Desa Pejeng menjadi salah satu daerah percontohan dalam penanganan rabies.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, salah satunya melaksanakan vaksinasi massal sejak 2010, baik lewat penyisiran atau sweeping maupun dengan membuka posko vaksinasi. Ada enam kabupaten yang mendapat perhatian tim vaksinasi Provinsi Bali karena dinilai rawan penyebaran rabies  yakni Karangasem, Buleleng, Bangli, Gianyar, Tabanan dan Jembrana.

Sejak enam bulan lalu tim vaksinasi sudah melakukan penyisiran baik untuk vaksinasi maupun eliminasi pada enam kabupaten tersebut.

Dalam kesempatan itu, Putu Sunantra asal Gianyar ini mengajak masyarakat untuk memelihara, merawat dan menjaga hewan peliharaannya dengan baik, sehingga terbebas dari penyakit yang membahayakan.

Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Setda Gianyar, I Ketut Astawa Suyasa dalam kesempatan itu mengakui kalau Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah tertular rabies di Bali. Kendati demikian, Pemkab Gianyar bekerja sama dengan Pemprov Bali telah melakukan upaya pencegahan dan  pemberantasan secara berkelanjutan bekerja sama dengan Pemprov Bali.

“Pencegahan rabies tentu perlu dukungan dan kesadara masyarakat untuk bersama-sama menjaga hewan peliharaannya dengan cara vaksinasi dan menjaga dengan baik,” tegas Astawa Suyasa.

Pencegahan rabies juga sebagai upaya menjaga citra Gianyar sebagai salah satu tujuan kunjungan wisatawan ke Bali. Jika rabies mengancam, tentu akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Perayaan yang berlangsung sehari itu juga diisi dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada tim vaksinasi yang telah berbulan-bulan melakukan penyisiran ke pelosok-pelosok daerah di enam kabupaten di Bali. (hms gianyar/bpn)