Jembatan
Mulai Dikerjakan, Jembatan Penghubung Desa Bebetin dan Desa Pakisan Rampung Bulan November. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Penantian panjang masyarakat akan perbaikan jembatan penghubung antara Desa Bebetin dan Desa Pakisan yang rusak akibat diterjang banjir bandang beberapa tahun lalu secara resmi direalisasikan, Rabu (21/6/2023). Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis yang dilakukan oleh Pj.  Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) pertama di tahun 2023.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan mengatakan secara teknis perbaikan jembatan ini akan menggunakan sistem precast, karena sistem ini dinilai pengerjaannya bisa dilakukan lebih cepat dan tahan lama, mengingat jembatan ini merupakan jembatan penghubung antar desa dan dimanfaatkan sebagai jalur distribusi pertanian.

Baca Juga :  Angka Pravelensi Stunting Menurun, Sekda Suyasa Tekankan Kunjungan Posyandu dan Peningkatan Gizi Dioptimalkan

“Sebagai langkah percepatan kita memilih memakai sistem precast, bukan dicor manual. Beton sudah jadi kita beli dari pabrik dan langsung dipasang di sana,jadi bisa lebih cepat pengerjaannya,” tegasnya.

Jembatan yang memiliki panjang 12 meter dan lebar 6 meter ini memiliki kualitas beton dengan bahan homogen dengan ketebalan 5 centimeter. Selain itu, jembatan ini juga akan dipercantik dengan trotoar dibahu jembatan.

“Jembatan ini sengaja kita desain memang lebih lebar agar mobil bisa berpapasan disana, ketinggiannya pun kita tambah, sehingga ketika ada banjir bandang, jembatan bisa lebih aman dan tidak mengganggu arus transportasi masyarakat,” sambungnya.

Kadis Adiptha memastikan pengerjaan jembatan ini akan rampung di Bulan November 2023 dengan kisaran biaya 1,9 miliar rupiah.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Segera Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak di Desa Pegadungan

Di sisi lain, Sekretaris Desa Bebetin, Made Supartawan sangat berterima kasih terhadap Pemerintah Kabupaten Buleleng atas pembangunan jembatan di Desa Bebetin karena ini merupakan harapan dari masyarakat akan perbaikan jembatan ini karena secara tidak langsung berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Sekdes Supartawan menuturkan kejadian jembatan roboh ini berawal dari tahun 2017 lalu di mana terjadi banjir bandang yang besar melanda Desa Bebetin yang mengakibatkan air di sungai meluap sehingga jembatan penghubung antar Desa Bebetin dan Desa Pakisan ini Roboh.

Dari kejadian tersebut pihak desa juga sudah mengajukan permohonan bantuan perbaikan saat itu, namun terkendala keterbatasan anggaran pemerintah dan juga terjadi dampak pandemi Covid-19 di seluruh dunia yang akhirnya sekarang bisa terealisasi di Tahun 2023.

Baca Juga :  Miris, Wanita Berkebutuhan Khusus Diperkosa Tetangganya Sendiri

“Nahh karena itulah pemerintah desa dan masyarakat bergotong royong dan berinsiatif untuk membuat jembatan darurat menggunakan sarana prasarana yang ada sebelum dilakukan perbaikan dari pemerintah agar mobilitas masyarakat bisa tetap berjalan,” ujarnya.

Senada dengan Sekdes Bebetin, salah satu mayarakat yang terdampak, Kadek Diarpa juga sangat berterima kasih kepada Pemkab Buleleng karena sudah merealisasikan perbaikan jembatan yang sudah beberapa tahun rusak. Dengan dibangunnya jembatan yang baru ini akan sangat berdampak terdapat mobilitas masyarakat sekitar, di mana daerah ini merupakan daerah pertanian infrastruktur jalan sangat dibutuhkan dalam pendistribusian bahan pertanian.(sri/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News