Metatah Massal
Bupati Sanjaya: Metatah Massal Cermin Kebersamaan Warga dalam Melaksanakan Yadnya. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Pelaksanaan yadnya yang digelar secara massal, seperti salah satunya upacara metatah massal mendapat dukungan dari Bupati Tabanan, karena pelaksanaan upacara secara massal merupakan bentuk kebersamaan warga. Hal diungkapkan saat pihaknya menghadiri upacara metatah massal yang dilaksanakan di Pura Pasek Gel-gel, Br. Bongli Sangketan Penebel, Rabu (28/6/2023).

Dalam karya yang dihadirinya hari itu sekaligus sebagai perwujudan Tri Upa Saksi, menjadikan Karya yang digelar menjadi Karya yang Satwika. Dalam Pujawali tersebut, nampak hadir DPR RI, Ketua PAC penebel, Asisten II dan III, Para kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Nuasen Ngodakin Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel

Apresiasi dari orang nomor satu di Tabanan itu ditujukan bagi warga Desa Sangketan atas solidaritas dan gotong-royong yang dilakukan demi keberlangsungan acara. Apalagi karya yang dilakukan adalah perpaduan upacara Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya. Sebanyak 29 peserta metatah yang terdiri dari 13 perempuan dan 16 peserta laki-laki dari 42 KK tersebut diwajibkan untuk iuran sebanyak Rp700 ribu/peserta.

Biaya tersebut bagi Bupati Sanjaya sangatlah terjangkau, dengan biaya yang relatif murah namun tidak meninggalkan esensi dari karya itu sendiri. Pelaksanaan karya yang berlangsung setiap 5 tahun sekali ini pun tergolong unik. Sebab payasan yang dikenakan oleh para peserta, justru lebih menonjol dari yang lainnya. Hal ini juga tak luput dari perhatian Bupati Sanjaya, sebab diyakini sebagai bagian dari pelestarian adat dan budaya.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pedudusan Alit Ngeratep Tapakan Ratu Gede Pura Gede Hyang Teja Kukuh

Di kesempatan itu, Sanjaya menjelaskan, kehadirannya adalah salah satu bukti bahwa sebagai seorang pemimpin, wali pemerintah, selaku guru wisesa, murdaning jagat dan pengayom harus selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

“Harus selalu harmonis Pemerintah dan masyarakat, turun ke desa-desa, kompak bersatu, mendukung pemerintah dan bergotong royong membangun Tabanan,” ujarnya.

Pemberlakuan iuran juga dirasa sangat memberikan manfaat, selain mempererat kebersamaan juga sudah barangtentu meringankan pengeluaran.

“Ritatkala membangun upacara-upacara, Dewa Yadnya lan Manusa Yadnya, niki sampun becik pisan. Salah satu konsep upacara yang betul-betul diorganisir oleh pesemetonan.  Biayanya dengan menabung dulu kemudian iuran ini bagus sekali, dalam sastra agama juga mengharapkan seperti demikian. Nah, tugas kita di Pemerintah adalah bagaimana membantu meringankan beban masyarakat, karena yadnya tidak boleh gratis, harus kita gotong-royong,” imbuhnya lebih lanjut.

Baca Juga :  Serangkaian Acara WWF Ke-10, Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Ritual Segara Kerthi

I Ketut Umayasa selaku panitia yang sore itu menyambut kehadiran Bupati beserta jajaran, sampaikan ungkapan terima kasih atas perkenan Bupati Nyaksi Pujawali dan Metatah Masal.

“Ini sudah yang ketiga kalinya berlangsung dan ini yang paling banyak mengikuti. Sane wenten nyarengin mepandes masal, wenten 29 orang dan dana yang dikeluarkan berasal dari urunan” jelasnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News