Pengaruh Ekonomi
Literasi Keuangan Pengaruhi Kesejahteraan Individu. Sumber Foto : akseleran.co.id

BALIPORTALNEWS.COM Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hingga saat ini masih belum menyentuh angka 50 persen, berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) hingga oktober 2022 menunjukan bahwa tingkat literasi keuangan Indonesia hanya sebesar 49,68 persen. Padahal Literasi keuangan merupakan aspek penting yang harus melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat luas. Menurut Margaretha dan Pambudhi (2015) pengetahuan keuangan yang dimiliki dapat membantu individu dalam menentukan keputusan­-keputusan dalam menentukan produk-produk finansial yang dapat mengoptimalkan keputusan keuangannya. Sehingga pengetahuan tentang keuangan menjadi sangat penting bagi individu agar tidak salah dalam membuat keputusan keuangan nantinya.

Literasi keuangan merupakan sebuah pengetahuan penting serta harus bisa dikuasai sebagai landasan dalam memulai sebuah bisnis, menentukan bisnis, mengelola bisnis, dan termasuk mengelola keuangan pribadi atau individu untuk mencapai sebuah kesejahteraan yang menjadi tujuan akhir.

Maka dari itu jika pengetahuan tentang literasi keuangan yang dimiliki kurang, tentu akan mengakibatkan kerugian bagi individu tersebut, baik sebagai akibat dari adanya inflasi maupun penurunan kondisi perekonomian di dalam maupun di luar negeri. Kesalahpahaman menyebabkan banyak orang mengalami kerugian keuangan, sebagai akibat dari pengeluaran yang boros dan konsumsi, tidak bijaksana dalam penggunaan kartu kredit, dan menghitung perbedaan antara kredit konsumen dan pinjaman bank.

Bahkan diera kemajuan teknologi seperti sekarang tidak jarang individu justru sangat menginginkan tingkat kesejahteraan yang lebih besar, namun tanpa harus mengetahui seberapa pentingnya literasi keuangan. Sehingga mengakibatkan tidak terminimalisir risiko-risiko keuangan yang akan ditimbulkan dan berimbas kepada ketidakmampuan mensejahterakan individu bersangkutan secara berkepanjangan.

Baca Juga :  NH. Dini Menerima Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival 2017

Melihat keadaan itu maka misi penting yang harus dilakukan adalah bagaimana edukasi tentang literasi keuangan bisa tersampaikan kepada masyarakat. Sehingga nantinya pengelolaan keuangan bisa dilakukan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat agar bisa meningkat dan bisa dinikmati secara berkepanjangan.

Misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk melakukan edukasi dibidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas, sehingga rendahnya pengetahuan tentang industri keuangan dapat diatasi dan masyarakat tidak mudah tertipu pada produk-produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka pendek tanpa mempertimbangkan risikonya.

Lalu Bagaimana Literasi KeuanganPengaruhi Kesejahteraan Individu?

Menurut Murphy (2009) literasi keuangan adalah seperangkat keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seorang individu untuk membuat keputusan dan efektif dengan semua sumber daya keuangan mereka. Sedangkan Chen dan Volpe (1998) mengartikan literasi keuangan sebagai kemampuan mengelola keuangan agar hidup bisa lebih sejahtera di masa yang akan datang.

Namun kebanyakan orang mengembangkan pola perilaku keuangannya melalui pengalaman dan kesalahan di masa lalu. Mereka mengharapkan kesuksesan keuangan dimasa depan dengam kurang memiliki tujuan yang jelas. Meskipun beberapa individu mempunyai catatan keuangan, tetapi cenderung memiliki catatan yang buruk dan sulit dipahami, serta pengambilan keputusan yang tidak jelas akibat kurangnya pemaham terhadap kondisi ekonomi dan kondisi keuangan mereka, oleh sebab itu maka perencanaan keuangan yang jelas menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Merawat dan Menjelajahi Danau Toba dengan Konsep Fun Bike dan Nomadic Tourism

Manajemen keuangan keuangan pribadi individu dapat diukur melalui dua dimensi menurut Heck (1984) yakni pertama perencanaan keuangan, adalah suatu proses untuk mencapai tujuan keuangan individu melalui manajemen keuangan yang terencana. Dimensi ini dapat diukur melalui indikator: menetapkan tujuan keuangan, memperkirakan pengeluaran secara akurat, memperkirakan pendapatan secara akurat, perencanaan dan penganggaran pengeluaran.

Sedangkan yang kedua pengimplementasian perencanaan, adalah penerapan perencanaan yang telah ditetapkan dalam pencapaian tujuan. Dimensi ini dapat diukur dengan indikator: mempertimbangkan beberapa alternatif saat membuat keputusan, menyesuaikan diri dengan kondisi darurat keuangan, mambayar atau menunda tagihan, berhasil mencapai tujuan keuangan, berhasil melaksanakan rencana pengeluaran.

Financial Literacy pun terbagi menjadi 4 aspek menurut Chen dan Volpe (1998) yakni :

General personal finance knowledge (pengetahuan dasar)

General personal finance knowledge adalah pengetahuan tentang keuangan pribadi secara umum. Manajemen keuangan didefinisikan sebagai proses perencanaan, analisa, dan pengendalian kegiatan keuangan. Bentuk aplikasi dari manajemen keuangan adalah manajemen keuangan pribadi (personal finance), meliputi manajemen keuangan (money management), pengeluaran dan kredit (spending and credit), serta simpanan dan investasi (saving and investing)

Savings and borrowing (tabungan dan pinjaman)

Menghimpun dana memiliki arti mengumpulkan atau mencari dana (uang) dari masyarakat luas. Dana yang telah dihimpun tersebut disebut dengan simpanan bank. Bentuk simpanan tersebut antara lain simpanan giro, tabungan dan deposito. Tujuan menyimpanan dalam bentuk giro adalah untuk mencapai kemudahan dalam penarikan terutama bagi mereka didunia bisnis dan tujuan menyimpan uang dalam tabungan adalah kemudahan dalam penarikan serta harapan memperoleh bunga yang lebih besar dari giro. Dan tujuan menyimpan uang dalam bentuk deposito adalah untuk mengaharapkan bunga yang lebih besar.

Baca Juga :  Kapolres Badung Pimpin Pengamanan VVIP, Presiden RI Menyapa Masyarakat di Pasar Mengwi

Insurance (Asuransi)

Asuransi adalah jaminan yang diberikan oleh penanggung (perusahaan asuransi) kepada tertanggung (nasabah) untuk risiko kerugian sebagai yang ditetapkan dalam surat perjanjian (polis) bila terjadi kebakaran, kehilangan, kerusakan, dan sebagainya ataupun mengenai kehilangan jiwa (kematian) atau kecelakaan lainnya, dengan tertanggung (nasabah) membayar premi sebesar perjanjian polis setiap bulannya.

 Invesment (Investasi)

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Pihak-pihak yang melakukan investasi disebut investor. mengatakan bahwa investor dapat digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual (individual/retail investors) dan investor institusional (institutional investors).

Maka dengan beberapa pertimbangan tersebut literasi keuangan memiliki pengaruh penting terhadap kesejahteraan individu. Apalagi di era kemajuan teknologi seperti saat ini literasi keuangan sangat penting dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keuangan dengan perilaku keuangan dimana semakin tinggi pengetahuan keuangan seseorang yang dimiliki akan cenderung lebih bijak dalam pengelolaan keuangannya.(Nyoman Darma Wibawa, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Manajemen Undiksha)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini