IKAN
Sumber Foto : Humas UGM

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTADepartemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM bersama dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial di Pedukuhan XII Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY, Sabtu (21/11/2020) lalu.

Kegiatan bakti sosial diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis Perikanan UGM ke-56 sekaligus memperingati Hari Ikan Nasional. Bakti sosial tersebut dilakukan bekerjasama dengan Komunitas Embung Lovers Perikanan UGM dan Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP) UGM.

“Kegiatan pengabdian dari Departemen Perikanan UGM ini merupakan upaya menerapkan ilmu pengetahuan dan pendampingan masyarakat dalam menjaga ekosistem Rawa Kalibayem  sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya mengkonsumsi ikan dalam kondisi pandemi COVID-19”, ujar Ketua Departemen Perikanan UGM, Dr. Ir. Murwantoko, M.Si.

Murwantoko menyebutkan berbagai kegiatan dilakukan dalam acara bakti sosial tersebut. Salah satunya adalah penebaran 20 kilogram benih ikan tawes dan karper. Tebar benih ikan bertempat di embung Rawa Kalibayem ditujukan untuk menjaga keseimbangan eksosistem telaga. Selain penebaran benih ikan turut dilakukan pemasangan papan anjuran terkait pentingnya menjaga kelestarian embung dan sumberdaya perikanan, edukasi kepada anak-anak serta pembagian produk olahan ikan kepada warga masyarakat sekitar Rawa Kalibayem.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Tetapkan Kebijakan Kenaikan Tarif Pada Tiga Komponen di Tahun 2021

Pembagian produk olahan ikan diharapkan Murwantoko mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengonsumsi produk olahan ikan. Upaya itu sekaligus untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Yogyakarta.

“Dalam kesempatan itu juga dilakukan bersih embung dan juga penanaman pohon di sepanjang embung,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Desa Ngestiharjo, Fathoni Aribowo menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini Departemen Perikanan UGM, Komunitas Embung Lovers, dan KMIP UGM semakin berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat khususnya sekitar Rawa Kalibayem. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kawasan perairan tersebut sebagai sumber ekonomi, tetapi tetap dengan menjaga kelestariannya.

“Rawa Kalibayem mengandung banyak sekali sejarah terkait dengan perjuangan Republik Indonesia, yang saat ini sedang berbenah untuk dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Desa Ngestiharjo,” katanya. (ika/humas-ugm/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here