Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Guna meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan terhadap pengaruh paham Komunis di kalangan prajurit dan keluarganya, Staf Teritorial Kodim 1617/Jembrana menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom), bertempat di Garasi Makodim 1617/Jembrana, Kamis (17/6/2020). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prajurit Kodim 1617/Jembrana, Pepabri, FKPPI, Hipakad, serta Ibu-ibu Persit KCK Cabang XXXVI Kodim 1617/Jembrana.

Baca Juga :  Tinjau Konservasi Penyu “Kurma Asih”, Wamen Alue Dohong Dorong Pengembangan Ekowisata

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Sementara Kasdim Kapten Chb Drs. Karyanto mewakili Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok sekaligus sebagai pembawa materi.

Dikatakan, indikasi kebangkitan Komunis di Indonesia nyata adanya dengan strategi secara terang-terangan maupun gerakan bawah tanah. Dengan menyebarkan agitasi, propaganda, fitnah, kekerasan, adu domba dan menghalalkan segala cara.

“Di era reformasi bangkitnya Komunis dengan baju komunis gaya baru,” ungkapnya.

Tap MPRS XXV/1966 telah menegaskan tentang larangan penyebarluasan ajaran Komunisme termasuk Marxisme dan Leninisme di Indonesia. Kemudian Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan kejahatan negara. Sesuai produk hukum di atas seluruh bentuk kegiatan yang berhaluan Komunis dan underbow-nya di Indonesia sangat dilarang.

“Prajurit TNI AD dan keluarganya terus diberikan sosialisasi tentang bahaya laten Komunis agar paham tersebut dan sejenisnya tidak menyusup ke dalam satuan TNI AD,” terangnya.

Dandim 1617/Jembrana yang dihubungi di tempat terpisah mengatakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi Balatkom untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi di kalangan prajurit, sehingga tidak terhasut dan terpancing oleh tipu daya dan propaganda yang dilakukan oleh Komunis.

“Mencegah dan membendung bangkitnya kembali Komunis di Indonesia dapat dilakukan melalui kegiatan Binter terpadu di masing-masing wilayah Binaaan oleh para Danramil dan Babinsa Jajaran Kodim 1617/Jembrana,” tegas Dandim.

Pemateri lainnya oleh Perwira Seksi Intelijen Kapten Czi Ida Made Putra juga menerangkan masalah sikap anggota TNI AD, bahwa ideologi Komunis tetap dilarang untuk hidup kembali di Indonesia.

Tap MPRS XXV/1966 harus tetap dipertahankan, Komunis adalah musuh seluruh Bangsa Indonesia karena terbukti dua kali melakukan pengkhianatan terhadap Bangsa Indonesia. Komunis sewaktu-waktu dapat mengancam Bangsa Indonesia karena dalam perjuangannya tidak mengenal menyerah.

“Prajurit TNI AD tentu kita mengambil langkah-langkah dengan meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, tingkatkan wawasan kebangsaan, tingkatkan kesadaran masyarakat, tingkatkan kewaspadaan, laporkan setiap perkembangan kepada pimpinan,” terangnya. (dar/bpn)