BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bertempat di Wantilan Pura Lingga Bhuana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, PC KMHDI Badung  melaksanakan proses kaderisasi wajib di KMHDI yaitu Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) XXII.

Kegiatan ini diikuti oleh 16 (enam belas) orang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Badung dan Denpasar, antara lain : Politeknik Negeri Bali (PNB), Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STP Bali), Univ. Udayana, Univ. Undhira, ISI Denpasar.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 2 (dua) hari yakni, 21 s.d. 22 September 2019 mengusung tema “Wujudkan Kader Aktif dan Berkualitas” dengan harapan agar anggota baru ini tidak hanya sekadar aktif menyelenggarakan kegiatan di KMHDI namun bisa menghasilkan output yang lebih baik dari sebelumnya.

Adapun rangkaian kegiatan MPAB XXII ini terdiri dari kegiatan pemberian materi terkait pengenalan KMHDI oleh beberapa pengurus, dilanjutkan dengan bhagawad gita class, sharing alumni KMHDI, yoga, serta pentas seni dari peserta MPAB.

Dalam sambutannya, Teddy Chrisprimanata Putra selaku Sekretaris PD KMHDI Bali menyampaikan terkait program kaderisasi yang dimiliki oleh KMHDI yaitu kaderisasi wajib, pokok, dan pilihan yang dapat diikuti oleh para kader untuk sama-sama berproses di KMHDI serta peran serta kader untuk menyukseskan kegiatan Lokasabha PD KMHDI Bali pada November mendatang.

Baca Juga :  Rai Mantra Serahkan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu

Ketua panitia MPAB XXII, Gusde Mahendra dalam laporannya menyampaikan, setiap lembaga / organisasi pasti akan mengalami regenerasi begitu pula dengan PC KMHDI Badung. Pada moment ini pengurus dan segenap kader akan mengalami regenerasi ke depannya, oleh karena itu maka sebagai organisasi besar dan setingkat nasional yang resmi maka selayaknya dilakukan pengrekrutan atau penerimaan anggota baru melalui MPAB ini tahun 2019.

Lanjut Suwawa Kiki (Ketua PC KMHDI Badung) dalam sambutannya menyampaikan terkait permasalahan yang masih dihadapi oleh KMHDI Badung seperti masih belum mempunyai sekretariat tetap, kualitas dan kuantitas kader yang masih rendah, terbatas dana saat berkegiatan, dan masih belum bisa maksimal dalam menyatukan mahasiswa Hindu di Badung.

“Saya harap, kader-kader baru dapat menjadi pemecah permasalahan yang masih dihadapi,” tegas Suwawa Kiki.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Ketua PMKRI Santo Paulus, Ketua PMII Kabupaten Badung, Pimpinan Aliansi Pemuda Hindu Bali Kabiupaten Badung, FPMHD Unud, KMHD Undhira, Ketua PC KMHDI se-Bali. (humas-kmhdi/bpn)