Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Lingkungan Hidup menjadi momen berharga bagi SPIGA (SMP PGRI 3 Denpasar) atas konsistensinya menjaga lingkungan dengan melarang penggunaan plastik berprogramkan sekolah hijau menuai apresiasi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan seusai acara peluncuran SIDARLING di Taman Kumbasari, Denpasar, Kamis (20/6/2019)

Kurang lebih selama lima bulan SPIGA mendukung program pengurangan sampah plastik yang telah ditetapkan dalam Perwali 36 tahun 2018. Bentuk dukungan tersebut berupa konsistensi SPIGA dalam program pelarangan penggunaan plastik di sekolah tersebut. Program pelarangan penggunaan plastik berbasis sekolah hijau yang digagas oleh sekolah yang pernah diberi gelar pemerhati lingkungan oleh Walikota Denpasar dalam peringatan HUT Denpasar ke-231, diapresiasi seusai acara peluncuran SIDARLING (Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan) yang dihelat di Taman Kumbasari, Tukad Badung, Denpasar.

Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengutarakan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar perihal konsistensi SMP PGRI 3 Denpasar dalam mendukung program pemerintah Kota Denpasar guna melestarikan alam.

Sontak hal tersebut langsung menuai apresiasi dari Siti Nurbaya Bakar, “Wah programnya bagus dan hebat, ini adalah langkah nyata untuk menjaga bumi dan lingkungan kedepannya,” puji Siti. Siti yang berbaju batik dengan selendang biru di pinggangnya pun berharap agar konsistensi SPIGA dalam menjalankan program berbasis sekolah hijau ini menjadi panutan bagi sekolah lainnya, baik yang berada di Denpasar maupun seluruh Indonesia. Apresiasi ini tentunya diperoleh berkat perjuangan seluruh elemen SPIGA. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, I Made Suada mengungkapkan selain bentuk dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Denpasar, program ini juga ditujukan sebagai bentuk cinta kasih terhadap bumi.

Program ini pun mewajibkan seluruh warga sekolah untuk membawa botol minum dari rumah. Sebagai gantinya, sekolah menyediakan air minum isi ulang. Selain itu, kantin sekolah juga dilarang menjual makanan dan minuman berkemasan plastik yang kini makanan tersebut dibungkus dengan daun dan kertas minyak serta minuman yang dijual berkemas dasar kertas yang dapat didaur ulang.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, program sekolah hijau milik sekolah yang beralamat di Jalan Gunung Agung Gang V nomor 17, Denpasar ini sukses menekan penggunaan plastik. Alhasil 99 persen limbah terdiri atas sampah organik dan hanya 1 persen sampah anorganik. Sampah organik tersebut diolah menggunakan mesih pencacah organik hibah Pemkot Denpasar melalui DLHK yang kemudian menjadi kompos. Kompos yang dihasilkan digunakan pihak sekolah sebagai penyubur tanah dan kedepannya akan dipasarkan kepada masyarakat luas.

Apresiasi ini menambah semangat SPIGA untuk senantiasa berbuat untuk bumi tercinta. Dari apresiasi ini diharapkan terlahir sekolah-sekolah hijau lainnya, layaknya SMP PGRI 3 Denpasar.(r/bpn)

loading...