BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – “Pasukan tengah gelisah menanti, perang tak lagi usai”, sebait puisi karya Stiraprana Duarsa berjudul Penunggang Kuda yang terlantun energik dibawakan oleh Karna malam itu, begitu menggambarkan situasi yang terjadi di Denpasar saat ini di berbagai sisi fenomena masyarakat, termasuk persaingan trend warung kopi.

Wacanakopi yang menghadirkan nilai tambah berbeda dan menarik salah satunya dengan menggelar acara Musik Puisi. Mewacanakan musikalisasi puisi bersama pembicara Heri Windi Anggara, salah seorang pegiat musikalisasi puisi Bali, Wacanakopi memberikan ruang diskusi yang begitu hangat dan intim, Minggu (5/5/2019).

Acara dibuka dengan penampilan acoustic cover oleh Uncle Jack, diselingi penampilan Pandu yang mensyahdukan atmosfir di tengah kegelisahan pada diri sendiri, ditutup dengan penampilan Karna yang justru menghadirkan kegelisahan lain melalui hentakan-hentakan nasionalis. Untuk merespon antusias pengunjung terhadap acara, dibuka ruang apresiasi hingga Wacanakopi istirahat nyeduh dan tutup.

Warung kopi yang punya slogan “biar ngopi enggak sekadar wacana” mereka ingin mengajak pembeli untuk berwacana dan bertukar ide dan melahirkan sebuah karya.

Baca Juga :  TMMD ke-109 Ditutup, Walikota Rai Mantra Terima Hasil Pekerjaan Fisik TNI Manunggal Membangun Desa

Wacanakopi buka setiap hari kecuali hari Senin dari pukul 17.00 – 23.00 Wita. Pastikan anda menghabiskan waktu bersama orang terdekat dengan kopi yang nikmat dengan harga yang sangat terjangkau.(tis/bpn)