Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMA/SMK di Kota Denpasar, pada hari pertama, Senin (19/3/2018) kemarin tidak ada masalah yang berarti dan termasuk berjalan tertib, aman serta lancar.

“Dari pantauan kami, pada hari pertama ini USBN di Denpasar tergolong aman dan lancar. Sejauh ini belum ada laporan dari sekolah,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, SH., MM., di sela-sela memantau pelaksanaan USBN, Senin (19/3) kemarin.

TIA didampingi Kepala UPT BPTendik & TP I Gusti Ayu Agung Trisna Dewi, SE., Ak., MM., mengunjungi sejumlah SMA/SMK di Denpasar guna memantau dan memastikan pelaksanaan USBN lancar. Sekolah yang dikunjungi seperti SMAN 5 Denpasar dan SMKN 2 Denpasar.

Pada jenjang SMA, mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama USBN yakni Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Kimia untuk program IPA, sedangkan program IPS diujikan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Sosiologi.

‘’Dari pantauan di dua sekolah itu, USBN berjalan lancar. Tapi kami tidak sampai masuk ke dalam ruangan sebab pejabat publik dilarang masuk ruang ujian,” kata TIA.

Yang menarik, TIA Kusuma Wardhani tak hanya memonitoring pelaksanaan USBN, juga mengecek fasilitas lab komputer untuk pelaksanaan UNBK dan e-learning, sekaligus kebersihan sekolah. Terkait kebersihan sekolah, TIA Kusuma Wardhani minta agar ditingkatkan.

Di SMAN 5 Denpasar, menurut Kasek Made Sudha, USBN diikuti 406 siswa terdiri dari 333 siswa program IPA dan 73 program IPS. Dari 406 siswa, satu siswa atas nama Jauza harus mengerjakan soal USBN di ruangan khusus karena sakit.

Sementara pantauan di SMAN 1 Denpasar, pelaksanaan USBN berlangsung tertib dan lancar. USBN di sekolah favorit di Bali itu diikuti 487 siswa, terdiri dari 441 siswa program IPA dan 46 siswa program IPS. Mereka tersebar pada 26 ruangan ujian.

Kepala SMAN 1 Denpasar, M. Rida, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua Panitia USBN, Cok Gede Anom Wiratmaja, S.Pd., M.Pd., menekankan budaya jujur dan mandiri.  Siswanya sejak awal sudah dibudayakan tidak menyontek apalagi berbuat tidak jujur. Semua itu dibudayakan dalam bentuk pendidikan disiplin dan menjunjung sportivitas.

Rida mengatakan, semua mapel di SMA masuk dalam USBN. Termasuk empat mapel yang diujikan dalam ujian nasional (UN). Total, ada 15 mapel yang diujikan. “Semua mapel diujikan,” kata M. Rida.

Lima belas mapel itu di antaranya, pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan kewarganegaraan, penjasorkes, seni budaya, prakarya dan kewirausaahan serta bahasa Bali. Selebihnya merupakan mapel UN. Yaitu, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA (kimia, fisika, biologi), IPS (ekonomi, sosiologi, sejarah, geografi).

Karena semua mapel diujikan, M. Rida mengaku jadwal penyelenggaraan USBN sangat lama sampai Rabu (28/3) mendatang. Dengan padatnya jadwal itu, lanjut M. Rida, para siswa harus menyiapkan mental dan fisiknya. Sebab, selama lebih dari satu minggu siswa menghadapi ujian dengan waktu pengerjaan setiap mapel sekitar 120 menit (2 jam).

Rida menyebutkan, soal USBN dibuat oleh pemerintah pusat dan musyawarah guru mata pelajaran (MGM) provinsi. Persentase untuk pusat sekitar 25 persen, sementara dari MGMP sekitar 75 persen. Soal USBN terdiri dari pilihan ganda dan uraian. Jumlah soal pilihan ganda setiap mapel tidak sama. Yakni, antara 35 sampai dengan 45 soal, sedangkan jumlah soal uraian di tiap mapel seluruhnya 5 soal. “Jumlah soal paling banyak sampai 50 soal,” terang M. Rida. (tis/bpn)

loading...