27 C
Denpasar
Kamis, 20 September 2018

Mahasiswa Baru UNUD Jangan Pernah Sentuh Narkoba

BALIPORTALNEWS.COMSebagai generasi muda yang merupakan kaum intelektual  dan calon pemimpin bangsa ,  mahasiswa merupakan tumpuan harapan bangsa. Seorang mahasiswa  harus  menjalankan masa perkuliahannya  dengan sebaik sebelum  nantinya lulus menjadi sarjana yang unggul siap berkompetisi di era globalisasi.

Namun  perlu diwaspadai generasi muda sangat rentan untuk terkena pengaruh buruk, khususnya pengaruh dari narkoba yang pastinya akan menhancurkan cita cita setiap mahasiswa. Peredaran narkoba yang marak belakangan ini telah menyasar berbagai lapisan masyarakat dan mahasiswa merupakan target  dari para pengedar narkoba, oleh karena itu para mahasiswa  dilarang keras untuk  menyentuh narkoba.

Demikian ditegaskan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberi motivasi para mahasiswa baru pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru ( PKKMB) Universitas Udayana di Kampus UNUD Bukit Jimbaran , Badung, Kamis (18/8/2016). 

“Kalau kalian cinta Bali, cinta Indonesia, cinta keluarga kalian, jangan pernah sentuh narkoba, I Love Bali not drugs,” cetus nya. Dihadapan sekitar 2600 mahasiswa baru Universitas tertua di Bali tersebut Pastika memaparkan upaya memerangi narkoba yang seharusnya dimulai dari diri sendiri dan selanjutnya ditularkan kepada anggota kelurga atau orang terdekat  yang lain.

Menurutnya berbagai upaya yang telah dilakukan pihak kepolisisan, BNN, serta pihak terkait lainnya mengatasi massalah narkoba tidak akan berarti  jika tidak adanya kesadaran dari diri  sendiri untuk memerangi narkoba.  “Jangan pernah pakai narkoba. Kalian belum tentu selamat dari pangsa pasar narkoba, jaga diri kalian , jauhi barang haram tersebut meskipun diberikan secara gratis, saya mau kalian semua bisa selamat dari bahaya  narkoba, “ imbuhnya.

Orang nomor satu di Bali ini juga merinci tentang bahaya yang akan ditimbulkan dari penggunaan narkoba, selain akan menguras harta benda mengingat harga barang haram tersebut yang mahal,  jalannya proses belajar juga akan terhambat, selain itu penggunaan narkoba juga menjadi sarana penyebaran penyakit berbahaya seperti HIV AIDS . Puluhan nyawa setiap harinya melayang sia sia akibat penggunaan narkoba baik karena overdosis maupun karena penyakit lainnya akibat narkoba seperti HIV AIDS.

Ia juga meminta peran serta dari para dosen agar mengawasi mahsiswanya selama berada di kampus. “Jadilah kalian insan kampus yang unggul, mandiri dan berbudaya, “ ujarnya.

Dalam acara tersebut   juga diisi dengan sesi tanya jawab dengan para mahasiswa dengan menghadirkan Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Hukum Universitas Udayana Dr Gede Made Suardana, SH, MH sebagai moderator. Salah satunya pertanyaan datang dari Edi Permana Mahasiswa dari Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya yang mempertanyakan mengapa pengguna narkoba direhabilitasi bukan di penjara.

Mengggapi hal tersebut, Gubernur Pastika yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN periode 2006 – 2008 ini menjelaskan bahwasannya para pengguna narkoba tersebut hanyalah korban bukanlah pelaku , sehingga tidak dipenjara karena dengan dipenjara mereka tidak akan tobat tetapi bahkan bertambah parah, mengingat sampai saat ini penjara yang ada belum mampu berfungsi sebagai lembaga pemasyarkatan, mungkin ada yang keluar lebih baik tapi prosentasenya sangat kecil.

Tampil pula  Krisna seorang mahasiswa Fakultas ekonomi yang mengingatkan rekan rekannya akan bahaya daripada merokok, menurutnya dalam kasus tertentu kecanduan rokok juga berpeluang untuk menimbulkan kasus narkoba. Mengaggapai hal tersebut, Gubernur Pastika  kembali menghimbau para mahasiswa untuk tidak merokok, selain merokok akan membahyakan kesehatan diri sendiri, rokok juga akan membahayakan kesehatan orang orang yang berada di sekitar perokok dan rokok merupakan gerbang penggunaan narikoba.

“Hidup itu pilihan, jangan pernah bangga melakukan hal hal yang tidak baik, lakukanlah hal hal yang baik dan bermanfaan. Rokok itu pintu gerbang narkoba, narkoba adalah pintu gerbang neraka, maka hindarilah, “ pungkasnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Rektor Prof.Dr.dr. Ketut Suastika,Sp.PD.KEMD para guru besar , dosen ,serta civitas akademika di lingkungan Universitas Udayana, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali , Dewa Gede Mahendra Putra, tersebut juga dilakukan penyematan PIN dari organisasi BANNI (Barisan Anti Narkotika Indonesia) oleh Gubernur Bali kepada Rektor UNUD, perwakilan dekan serta perwakilan para  mahasiswa. Kegiatan PKKMB UNUD juga diisi dengan pemaparan materi oleh Rektor UNUD dengan mengangkat tema Tujuan dan Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi serta pemaparan dari  para Pembantu Rektor. (humas pemprov bali)

 

The Spa, Harper Kuta Bali Hotel Perkenalkan Perawatan Facial Baru

BALIPORTALNEWS.COM – The Spa dari Harper Kuta perkenalkan tiga perawatan facial baru yang terdiri dari Skin Revitalizing Facial, Botu – Like Anti Aging Facial, dan Aloe Vera Facial.

Menarik bagi para lajang, pasangan atau grup kecil, perawatan ini memberikan manfaat yang luar biasa dan dikombinasikan dengan pilihan manfaat kesehatan kulit dengan suasana yang unik.

Mulai dari Rp 165.000,-nett, para tamu dapat memilih perawatan berdasarkan hasil yang diinginkan.

Skin Revitalizing Facial mengandung ekstrak bio hazel untuk merawat keseimbangan alami minyak pada kulit dan pro vitamin B5 untuk membantu mendapatkan hasil kelembaban kulit yang maksimal.

Botu – like Anti Aging Facial yang mengandung ekstrak rumput laut dan kolagen untuk membantu mengoptimalkan kelembaban dan elastisitas kulit.

Aloe Vera Facial yang mengandung ekstrak lidah buaya dan kolagen sempurna untuk perawatan setelah kegiatan aktivitas di bawah matahari.  

“Kami dengan senang menawarkan tiga perawatan facial kami yang menggunakan bahan – bahan alami untuk mereka yang mencari kesempurnaan kesehatan kulit dan melepaskan stress di The Spa. Biarkan kami manjakan Anda dengan pelayanan yang luar biasa dan membuat liburan Anda mengesankan,’’ ujar Ni Luh Putu Ardina Sloka, Spa Supervisor Harper Kuta Bali Hotel.

Untuk informasi lebih lanjut atau untuk reservasi perawatan silahkan hubungi +623618469869, KutaInfo@HarperHotels.com atau kunjungi www.harperhotels.com. (r/bpn)

BNNK Denpasar Cegah Narkoba Lewat Bondres

BALIPORTALNEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar menggandeng para seniman untuk mengkampanyekan program pencegahan dan penanggulangan narkoba di kalangan masyarakat luas. Kegiatan yang disebut diseminasi informasi melalui pagelaran seni budaya ini, salah satunya digelar di Banjar Kertasari, Peguyangan, Sabtu (13/8/2016) malam.

Penyuluhan P4GN disampaikan oleh seka bondres Akah Canging. Keterlibatan BNNK Denpasar di banjar  tersebut juga masih terkait dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), sekaligus karya ngenteg linggih, mupuk pedagingan dan pedudusan alit di banjar setempat. Acara ini disaksikan secara antusias oleh lebih dari 500 orang krama Banjar Kertasari, Peguyangan dan sekitarnya.

Kepala BNNK Denpasar, Wayan Gede Suwahyu mengungkapkan, melalui kegiatan penyuluhan ini, masyarakat Banjar Kertasari dan sekitarnya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga mereka menjadi imun (tidak berani coba coba menyalahgunakan narkoba) dan timbul kesadaran untuk ikut serta dalam upaya upaya P4GN.

BNNK Denpasar, kata Suwahyu, berharap melalui para seniman tersebut seluruh lapisan masyarakat dapat lebih mengerti tentang narkotika. “Kami berharap melalui para seniman ini masyarakat dapat lebih jelas tentang apa narkotika, bahaya dan dampak yang timbul bagi pemakai tanpa pengawasan dokter,” harapnya.

Menurut Suwahyu, upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara bersama-sama seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara. Kerja sama dilakukan dengan prinsip sinergitas dan berbagi tanggung jawab atau share responsibility.

Ketua Panitia Karya Jro Mangku Ketut Serinama didampingi Sekretaris Drs. I Ketut Suarja, M.Si., serta Kelian Banjar Kertasari Gusti Ngurah Putra mengungkapkan, program penanggulangan narkoba dengan cara menggandeng para seniman merupakan strategi yang bagus.

“Menurut saya penting sekali, walaupun sebenarnya sudah ada petugas yang bertanggung jawab, tapi melalui seniman itu bisa lebih mengena. Pentas seni bondres ini tak hanya sekadar hiburan bagi warga kami, di situ kita juga dapat mendengarkan pesan-pesan tentang bahaya narkoba,” ujar Jro Mangku Ketut Serinama.

 

Penulis : Putu Tistha
Editor : Putu Tistha

 

Pasukan Biru Gencar Bersihkan  Sungai-Sungai di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COMUntuk menciptakan kebersihan berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Di dalam menjaga kebersihan khususnya sungai-sungai di Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar miliki tim khusus yang dinamakan Pasukan Biru.  Pasukan Biru ini bertugas menangani masalah kebersihan sungai di Kota Denpasar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar I Ketut Winarta didampingi Kabid Perairan  Agung Sanjaya  saat ditemui Senin (15/8/2016).

Menurut Winarta sungai merupakan sumber kehidupan semua makhluk,  maka dari itu kebersihan sungai harus ditingkatkan. Untuk membersihkan semua sungai di Kota Denpasar pihaknya mengerahkan sebanyak 219  orang Petugas Harian Lepas (PHL) yang di sebar dan disiagakan untuk membersihkan sampah serta lumpur di sungai-sungai di Denpasar setiap harinya.

Dengan terbentuknya pasukan biru tersebut, semua sungai yang ada Kota Denpasar sudah tampak bersih,  seperti yang terlihat di Tukad Tag-Tag, Tukad Badung, Tukad Pungawa, Tukad Rangda, Tukad Pekaseh, Tukad Bindu, Tukad Loloan dan lain sebagainya.

Dimana dulu sungai dijadikan tempat pembuangan semua kotoran. Keberadaan sungai-sungai besar di Denpasar kini telah berubah, yang tadinya kotor dan dianggap sebagai tempat membuang segala macam kotoran, baik itu berupa sampah maupun air limbah dari rumah tangga dan industri sehingga masyarakat jarang yang datang ke bantaran sungai. Namun  Kini sungai-sungai besar telah ditata dan disulap menjadi sebuah taman rekreasi wisata baru dengan keindahan serta kebersihannya.

Sementara Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, kebersihan sungai harus dijaga karena sungai itu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Salah satunya adalah tempat rekreasi bagi masyarakat Kota Denpasar yang setiap harinya disibukkan dengan berbagai aktifitas.  Menyegarkan pikiran tidak perlu jauh-jauh cukup datang ke sungai karena kini sudah menjadi taman rekreasi wisata baru dan juga sebagai tempat berolah raga

Untuk di Denpasar sungai sudah banyak di tata menjadi taman rekreasi wisata, seperti di  Sungai (Tukad) Bindu, di Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur, bantaran Tukad Badung yang di mulai dari bawah jembatan Jalan Gajah Mada dan  Tukad Tag-Tag, tepatnya di sebelah timur SMPN 10 Denpasar.

Sungai yang telah ditata tersebut selain menjadi tempat rekreasi juga dijadikan Jogging track, mancing dan tempat arisan bagi ibu-ibu PKK.  ‘’Agar sungai bisa dimanfaatkan lebih banyak lagi, diharapkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai,’’ ujarnya.

Dengan partisipasi masyarakat ikut serta menjaga kebersihan maka, kedepan Denpasar menjadi kota bersih dan bebas dari yang namanya sampah.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

 

Walikota Rai Mantra Lepas Jalan Santai di Br Tag-Tag Tengah

BALIPORTALNEWS.COMRatusan penduduk Banjar Tag-Tag Tengah Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara mengikuti Jalan Santai yang diselenggarakan Perkumpulan Wangsing Wengkon Br. Tag-Tag Minggu (14/8/2016).

jalan santai nampak lebih semangat karena kegiatan ini langsung di lepas Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di didampingi Ketua Fraksi Partai NasDem Kota Denpasar AA Ngurah Gede Widiada dan Camat Denpasar Utara Nyoman Ludra.

Dalam kesempatan ini Walikota Rai Mantra tidak lupa meminta seluruh peserta jalan santai untuk tetap menjaga kebersihan di Kota Denpasar. Karena kebersihan merupakan modal kesehatan. ‘’Untuk itu saya harapkan peserta jalan santai untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,’’ ujarnya.

Penasehat Wangsing Wengkon Jro Mangku Kadek Ariantha mengaku jalan santai ini dalam rangka Pekan Olahraga Kelurahan Peguyangan dan memeriahkan HUT ke- 71 Republik Indonesia serta HUT ke-2 Perkumpulan Wangsing Wengkon. Ia mengaku melalui jalan santai ini rasa persaudaraan dari Wangsing Wengkon lebih erat lagi.

Seperti arti dari Wengsing Wengkon yakni filsafat  hidup Br. Tag-Tag yang mengedepankan rasa persaudaraan. Mengutamakan rasa persaudaraan itu maka dari itu Kelurahan Peguyangan memberikan kepercayaan terhadap Pekan Olahraga Peguyangan ini kepada Wangsing Wengkon.

Selain itu Kelurahan juga memberikan kupon gratis sebanyak 150 orang dan diserahkan kepada anak-anak SD.

Hal tersebut agar anak-anak SD juga ikut dalam pengundian door prize setelah jalan santai. Karena dalam gerak jalan santai ini panitia menyiapkan ribuan kupon hadiah. Hadiah utama Sapi, kulkas, TV, kipas angin dan lain sebagainya.

Untuk rute jalan santai adalah Jl Singasai menuju Jl Gg Gagak, Jl Bedahulu dan Jl Bedahulu V. Selain jalan santai pihaknya juga menggelar kegiatan lainnya seperti, Tirta Yatra, Dharmawacana terkait budaya dan adat, penanaman pohon , bersih-bersih di pura dan kegiatan sosial. 

Dengan kegiatan seperti ini Arnantha berharap rasa persaudaraan Br Tag-Tag lebih kuat lagi. Karena persaudaraan adalah benteng terkuat dari gempuran dunia luar. 

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

 

Sudikerta Apresiasi Turnamen Volly Pengotan Cup 

BALIPORTALNEWS.COMKegiatan penggalian dana melalui turnamen voli yang dilakukan  pihak desa dan  melibatkan generasi muda dan bertujuan untuk  pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan Pura Kahyangan Tiga, merupakan kegiatan positif yang bisa mengarahkan para generasi muda untuk berbuat hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak itu saja kegiatan ini diharapkan menjauhkan para generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan sebagainya yang bisa merusak masa depan mereka sendiri. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri undangan penutupan Turnamen Bola Volly Pengotan Cup I di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Bangli, Senin (9/8/2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut, yang diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Bali. Karena kejuaraan yang sifatnya pembinaan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemampuan satu tim Bola Volly serta untuk mencari bibit-bibit pemain unggul di cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia turnamen, I Wayan Kopok, menyatakan pelakaanaan turnamen dilatarbelakangi adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan soliditas berolahraga, khususnya cabor Bola Volly. Disamping juga sebagai upaya mendukung kegiatan penggalian dana dalam rangka pembangunan/pemugaran Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang diperkirakan menghabiskan biaya sesuai RAB kurang lebih Rp. 4.750.000.000,- (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ia pun menjelaskan turnamen tersebut diikuti sekitar 32 klub Bola Voli yang berasal dari desa-desa diseputaran Kecamatan Bangli dan Bebanuan Desa Pekraman Pengotan, serta telah berlangsung selama kurang lebih 37 hari mulai bulan Juli 2016. Untuk dana yang sudah berhasil di galang per tanggal 8 Agustus mencapai total sekitar 270 juta, yang selanjutnya dipotong biaya operasional dan biaya dana pembinaan club. 

Antusiasme masyarakat menyaksikan partai final turnamen tersebut sangat tinggi, terlihat dari deretan bangku penonton yang terisi penuh oleh masyarakat berbagai usia. Partai final kejuaraan tersebut menyisakan 4 klub yang memperebutkan posisi I, II, III dan IV, yakni masing-masing klub Pandan Anyar vs klub Simpatik memperebutkan posisi III dan IV, serta posisi I dan II diperebutkan klub Angker vs Putra Kencana. Hadiah yang diperebutkan pun terbilang lumayan menarik, para pemenang akan membawa pulang hadiah tunai, piala dan piagam.

Untuk hadiah tunai, para juara mendapatkan hadiah masing-masing Peraih Juara Pertama Rp 10.000.000, Perah Juara Kedua Rp 7.000.000, Peraiah Juara Ketiga Rp 5.000.000, Peraih Juara Ke Empat Rp 3.000.000, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 bagi klub-klub yang masuk 8 besar tetapi tidak masuk 4 besar. Tidak hanya itu, bagi para penonton pun disediakan door prise yang sangat menarik yakni 1 unit mobil pick up dan 1 unit sepeda motor. 

Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesra Provinsi Bali, AA. Geria, juga menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai dan juga seperangkat peralatan olah raga Bola Voli.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kenali Delapan Jenis Kecerdasan Anak Anda

BALIPORTALNEWS.COM – TIDAK ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori multiple intelligences atau kecerdasan multipel.

Menurut Arnawa, delapan jenis kecerdasan anak, yaitu people smart (kecerdasan bergaul), body smart (kecerdasan olah tubuh), picture smart (kecerdasan ekspresi), logic smart (kecerdasan logika), word smart (kecerdasan bahasa/linguistik), self smart  (kecerdasan intrapersonal), musik smart (kecerdasan musikal), dan nature smart(kecerdasan naturalis).

Arnawa menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. “Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Arnawa, Selasa (9/8/2016).

Untuk itu, menurut Arnawa, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. ‘’Tumbuh dan kembang anak tidak hanya bisa diperoleh dari pendidikan di sekolah, tapi juga berpengaruh dari peran kita sebagai orang tua,’’ pungkasnya.

 

Penulis : Ryandra
Editor : Putu Tistha

Lepas Jalan Sehat Sinergy, Gubernur Himbau Masyarakat Hindari Bahaya Narkoba

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika menghimbau  masyarakat agar selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani, terlebih menjaga diri agar tidak terjerumus kepada bahaya Narkoba. Menurutnya, dewasa ini Narkoba menjadi suatu ancaman yang patut diwaspadai dan di perangi secara bersama-sama. Karena setiap hari di Indonesia terdapat 50 orang yang meninggal, itu artinya setiap jam terdapat lebih dari dua orang Indonesia yang meninggal akibat  barang haram itu.

Pastika menegaskan  pencegahan bahaya narkoba harus dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, terutama dalam mengawasi putra-putri bangsa, agar tidak terjerumus pada pergaulan yang  tidak baik. Demikian disampaikannya saat  melepas jalan sehat sinergy dalam rangka memperingati hari jadi ke-58 Provinsi Bali yang akan jatuh pada tanggal 14 Agustus 2016 mendatang  yang dirangkai dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, Dies Natalis ke XIV STIKOM Bali dan Hari Jadi Radio Gema Merdeka, bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Renon – Denpasar pada (07/08/2016), yang diikuti oleh ratusan masyarakat Bali.  

“Saya harap semua dapat berpartisipasi dalam upaya memerangi hal ini, terutama dari sisi keluarga terlebih dahulu dalam mengawasi betul perilaku anak-anaknya”, ujar orang nomor satu di Bali tersebut. Selanjutnya, Gubernur Pastika juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat luas serta seluruh komponen yang terlibat, dalam menjaga keamanan dan ketentraman serta turut mendukung pembangunan Pulau Bali tercinta, sehingga dari tahun-ketahun tingkat kesejahteraan masyarakat di Bali dapat tumbuh semakin baik.

Jalan sehat yang mengambil rute di sepurtaran jalan Renon tersebut, juga diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, Ketua TP.PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, jajaran SKPD lingkungan Provinsi Bali, dan mahasiswa.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Apresiasi KCB Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika Ajak Masyarakat Lestarikan Busana Kain Tradisional

BALIPORTALNEWS.COMGaya berbusana  kain tradisional saat  ini sudah semakin ditinggalkan , karena untuk sebagian orang gaya berbusana tradisional dianggap rumit dan mulai tergantikan dengan gaya berbusana moderen yang lebih praktis, kekinian dan sesuai dengan perkembangan jaman. Padahal negara kita sangat kaya dengan ragam kain tradisional yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Tidak saja merupakan kekayaan budaya, namun kain  tradisisonal juga merupakan identitas  bangsa Indonesia. Untuk itu keberadaan  Perkumpulan Komunitas Cinta Berkain (KCB) di Provinsi Bali diharapkan dapat menghidupkan kebanggaan dan minat masyarakat dalam menggunakan busana berkain tradisional. Demikian disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika dalam acara Deklarasi Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia  Provinsi Bali pada Sabtu (06/8/2016) di Hotel Padma Resort – Legian, Kuta.

Menurutnya,  Komunitas Cinta Berkain (KCB) Provinsi Bali  sebagai wadah berkumpulnya banyak wanita dari berbagai profesi merupakan bentuk komitmen para anak bangsan dalampelestarian dan pengembangan kain tradisional yang merupakan warisan budaya yang adiluhung. 
"Kita sangat kaya dengan warisan budaya yang memiliki nilai-nilai estetika, etika, bahkan nilai religius. Pada zaman globalisasi yang penuh persaingan ini, nilai-nilai itu harus mampu kita kembangkan menjadi nilai-nilai ekonomis, tanpa mengurangi keaslian dan kelestariannya," cetus istri orang  nomor satu di Bali ini.

Ia berharap busana kain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional atau bahkan di pasar global. Hal ini tentunya akan membawa hal positif untuk mendorong para pengusaha, pengrajin, dan designer  semakin kreatif, inovatif  dan produktif yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya perekonomian .

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Pastika mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli pada keberadaan kain dan busana tradisional. Ia juga berpesan  kepada KCB  Provinsi Bali disamping melestarikan melestarikan produk, juga fokus pada upaya untuk menghidupkan tradisi masyarakat untuk menggunakan busana tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika.
"Mari kita sosialisasikan upaya ini kepada seluruh masyarakat Bali maupun masyarakat Indonesia, melalui berbagai upaya kegiatan seperti seminar, lokakarya, pembinaan-pembinaan sampai pada beragam lomba," ajaknya.

Ny. Ayu Pastika juga memberikan dukungan terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh KCB. Ia pun meminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Daerah, Dekranasda, para pengusaha, sekolah dan perguruan tinggi, sampai kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki misi yang sama untuk memajukan UMKM dan melestarikan budaya daerah.

"Dengan partisipasi seluruh masyarakat, Saya yakin kita semua akan dapat meningkatkan eksistensi budaya tradisional khususnya kain tradisional Bali, dalam era global ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia Sita H. Agustanzil mengatakan dibentuknya KCB atas keprihatinan sekelompok wanita yang diprakarsai oleh dirinya kemudian mendirikan suatu komunitas yang bercita-cita untuk menjaga eksistensi kain tradisional Indonesia di Jakarta yang mampu diseimbangkan dengan mode berbusana masa kini.

Komunitas Cinta Berkain Indonesia atau disingkat KCB, yang telah berusia dua tahun, menurutnya kini menjadi garda terdepan Indonesia untuk melestarikan budaya berkain nusantara. 
"Busana nusantara memiliki nilai Budaya yang sangat tinggi. Indonesia juga merupakan bangsa yang smart, dan menghormati tata cara dalam penggunaanya. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk ikut melestarikannya. Kita tidak menolak moderinasasi, bahkan kita harus bisa mengikutinya. Karena sebenarnya memakai kain itu tidak kuno, karena tidak terpaku pada umur. Bali sangat kuat budayanya, untuk itu mari kita kenakan kain, karena kain bisa digunakan dalam setiap kesempatan," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, dilakukan pengukuhkan pengurus KCB Provinsi Bali yaitu , Mayke Boestani Andersen, yang dilanjutkan dengan penyematan PIN kehormatan kepada Ny. Ayu Pastika oleh ketua umun KCB Indonesia Sita H. Agustanzil.

Sumber : Humas Pemprov Bali

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan