Apresiasi KCB Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika Ajak Masyarakat Lestarikan Busana Kain Tradisional

BALIPORTALNEWS.COMGaya berbusana  kain tradisional saat  ini sudah semakin ditinggalkan , karena untuk sebagian orang gaya berbusana tradisional dianggap rumit dan mulai tergantikan dengan gaya berbusana moderen yang lebih praktis, kekinian dan sesuai dengan perkembangan jaman. Padahal negara kita sangat kaya dengan ragam kain tradisional yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Tidak saja merupakan kekayaan budaya, namun kain  tradisisonal juga merupakan identitas  bangsa Indonesia. Untuk itu keberadaan  Perkumpulan Komunitas Cinta Berkain (KCB) di Provinsi Bali diharapkan dapat menghidupkan kebanggaan dan minat masyarakat dalam menggunakan busana berkain tradisional. Demikian disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika dalam acara Deklarasi Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia  Provinsi Bali pada Sabtu (06/8/2016) di Hotel Padma Resort – Legian, Kuta.

Menurutnya,  Komunitas Cinta Berkain (KCB) Provinsi Bali  sebagai wadah berkumpulnya banyak wanita dari berbagai profesi merupakan bentuk komitmen para anak bangsan dalampelestarian dan pengembangan kain tradisional yang merupakan warisan budaya yang adiluhung. 
"Kita sangat kaya dengan warisan budaya yang memiliki nilai-nilai estetika, etika, bahkan nilai religius. Pada zaman globalisasi yang penuh persaingan ini, nilai-nilai itu harus mampu kita kembangkan menjadi nilai-nilai ekonomis, tanpa mengurangi keaslian dan kelestariannya," cetus istri orang  nomor satu di Bali ini.

Ia berharap busana kain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional atau bahkan di pasar global. Hal ini tentunya akan membawa hal positif untuk mendorong para pengusaha, pengrajin, dan designer  semakin kreatif, inovatif  dan produktif yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya perekonomian .

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Pastika mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli pada keberadaan kain dan busana tradisional. Ia juga berpesan  kepada KCB  Provinsi Bali disamping melestarikan melestarikan produk, juga fokus pada upaya untuk menghidupkan tradisi masyarakat untuk menggunakan busana tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika.
"Mari kita sosialisasikan upaya ini kepada seluruh masyarakat Bali maupun masyarakat Indonesia, melalui berbagai upaya kegiatan seperti seminar, lokakarya, pembinaan-pembinaan sampai pada beragam lomba," ajaknya.

Ny. Ayu Pastika juga memberikan dukungan terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh KCB. Ia pun meminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Daerah, Dekranasda, para pengusaha, sekolah dan perguruan tinggi, sampai kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki misi yang sama untuk memajukan UMKM dan melestarikan budaya daerah.

"Dengan partisipasi seluruh masyarakat, Saya yakin kita semua akan dapat meningkatkan eksistensi budaya tradisional khususnya kain tradisional Bali, dalam era global ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia Sita H. Agustanzil mengatakan dibentuknya KCB atas keprihatinan sekelompok wanita yang diprakarsai oleh dirinya kemudian mendirikan suatu komunitas yang bercita-cita untuk menjaga eksistensi kain tradisional Indonesia di Jakarta yang mampu diseimbangkan dengan mode berbusana masa kini.

Komunitas Cinta Berkain Indonesia atau disingkat KCB, yang telah berusia dua tahun, menurutnya kini menjadi garda terdepan Indonesia untuk melestarikan budaya berkain nusantara. 
"Busana nusantara memiliki nilai Budaya yang sangat tinggi. Indonesia juga merupakan bangsa yang smart, dan menghormati tata cara dalam penggunaanya. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk ikut melestarikannya. Kita tidak menolak moderinasasi, bahkan kita harus bisa mengikutinya. Karena sebenarnya memakai kain itu tidak kuno, karena tidak terpaku pada umur. Bali sangat kuat budayanya, untuk itu mari kita kenakan kain, karena kain bisa digunakan dalam setiap kesempatan," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, dilakukan pengukuhkan pengurus KCB Provinsi Bali yaitu , Mayke Boestani Andersen, yang dilanjutkan dengan penyematan PIN kehormatan kepada Ny. Ayu Pastika oleh ketua umun KCB Indonesia Sita H. Agustanzil.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kontingen Pramuka Bali Mengikuti Jambore Nasional X

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika minta Kontingan Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional X Tahun 2016 memupuk rasa kebangsaan, memperluas wawasan dan mempererat rasa persaudaraan antar anggota pramuka se-Indonesia. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga berkedudukan sebagai Wakil Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Bali, dalam acara Pelepasan Kontingen Jambore Nasional X Tahun 2016, bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan pada Jumat (29/07/2016).

Pastika menilai, Jambore Nasional (JamNas) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan merupakan momentum berharga untuk Tim Pramuka Kwatir Bali dalam memupuk rasa kebangsaan, persaudaraan dan wawasan antar pramuka seluruh Provinsi di indonesia. Lebih lanjut, dalam sambutannya Pastika juga menggarisbawahi Tema Jambore Nasional tahun 2016 yaitu “Keren, Gembira, Asyik”. Kata dia, tema itu memiliki makna yang sangat dalam sebagai upaya menumbuhkan semangat dan rasa kemandirian kepada generasi muda.

Pastika meminta Kontingen Bali menunjukkan usaha  terbaik dalam ajang JamNas yang akan berlangsung di Cibubur Jakarta tersebut. Selain itu, Pastika juga berpesan agar Kontingen Pramuka Bali memetik manfaat positif dari pelaksanaan JamNas. Menambahkan harapan Gubernur, Wagub Sudikerta  juga berpesan agar Para Pendamping Kabupaten dan Provinsi dapat memandu para peserta dengan baik, sehingga seluruh kegiatan dapat diikuti dengan lancar oleh seluruh kontingen JamNas Kwartir Bali.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Ketut Wija dalam laporannya yang dibacakan Pimpinan Rombongan JamNas X tahun 2016 I Gusti Lanang Jelantik mengungkapkan bahwa  kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 14-21 Agustus 2016 di Cibubur-Jakarta.

Sebelum bertolak ke Cibubur, Kontingen Bali melaksanakan pemantapan selama dua hari dari tanggal 29 hingga 30 Juli di Bumi Perkemahan Margarana-Tabanan. Kontingen Bali berkekuatan  367 orang yang berasal dari adik-adik pilihan dari kwarcab/kwarda 9 kab/Kota se-Bali. Materi yang akan diberikan selama pemantapan diantaranya, penjelasan hasil simulasi pelaksanaan JamNas X, pemantapan kegiatan karnaval budaya yang akan melibatkam seluruh peserta JamNas serta materi lainnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Tanamkan Sikap Anti Narkotika pada Remaja dan Anak-Anak

BALI-PORTAL-NEWS.COMHanya ada dua pilihan bagi mereka yang coba-coba menggunakan narkotika yaitu penjara atau kuburan. Pesan itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada remaja dan anak-anak yang hadir pada acaraDeklarasi dan Pengukuhan Pengurus Yayasan Barisan Anti Narkotika Indonesia (BANNI) Bali di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Sabtu (23/7/2016).

“Pilihannya hanya dua, kalau tidak penjara ya kuburan. Tak ada yang lain,” tandasnya. Agar pesan itu makin tertanam di kalangan remaja dan anak-anak, Pastika pun menuliskannya pada sejumlah lukisan karya peserta lomba yang digelar di sela-sela acara pengukuhan dan deklarasi tersebut.
Pastika pun tak segan-segan menyebut narkotika sebagai bahaya jahanam yang mengancam berbagai sendi kehidupan. Selain merugikan secara ekonomi, narkotika juga memicu berbagai penyakit, menurunkan produktifitas, menghancurkan rumah tangga  hingga merenggut nyawa para pecandunya. Karenanya, Pastika menyebut upaya pencegahan jauh lebih penting dibanding penangkapan dan penindakan. Untuk itu, dia wanti-wanti agar segenap masyarakat, khususnya kalangan remaja dan anak-anak tidak pernah mencoba yang namanya narkotika. “Jangan pernah menerima tawaran dari siapapun, karena dia akan membunuhmu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Pastika juga menggugah kepekaan kalangan orang tua terhadap perubahan yang terjadi pada putra atau putri mereka. “Harus curiga kalau anak kita tiba-tiba bengong dan malas mandi, demikian pula sebaliknya kalau mendadak rajin hingga melakukan aktifitas di luar kebiasaan seperti mencuci mobil malam-malam. Bisa jadi itu efek ekstasi,” bebernya.

Mantan Kalakhar BNN ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para siswa, mahasiswa dan masyarakat luas dalam deklalasi BANNI yang digelar bertepatan dengan momentum hari anak nasional. “Paling tidak seribu orang yang hadir di sini selamat dan tidak akan pernah mencoba narkoba,” tambahnya. Selanjutnya, mereka yang hadir dalam acara deklarasi diharapkan dapat mempengaruhi teman atau anggota keluarga masing-masing untuk menjauhi narkoba.

Harapan serupa juga diutarakan Deputi Rehabilitasi BNN Pusat DR. Diah Setia Utami. Menurutnya, upaya memerangi narkoba telah menjadi agenda nasional karena belakangan ancamannya kian serius. Selain korbannya yang terus bertambah, modus operandinya juga makin canggih dan beragam. Saat ini, kata dia, tak kurang dari 246 juta orang di seluruh dunia pernah menyalahgunakan narkotika. “Jenis narkotika yang beredar di pasaran juga makin beragam dan saat ini telah mencapai 643 jenis,” paparnya.

Mengingat besarnya ancaman tersebut, BNN Pusat menaruh apresiasi terhadap kehadiran BANNI Bali. Dia berharap yayasan ini bersatu dengan gerakan lainnya dalam memerangi narkotika bersama dengan BNN dan lembaga penegak hukum.

Sementara itu, Ketua BANNI Bali I Nyoman Baskara mengungkapkan bahwa narkotika telah menjadi isu yang mengancam dunia dalam dua dasa warsa terakhir. Bahkan, Indonesia telah menjadi salah satu pasar dalam perdagangan gelap narkotika. “Mengingat begitu masifnya ancaman tersebut, kita tak bisa lagi hanya berwacana, berdiskusi dan seminar. Semangat dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan untuk menangkal ancaman narkotika,” ujarnya.

Menurut Baskara, fakta itulah yang menjadi spirit lahirnya BANNI. “Kami akan menjadi bagian dalam upaya memerangi narkotika karena kita tak dapat menyerahkan tugas ini hanya pada pemerintah,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa BANNI akan bergerak dalam upaya pencegahan, advokasi dan rehabilitasi. Pasca dikukuhkan dan deklarasi, langkah pertama yang akan dilaksanakan BANNI adalah melakukanroad show ke lembaga pemerintah, perguruan tinggi, sekolah dan lembaga adat.

Acara pengukuhan diwarnai penyerahan pataka dari Deputi Rehabilitasi BNN Pusat dr.Diah Setia Utami kepada Ketua Yayasan BANNI Nyoman Baskara. Selain itu juga dilakukan penandatanganan deklarasi oleh Gubernur Pastika, Wagub Ketut Sudikerta dan Deputi Rehabilitasi BNN Pusat. Acara yang dihadiri oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto dan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa tersebut juga diiisi penyampaian testimoni oleh dua mantan pecandu narkotika yaitu Gede dan Belki. Keduanya dengan lantang mengajak seluruh masyarakat untuk berani mengatakan tidak pada narkoba karena dampaknya yang sangat merugikan.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha

Wagub Minta Tim Porwanas PWI Bali Jaga Sportivitas dan Solidaritas

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali yang akan berlaga  di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional ( Porwanas ) ke XII yang digelar di Bandung Jawa Barat  diminta  tetap menjunjung tinggi sportifitas dan menjaga solidaritas yang terbentuk antar tim. Ajang Porwanas diharapkan akan dapat memupuk rasa silaturahmi antar anggota PWI disamping sebagai ajang unjuk kebolehan  jurnalis dalam bidang olahraga khususnya.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menerima audensi tim Porwanas PWI Bali di rumah Jabatan  Wakil Gubernur Bali Renon Denpasar Jumat (22/7/2016).

Lebih lanjut Sudikerta juga berharap agar tim PWI Bali selalu menjaga kesehatan dan stamina selama mengikuti kegiatan Porwanas tersebut. “ Saya sangat mendukung pelaksanaan Porwanas ini, saya minta tim PWI Bali selalu menjaga kesehatan, solidaritas dan tetap menjungjung sportifitas, selamat berlomba dan harumkan nama  Bali di kancah nasional tersebut,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dimana dalam sebuah ajang kompetisi selain adanya semangat tinggi memenangkan pertandingan, sikap sportif harus tetap dijunjung dan rasa persaudaraan hendaknya tetap harus terjaga.

Sementara itu Ketua PWI Bali Dwikora Putra melaporkan bahwasannya tim PWI Bali yang akan berlaga di ajang Porwanas yang akan diselenggarkan dari tanggal 26-29 Juli 2016 di kota Bandung ini  berjumlah sebanyak 30 orang yang terdiri dari 22 atlet dan 8 orang official. Dalam ajang Porwanas sendiri tim PWI Bali akan mengikuti 5 cabang olahraga dari 9 cabang olah raga yang dipertandingkan yaitu cabang olahraga atletik, tenis meja, bilyard, catur dan bulu tangkis.

Dwikora menambahkan selain cabang olah raga tersebut , tim PWI Bali juga akan mengikuti  3 lomba jurnalistik yaitu lomba reportase, jurnalis dan lomba karya tulis. Dwikora yang saat itu didampingi sejumlah pengurus PWI Bali juga menambahkan bahwasannya pelaksanaan Porwanas lebih pada silaturahmi antar wartawan  yang tergabung dalam PWI  namun tidak dapat dipungkiri  tentu saja persaingan akan tetap terjadi dalam setiap pertandingan untuk itu solidaritas harus selalu dipupuk.

Disamping hal tersebut, tim yang akan berlaga di ajang Porwanas kali ini  haruslah benar benar seorang wartawan dan bukan seorang atlit yang dijadikan wartawan. “ Verifikasi  tim Porwanas kali ini sangat ketat, kami akan berupaya tampil semaksimal mungkin dalam membawa nama Bali di kancah nasional dan  kami meminta dukungan dari Pemprov Bali agar tim PWI Bali bisa berjaya di Porwanas kali ini, “ imbuhnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Gubernur Pastika Dorong Gerakan Masif Perangi Narkoba

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong gerakan masif untuk memerangi bahaya narkotika yang belakangan kian mengkhawatirkan. Hal tersebut diutarakannya pada saat diskusi tentang bahaya narkotika yang digelar Yayasan Barisan Anti Narkotika (BANI) di Warung Tresni, Denpasar, Jumat (22/7/2016).

Bicara di hadapan peserta diskusi, Pastika kembali mengingatkan betapa mengerikannya ancaman yang ditimbulkan dari tindakan penyalahgunaan narkotika. “Dalam 2,5 jam, 7 hingga 8 orang mati karena narkotika,” ujarnya. Bertolak dari fakta tersebut, Mantan Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) ini wanti-wanti agar masyarakat jangan pernah main-main dengan narkotika.

Lebih jauh, dia juga mendorong gerakan yang lebih masif dalam upaya menangkal bahaya narkotika. Gerakan ini, ujar dia, dapat dimulai dari diri masing-masing. “Selamatkan diri sendiri dulu, baru menyelamatkan kakak, adik dan keluarga terdekat hingga lingkungan sekitar. Ingat, menyelamatkan satu nyawa manusia lebih mulia dibandingkan membuat meru tumpang solas,” ujarnya. Dalam kesempatan itu dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak apatis terhadap perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Pada bagian lain, Pastika mengapresiasi kebangkitan kembali BANI, sebuah yayasan yang konsen dalam upaya penanganan penyalahgunaan narkotika di Pulau Dewata. Yayasan BANI, ujar Pastika, bukanlah organisasi baru dalam penanganan penyalahgunaan narkotika. Yayasan ini adalah rintisan Gubernur Pastika saat dia menjabat sebagai Kalakhar BNN. “Saya senang kalau sekarang yayasan ini bangkit kembali,” ujar Pastika seraya berharap agar BANI mampu bersinergi dengan BNN dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika. “Tak cukup hanya mengandalkan BNN karena anggarannya juga terbatas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa membeber fakta makin seriusnya ancaman narkotika. Kata Suastawa, jumlah penyalahguna narkotika di wilayah Bali saat ini telah mencapai 61.353 orang atau 2,01 persen dari total jumlah penduduk Bali. Karena tingkat prevalansinya di atas 2 persen, Bali menempati peringkat 11 dalam penyalahgunaan narkotika dan mendapat prioritas dalam penanganan secara nasional. “Salah satu program yang belakangan gencar dilaksanakan adalah rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya. Hanya saja, program yang dicanangkan secara nasional mulai tahun 2015 itu belum optimal dalam pelaksanaannya.

Pada tahun 2015, BNN Provinsi Bali hanya berhasil merehabilitasi 970 korban penyalahgunaan narkotika. “Padahal kita memperoleh kuota 2.900 orang,” tambahnya. Sementara tahun 2016, Bali mendapat kuota untuk merehabilitasi 1.025 korban penyalahguna narkoba dan hingga saat ini baru terealisasi 123 orang. “Artinya kesadaran para korban untuk berobat masih sangat rendah, padahal kita sudah bekerjasama dengan 20 yayasan yang siap mensukseskan program rehabilitasi,” bebernya. Selain itu, RSJ Bangli juga mengembangkan bidang pelayanan penanganan korban penyalahgunaan narkotika. “Kita juga memiliki Lapas Narkotika berkapasitas 30 orang yang belakangan juga dimanfaatkan untuk rawat inap korban narkotika,” cetusnya. Untuk itu, Kepala BNN berharap dukungan dan kerjasama masyarakat untuk melapor jika mengetahui ada pecandu narkotika di lingkungannya.

Sejalan dengan upaya tersebut, BNN Provinsi Bali mengapresiasi kebangkitan kembali Yayasan BANI yang sebelumnya sempat vakum. Dia berharap, keberadaan BANI dapat mengoptimalkan upaya BNN dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Dalam diskusi yang dipandu moderator Iwan Dharmawan tersebut mengemuka sejumlah pendapat dari para peserta. I Made Gede Ray Misno yang merupakan tokoh masyarakat dari Denpasar mengatakan bahwa penyalahgunaan narkotika sudah merambah hingga ke daerah pedesaan. “Korban narkotika pun tak memandang status sosial,” ujarnya. Untuk itu dia berharap adanya langkah penanganan yang lebih baik terhadap persoalan yang menjadi kekhawatiran sebagian besar orang tua ini. Kekhawatiran senada disampaikan kalangan pelajar dan mahasiswa yang hadir dalam diskusi tersebut. “Kalau mau menghancurkan sebuah negara, maka alat yang paling efektif adalah narkotika,” ujar Aris seorang mahasiswa sosiologi mengibaratkan besarnya ancaman narkotika.

Sementara itu Ketua Yayasan BANI Nyoman Bhaskara menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan lebih banyak bergerak dalam upaya pencegahan. BANI akan melakukan relaunching pada Sabtu (23/7/2016) yang masih dalam suasana peringatan Hari Anak Nasional. “Kami ingin BANI menjadi generator untuk menstimulan gerakan masyarakat anti narkotika,” pungkasnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Ayu Pastika Ajak Para Ibu Berkreasi dan Berinovasi Sajikan Menu Ikan bagi Keluarga

BALI-PORTAL-NEWS.COMPara ibu rumah tangga diimbau mampu mengembangkan kreasi dan inovasi dalam menyajikan bahan makanan berbahan dasar ikan bagi keluarga. Hal ini karena ikan kaya akan  mineral dan juga asam amino, terutama Omega 3 yang diperlukan oleh tubuh. Demikian  disampaikan ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Bali, Ny Ayu Pastika saat menjadi juri kehormatan dalam lomba menu masakan berbahan dasar ikan di Areal Taman Budaya, Denpasar, Kamis (21/7/2016).

“Mencari inovasi dan kreasi dalam membuat masakan yang berbahan dasar ikan bertujuan untuk memberi variasi menu agar yang disajikan bagi keluarga tidak membosankan. Kalau bisa kita anjurkan anak anak untuk mengkonsumsi ikan setiap hari. Ikan itu sumber protein yang bagus dalam pembentukan generasi muda yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.  Menurutnya bagaimanapun usaha pemerintah dalam upaya peningkatan konsumsi ikan, jika tidak dibarengi kesadaran dan dukungan dari masyarakat tentu tujuan dari kegiatan ini tidak akan pernah tercapai.

Pada kesempatan itu  Ayu Pastika sangat mengapresiasi hasil karya masakan para peserta yang berasal dari para siswa SMK dan anggota Tim Penggerak PKK se-Bali. Dia menilai  karya masakan itu sudah memiliki nilai inovasi, apalagi sebagian peserta datang dari kalangan anak-anak. “Saya sangat mengapresiasi masakan para peserta, rasanya sangat enak dan kreatifitas mereka sangat tinggi. Apalagi tadi saya lihat para peserta menggunakan sayuran lokal sebagai bahan pelengkap, itu poin plus untuk mengangkat hasil produksi lokal kita,” imbuhnya.

Selain itu dia juga berharap, melalui acara ini tidak hanya mengangkat industri perikanan lokal, namun juga dibarengi dengan pertumbuhan produksi buah dan sayur lokal.

Senada dengan Ayu Pastika, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali yang juga ketua panitia lomba Ir I Made Gunaja MSi menyampaikan bahwa tujuan dari dilaksanakannya lomba ini selain mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama anak anak untuk sejak dini menggemari ikan , juga mendorong minat masyarakat untuk terus berkreasi menciptakan menu baru sehingga minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan meningkat. Karena hingga saat ini tingkat konsumsi ikan di Bali lebih rendah dari rata-rata konsumsi ikan nasional. Ia juga menambahkan guna menggugah kemauan masyarakat untuk menyukai ikan, sejumlah upaya sudah dilakukan melalui sosialisasi hingga tingkat kabupaten dengan  menyertakan para kader Tim Penggerak  PKK.

Acara lomba pada pagi itu berlangsung meriah karena diisi dengan demo masak oleh para juri masak (Chef) yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) Bali, yaitu Chef Made Widi dari Lexington Hotel dan Chef Mad Sumadata dari Sanur Paradise Hotel dengan menampilkan Ny. Ayu Pastika sebagai bintang tamu. Dalam demo masak tesebut diajarkan cara masak ikan yang enak dan mudah bagi keluarga dan anak-anak, serta dsampaikan cara mengolah ikan yang baik dan benar.

Dari hasil penilaian  juri Chef Hendra Mahendra dari Bali International Golf Resort Nusa Dua dan ketua Forikan Bali Ny. Ayu Pastika, ditetapkan pemenang  dalam Kategori Lomba Masak Ikan Tingkat PKK untuk juara I diraih oleh TP PKK dari Kota Denpasar, juara II TP PKK dari Kabupaten Tabanan dan juara III TP PKK Kabupaten Badung. Sementara lomba masak tingkat SMK terdiri dari dua kategori, yaitu kategori lomba inovasi menu pembuka untuk juara I disabet oleh SMK Yapparindo (Yayasan Pusat Pariwisata Indonesia) Klungkung, juara II diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar dan juara III yaitu SMK N 4 Denpasar. Untuk kategori terakhir yaitu inovasi menu utama tingkat SMK, juara I disabet oleh SMK Yapparindo Klungkung, juara II adalah SMK N Badung dan terakhir juara III diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Ini, Faktor Risiko Penyebab Kanker Serviks

BALI-PORTAL-NEWS.COM – 

  1. Menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia muda (< 16 tahun)
  2. Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual
  3. Tidak merawat kebersihan alat kelamin
  4. Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin atau radang panggul
  5. Wanita yang sering melahirkan
  6. Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok

Untuk melakukan deteksi dini kanker serviks yaitu dengan melakukan papsmear. Papsmear ini merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan menggunakan alat yang dinamakan speculum. Hal ini dilakukan oleh ahli kandungan ataupun bidan. Fungsi pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker serviks tersebut.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali saat sedang haid. Papsmear juga sebaiknya dilakukan setiap 1 tahun sekali oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Jika hasil pemeriksaan papsmear positif, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secara lebih lanjut. Papsmear dianjurkan dilakukan secara rutin agar Kanker Leher Rahim lebih cepat ditemukan dan lebih besar kemungkinan sembuh.

Untuk pencegahan kanker serviks ini dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi setiap satu tahun sekali. Bisa juga dengan cara menganjurkan suami untuk menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.

Sumber : Info Sehat
Foto : Kankersevik.com
Editor : Putu Tistha

Manfaat Berhubungan Seks Bagi Perempuan, Apa Saja?

BALI-PORTAL-NEWS.COM – Kebanyakan orang melakukan hubungan seks dengan cara tradisional secara alamiah hanya menggunakan rasa, tidak menggunakan teori atau metoda yang baik dan benar. Itu disebabkan karena jarangnya sekolah seks.

Penulis masalah kesehatan seks, Bethany Heitman, mengungkapkan bahwa berhubungan seks secara teratur dan dilakukan dengan cara yang benar, sangat banyak manfaatnya. Bukan hanya untuk membangun relasi intim antara Anda dengan pasangan Anda, namun khusus bagi wanita hubungan seks amat bermanfaat bagi kesehatan.

Sedikitnya ada 5 manfaat berhubungan seks bagi kaum wanita:

Seks adalah olahraga terbaik.

Ya, seks dapat membantu Anda untuk membakar kalori. Bahkan seks membakar kalori lebih banyak ketimbang Anda berolahraga, baik di treadmill maupun alat bantu olahraga lainnya.

Seks dapat meningkatkan tingkat oksitosin dalam tubuh.

Tingkat oksitosin yang tinggi dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur.

Seks dapat mengusir stres.

Jadi jika Anda merasa tertekan karena diburu deadline pekerjaan, biarkanlah sang kekasih membantu Anda untuk melepaskan beban tersebut.

Sebuah penelitian menemukan bahwa melakukan kegiatan seks minimal sekali dalam seminggu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa orgasme dapat membuat kram yang biasanya datang pada saat tamu bulanan menghampiri lenyap.

Tak ada salahnya mempertimbangkan kembali manfaat-manfaat berhubungan seks dengan pasangan Anda sebelum melakukannya.

Sumber : Info Sehat
Foto : Internasional.com
Editor : Putu Tistha