BNNK Denpasar Cegah Narkoba Lewat Bondres

BALIPORTALNEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar menggandeng para seniman untuk mengkampanyekan program pencegahan dan penanggulangan narkoba di kalangan masyarakat luas. Kegiatan yang disebut diseminasi informasi melalui pagelaran seni budaya ini, salah satunya digelar di Banjar Kertasari, Peguyangan, Sabtu (13/8/2016) malam.

Penyuluhan P4GN disampaikan oleh seka bondres Akah Canging. Keterlibatan BNNK Denpasar di banjar  tersebut juga masih terkait dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), sekaligus karya ngenteg linggih, mupuk pedagingan dan pedudusan alit di banjar setempat. Acara ini disaksikan secara antusias oleh lebih dari 500 orang krama Banjar Kertasari, Peguyangan dan sekitarnya.

Kepala BNNK Denpasar, Wayan Gede Suwahyu mengungkapkan, melalui kegiatan penyuluhan ini, masyarakat Banjar Kertasari dan sekitarnya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga mereka menjadi imun (tidak berani coba coba menyalahgunakan narkoba) dan timbul kesadaran untuk ikut serta dalam upaya upaya P4GN.

BNNK Denpasar, kata Suwahyu, berharap melalui para seniman tersebut seluruh lapisan masyarakat dapat lebih mengerti tentang narkotika. “Kami berharap melalui para seniman ini masyarakat dapat lebih jelas tentang apa narkotika, bahaya dan dampak yang timbul bagi pemakai tanpa pengawasan dokter,” harapnya.

Menurut Suwahyu, upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara bersama-sama seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara. Kerja sama dilakukan dengan prinsip sinergitas dan berbagi tanggung jawab atau share responsibility.

Ketua Panitia Karya Jro Mangku Ketut Serinama didampingi Sekretaris Drs. I Ketut Suarja, M.Si., serta Kelian Banjar Kertasari Gusti Ngurah Putra mengungkapkan, program penanggulangan narkoba dengan cara menggandeng para seniman merupakan strategi yang bagus.

“Menurut saya penting sekali, walaupun sebenarnya sudah ada petugas yang bertanggung jawab, tapi melalui seniman itu bisa lebih mengena. Pentas seni bondres ini tak hanya sekadar hiburan bagi warga kami, di situ kita juga dapat mendengarkan pesan-pesan tentang bahaya narkoba,” ujar Jro Mangku Ketut Serinama.

 

Penulis : Putu Tistha
Editor : Putu Tistha

 

Pasukan Biru Gencar Bersihkan  Sungai-Sungai di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COMUntuk menciptakan kebersihan berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Di dalam menjaga kebersihan khususnya sungai-sungai di Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar miliki tim khusus yang dinamakan Pasukan Biru.  Pasukan Biru ini bertugas menangani masalah kebersihan sungai di Kota Denpasar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar I Ketut Winarta didampingi Kabid Perairan  Agung Sanjaya  saat ditemui Senin (15/8/2016).

Menurut Winarta sungai merupakan sumber kehidupan semua makhluk,  maka dari itu kebersihan sungai harus ditingkatkan. Untuk membersihkan semua sungai di Kota Denpasar pihaknya mengerahkan sebanyak 219  orang Petugas Harian Lepas (PHL) yang di sebar dan disiagakan untuk membersihkan sampah serta lumpur di sungai-sungai di Denpasar setiap harinya.

Dengan terbentuknya pasukan biru tersebut, semua sungai yang ada Kota Denpasar sudah tampak bersih,  seperti yang terlihat di Tukad Tag-Tag, Tukad Badung, Tukad Pungawa, Tukad Rangda, Tukad Pekaseh, Tukad Bindu, Tukad Loloan dan lain sebagainya.

Dimana dulu sungai dijadikan tempat pembuangan semua kotoran. Keberadaan sungai-sungai besar di Denpasar kini telah berubah, yang tadinya kotor dan dianggap sebagai tempat membuang segala macam kotoran, baik itu berupa sampah maupun air limbah dari rumah tangga dan industri sehingga masyarakat jarang yang datang ke bantaran sungai. Namun  Kini sungai-sungai besar telah ditata dan disulap menjadi sebuah taman rekreasi wisata baru dengan keindahan serta kebersihannya.

Sementara Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, kebersihan sungai harus dijaga karena sungai itu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Salah satunya adalah tempat rekreasi bagi masyarakat Kota Denpasar yang setiap harinya disibukkan dengan berbagai aktifitas.  Menyegarkan pikiran tidak perlu jauh-jauh cukup datang ke sungai karena kini sudah menjadi taman rekreasi wisata baru dan juga sebagai tempat berolah raga

Untuk di Denpasar sungai sudah banyak di tata menjadi taman rekreasi wisata, seperti di  Sungai (Tukad) Bindu, di Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur, bantaran Tukad Badung yang di mulai dari bawah jembatan Jalan Gajah Mada dan  Tukad Tag-Tag, tepatnya di sebelah timur SMPN 10 Denpasar.

Sungai yang telah ditata tersebut selain menjadi tempat rekreasi juga dijadikan Jogging track, mancing dan tempat arisan bagi ibu-ibu PKK.  ‘’Agar sungai bisa dimanfaatkan lebih banyak lagi, diharapkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai,’’ ujarnya.

Dengan partisipasi masyarakat ikut serta menjaga kebersihan maka, kedepan Denpasar menjadi kota bersih dan bebas dari yang namanya sampah.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

 

Walikota Rai Mantra Lepas Jalan Santai di Br Tag-Tag Tengah

BALIPORTALNEWS.COMRatusan penduduk Banjar Tag-Tag Tengah Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara mengikuti Jalan Santai yang diselenggarakan Perkumpulan Wangsing Wengkon Br. Tag-Tag Minggu (14/8/2016).

jalan santai nampak lebih semangat karena kegiatan ini langsung di lepas Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di didampingi Ketua Fraksi Partai NasDem Kota Denpasar AA Ngurah Gede Widiada dan Camat Denpasar Utara Nyoman Ludra.

Dalam kesempatan ini Walikota Rai Mantra tidak lupa meminta seluruh peserta jalan santai untuk tetap menjaga kebersihan di Kota Denpasar. Karena kebersihan merupakan modal kesehatan. ‘’Untuk itu saya harapkan peserta jalan santai untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,’’ ujarnya.

Penasehat Wangsing Wengkon Jro Mangku Kadek Ariantha mengaku jalan santai ini dalam rangka Pekan Olahraga Kelurahan Peguyangan dan memeriahkan HUT ke- 71 Republik Indonesia serta HUT ke-2 Perkumpulan Wangsing Wengkon. Ia mengaku melalui jalan santai ini rasa persaudaraan dari Wangsing Wengkon lebih erat lagi.

Seperti arti dari Wengsing Wengkon yakni filsafat  hidup Br. Tag-Tag yang mengedepankan rasa persaudaraan. Mengutamakan rasa persaudaraan itu maka dari itu Kelurahan Peguyangan memberikan kepercayaan terhadap Pekan Olahraga Peguyangan ini kepada Wangsing Wengkon.

Selain itu Kelurahan juga memberikan kupon gratis sebanyak 150 orang dan diserahkan kepada anak-anak SD.

Hal tersebut agar anak-anak SD juga ikut dalam pengundian door prize setelah jalan santai. Karena dalam gerak jalan santai ini panitia menyiapkan ribuan kupon hadiah. Hadiah utama Sapi, kulkas, TV, kipas angin dan lain sebagainya.

Untuk rute jalan santai adalah Jl Singasai menuju Jl Gg Gagak, Jl Bedahulu dan Jl Bedahulu V. Selain jalan santai pihaknya juga menggelar kegiatan lainnya seperti, Tirta Yatra, Dharmawacana terkait budaya dan adat, penanaman pohon , bersih-bersih di pura dan kegiatan sosial. 

Dengan kegiatan seperti ini Arnantha berharap rasa persaudaraan Br Tag-Tag lebih kuat lagi. Karena persaudaraan adalah benteng terkuat dari gempuran dunia luar. 

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

 

Sudikerta Apresiasi Turnamen Volly Pengotan Cup 

BALIPORTALNEWS.COMKegiatan penggalian dana melalui turnamen voli yang dilakukan  pihak desa dan  melibatkan generasi muda dan bertujuan untuk  pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan Pura Kahyangan Tiga, merupakan kegiatan positif yang bisa mengarahkan para generasi muda untuk berbuat hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Tidak itu saja kegiatan ini diharapkan menjauhkan para generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif seperti mengkonsumsi narkoba, balap liar, pergaulan bebas dan sebagainya yang bisa merusak masa depan mereka sendiri. Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri undangan penutupan Turnamen Bola Volly Pengotan Cup I di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Bangli, Senin (9/8/2016).

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut, yang diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Bali. Karena kejuaraan yang sifatnya pembinaan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui kemampuan satu tim Bola Volly serta untuk mencari bibit-bibit pemain unggul di cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia turnamen, I Wayan Kopok, menyatakan pelakaanaan turnamen dilatarbelakangi adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas dan soliditas berolahraga, khususnya cabor Bola Volly. Disamping juga sebagai upaya mendukung kegiatan penggalian dana dalam rangka pembangunan/pemugaran Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang diperkirakan menghabiskan biaya sesuai RAB kurang lebih Rp. 4.750.000.000,- (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ia pun menjelaskan turnamen tersebut diikuti sekitar 32 klub Bola Voli yang berasal dari desa-desa diseputaran Kecamatan Bangli dan Bebanuan Desa Pekraman Pengotan, serta telah berlangsung selama kurang lebih 37 hari mulai bulan Juli 2016. Untuk dana yang sudah berhasil di galang per tanggal 8 Agustus mencapai total sekitar 270 juta, yang selanjutnya dipotong biaya operasional dan biaya dana pembinaan club. 

Antusiasme masyarakat menyaksikan partai final turnamen tersebut sangat tinggi, terlihat dari deretan bangku penonton yang terisi penuh oleh masyarakat berbagai usia. Partai final kejuaraan tersebut menyisakan 4 klub yang memperebutkan posisi I, II, III dan IV, yakni masing-masing klub Pandan Anyar vs klub Simpatik memperebutkan posisi III dan IV, serta posisi I dan II diperebutkan klub Angker vs Putra Kencana. Hadiah yang diperebutkan pun terbilang lumayan menarik, para pemenang akan membawa pulang hadiah tunai, piala dan piagam.

Untuk hadiah tunai, para juara mendapatkan hadiah masing-masing Peraih Juara Pertama Rp 10.000.000, Perah Juara Kedua Rp 7.000.000, Peraiah Juara Ketiga Rp 5.000.000, Peraih Juara Ke Empat Rp 3.000.000, serta dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 1.000.000 bagi klub-klub yang masuk 8 besar tetapi tidak masuk 4 besar. Tidak hanya itu, bagi para penonton pun disediakan door prise yang sangat menarik yakni 1 unit mobil pick up dan 1 unit sepeda motor. 

Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesra Provinsi Bali, AA. Geria, juga menyerahkan bantuan sejumlah uang tunai dan juga seperangkat peralatan olah raga Bola Voli.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kenali Delapan Jenis Kecerdasan Anak Anda

BALIPORTALNEWS.COM – TIDAK ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori multiple intelligences atau kecerdasan multipel.

Menurut Arnawa, delapan jenis kecerdasan anak, yaitu people smart (kecerdasan bergaul), body smart (kecerdasan olah tubuh), picture smart (kecerdasan ekspresi), logic smart (kecerdasan logika), word smart (kecerdasan bahasa/linguistik), self smart  (kecerdasan intrapersonal), musik smart (kecerdasan musikal), dan nature smart(kecerdasan naturalis).

Arnawa menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. “Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Arnawa, Selasa (9/8/2016).

Untuk itu, menurut Arnawa, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. ‘’Tumbuh dan kembang anak tidak hanya bisa diperoleh dari pendidikan di sekolah, tapi juga berpengaruh dari peran kita sebagai orang tua,’’ pungkasnya.

 

Penulis : Ryandra
Editor : Putu Tistha

Lepas Jalan Sehat Sinergy, Gubernur Himbau Masyarakat Hindari Bahaya Narkoba

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika menghimbau  masyarakat agar selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani, terlebih menjaga diri agar tidak terjerumus kepada bahaya Narkoba. Menurutnya, dewasa ini Narkoba menjadi suatu ancaman yang patut diwaspadai dan di perangi secara bersama-sama. Karena setiap hari di Indonesia terdapat 50 orang yang meninggal, itu artinya setiap jam terdapat lebih dari dua orang Indonesia yang meninggal akibat  barang haram itu.

Pastika menegaskan  pencegahan bahaya narkoba harus dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, terutama dalam mengawasi putra-putri bangsa, agar tidak terjerumus pada pergaulan yang  tidak baik. Demikian disampaikannya saat  melepas jalan sehat sinergy dalam rangka memperingati hari jadi ke-58 Provinsi Bali yang akan jatuh pada tanggal 14 Agustus 2016 mendatang  yang dirangkai dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, Dies Natalis ke XIV STIKOM Bali dan Hari Jadi Radio Gema Merdeka, bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Renon – Denpasar pada (07/08/2016), yang diikuti oleh ratusan masyarakat Bali.  

“Saya harap semua dapat berpartisipasi dalam upaya memerangi hal ini, terutama dari sisi keluarga terlebih dahulu dalam mengawasi betul perilaku anak-anaknya”, ujar orang nomor satu di Bali tersebut. Selanjutnya, Gubernur Pastika juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat luas serta seluruh komponen yang terlibat, dalam menjaga keamanan dan ketentraman serta turut mendukung pembangunan Pulau Bali tercinta, sehingga dari tahun-ketahun tingkat kesejahteraan masyarakat di Bali dapat tumbuh semakin baik.

Jalan sehat yang mengambil rute di sepurtaran jalan Renon tersebut, juga diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, Ketua TP.PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, jajaran SKPD lingkungan Provinsi Bali, dan mahasiswa.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Apresiasi KCB Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika Ajak Masyarakat Lestarikan Busana Kain Tradisional

BALIPORTALNEWS.COMGaya berbusana  kain tradisional saat  ini sudah semakin ditinggalkan , karena untuk sebagian orang gaya berbusana tradisional dianggap rumit dan mulai tergantikan dengan gaya berbusana moderen yang lebih praktis, kekinian dan sesuai dengan perkembangan jaman. Padahal negara kita sangat kaya dengan ragam kain tradisional yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Tidak saja merupakan kekayaan budaya, namun kain  tradisisonal juga merupakan identitas  bangsa Indonesia. Untuk itu keberadaan  Perkumpulan Komunitas Cinta Berkain (KCB) di Provinsi Bali diharapkan dapat menghidupkan kebanggaan dan minat masyarakat dalam menggunakan busana berkain tradisional. Demikian disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika dalam acara Deklarasi Komunitas Cinta Berkain (KCB) Indonesia  Provinsi Bali pada Sabtu (06/8/2016) di Hotel Padma Resort – Legian, Kuta.

Menurutnya,  Komunitas Cinta Berkain (KCB) Provinsi Bali  sebagai wadah berkumpulnya banyak wanita dari berbagai profesi merupakan bentuk komitmen para anak bangsan dalampelestarian dan pengembangan kain tradisional yang merupakan warisan budaya yang adiluhung. 
"Kita sangat kaya dengan warisan budaya yang memiliki nilai-nilai estetika, etika, bahkan nilai religius. Pada zaman globalisasi yang penuh persaingan ini, nilai-nilai itu harus mampu kita kembangkan menjadi nilai-nilai ekonomis, tanpa mengurangi keaslian dan kelestariannya," cetus istri orang  nomor satu di Bali ini.

Ia berharap busana kain tradisional dapat bersaing secara ekonomis di pasar lokal, nasional atau bahkan di pasar global. Hal ini tentunya akan membawa hal positif untuk mendorong para pengusaha, pengrajin, dan designer  semakin kreatif, inovatif  dan produktif yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya perekonomian .

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Pastika mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli pada keberadaan kain dan busana tradisional. Ia juga berpesan  kepada KCB  Provinsi Bali disamping melestarikan melestarikan produk, juga fokus pada upaya untuk menghidupkan tradisi masyarakat untuk menggunakan busana tradisional yang sederhana, rapi, serasi dan beretika.
"Mari kita sosialisasikan upaya ini kepada seluruh masyarakat Bali maupun masyarakat Indonesia, melalui berbagai upaya kegiatan seperti seminar, lokakarya, pembinaan-pembinaan sampai pada beragam lomba," ajaknya.

Ny. Ayu Pastika juga memberikan dukungan terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh KCB. Ia pun meminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Daerah, Dekranasda, para pengusaha, sekolah dan perguruan tinggi, sampai kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki misi yang sama untuk memajukan UMKM dan melestarikan budaya daerah.

"Dengan partisipasi seluruh masyarakat, Saya yakin kita semua akan dapat meningkatkan eksistensi budaya tradisional khususnya kain tradisional Bali, dalam era global ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia Sita H. Agustanzil mengatakan dibentuknya KCB atas keprihatinan sekelompok wanita yang diprakarsai oleh dirinya kemudian mendirikan suatu komunitas yang bercita-cita untuk menjaga eksistensi kain tradisional Indonesia di Jakarta yang mampu diseimbangkan dengan mode berbusana masa kini.

Komunitas Cinta Berkain Indonesia atau disingkat KCB, yang telah berusia dua tahun, menurutnya kini menjadi garda terdepan Indonesia untuk melestarikan budaya berkain nusantara. 
"Busana nusantara memiliki nilai Budaya yang sangat tinggi. Indonesia juga merupakan bangsa yang smart, dan menghormati tata cara dalam penggunaanya. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk ikut melestarikannya. Kita tidak menolak moderinasasi, bahkan kita harus bisa mengikutinya. Karena sebenarnya memakai kain itu tidak kuno, karena tidak terpaku pada umur. Bali sangat kuat budayanya, untuk itu mari kita kenakan kain, karena kain bisa digunakan dalam setiap kesempatan," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, dilakukan pengukuhkan pengurus KCB Provinsi Bali yaitu , Mayke Boestani Andersen, yang dilanjutkan dengan penyematan PIN kehormatan kepada Ny. Ayu Pastika oleh ketua umun KCB Indonesia Sita H. Agustanzil.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Kontingen Pramuka Bali Mengikuti Jambore Nasional X

BALI-PORTAL-NEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika minta Kontingan Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional X Tahun 2016 memupuk rasa kebangsaan, memperluas wawasan dan mempererat rasa persaudaraan antar anggota pramuka se-Indonesia. Harapan itu disampaikan Pastika dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga berkedudukan sebagai Wakil Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Bali, dalam acara Pelepasan Kontingen Jambore Nasional X Tahun 2016, bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan pada Jumat (29/07/2016).

Pastika menilai, Jambore Nasional (JamNas) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan merupakan momentum berharga untuk Tim Pramuka Kwatir Bali dalam memupuk rasa kebangsaan, persaudaraan dan wawasan antar pramuka seluruh Provinsi di indonesia. Lebih lanjut, dalam sambutannya Pastika juga menggarisbawahi Tema Jambore Nasional tahun 2016 yaitu “Keren, Gembira, Asyik”. Kata dia, tema itu memiliki makna yang sangat dalam sebagai upaya menumbuhkan semangat dan rasa kemandirian kepada generasi muda.

Pastika meminta Kontingen Bali menunjukkan usaha  terbaik dalam ajang JamNas yang akan berlangsung di Cibubur Jakarta tersebut. Selain itu, Pastika juga berpesan agar Kontingen Pramuka Bali memetik manfaat positif dari pelaksanaan JamNas. Menambahkan harapan Gubernur, Wagub Sudikerta  juga berpesan agar Para Pendamping Kabupaten dan Provinsi dapat memandu para peserta dengan baik, sehingga seluruh kegiatan dapat diikuti dengan lancar oleh seluruh kontingen JamNas Kwartir Bali.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Ketut Wija dalam laporannya yang dibacakan Pimpinan Rombongan JamNas X tahun 2016 I Gusti Lanang Jelantik mengungkapkan bahwa  kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 14-21 Agustus 2016 di Cibubur-Jakarta.

Sebelum bertolak ke Cibubur, Kontingen Bali melaksanakan pemantapan selama dua hari dari tanggal 29 hingga 30 Juli di Bumi Perkemahan Margarana-Tabanan. Kontingen Bali berkekuatan  367 orang yang berasal dari adik-adik pilihan dari kwarcab/kwarda 9 kab/Kota se-Bali. Materi yang akan diberikan selama pemantapan diantaranya, penjelasan hasil simulasi pelaksanaan JamNas X, pemantapan kegiatan karnaval budaya yang akan melibatkam seluruh peserta JamNas serta materi lainnya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pastika Tanamkan Sikap Anti Narkotika pada Remaja dan Anak-Anak

BALI-PORTAL-NEWS.COMHanya ada dua pilihan bagi mereka yang coba-coba menggunakan narkotika yaitu penjara atau kuburan. Pesan itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada remaja dan anak-anak yang hadir pada acaraDeklarasi dan Pengukuhan Pengurus Yayasan Barisan Anti Narkotika Indonesia (BANNI) Bali di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Sabtu (23/7/2016).

“Pilihannya hanya dua, kalau tidak penjara ya kuburan. Tak ada yang lain,” tandasnya. Agar pesan itu makin tertanam di kalangan remaja dan anak-anak, Pastika pun menuliskannya pada sejumlah lukisan karya peserta lomba yang digelar di sela-sela acara pengukuhan dan deklarasi tersebut.
Pastika pun tak segan-segan menyebut narkotika sebagai bahaya jahanam yang mengancam berbagai sendi kehidupan. Selain merugikan secara ekonomi, narkotika juga memicu berbagai penyakit, menurunkan produktifitas, menghancurkan rumah tangga  hingga merenggut nyawa para pecandunya. Karenanya, Pastika menyebut upaya pencegahan jauh lebih penting dibanding penangkapan dan penindakan. Untuk itu, dia wanti-wanti agar segenap masyarakat, khususnya kalangan remaja dan anak-anak tidak pernah mencoba yang namanya narkotika. “Jangan pernah menerima tawaran dari siapapun, karena dia akan membunuhmu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Pastika juga menggugah kepekaan kalangan orang tua terhadap perubahan yang terjadi pada putra atau putri mereka. “Harus curiga kalau anak kita tiba-tiba bengong dan malas mandi, demikian pula sebaliknya kalau mendadak rajin hingga melakukan aktifitas di luar kebiasaan seperti mencuci mobil malam-malam. Bisa jadi itu efek ekstasi,” bebernya.

Mantan Kalakhar BNN ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para siswa, mahasiswa dan masyarakat luas dalam deklalasi BANNI yang digelar bertepatan dengan momentum hari anak nasional. “Paling tidak seribu orang yang hadir di sini selamat dan tidak akan pernah mencoba narkoba,” tambahnya. Selanjutnya, mereka yang hadir dalam acara deklarasi diharapkan dapat mempengaruhi teman atau anggota keluarga masing-masing untuk menjauhi narkoba.

Harapan serupa juga diutarakan Deputi Rehabilitasi BNN Pusat DR. Diah Setia Utami. Menurutnya, upaya memerangi narkoba telah menjadi agenda nasional karena belakangan ancamannya kian serius. Selain korbannya yang terus bertambah, modus operandinya juga makin canggih dan beragam. Saat ini, kata dia, tak kurang dari 246 juta orang di seluruh dunia pernah menyalahgunakan narkotika. “Jenis narkotika yang beredar di pasaran juga makin beragam dan saat ini telah mencapai 643 jenis,” paparnya.

Mengingat besarnya ancaman tersebut, BNN Pusat menaruh apresiasi terhadap kehadiran BANNI Bali. Dia berharap yayasan ini bersatu dengan gerakan lainnya dalam memerangi narkotika bersama dengan BNN dan lembaga penegak hukum.

Sementara itu, Ketua BANNI Bali I Nyoman Baskara mengungkapkan bahwa narkotika telah menjadi isu yang mengancam dunia dalam dua dasa warsa terakhir. Bahkan, Indonesia telah menjadi salah satu pasar dalam perdagangan gelap narkotika. “Mengingat begitu masifnya ancaman tersebut, kita tak bisa lagi hanya berwacana, berdiskusi dan seminar. Semangat dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan untuk menangkal ancaman narkotika,” ujarnya.

Menurut Baskara, fakta itulah yang menjadi spirit lahirnya BANNI. “Kami akan menjadi bagian dalam upaya memerangi narkotika karena kita tak dapat menyerahkan tugas ini hanya pada pemerintah,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa BANNI akan bergerak dalam upaya pencegahan, advokasi dan rehabilitasi. Pasca dikukuhkan dan deklarasi, langkah pertama yang akan dilaksanakan BANNI adalah melakukanroad show ke lembaga pemerintah, perguruan tinggi, sekolah dan lembaga adat.

Acara pengukuhan diwarnai penyerahan pataka dari Deputi Rehabilitasi BNN Pusat dr.Diah Setia Utami kepada Ketua Yayasan BANNI Nyoman Baskara. Selain itu juga dilakukan penandatanganan deklarasi oleh Gubernur Pastika, Wagub Ketut Sudikerta dan Deputi Rehabilitasi BNN Pusat. Acara yang dihadiri oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto dan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa tersebut juga diiisi penyampaian testimoni oleh dua mantan pecandu narkotika yaitu Gede dan Belki. Keduanya dengan lantang mengajak seluruh masyarakat untuk berani mengatakan tidak pada narkoba karena dampaknya yang sangat merugikan.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha